
" Wah brengsekk sekali. Bagaimana bisa dia memperlakukan itu kepada seorang wanita?" Yang seperti itu layak mendapatkan hukuman berat ". Ucap Megan dengan nada kesal.
" Megan, kau harus memberi pelajaran kepada orang seperti itu. Pasti dia akan kapok ". Kata Raisa.
" Tapi jika aku melakukan itu, aku akan berada dalam masalah besar. Ucap Megan lalu melihat beberapa anak remaja yang sedang memalak uang kepada juniornya.
Megan akhirnya mendekat lalu memberitahu kalau ada banyak polisi yang sedang berpantroli didaerah sini karena insiden pembegalan. Terus menyuruh para remaja itu untuk pulang. Tapi malah si anak remaja itu yang menyuruh Megan dan Raisa yang pulang dan menyuruhnya agar jangan ikut campur.
Lalu Megan bertanya kepada mereka. " Hei siapa yang paling kuat di antara kalian?"
Si anak remaja itu pikir Megan sudah gila dan menyuruh dia pergi dengan nada yang meremehkan.
" Hei anak-anak, minta maaflah sma kaka ini , lalu pulang ". Teriak Raisa dengan sedikit memerintah mereka agar tidak dapat masalah.
Para remaja itu malah makin mengejek Megan dan Raisa. Megan melihat tali sepatu dari anak remaja itu lepas lalu megan membantu mengikatnya lalu si anak remaja itu langsung menjerit kesakitan dan Megan dengan mudah menarik semua kulit sepatu nya sampai terlepas. Semua anak remaja tersebut langsung ketakutan. Megan pun memberikan nomor teleponnya kepada anak yang di tindas itu. Untuk menyuruhnya menelpon kalo terjadi lagi peristiwa pemalakan seperti tadi lalu mengajaknya pulang basama-sama.
***
Berita di TV memberitahu karena insiden yang telah mengganggu kampung di daerah tempat Megan tinggal. Akhirnya polisi menambahkan beberapa camera CCTV agar bisa cepat menangkap pelaku.
__ADS_1
Sementara Reyz melihat kembali foto yang berhasil di ambil dari drone miliknya itu, lalu menelpon seseorang untuk mencari informasi tentang plat nomor yang dimilikinya. Untuk menangkap siapa pemilik motor itu.
\=\=
Detektif lain masuk ruangan yang memberi tahu Kepala Polisi kalau laporan otopsi Pembunuhuan korban sudah di rilis. Kepala mengatakan kalo tingginya 160cm dan beratnya 48kg. Detektif lainnya juga melihat foto luka dan memberitahu kalau korban memiliki enam luka ditanganya. Menurutnya pelaku melawannya sampai akhir
" Pertama dia menikam perutnya yang menyebabkan ususnya pecah lalu mencekiknya". Jelas Detektif
" Tapi korban terlalu banyak melawan penjahatnya, itulah sebabnya ia memukul wajahnya. Lalu dia menjatuhkan pisau yang dipegangnya. Lalu itulah sebabnya dia memegang pisau yang salah". Ucap Kepala polisi.
" Lalu dia menikam perutnya, selagi memegang pisau yang menghadap ke atas seperti itu. Dia sudah memutuskan harus membunuhnya." Kata Detektif lainnya.
" Detektif lain menduga kalo kasus yang kemarin juga adalah pelakunya adalah yang sama tapi kali ini pelakunya tidak menggunakan pisau.
Bisma pikir tidak boleh percaya itu, karena palaku kasus kedua juga tidak memulai serangannya dengan pisau tapi mungkin kehilangan kesempatan karena saksi lewat.
Tapi Detektif Yoga yakin kalau si pelaku bingung apakah harus menggunakan tangan saja karena dia tidak ahli menggunakan pisau. Kepala polisi menperlihatkan wajah tegangnya dan menyuruh timnya untuk duduk lalu memerintahkan Bisma agar kerumah sakit. Dan Bisma mengerti.
Bisma pergi ke ruangan rawat korban yang tak sadarkan diri dan masih menggunakan alat bantu pernafasan, lalu melihat tangan dan juga foto yang dimilikinya. Dia merasa si pelaku mencoba untuk membuat korban pingsan dan tidak berusaha untuk membunuhnya.
__ADS_1
***
Megan pergi kerumah sakit dan sempat bertabrakan dengan seorang dokter yang menggunakan masker. Lalu masuk keruangan rawat Ardan yang menelungkupkan badanya seperti tak bisa bergerak. Ardan mendengar suara pintu terbuka.
Dan bertanya siapa yang datang.
" Aku Megan " Ucap Megan yang merasa tak enak hati melihat Ardan. Dan Ardanpun panik melihat Megan yang datang.
" Aku harus meminta jadwal Direktur dirimu ". Kata Megan
" Temui Tuan Farid di Departemen Perencanaan" Jawab Ardan.
" Aku membawakan bunga untukmu dan juga sesuatu yang lain untukmu. Tapiiii.... Kau sangat kesakitan. Kau tidak bisa menempatlan gifs di tulang ekormu sehingga perlu waktu yang lama untuk sembuh. Tapi ada sesuatu yang bisa membuat agar tulang ekormu cepat sembuh" Ucap Megan
" Sesuatu apa yang bisa membuatku cepat sembuh? Cepat katakan." ucap Ardan
" mmmmpppt, "Bir Tinja" atau " Bir Kotoran " . Ucap Megan.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan". Ucap Ardan yang mulai kesal dan mengaduh kesakitan karena menggerakan badanya dan menyuruh Megan untuk Keluar.
__ADS_1
Meganpun meminta maaf dan berbisik kepada Ardan kalau Ardan membutuhkan Bir Tinja tersebut bisa menghubunginya. Dan nanti Megan akan membawakannya. Tapi Ardan tidak memperdulikannya dan menyuruh Megan untuk cepat keluar.