Wanita Kesayangan Tuan Kaisar

Wanita Kesayangan Tuan Kaisar
6- Pertemuan


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Kai segera menuju ruangan papanya. Kai langsung masuk begitu saja.


''Putraku yang tampan,'' sapa Pak Kusuma sembari memeluk putranya.


''Ada apa, pah?'' ucap Kai yang masih kesal dengan mamanya.


''Ayo duduk! Papa sudah memesan jus segar untuk kita berdua. Kenapa wajahmu kusut sekali?''


''Tidak apa-apa, pah.''


''Tok tok tok tok!!!" tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


''Ah itu pasti jus pesanan, papa.'' Kata Pak Kusuma.


''Masuk!" sahut Pak Kusuma. Ara! Ya, dialah gadis pengantar jus itu.


''Permisi, Tuan. Ini pesanan jus anda! Strawberry smoothies dan banana smoothies.'' Kata Ara sambil menydorokan dua botol jus yang tampak segar itu. Seketika pandangan Kai tertuju pada Ara. Ya, Kai seperti mengingat sesuatu. Namun Ara sama sekali tidak peduli siapa yang duduk di depan Pak Kusuma.


''Terima kasih ya. Ini uangnya.'' Kata Pak Kusuma sembari menyodorkan satu lembar uang lima puluh ribuan.


''Terima kasih, tuan. Permisi! Kami tinggu pesanan anda kembali.'' Kata Ara dengan ramah, kemudian berlalu meninggalkan ruangan Pak Kusuma.


''Siapa gadis itu? seperti pernah bertemu,'' gumam Kai dalam hati sembari berpikir.


''Ayo, Kai minum dulu. Papa sudah lama langganan sama jus ini. Dan ini favorit papa. Rasanya enak sekali. Harganya juga terjangkau.''


''Apakah papa manajer marketingnya?'' celetuk Kai sembari tersenyum tipis.


''Hahahaha kamu ini bisa saja!" kata Pak Kusuma seraya tertawa. Kai lalu membuka tutup botol jus tersebut. Kai menenggaknya dan ia merasakan segar yang luar biasa di tenggorokannya. Begitulah Ara, pintar sekali mencari uang. Ia membuat jus hanya saat jam makan siang sampai jam tiga saja. Meskipun pesanannya tidak banyak, setidaknya Pak Kusuma adalah pelanggan tetapnya selama setahun terakhir. Ara membuat jus, jika ada yang memesannya saja. Oleh karena itu jus milik Ara selalu fresh apalagi Ara mengemasnya dalam botol yang cantik. Tak lupa ia menempelkan stiker pada botol jusnya. Pekerjaan apapun ia lakukan demi mendapatkan uang.


''Apa papa sudah lama berlangganan jus ini?''


''Setahun terakhir. Papa memesannya lewat online. Papa kan pengguna aktif aplikasi milik kamu, Kai. Jadi papa tahu dari sana. Kue basahnya juga enak. Biasanya papa memesan dengan kue basahnya tapi sepertinya dia tidak membuat hari ini.''


''Lalu apa yang papa inginkan?'' tanya Kai to the point.


''Maksud kamu apa, Kai?''


''Sudah papa bicara saja sebelum aku pergi.'' Pak Kusuma beranjak dari duduknya dan mengambil beberapa map berisi biodata para gadis dari rekan bisnisnya.


''Ini kamu baca.''


''Dokumen apa ini?'' tanya Kai penuh selidik.


''Baca saja, Kai.'' Kata Pak Kusuma. Kai lalu membuka isi dokumen itu. Kai, tersenyum sinis karena sesuai yang Kai pikirkan.


''Papa sama saja dengan mama. Aku baru saja bertemu mama dan mama juga memperlakukanku seperti ini.''


''Mama kamu juga melakukan ini?''


''Iya.''

__ADS_1


''Lalu apa yang kamu lakukan?''


''Menolaknya!" singkat Kai.


''Kai, kamu normal kan? kenapa selalu seperti ini?'' kata Pak Kusuma yang merasa frustasi dengan sikap putranya. Cara seperti ini entah berapa puluh kali ia lakukan untuk membujuk putranya menikah.


''Menurut papa? apa orang yang belum punya keinginan menikah itu adalah penyuka sesama jenis? papa dan mama pasti membaca berita tadi kan?''


''Papa hanya khawatir.''


''Papa tidak perlu khawatir. Kai, permisi. Terima kasih untuk jusnya.'' Ucap Kai sembari berlalu membawa sisa jus yang tersisa di botol itu.


...****************...


Kai hari ini benar-benar merasa kesal dengan sikap kedua orang tuanya. Kai menganggap orang tuanya lebih percaya berita sampah daripada putranya sendiri. Saat berhenti di lampu merah, Kai menyandarkan kepalanya pada jendela. Lalu pandangannya tertuju pada Ara yang sedang berhenti tepat di samping mobilnya. Kai kembali mengingat wajah Ara.


''Dia kan yang ku tabrak waktu itu!" ucap Kai yang kembali teringat wajah Ara. Lalu lampu kembali hijau. Kai melanjutkan perjalanannya menuju ke kantornya kembali.


...****************...


Menjelang sore, akhirnya Ara tiba di rumah. Ara menyunggingkan senyum di bibirnya saat melihat kakek dan neneknya sudah duduk di teras rumah.


''Enaknya yang sedang santai berdua,'' goda Ara. Ara lalu mencium punggung tangan kakek dan neneknya.


''Oh ya ini uang kuenya, nek.''


''Makasih ya, nak. Gimana jus kamu? habis?''


''Nggak apa-apalah, Ra. Namanya juga jualan,'' sahut Kakek Salih.


''Iya sih. Sejak banyak pesaing, makin sepi kek.''


''Tidak apa-apa, Ra. Di syukuri saja ya. Ya udah kamu mandi sana.'' Kata Nek Inah.


''Siap, nek!" Ara lalu bergegas menuju kamarnya. Ia membanting tubuhnya di atas tempat tidur. Tiba-tiba ponsel Ara begetar. Ara lalu merogoh ponsel yang ada di saku celananya. Ada nama Jeki di layar ponselnya.


''Apa Jek?''


''Lemes amat lo!"


''Gue baru aja nyampek habis keliling antar jus. Ada apa?''


''Mau ikut balapan lagi nggak?''


''Elo kan tahu motornya si Joni di bengkel. Semalam kita kecelakaan.''


''Balapan motor matic, Ra. Nanti jam 10. Nggak gede sih, cuma dua juta aja.''


''Boleh deh. Uang gue juga udah ludes. Tapi gue udah nggak nrima pakai trail ya. Kasihan si Joni tuh. Kalau matic gue oke, soalnya kan gue punya.''


''Iya deh oke. Nanti gue tunggu di sirkuit liar ya.'' Kata Jeki. Begitulah Jeki menyebut nama sirkuit ilegal mereka.

__ADS_1


''Oke deh! tunggu disana ya. Gue mau mandi dulu.''


''Sipp deh! sampai ketemu nanti.'' Kata Jeki mengakhiri panggilannya.


-


Setelah selesai makan malam, Ara menyempatkan membantu neneknya mencuci piring bekan makan malam.


''Nek, habis ini Ara istirahat dulu ya.''


''Iya. Oh ya motor kamu mana? tadi nenek lihat ada di depan.''


''Oh tadi si Jeki yang bawa. Nanti juga di balikin.''


''Oh, nenek pikir kemana.''


''Maaf ya, nek. Aku terpaksa berbohong.'' kata Ara dalam hati. Setelah selesai membantu neneknya, Ara segera masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya. Di putarnya siaran radio dengan siaran musik pop Indonesia. Sejenak Ara terhanyut dengan alunan lagu yang syahdu itu. Ia memejamkan mata dan meresapi makna lagu tersebut. Sebuah tembang pop dari band The Rock dengan judul munajat cinta.


🎶Malam ini ku sendiri tak ada yang menemani


Seperti malam malam yang sudah sudah


Hati ini selalu sepi tak ada yang menghiasi


Seperti cinta ini yang s'lalu pupus


Tuhan kirimkan lah aku


Kekasih yang baik hati


Yang mencintai aku


Apa adanya . . .


Mawar ini semakin layu tak ada yang memiliki


Seperti aku ini semakin pupus


Tuhan kirimkan lah aku


Kekasih yang baik hati


Yang mencintai aku


Apa adanya . . .


Tiba-tiba saja Ara teringat wajah Kai saat itu. Seketika Ara membuka matanya.


"Duh, kenapa si cowok pemabuk itu yang muncul? nggak beres deh otak gue. Efek dengerin lagu galau nih, malah jadi ini. Please, nggak usah mikirin cowok manapun. Setampan apapun cowok, mereka ujung-ujungnya bikin sakit hati. Pasti kebetulan nih. Mending cabut aja lah, nyamperin si Jeki." Gumam Ara yang segera bergegas menuju rumah Jeki.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2