
Tidak terasa hari sudah mulai gelap, Anisha kini memandangi suasana malamnya melewati jendela kamar nya yang terbuka. Bintang-bintang bersinar sangat terang malam ini, bulan pun tidak kalah terang dengan bintang
Dering handphone Anisha pun berbunyi tak henti, ternyata ada seseorang yang Anisha tidak kenal mengirimi ia pesan
"Assalammu’alaikum, ini Anisha ya? Kenalin aku Aldo"
"Boleh kan aku kenalan sama kamu?" (Aldo)
"Wa’alaikumussalam, dapat nomer gw dari siapa?" (Anisha)
"Dari adik kelas kamu" (Aldo)
"Oh, lu dari sekolah yang sama kan kayak gw?"(Anisha)
"Engga, aku di SMA 2 tapi aku di kasih nomer nya sama teman ku yang sekolah nya sama kayak kamu"(Aldo)
"Gapapa kan?kalau aku nge-chat kamu?"(Aldo)
"Buat apa nge chat gw? Sorry-sorry.."
"Buat apa kakak nge chat saya?" (Anisha)
"Yaa.. nge chat aja gapapa kan?"(Aldo)
"Yaudah gpp" (Anisha)
Semakin hari dan semakin lama, akhirnya Aldo menyatakan perasaan nya kepada Anisha yang ternyata ia sudah simpan lama di dalam hatinya sendirian. Tetapi Anisha belum memberikan jawaban nya kepada Aldo yang sudah lama menunggu nya sejak Anisha dari kelas 8 SMP sampai sekarang.
Di saat jam pulang berbunyi Anisha tidak menyadari jika ia di datangi oleh Aldo yang dari tadi sudah menunggu nya di bawah pohon mangga. Paras yang tampan, dan memakai seragam SMA serta hoodie berwarna abu-abu, siapa lagi kalau bukan Aldo sang pemikat hati perempuan.
"Anisha, sini" ajak Aldo sambil melambaikan tangannya ke Anisha, Anisha pun menghampiri Aldo yang ternyata tepat di samping nya ada Ash.
"I-iya? Kakak siapa?" Tanya Anisha binggung
"Haha, ini aku Aldo"
"Maaf yah, aku gak ngabarin kamu dulu kalau mau ketemuan hehe.." ucap Aldo
"Ee.. iya gapapa kak" jawab Anisha canggung
"Oh ya Sha, gimana tadi pelajaran nya? Kamu bisa kan?" Tanya Aldo penasaran
Aldo terus menerus mengajak Anisha berbicara, dan juga Aldo terus menatap mata Anisha. Sementara Anisha tidak terlalu memperhatikan Aldo, justru ia memperhatikan Ash yang dari tadi juga menatap Anisha dengan tatapan yang kosong.
Anisha mengenggam erat gelang pemberian dari Ash, yang ia pakai di lengan tangan kiri nya. Menandakan bahwa Anisha gelisah dan tidak nyaman berbicara dengan Aldo
"Sha? Kamu kenapa?" Tanya Aldo kesekian kalinya
"Eh? Gapapa kok, Sha pulang dulu yah. Takut di cariin orang rumah nih" ucap Anisha sambil beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan Aldo
"Oh.. okay" ucap Aldo singkat
Setelah Anisha pergi untuk pulang ke rumah nya, di sisi lain Aldo dan Ash sedang santai membicarakan Anisha sambil duduk di bawah pohon mangga yang berada di dalam sekolah nya Anisha.
"Lu, siapa nya Anisha?" Tanya Ash yang tiba-tiba menghampiri Aldo
"Gw? Calon suami nya mungkin" jawab Aldo
__ADS_1
"Emang kenapa nanya gitu? Lu siapa nya Anisha?" Lanjut Aldo
"Gw cuma nanya aja, lu ga perlu tau gw siapa" ucap Ash sambil memperlihatkan gelang couple yang ia pakai ke Aldo
"Wait a minute, gelang kalian kok.. sama?" Tanya Aldo penasaran dan menarik lengan kiri Ash
"****- lu mau tau? kenapa gelang kita sama?"
"Ya karna gw masa lalu nya, dan gw masih ada rasa sama dia. Jadi gw gak bakal melepas gelang ini". Ucap Ash sambil beranjak dari tempatnya
"Wait what? Lu mantan nya? Berarti Anisha belum bisa move on dong dari lu?"
"Pantesan aja dia sampe sekarang nge gantungin perasaan gw". Ucap Aldo sambil memutar kunci motor nya dan segera pergi dari tempat itu.
"Jangan bertindak se-enaknya dengan Anisha, jika dia belum bisa nerima lu. Percayalah jika suatu saat nanti lu pasti bakal ngerasa kalau lu butuhin dia banget di hidup lu. Gw ngerasa gitu soalnya"
"Istilah nya, lu jangan sia-sia in dia. Anisha itu setia tapi kalau lu udah nyakitin dia, jangan harap Anisha bisa kontakan dengan lu". Ujar Ash kepada Aldo
"Hebat lu". Gumam Aldo
Setelah semuanya selesai, Ash ke tempat biasanya untuk olahraga dan bermain basket bersama sahabat nya Yoselphin. Yoselphin memandang curiga wajah sahabat nya ini dan segera melemparkan bola basket ke wajah nya Ash
"Lu, kenapa sih? Dari tadi ngelamun aja"
"Masih gak bisa move on dari Anisha, yakan?" Tanya yoselphin penasaran
"Iya kali, ntahlah.." jawab Ash memasang wajah yang lemas tak berdaya seperti tidak makan seharian
"Bukannya lu udah ada cewe ya? Oh iya gw lupa, cuma lu jadiin pelampiasan doang buat nutup masa lalu lu dan udah lu putusin juga".
Setelah Ash bermain basket dengan yoselphin, ia pulang ke rumahnya dan segera membuka tas sekolah tepatnya di kantong dalam tas nya ada sebuah kenangan yang Anisha sengaja buat khusus untuk Ash.
Hanya seberapa kertas yang di satukan dengan paper clip, sebuah kata-kata yang ada di dalam hati Anisha ia lampiaskan disana dan ia berikan ke Ash
"Untuk Senja dari Bulan"
Anisha memanggil Ash dengan sebutan “Senja” karna yaa sifat Ash seperti Senja. Ash selalu membaca kertas itu ketika ia merindukan Anisha, sosok gadis yang slalu menanyakan tentang mental health nya, bisa membaca fikiran dan perasaan nya dengan tepat dan cepat, menenangkan fikiran dan emosi nya, dan masih banyak lagi.
Sudah ketiga kali nya Ash membolak balik kertas pemberian dari Anisha, menatap kertas itu dengan tatapan yang kosong ia ingin mendekat dengan Anisha tapi Ash tidak tau caranya bagaimana. Nanti Ketika Ash mendekati Anisha lagi, Ash takut dia di hukum oleh kedua orang tua nya.
"Seharusnya… aku gak di pertemuin sama kamu, karna adanya aku di hidup mu kamu jadi sengsara kayak gini.. maaf Anisha". Gumam Ash
Sementara itu Di tempat nya Anisha..
Anisha menggambar sebuah taman di depan kelas nya Ash, menginggatkan nya dengan kejadian di hari itu tepatnya di hari Rabu di bulan October, ketika Anisha sedang melukis dan duduk di sebuah taman kecil di depan kelas nya, Ash menghampiri Anisha dan berkata "Lagi gambar apa?" Sontak Bu Celine menghampiri Ash "ngapain kamu ngapelin anak saya?" Tanya Bu Celine sambil mengejar Ash. Disana kenangan terindah yang tak akan Anisha lupakan selamanya mungkin?
"Haha… Ash.. aku kangen maaf, jujur kak Aldo gak bisa gantiin kamu dan aku juga gak mau nerima dia. Kan aku udah bilang ke kamu.. pemeran utama nya cuma kamu dan gak akan ada pemeran kedua Ash…" Gumam Anisha sambil memandangi gelang pemberian dari Ash
Merintik kan air mata, kedua insan yang menginginkan untuk bersama tapi terhalang oleh kenyataan dan perbedaan. Sungguh apakah cerita ini akan berakhir, dengan mereka yang sudah sama-sama menyerah? Tentu saja belum ternyata di balik itu semua Aldo merencanakan sebuah penculikan untuk menjebak Ash.
Ting.. Notifikasi Whatsapp Anisha pun berbunyi
"Anisha, sepulang sekolah apa kita bisa ketemuan?" (Aldo)
"Untuk apa?" (Anisha)
"Aku mau ngajak kamu makan siang bareng, mau yah?" (Aldo)
__ADS_1
"Heum,, yaudah tapi jangan lama-lama" (Anisha)
"Oke deh, temuin aku di belakang sekolah yah" (Aldo)
"Ya" (Anisha)
Sepulang sekolah Anisha dan Laras menghampiri Aldo, Laras merasa khawatir jika ia pergi sendirian jadi Laras menanyakan sesuatu kepada Anisha dengan tatapan yang curiga kepada Aldo
"Sha, lu yakin gak mau gw temenin?" Ucap Laras khawatir
"Engga? Kayaknya gw aman, udah tenang aja Ras" jawab Anisha sambil merangkul Laras
"Eum, yaudah deh"
"tapi awas aja ya, lu kak Aldo jaga Anisha baik-baik" peringatan Laras kepada Aldo
"Haha, iyaiya bakalan gw jaga kok. Tenang aja kali bocil" ucap Aldo
"Bodo amatlah. Bye Anisha gw pulang duluan ya" ucap Laras sambil menggoes sepeda nya untuk pulang
"Dadahh, hati-hati" jawab Anisha
Anisha membalik kan badan dan menatap kak Aldo "ayok? Kata nya mau ke rumah makan?" Tanya Anisha. Aldo tersenyum dan langsung menyalakan motor nya, memberikan tempat untuk Anisha duduk di belakang Aldo
Sudah jauh selama di perjalanan jantung Anisha terus berdetak tak karuan, karna ia merasa ada yang aneh dengan jalanan yang mereka lalui. Mereka berhenti di sebuah rumah kosong dengan ladang yang luas, di sekitar nya tidak ada motor atau mobil yang berlalu lalang hanya ada suara burung berkicau di sekitar rumah itu.
"Kak… ini dimana? Kok sepi.. salah jalan kali yah? Balik aja yuk, Anisha takut.." Ucap Anisha gemetar karna ketakutan
"Haha.. aku minta maaf yah" Ucap Aldo sambil tersenyum ke arah Anisha. Tiba-tiba saja Disaat Anisha kebinggungan dengan ucapan Aldo, ada yang menyekap Anisha dari belakang sehingga Membuat Anisha pingsan
Aldo dan kedua teman nya itu membawa Anisha ke dalam rumah kosong dan mengikat nya di kursi. "Hufth- lu mau apain dia, Do?" Tanya salah satu teman nya, "diapain ya.. enaknya diapain?" Tanya balik Aldo.
Sementara di tempat tongkrongan nya Ash yaitu di toko tempat mama nya Alfira berjualan, ia ingin Alfira dan Alzam membantu nya untuk menyelamatkan Anisha dari penculikan Aldo. Ash mengetahui kabar itu dari salah satu mata-mata nya di sekolah dan juga dari Laras
"Gila lu ya Ash! Lu mau nyelametin Anisha dari kakak-kakak SMA? Lu yakin, nanti kalau lu kena luka dalem gimana?" Tanya Alfira terkejut
"Luka dalem? Bukan nya lu sering liat gw berantem ya, Gw ada luka gak? Gak ada kan, yaudah" jawab Ash
"Lu mau ikut gak?" Tanya Ash
"Bruhh, liat nih gw lagi bantuin emak gw. Gak bisa sorry" jawab Alfira
"Zam?" Lanjut Ash
Tanpa basa basi Alzam lansung menyalakan motornya dan menyuruh Ash untuk naik.
"Lah Zam, lu ikut Ash?" Tanya Alfira heran
"Ck- kayak gak tau Ash gimana, dia kan ngeyel dan ngotot kalo di kasih tau. Gw ikut buat jaga-jaga aja" jawab Alzam
"Yaudah deh, hati-hati kalian"
"Yoi, doain aja Pir" jawab mereka berdua
"Lu tau lokasi nya?" Tanya Alzam
"Tau, udah ikutin aja arahan gw" jawab Ash santai
__ADS_1