Waktu Yang Memisahkan

Waktu Yang Memisahkan
11. Kamu & Senja


__ADS_3

Sebelum perpisahan kemarin, ada sebuah kenangan yang Anisha tidak bisa lupakan.. seperti hal yang umum di lakukan oleh seorang gadis untuk mengenang tentang seseorang yang spesial baginya. Ia pasti membaca riwayat chat mereka


"Pengen deh, natap senja bareng kamu" chat Anisha ke Ash


"Gabisa, nanti umma dan ayah kamu marah" balas Ash


"Mungkin nanti bisa kali yah? Kita natap senja bareng-bareng?" Tanya Anisha


"Mungkin"


"Kamu ga akan pergi lagi kan?"


"Dalam waktu dekat ini, jangan pergi ya?"


"Mungkin pergi"


"Tapi ga deh kayaknya"


"Palingan pas udah lulus" jawab Ash

__ADS_1


Ya.. ternyata, Memang Ekspektasi tak seindah realita nya.


Ash meninggalkan Anisha disaat Anisha sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Anisha terus menerus di jadikan 'boneka' oleh kedua orang tua nya, Anisha sudak muak dalam kehidupan sehari-hari nya dan sempat Ia berfikir untuk bunuh diri


tetapi ia teringat dengan teman-teman yang ia sayangi dan terutama Laras teman dekatnya Anisha yang selalu mendengarkan keluh kesah nya, Dan juga Ash yang selalu menguatkan mental Anisha.


Anisha sering menyakiti dirinya sendiri menggunkan senjata tajam, seperti cutter dan pisau.


"Haha, rasanya menyakitkan tapi aku puas dengan apa yang ku lakukan. Darah.. hmm"


Seketika Anisha mendengarkan apa kata isi hatinya di saat itu


Dan Anisha pun berhenti melukai dirinya sendiri dan mulai mengobati luka nya menggunakan obat merah dan hansaplas.


Di malam itu Anisha tidak bisa tidur, di karenakan hatinya sangat gelisah. Sampai ia tidur di jam 12 malam.


Keesokan harinya..


Anisha sering melihat Ash tersenyum. Senyuman Ash membuat Anisha tenang, ketika Anisha sedang duduk sendiri di taman dekat kelasnya.

__ADS_1


Anisha menatap Ash yang sedang main basket di lapangan, dan ketika Ash Sudah masuk ke kelas nya. Anisha masih di taman sambil menulis tentang isi hatinya di buku berwarna hijau bermotif kucing.


Ketika Anisha menoleh ke arah kelas nya Ash, ternyata Ash sembari tadi memperhatikan Anisha dengan senyuman manisnya.


Ash disaat itu sedang mengraut sebuah pensil, tatapan Ash kepada Anisha sangatlah dalam sampai-sampai Anisha tidak bisa membaca apa arti dari tatapan tersebut.


Anisha tidak terlalu memperdulikan Ash disana Anisha hanya terdiam membisu dan melamun ke arah buku yang sedang Anisha tulis.


"Entah mengapa.. diri kamu sudah dekat tapi rasanya kita jauh" gumam Anisha


Anisha yang daritadi terus menerus di taman karna jamkos(jam kosong) sebenarnya merindukan Laras yang sedang bersama dengan Al, tapi Anisha berusaha untuk tidak menggangu waktu mereka berdua.


Icha yang sibuk mengobrol dan bermain game dengan Damian di kelas, Laras yang sedang menikmati waktunya bersama Al. Disana Anisha hanya terdiam sendiri di taman, sebenarnya ia merindukan sosok yang selalu menemani nya.. yaitu Ash.


Anisha merindukan Ash, tapi Anisha tidak berhak untuk mengharapkan Ash kembali kepadanya.


"Tidak masalah jika kamu bukan milik ku lagi.. tapi izinkan lah aku disini melihat senyuman mu dari kejauhan, karna itu bisa membuat ku tenang." Ucap Anisha dalam hati


Anisha tidak pernah mengetahui apa isi hati Ash sekarang, Anisha hanya bisa ikhlas dan berusaha untuk move on.

__ADS_1


"Kamu itu senja, yang aku tunggu-tunggu dan menemani ku hanya sebentar habis itu.. kamu pergi begitu saja". Ucap Anisha


__ADS_2