Waktu Yang Memisahkan

Waktu Yang Memisahkan
15. Jangan


__ADS_3

"Jangan pernah natap gw, kalau lu udah gak peduli lagi sama gw!" Teriak Anisha kepada Ash, ketika Ash sedang menatap Anisha


dan pandangan Anisha memudar seakan Ash menghilang dari penglihatan Anisha. Ash memudar…


Anisha bermimpi tentang Ash, dan ini sudah kesekian kali nya.


"Kh- kenapa gw harus di datengin lu di mimpi sih?" Gumam Anisha gelisah.


Tangan Anisha yang menggaruk-garuk kepalanya padahal tidak pusing itu, sehingga rambut Anisha menjadi semakin berantakan dan Anisha langsung beranjak dari kasur untuk segera pergi ke kamar mandi.


Liburan akhir tahun pun selesai, Anisha menghabiskan liburan nya bersama keluarga Anisha dan tentunya selalu ada waktu untuk curhat dengan Laras. Walaupun liburan akhir tahun ini cukup panjang, tapi entah mengapa Anisha tidak terlalu menyukai liburan akhir tahun ini Karena ia tidak bisa menghabiskan waktu nya dengan teman dekat Anisha seperti layaknya di sekolah.


Hari senin pun tiba. Angin segar di pagi hari membuat Anisha merasa kedinginan, karna semalam hujan turun sangat deras. Membuat Anisha ingin memakai jaket kesayangan nya yang berwarna ungu itu untuk ke sekolah.


Anisha di antar ayah nya untuk ke sekolah, ketika sampai di depan gerbang sekolah Anisha menanyakan sesuatu kepada Ayah nya


"Ayah.. pulang nya, Anisha boleh pulang sendiri?" Tanya Anisha gemetar karna ia takut tidak di izinkan pulang sendiri oleh ayah nya


"Yaudah, boleh tapi hati-hati" jawab Ayah


Anisha segera mencium tangan sang ayah dan langsung pergi untuk memasuki kelas nya. Disaat Anisha sampai di kelas tentu saja Damian, Icha, Rafael, Raven dan juga Laras sudah datang terlebih dahulu sebelum Anisha.


Tanpa basa basi Anisha langsung memeluk Laras dan memeluk nya dengan erat, itu menandakan Anisha sangat merindukan sahabat nya ini.


Kita mempelajari mata pelajaran seperti biasanya. Setelah terasa lama kita belajar, akhir nya bel jam istirahat pun berbunyi


Siswa dan siswi di sekolah Anisha itu, berlari ke kantin seperti sudah tidak makan seharian. Anisha yang malas untuk memakan sebuah camilan itu pun akhirnya pergi ke taman sendirian.


Seperti di hari biasanya, Laras sedang asik mengobrol dengan Al, begitupun dengan Icha dan Damian mereka terus menerus membicarakan tentang game, Rafael sedang asik menyantap bakso kesukaan nya, Raven sedang berbicara dengan siswi perempuan di kelas Anisha.


Anisha beranjak dari kursi yang ia tempati dan berjalan menuju taman yang banyak menyimpan kenangan-kenangan bersama dengan Ash.


Anisha ingin menyendiri untuk sementara waktu ini, perasaan nya tidak terkendali ketika Ash menghampiri Anisha dan berhenti tepat di hadapan Anisha.

__ADS_1


Ash duduk di belakang Anisha, sambil menyenderkan tubuh nya di punggung Anisha


"Gelang nya.. kenapa ga di pake?" Ucap Ash dengan ekspresi sedih dan kecewa, karna Anisha terlihat tidak mengenakan gelang pemberian dari Ash. Tapi sebenarnya Anisha masih memakai gelang itu, tapi tertutup oleh jaket nya.


"Kenapa kalau aku ga pake gelang dari kamu?"


"Emang penting ya? buat kamu?" Tanya Anisha sambil beranjak dari tempat duduk nya, dan mengatakan nya di depan wajah Ash.


Menatap mata Ash yang terlihat seperti ia sudah tidak tahan menahan senyuman nya dan Ingin melepaskan topeng nya itu yang selalu ia pakai ketika di depan Anisha.


"Iya, penting.."


"Kamu itu penting. Gelang itu pemberian dari ku, kenapa ga kamu pakai? Hanya aku yang memakai nya sendiri, harusnya kamu memakai nya juga". Jawab Ash yang sembari tadi menatap Anisha, mata nya terlihat ia sedang kesepian dan sangat lemah ketika di depan Anisha.


"Maaf, aku ingin ke kelas". Ucap Anisha sambil melangkah menuju ke kelas nya dan meninggalkan Ash sendirian di taman


tangan sebelah kanan Anisha di genggam erat oleh Ash, seolah olah Ash tidak ingin di tinggalkan Anisha sendirian lagi untuk kedua kalinya.


Anisha terkejut dengan perilaku Ash yang kembali seperti dulu, Ash yang Anisha kenal.



"Mau kemana?" Ucap Ash berkali-kali hingga Anisha terdiam membisu dan menatap mata Ash yang sudah berkaca kaca itu, Anisha langsung mendekatkan wajah nya dengan wajah Ash yang membuat mereka saling bertatapan sangat dalam.


"Aku.. ingin pergi Ash, bukan nya kamu yang menyuruh ku untuk pergi ya? Kenapa sekarang kau menahan ku disini bersama mu?" Ucap Anisha sambil meneteskan air matanya yang sudah ia tidak tahan dari tadi.


"Memang benar.. kata hati ku, kalau kamu itu langka. Berharga dari perempuan lain, berbeda dari yang lain.. kamu hanya satu."


"Nyatanya disini, hanya aku ya? Yang ingin bersama mu lagi.."


"Kamu menang Anisha, ketika aku meninggalkan mu sendiri kamu bertahan untuk sendiri dan tidak ingin menjadikan laki-laki lain untuk menjadi pelampiasan mu.."


"Tapi aku.. telah menjadikan seorang gadis kelas 7 yang adik kelas ku sendiri menjadi korban pelampiasan, a-aku.."

__ADS_1


Ucap Ash panjang lebar dan Anisha hanya menunduk dan tidak ingin melihat wajahnya yang melemah itu.


"Lemah? Ya, kamu lemah"


"Kelemahan kamu ada di mental, kamu hanya kuat di fisik tapi tidak di mental. Dan jika ada seseorang yang spesial di mata mu atau di hati kamu, ketika ia merobek senyuman yang ada di wajah mu itu dan menyakiti hati mu. Pasti kamu akan sangat kehilangan dia, bukan?"


"….Kamu akan melemah seperti ini di depan ku. Aku tidak suka itu! Berikan aku senyuman mu, kamu kuat Ash!!" Ucap Anisha sambil menarik kerah baju Ash sehingga Ash kuat kembali, Anisha menyemangati nya dengan cara yang biasa Anisha lakukan kepada Ash. Yaitu mendorong tubuh Ash ke tanah, Ash tidak jatuh di saat itu tapi ia hanya terdorong saja


"Sudahlah. Teman-teman mu sepertinya khawatir dengan mu, berbalik badan dan lihatlah." Ucap Anisha


ternyata benar semenjak Anisha ber-argumen dengan Ash, teman-teman nya melihat dari belakang. Disana ada Alzam, Fira, Ramu, Dimas, Gilang, Kalyca, Dhika dan yang lainnya. Karna suasanya tidak enak, Anisha memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan segera masuk ke kelas nya.


"Lu.. bener-bener ya Ash, selemah itu lu di depan Anisha?" Tanya Fira heran


"Lupain, Fir." Jawab Ash dan ia langsung pergi ke kelas nya dan duduk di kursi nya.


Sementara di tempat nya Anisha..


"Gila lu Sha! Lu hebat, masa si Ash bisa selemah itu di depan lu? Kok bisa sih, lu apain anak nya?Haha" ucap Dhika


"Ck- biasa aja". Jawab Anisha singkat


Mata pelajaran yang terakhir pun telah usai. Waktunya untuk pulang, Anisha tiba-tiba saja di tepuk dari belakang oleh sahabat nya Ash yaitu Alfira.


"Sha, ini udah 2023 kamu harus buka lembaran baru.."


"Lupain Ash yang udah nyakitin kamu, kamu pasti bisa.." ucap Alfira seraya mengajak Anisha untuk berbicara dengan nya


"Engga kok Fir, dia emang gak bisa di lupain jadi kujadiin dia hanya hidup di dalam lukisan ku. Dia segalanya bagi ku, ntahlah seperti nya begitu.." ucap Anisha sambil pergi


"T-tapi, Ash udah punya pacar" teriak Alfira sambil menjegat Anisha untuk tidak pergi ketika ia sedang berbicara dengannya


"Dia udah putus kok, sama Syla kan? Baru tadi pagi ku dapat kabar nya. Emang nya kamu fikir hanya Ash yang mempunyai mata-mata? Jangan salah aku pun juga punya, walau hanya sedikit".

__ADS_1


"Dan.. jangan pernah mengira aku masih mencintai nya. Itu salah besar, aku hanya merindukan nya". Ucap Anisha yang kini semakin menjauhi Alfira


"Kok.. Anisha berubah drastis?.. dulu sebelum ia mengenal Ash dia gak kayak gini sama aku" gumam Alfira


__ADS_2