Waktu Yang Memisahkan

Waktu Yang Memisahkan
7. Anisha Backstory


__ADS_3

Di sana Anisha hanya terdiam membisu karna kondisi Anisha yang tidak memungkin kan untuk Bisa masuk makanan ke dalam perut nya..


Apa yang terjadi dengan Anisha?


*Flashback mode on


Di Saat Anisha berumur 2 Tahun, Anisha di berikan sebuah penyakit yaitu TBC (Tuberkulosis).


TBC adalah Suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru.


Anisha sering sekali keluar masuk rumah sakit


ketika ia masih kecil ia tidak mengerti apa-apa dengan penyakit nya dan ketika Anisha beranjak dewasa tepatnya di saat Anisha memasuki masa-masa Remaja..


Di umur Anisha yang ke 12 tepatnya ketika ia berada di bangku kelas 6 SD.


"Anisha? Sekelompok sama dia pas olahraga Basket? Ga deh."


"Anisha tuh lemah,, penyakitan lagi"


"Gausah sekelompok sama dia"


Orang-orang di sekitar Anisha meremehkan nya dan justru tidak ingin berdekatan dengan Anisha.


Ketika Anisha Lulus dari SD dan beranjak ke bangku SMP.. di sana Anisha menemui banyak teman-teman yang baru dan menerima Anisha apa adanya.


"Halo, nama kamu siapa? Aku Nadya salam kenal yahh" ucap Nadya teman pertama Anisha.


"Haii, nama ku Anisha salam kenal juga"


jawab Anisha sambil tersenyum


Pertemanan mereka sangatlah lama dari kelas 1 sampai kelas 3 SMP masih bertahan.


"Anisha.. sebenarnya gw suka sama lu.. sorry gw baru ngomong sekarang karna gw takut di tolak lagi ke 3 kalinya gw di tolak dan itu sangatlah tidak keren." Ucap Rafael di Whatsep


"Gw juga suka sama lu kok Fael." Jawab Anisha


Bodohnya Anisha yang menerima Rafael yang ternyata Rafael hanya main-main dengan Hati nya Anisha. 1 hari setelah Rafael Confess Anisha pun dapat VN dari Rafael ketika di sore hari, dan isi VN tersebut adalah..


"Maaf banget nih Anisha gw ga bisa lanjutin hubungan kita yang kayak gini.. gw pengen kita sahabatan aja kayak dulu, buka lembaran yang baru ok? Sebagai sahabat bukan ttm atau apapun itu. Sorry banget gw udah kecewain lu."


"… iya gapapa Fael.."

__ADS_1


Keesokan hari nya di sekolah lebih tepatnya di hari jumat Anisha di bawa ke UKS karna kondisi nya yang sulit untuk bernafas.


Disana Anisha di antar oleh Laras. Rafael tentu merasa bersalah karna kemarin ia sudah mengatakan itu ke Anisha, dan ketika Anisha pulang dari sekolah nya.


"Lu tadi masuk UKS gw jadi ngerasa bersalah sama lu Njir.. gw salah karna gw ngomong itu ke lu kemarin. Coba aja kalo gw ga ngomong pasti lu ga bakal kenapa-napa" Chat Rafael


"Yaudah sih Fael,, gw juga gapapa sekarang. Santai." Jawab Anisha


Di Bulan September disana Anisha memutuskan untuk tidak merasakan yang namanya jatuh cinta lagi karna ia trauma dengan masa lalu nya yang dulu.


Tapi entah mengapa Anisha melihat Ash. Ia lelaki yang berbeda dari laki-laki lainnya,, dan disanalah Ash dan Anisha di pertemukan di Ekskul Basket.


Sudah lama Anisha dan Ash bertahan.. hingga di akhir September mereka berdua pun mulai ada Konflik.


"Siapa Ash?" Tanya Umma Anisha


"Dia temen basket aku ma" jawab Anisha


"Temen kok tapi ngomongin terus.. artinya Ash spesial kan?"


"Engga kok, biasa aja ma."


"Bohong."


"Aku ga mau main tenis, Anisha hanya suka main Basket bukan Tenis."


"Harus nurut apa yang di perintahin sama Umma dan Ayah. Ini demi kebaikan kamu nak"


"Tapi Anisha-"


Anisha pun di tampar oleh Ayah nya, dan ketika Anisha keluar dari kamar kedua orang tua nya. Ia batuk darah, tanda nya penyakit Anisha lama kelamaan makin parah.


"Aku hanya ingin menemukan kebahagiaan aku sendiri. Cinta itu bukan pemaksaan, Hobi ku, apa yang aku lakukan itu dari hati dan semua bisa menciptakan kebahagiaan aku sendiri. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidup ku hanya untuk melakukan apa yang aku tidak suka dan tidak ku minati. Dan membuat ku semakin sengsara. Jangan jadikan aku boneka kalian." Ucap Anisha di dalam hati kecil nya.


Anisha yang terus menerus di paksa atas kemauan orang tua nya. Anisha hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan mereka.


Sampai akhirnya…


Laras yang mendengar cerita Anisha sontak terkejut dan ingin melaporkan nya ke pihak yang berwajib. Tapi Anisha terus menerus menahan Laras agar tidak melaporkan nya. Laras sebagai sahabat nya Anisha merasakan penderitaan Anisha selama ini.


"Udah, Sha lu jujur aja ke orang tua lu kalau lu itu ga mau di paksa-paksa. Keluarin suara hati kecil lu" ucap Laras


Hingga detik ini Laras merasakan Anisha berubah Sebagian dari sifat nya yang dulu

__ADS_1


"Laras.. kata orang-orang yang di sekolah gw berubah, iyakah?" Tanya Anisha


"….."


"Iya Sha, semenjak lu di paksa-paksa sama ortu lu dan lu udah ga berhubungan lagi sama Ash."


"Sifat lu kayak berubah total yang biasa nya kalau lewat sama temen yang lu kenal lu selalu nyapa mereka tapi sekarang udah engga."


"Lu juga pas jam istirahat yang biasa nya ceria banget, keluar kelas, ke kantin beli makanan dan lu makan."


"Tapi lu sekarang justru di kasih uang jajan sama ortu lu malah ga jajan dan makan Sha."


"Tapi gw lebih suka sifat lu yang sekarang sih Sha, jujur karna keadaan lu yang ga baik-baik aja dan lu ga bikin fake smile lagi." Ucap Laras


"Ya.. gw sekarang kayak nya udah berubah ga kayak dulu lagi yang ceria itu." Ucap Anisha


Anisha seorang gadis yang dari dahulu selalu di ajarkan keras sehingga fisik dan mental nya kuat. Ketika ia berada di lingkungan sekolah, ia selalu tersenyum tapi siapa yang tahu? Senyuman nya palsu dan hanya menutupi semua masalah nya yang ada di Rumah Anisha.


"Ortu kamu ngelakuin semua itu, supaya kamu kuat. Kan kamu anak perempuan pertama, udah gapapa agar kamu kuat." Ucap Ash


Tidak akan ada yang mengerti keadaan yang sebenarnya Anisha alami seperti apa. Mereka hanya melihat Anisha sebelah mata dan hanya mengingat keburukan Anisha.


Sampai-sampai Anisha berfikir untuk bunuh diri tapi ia ingat jika ia bunuh diri.. ia akan kehilangan teman-teman nya yang ia sayang keluarga Anisha, Dan Ash..


Hingga seorang gadis yang bernama Nasha memberikan semangat kepada Anisha, kakak kelas Nasha.


Dan Nasha berkata kepada Anisha


"Iya lah haram mengakhiri hidup, teteh ingat besok dan besok apakah ada suatu hal yang membahagiakan


Jangan mau mati sia2, perjalanan hidup msh panjang.. apalagi teh Anisha di first impres ku orgnya dewasa, sabar dan pendengar


(Enak kalo saya ajak ngobrol krn sabar mau dengerin lelucon saya..)


Teteh ingetin aja indomie goreng, di neraka mana ada indomie goreng yang enak bgt bumbunya


Ingat juga gmn feelsnya pas lg digital draw.. bikin oc


Pokoknya ingat "besok mungkin saja akan ada momen membahagiakan untukku, dan disaat momen bahagia itu aku akan berfikir tidak ingin mati" Ucap Nasha.


Terima kasih kepada orang-orang yang peduli kepada Anisha…


"Anisha Sayang kalian semua. Makasihh <3" Ucap Anisha

__ADS_1


__ADS_2