Waktu Yang Memisahkan

Waktu Yang Memisahkan
9. Hancur


__ADS_3

Di malam hari ketika Ash telah melepaskan dan mengakhiri semua ini, Anisha hanya meneteskan sedikit air mata yang membasahi pipi nya.


Di detik itu pun Ash Hancur. Begitupun dengan Anisha, mereka sudah mempertahankan cinta yang sangat amat di luar ekspektasi mereka dan orang lain yang melihat mereka.


Di luar ekspektasi mereka bahwa mereka bisa saling mencintai satu sama lain. Dan orang-orang di sekitar nya yang


Ash belajar bahwa mengagumi tidak selamanya untuk di miliki.


"Maaf, aku hanya bisa menjaga mu tuk sementara. Aku sudah bahagia selama ini dengan mu, cukup. Kita sampai disini saja". (Ash)


.


.


.


"Anisha, maaf.." Ucap Ash sambil tersenyum kepada Anisha dan bayangan Ash semakin memudar dari pandangan nya.


Keesokan harinya, lebih tepatnya di hari Sabtu. Anisha terbangun dari mimpi nya dan ia menyadari satu hal, yaitu Alasan Ash memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka ialah..


"Karna kita sudah tidak sejalan, dan tentunya bukan jodoh untuk apa di lanjutkan? Aku tau pasti kamu mengatakan ini tidak mudah dan ini rasa yang tidak di ingin kan.. tapi mau bagaimana lagi? Aku dan kamu memang saling mencintai tapi sayangnya kita tidak seiman." Ucap Anisha


Ketika mental Anisha sudah tidak terkontrol Anisha bergegas mengambil handphone nya dan langsung menelfon Laras sahabat nya yang slalu ada jika Anisha butuhkan.


"Halo?" (Laras)

__ADS_1


"Hiks.. hiks.."(Anisha)


"Lu kenapa Sha?? Kok nangis?"


"Ash, Laras.. Ash.."


"Ash kenapa? Kenapa lagi dia?"


"Dia mengakhiri hubungan kita.."


"Ya Allah.."


"Baru aja kemarin dia sleep call-an sama gw.. terus hari ini udah begitu aja.."


"Emang kenapa sih Sha? Kok bisa dia bisa ngakhirin?"


"Iya sih Anisha.. yang di lakuin Ash sama lu gak salah kalian bener.. jadi udah ikhlasin aja Ash.. dia juga udah lepasin lu kan?"


"Gausah di genggam erat-erat Sha.. kalau ga kuat dan capek lepasin aja dia"


"Okay Ras.. gw juga sekarang ga mau jatuh cinta lagi, gw mau fokus ngejar cita-cita gw yaitu jadi Dokter hehe.."


"Yaudah Anisha usap air mata lu yah, gw kaget lho tadi lu tiba-tiba telfon gw terus lu di telfon nangis kejer wkwkwk"


"Maaf yah Laras gw soalnya mau ke siapa lagi selain lu? Lu emang sahabat terbaik gw makasih yah."

__ADS_1


"Udah kan Sha? Gw di suruh emak gw nih"


"Udah kok Ras.. gw udah tenang sekarang makasih banyak yah"


"Sama-sama, dadahh Assalamualaikum"


"Dahh, Waalaikumussalam"


Call ended.


"Hufth, ya Allah.. mudahkanlah." Ucap Anisha


Selesai menenenangkan diri seketika Anisha mengingat kata-kata Umma nya yaitu


"kak.. kalau mau move on itu kerjain pekerjaan rumah aja biar cepet move on nya"


sontak Anisha langsung mengerjakan pekerjaan rumah nya yang belum selesai


Ketika Anisha sudah mengerjakan semua pekerjaan rumah, Anisha pun beristirahat sebentar dan berbaring di kasur nya sambil menghela nafas.


Disaat Anisha memejamkan mata nya ada wajah Ash yang sedang tersenyum di fikiran Anisha dan Anisha tiba-tiba saja mendengar suara Ash


"Kan.. di bilangin jangan cape-cape, kamu nih nakal yah di bilangin."


Ketika Anisha membuka matanya.. tidak terasa hari sudah mulai sore dan Anisha melihat Senja di Rooftop.

__ADS_1


"Ma syaa Allah.. senja nya indah. Senja, mengingatkan ku tentang diri mu Ash Senja itu kamu Lama datangnya dan slalu ku tunggu-tunggu kemudian.. pergi secepatnya."


"Karna kamu aku bisa belajar yang namanya Ikhlas dan karna mu.. hati ku semakin kuat, Terima kasih. Jika kau melepaskan ku aku juga akan melepaskan mu." Ucap Anisha


__ADS_2