
"Sudah larut begini, habis darimana aja?!" Tanya ayah Anisha tegas.
"Ng… habis kerja kelompok di rumah nya Laras" jawab Anisha berbohong
"Iyakah? Bukannya habis Menjenguk kondisi Ash di rumah sakit?" Tanya Umma Anisha yang tiba-tiba saja memperlihatkan ponsel nya ke depan wajah Anisha. Terlihat ada foto Anisha yang sedang menyuapi Ash untuk makan
"Darimana.. umma dapetin foto itu?"
"Jangan pernah berhubungan dengan Ash lagi di sekolah, maupun di.. whatsapp. Blokir nomor nya sekarang dan hapus nomor nya dari kontak kamu CEPAT!!" Paksa Umma
"Katakan untuk terakhir kalinya dengan Ash. Bilang ‘sorry Ash aku gak bisa berhubungan dengan kamu lagi, gak di bolehin sama ortu ku. Di sekolahan juga jangan cukup kita sampai disini aja.’ Udah? Kalau udah blok nomor nya" Lanjut Umma
"T-tapi kan.. belum dia jawab ma.." ucap Anisha
"Gak perlu. Cepet blok nomor nya, lama banget sih! Sini biar umma aja. Kalau kamu masih deket-deket sama dia, langsung umma keluarin kamu dari sekolah saat itu juga" ucap Umma sambil merampas handphone Anisha
__ADS_1
Disana Anisha tidak bisa mengeluarkan air matanya karna ia benar-benar merasakan sakit di hati nya dan itu sangat dalam. Setelah selesai umma menyuruh Anisha untuk tidur
Di kamarnya Anisha, ia menangis sambil mengenggam gelang pemberian dari Ash.
"Maaf.. maafin aku Ash, Anisha minta maaf" isak tangis Anisha
Keesokan harinya di sekolah, mereka tak saling tatap lagi. Ash mengerti jika ia dekat-dekat dengan Anisha, Anisha akan di hukum oleh kedua orang tuanya. Lebih baik Ash memantau nya dari kejauhan dan tidak berani menghampiri Anisha
"Eh, tetehh main basket yuk?" ajak Ramadhan
Ternyata Ramadhan sedang bermain basket berdua dengan Ash, tatapan Ash terlihat cemburu ketika Ramadhan mengajak Anisha bermain basket bersamanya.
Setelah berhari-hari di lalui oleh Anisha, tatapan Ash tidak bisa jauh-jauh untuk hanya menatap Anisha. Ia seperti selalu mengawasi Anisha di setiap detik nya.
Ketika kedua orang tuanya Anisha berhenti untuk menghukum nya. Anisha pun mengetahui kabar Ash yang sudah mempunyai seseorang yang baru, ya adik kelas 8. Tubuhnya kecil, pendek juga lebih pendekkan dia daripada Anisha.
__ADS_1
"Kesian tadi kak, pacar nya Ash. Nangis terus Ash nya diem aja" ucap adik Anisha yang sedang bercerita dengan kakak nya Anisha
Seketika Anisha teringat kejadian ketika Anisha menangis di depan Ash, karna Anisha tidak bisa pergi darinya. Ash mengusap air mata Anisha dengan sangat lembut
"Pfth- kesian… masih gamon sama gw.. hufth.. Ash.. maaf". Ucap Anisha yang sambil berbicara kepada gelang pemberian dari Ash. Sempat Anisha berfikir untuk meng-save nomor Ash lagi dan membuka blokir-ran nya. Ternyata ketika Anisha memasang Status Wa, Ash melihatnya. Anisha sangat terkejut karna, bagaimana bisa.. Anisha sudah berbuat jahat yang bisa menyakiti hati Ash tapi kenapa Ash tidak menghapus nomor Anisha bahkan tidak di blokir.
"Ha? Kalau lu kayak gitu, seolah olah lu ngasih harapan ke dia Shaa. Secara kan lu yang akhirin hubungan kalian, kalau gak lu akhirin hubungan kalian bakal fine-fine aja. Jangan kayak gitu Sha. Seakan kalian masih bisa bersama padahal gak akan pernah bisa”. Ucap Laras panjang lebar menasehati Anisha
Anisha yang tersadar itu langsung menghentikan aksi nya yang ingin memasang Status lagi supaya Ash bisa mengatahui perasaan Anisha yang sekarang kepadanya melewati itu. Tidak terasa sudah larut malam, kini Anisha hanya terdiam melamun dan hanya menulis di sebuah buku khusus untuk mengenang cerita mereka berdua. Tak lama kemudian Anisha memejamkan matanya dan langsung terlelap di atas ranjang nya.
"Hey.. jangan terlalu memikirkan ku Sha, aku baik-baik saja. Tapi entah mengapa aku tidak bisa melepaskan pandangan ku padamu, aku ingin selalu melihatmu”. Ucap Ash di dalam mimpi Anisha
Suara Adzan subuh pun membangunkan Anisha yang sedang bermimpi itu, ia langsung siap-siap untuk Sholat dan melakukan rutinitas nya hingga ingin berangkat ke sekolah.
Di tengah perjalanan Anisha di halangi oleh sekelompok anak-anak SMA yang membawa motor, Anisha mengenal salah satu dari mereka yaitu Aldo.
__ADS_1