
"Tidak terasa sudah bulan November nihh. Kalian gimana kabar nya? Baik? Atau.. fisik nya baik tapi hati mu lagi tidak baik-baik saja? Hmm ya.. terkadang memang kamu hanya bisa mengatakan “Gapapa” sambil tersenyum manis, seolah-olah tidak ada masalah dan semuanya baik-baik saja. Itu adalah sebuah topeng yang bagus bukan? Tapi terkadang kamu boleh kok buka topeng itu, gak ada yang berhak mengatakan bahwa yang kamu fikirkan itu salah, karna tokoh utama di cerita mu hanyalah di dirimu sendiri. Tetap tabah, kuat, dan sabar untuk kamu yang hanya bisa tersenyum menghadapi semuanya walau hati rapuh tapi kamu kuat kokk. Semangat yahh" -Author
Di hari Kamis, Seperti biasa di jam kosong Anisha sedang mengobrol dengan Laras dan Icha.
"Sha, lu sama Ash masih ttm?" Tanya salah satu teman Anisha
"Hmm." Gumam Anisha sambil tersenyum
"Eh? Sorry-sorry Sha.."
"Santaii"
Ketika Anisha keluar kelas untuk menghirup udara segar
tiba-tiba Sasha ingin mengembalikan raket yang ia pinjam dari Anisha. Anisha menghampiri Sasha dan Ia tidak sengaja melihat Ash yang duduk tepat di depan pintu kelas nya.
"Ini raket nya, eh Kamu mainin ga raket nya?" Tanya Sasha
"Engga kok aku ga mainin raket nya"
"Kan aku benci tenis" gumam Anisha
"Eh? Apa?"
"Bukan apa-apa kok, yaudah kalau kamu masih mau main pake aja"
"Okayy makasih yah, Sha"
"Iya"
Anisha hanya sekilas melihat Ash yang sedang duduk dan terdiam sambil mengenggam handphone tanpa melirik Anisha sedikit pun.
"Hufth-" Anisha hanya menghela nafas dan tergesa gesa ingin cepat kembali ke kelas nya.
"Lu kenapa Sha? Muka lu judes banget" Tanya Damian
"Gapapa" ucap Anisha
__ADS_1
"Udah jangan di ganggu, dia lagi bad mood itu kayak nya" ucap Icha
"Iya dah"
Icha dan Damian melanjutkan obrolan mereka yang membicakan tentang suatu Game
Sementara Anisha sebagai wakil ketua kelas, duduk di kursi yang biasa di duduki oleh guru nya.
Anisha hanya menatap dengan sinis ke teman-teman nya yang membuat onar di kelas
"Eh si Anisha cocok ya, jadi guru killer" ucap Damian
"Iyaa cuy, ngeri ngeri gimana gitu" ucap Icha
"Kayak ada hawa hawa sengsara bagi murid nya Anisha. Wkwkwk" lanjut Damian
Anisha yang mendengar itu langsung tertawa karna tidak tahan dengan tanggapan teman dekat nya, tentang diri nya.
"Sha? Gw masih ada urusan di sekolah lu pulang duluan aja" ucap Laras
"Ohh, okay deh gw balik duluan yah"
"Ughh- move on, Ash pasti udah move on masa gw ga bisa sih!!" Ucap Anisha Sambil memukul kepala nya memakai raket
Ketika Anisha menunggu untuk di jemput ayah nya. Anisha mengingat kenangan nya bersama Ash sambil menatap ke gelang pemberian dari Ash
"Hufth-"
"Aku merindukan mu, tapi takdir dan waktu memisahkan kita. Dan aku hanya bisa memandang senyuman mu dari kejauhan walaupun senyuman itu bukan untukku." Ucap Anisha
Esok harinya lebih tepat di hari Jum’at, Anisha melihat Ash sedang bersama seorang siswi cantik yang mengerai rambut nya dan ia memakai jepitan pita berwarna merah.
"Dia siapa?” Gumam Anisha
"Lu kenapa Sha, liatin Ash serius banget?"
"Eh.. Ash sama siapa tuh?" Tanya Laras
__ADS_1
"Gw gatau.. tapi cantik yah? Dia lebih cocok sama Ash dari pada gw.."
"Heee?"
"Ayok Sha kita ke kantin, beli kebab kesukaan lu, Ayokk cepet"
Ketika di Kantin Anisha melamun dan Laras berusaha untuk mengalihkan fikiran Anisha agar ia tidak memikirkan Ash dan perempuan itu.
Bel pulang pun berbunyi dan Seperti biasa Laras di jemput duluan untuk pulang ke rumah nya.
Dan disaat Anisha melihat handphone nya tiba-tiba saja Anisha tertabrak oleh siswi yang sedang dekat dengan Ash
"Ouch" ucap Anisha
"Eh? Sorry gw ga liat"
"Btw lu mantan nya Ash ya?"
"Ga nyangka ternyata mantan nya Ash beda agama"
"Pfth- kayak gw dong masih pdkt sih sama Ash tapi gw kan se agama sama dia jadi ya.."
"Lu dengerin gw ga sih?"
"Kenapa? Lu ngomong sama gw?"
"Yaiyalah, gw sama Ash mau jadian nihh"
"Btw nama gw Rose"
"Gw dah di jemput, bye janda"
"Lahh, gw bukan janda woy!!" Ucap Rose kesal
"Dandanan lu kayak janda yaudah gw panggil janda."
Di malam hari Anisha pun kepikiran tentang Ash
__ADS_1
"Sudahlah, biarkan saja"
"Tapi.. Ash kan ga suka sama janda, Pfth- Hahaha" ucap Anisha