Wanita Kesayangan Tuan Kaisar

Wanita Kesayangan Tuan Kaisar
9- Mencari Tahu


__ADS_3

Setelah mengantar jus pesanan Kai, Ara mengajak makan Joni di warteg.


''Thanks ya, Jon. Udah nemenin gue hari ini. Motor elo gimana? kurang nggak uang servisnya?''


''Nggak lah. Udah jangan pikirin. Kalau mau elo pakai buat balap lagi, boleh deh. Elo bawa aja.''


''Ah nggak lah! gue beneran nggak enak sama elo. Gue balapnya pakai motor gue aja bisa. Kemarin menang lho gue.''


''Siapa sih yang meragukan kemampuan elo, Ra. Elo kan emang the best.''


''Sumpah, gue beruntung banget punya elo sama Joni.''


''Ra, orang tadi cakep banget ya? elo nggak ada getaran-getaran gitu lihat cowok cakep. Udah cakep, tajir lagi.''


''Ah nggak lah, Jon. Gue nggak mau mikirin cowok, bikin pusing.''


''Sama gue aja kalau gitu,'' celetuk Joni. Seketika tawa Ara pecah mendengar ucapan Joni.


''Sama elo? sama yang ganteng kayak si bos tadi aja gue ogah, masak iya gue sama elo. Haduh Jon, ngaco deh lo!"


''Ya siapa tahu elo mau gitu.''


''Tuh cewek-cewek elo di luar sana urusin. Malam ini jadwal kencan elo sama siapa?'' kata Ara.


''Oh iya, hampir gue lupa!" kata Joni sambil menepuk jidatnya.


''Nanti janji sama Sinta. Syukurlah, elo ingetin gue masalah jadwal ngedate. Coba kalau nggak? bisa di amuk gue.''


''Elo juga, Jon. Nyari cewek yang pinter, jangan mau di manfaatin. Loyal sih boleh tapi jangan bodoh. Sekali-kali berlagak pelit gitu, coba mereka gimana? cari yang tulus Jon.''


''Hmmm iya sih, elo benar juga, Ra. Ah nggak tahu lah, gue pusing. Mending ngabisin makan dulu.''


-


Suara bel rumah Kai berbunyi, Kai yang sedang sibuk di ruang tengah dengan laptopnya segera menuju ruang tamu untuj membuka pintu.


''Ada apa Hans?'' tanya Kai, saat melihat yang datang adalah Hans. Kai lalu berjalan masuk menuju ruang tengah yang di ikuti oleh Hans.


''Ini soal gadis jus itu, bos.''


''Kamu sudah mendapat infonya?''


''Sudah bos. Tapi boleh minta minum?''

__ADS_1


''Ambil saja sendiri.''


''Saya kan tamu, bos.''


''Hans, mau di pecat? biasanya kamu juga nyolong seenaknya,'' sindir Kai.


''Hehehe i-iya bos.'' Hans kemudian menuju dapur namun hanya ada air putih saja disana.


''Astaga, orang kaya masak nggak ada minuman lain selain air putih. Tiap buka kulkas, semua isinya air putih,'' gumam Hans dalam hati sembari menuang minuman ke dalam gelas. Hans yang pengertian juga membawakan bosnya minuman.


''Ini bos!"


''Terima kasih! info apa yang kamu dapat?'' kata Kai. Kai lalu menyilangkan kakinya sembari bersedekap, menatap serius ke arah Hans.


''Namanya Araina Kamila Putri, 23 tahun. Dia tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah kampung yang tidak jauh dari sini. Ibunya sudah meninggal saat dia berusia 10 tahun. Dan ayahnya entah pergi kemana. Ayahnya dan ibunya bercerai karena ayahnya selingkuh dengan wanita lain. Bahkan para tetangganya tidak tahu siapa ayah dari gadis itu. Karena sebelumnya dia tinggal di tengah kota. Saat ibunya meninggal, barulah gadis itu di rawat kakek dan neneknya. Dan isu yang berhembus, dia tidak suka lelaki karena seumur hidupnya dia belum pernah pacaran. Bahkan temannya bilang kalau Ara tidak menyukai lelaki tampan dan kaya. Aneh kan bos?''


''Iya juga sih. Kisah hidupnya menarik. Tapi wanita jaman sekarang, mana ada sih yang menolak pria kaya dan tampan kecuali kelainan. Dari mana kamu mendapat informasi itu?''


''Dari tetangga dan kedua sahabatnya yang bernama Joni dan Jeki. Bahkan sahabatnya saja laki-laki. Dia suka balap motor, bos. Bahkan dia bintangnya lapangan. Selain itu dia juga bekerja serabutan. Tapi kakek dan neneknya tidak tahu kalau dia suka balap motor. Dia selalu melakukannya diam-diam.''


''Apa yang terjadi kalau sampai kakek dan neneknya tahu?''


''Bisa saja kakek dan neneknya akan melarangnya balap motor. Gadis itu melakukan semuanya demi mendapat uang lebih untuk menyambung hidup apalagi hanya balap motor yang menghasilkan uang lumayan. Kedua sahabatnya ini berharap dia segera punya pacar apalagi sampai bisa menikah.''


''Yang mereka tahu, ayahnya memang pria yang tampan dan berada tapi hanya itu saja informasi yang merek dapatkan dari Ara. Sepertinya dia benar-benar tidak mau mengingat ayahnya, bos. Itu semua karena ayahnya tega menghianati ibunya sampai ibunya sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Itulah penyebab Ara tidak mempercayai pernikahan apalagi seorang laki-laki. Karena dia menganggap laki-laki itu sama brengseknya.''


Kai menghela nafas panjang dan terdiam sejenak. Kai merasakan betapa berat beban hidup Ara selama ini. Menjadi broken home di usia yang masih kecil memang sangatlah berat, apalagi salah satu dari orang tua Ara berhianat.


''Apa ayahnya tidak meninggalkan warisan atau apapun sebagai penyambung hidup Ara?''


''Tidak sama sekali, bos. Hanya rumah yang dulu di tinggali mereka bertiga saja. Itupun sudah di jual untuk pengobatan kanker ibunya.''


''Huh, berat juga jalan hidupnya.''


''Lalu apa yang akan bos lakukan?''


''Mendekatinya." Celetuk Kai.


''Maksudnya bos? bos suka sama dia?''


''Aku penasaran. Dia normal atau memang kelainan?''


''Lalu apa yang akan bos lakukan?''

__ADS_1


''Menyamar.''


''Menyamar? maksudnya bos?''


''Aku akan menjadi dua orang. Aku akan mendekatinya sebagai Kai dan aku akan mendekatinya juga sebagai orang lain. Sebagai laki-laki culun.''


''Laki-laki culun? bos serius? lalu apa yang akan kita lakukan?''


''Buat dia kecelakaan saat mengkuti balap motor.''


''A-apa bos? itu tindakan kriminal!" kata Hans dengan mata terbelalak kaget. Tidak habis pikir dengan rencana bosnya.


''Itu jalan satu-satunya, Hans. Kalau dia kecelakaan, dia pasti akan berhenti balap motor. Setelah itu buat dia bekerja di perusahaan menjadi office girl. Dan aku juga akan menyamar sebagai office boy disana.''


''Bos serius mau melakukan itu?''


''Iya lah! aku akan mengujinya. Aku penasaran dengannya. Karena setiap kali bertemu denganku, dia sangat cuek bahkan tidak memandangku.''


''Lalu bagaimana cara kita membuat dia kecelakaan.''


''Potong rem motornya. Jangan sampai meninggalkan jejak. Nanti aku yang akan menolongnya dan membawanya ke rumah sakit. Yang penting lakukan tugas dengan bersih tanpa meninggalkan jejak.''


''Bos apa itu tidak berbahaya? bagaimana kalau dia benar-benar celaka?''


''Dia hanya membutuhkan rem saat belok saja. Sudah pasti dia bisa mengendalikan motornya. Lagi pula arena balap itu kan sepi. Sudah tenang saja. Kamu bilang dia bintang lapangan, sudah pasti dia tahu bagaimana mengantisipasi ini.''


''Tapi bos, dia pasti akan tahu kalau rem motornya di putus apalagi di potong. Sudah pasti dia mengerti pesan.'' Mendengar ucapan Hans, membuat Kai berpikir kembali. Iya juga ya?


"Begini saja bos. Bagaimana kalau kita melempar kucing saja?"


"Maksud kamu?"


"Ya jadi kita buat seolah-olah kucing itu mau menyebrang. Sudah pasti saat Ara melihat kucing itu, dia akan banting stir untuk menghindari kucing itu. Bagaimana bos ideku? kan itu kecelakaan natural bos."


"Good idea!" kata Kai sambil memetik jarinya.


"Kapan kita eksekusi yang tepat bos?"


"Itu tugasmu untuk mencari tahu, kapan dia ada jadwal balap motor."


"Oke bos siap!"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2