
"Eh, Laras hari ini gw pulang sendiri. Ga di jemput ayah gw" ucap Anisha
"Widii, akhirnya lu di bolehin juga buat pulang sendiri Sha" ucap Laras
"Lahh emang kenapa kalo lu di jemput sama bapak lu?" Tanya Damian
"Yaa.. gw ga mau di manja sama ayah gw, gw mau apa-apa tuh sendiri. Jadi gw pulang sendiri nih hari ini di bolehin sama ayah gw, karna ayah gw banyak kerjaan di kantor."
"Ohh, yaudah lu hati-hati aja yah Sha" ucap Laras
"Sipp,, aman"
Ketika bel pulang berbunyi…
"Lu bener pulang sendiri Sha?" Tanya Laras
"Iyups, yaudah gw duluan yah" jawab Anisha
"Okayy" ucap Laras
Di perjalanan pulang Anisha bertemu dengan Ash..
"Ash, temenin tuhh" ucap Dimas
"Eh? Aku pulang dulu yah" ucap Ash sambil mengelus pipi Anisha sedikit.
"Ee- iyaa, hati-hati" ucap Anisha sambil tersipu malu
"Lu sama Ash dah balikan ya?" Tanya Dhika
"He’um, iya" ucap Anisha
"Ash, cewek lu di ambil tuh sama Dhika" teriak Dimas
__ADS_1
"Woyilah Dimas!" Ucap Dhika sambil berlari mengejar Dimas dan teman-teman nya
"Anishaa" sapa Ash ketika ia menaiki motor untuk pulang ke rumah nya
"Pfth- Ash…"
Setiap kali langkah kaki ku berjalan.. selalu ada kamu di samping ku Ash.
Ya.. di saat itu Ash berhenti di toko ayam karna kakak perempuan nya ingin membeli ayam di sana.
Ash yang melihat Anisha tersenyum manis dan Anisha pun berhenti untuk memandang Senyuman manis Ash.. ya indah sekali waktu itu Ash..
ketika kemarin malam.. kamu menelfon ku di saat kamu sedang bermain dengan teman-teman mu dan kamu meluangkan waktu hanya untuk menemani ku di malam itu.
Di telfon kita membicarakan hal yang random bahkan hingga membicarakan Bu Celine yang senang melihat hubungan kita.
Di malam itu kita telfonan hingga jam setengah 10 malam, aku sangat bahagia di malam itu karna bisa mendengar suara mu walaupun dari telfon aku bisa mendengar betapa indah dan lembut nya suara mu itu..
ya.. keesokan harinya kamu mengakhiri hubungan kita. Singkat jelas dan padat.
"Kamu kenapa?"(Anisha)
"Yah gitu dah"
"Maap ya"(Ash)
"Aku baru aja bahagia sedikit.."
"Kamu udh nyakitin aja"
"Kamu tuh jahat ternyata"(Anisha)
"Iya aku jahat banget malah"(Ash)
__ADS_1
"Kamu knp jd kyk gini?"(Anisha)
"Aku mau jadi jahat."(Ash)
"Alasan nya apa?"(Anisha)
"Banyak"(Ash)
"Sebutin 1"(Anisha)
"Hmm"(Ash)
"Kamu ngerasain ap yg aku rasain jg kan skrng? Rasa menyerah."(Anisha)
"Rasa yg tidak di inginkan"(Ash)
"Ga aku inginin sama kamu juga pasti ga menginginkan itu"(Anisha)
"Ya begitu lah harus pisah disini kalau makin lama makin susah."(Ash)
Aku jadi ingat apa kata Laras
"Yakin Sha? Benteng nya tinggi banget lho."
Di detik itu pun aku menangis..
Di satu sisi aku ingin mengikhlaskan nya..
di sisi lain aku masih mencintai nya..
yaa kita berdua merasa bersalah dan merasakan rasa sakit yang sama..
Terima kasih sudah menjaga dan mencintai ku untuk Sementara.
__ADS_1
Pada akhir nya kita hanyalah menjadi ‘Teman’.
"Untuk apa di lanjutin? Jika akhirnya kita memang tidak bisa bersatu." -Ash & Anisha