Wanita Super Kuat (Revisi Ke Novel 1 Nya Lagi)

Wanita Super Kuat (Revisi Ke Novel 1 Nya Lagi)
Firasat Buruk


__ADS_3

Ibu Emalia mengikuti Megan ke Apotek.


Megan meminta obat sakit kepala kepada petugas Apotek. Ibu Emalia mengambil salah satu pembunuh serangga lalu menyemprotkan di kaki Megan. Megan teriak-teriak meminta Ibunya menghentikannya.


Saat itu seseorang masuk dengan pakaian hitam-hitam dan sempat menabrak Megan karena menghindar dari semprotan Ibunya.


Setelah selesai membeli sesuatu di Apotek juga dia pergi begitu saja. Setelah itu giliran Megan terpaksa Megan membeli semprotan pembunuh serangga juga.


Si pria itu keluar dari apotek lalu masuk kedalam mobil dan melempar plastik ke jok mobil lalu pergi.


Keluarga Megan makan malam bersama. Ayah Gunawan bertanya pada Megan mengenai pekerjaannya Megan.


" Apa pekerjaanmu yang sekarang menyenangkan?" Tanya Ayah Gunawan


"Ya begitulah" ucap Megan santai


" Apa Bosmu galak?" Tanya Ayah Gunawan lagi


" Iya dia sangat galak dan dia selalu begitu aneh " Jawab Megan


" Apa dia melecehkanmu atau melihatmu dengan tatapan secara aneh?" Tanya Ayah Gunawan Kesal


" Ya Ampun, bersihkanlah telingamu ! Sudah berapa kali aku katakan? Bos nya suka pria. Aku sudah sangat marah tentang hal itu." Ucap Ibu Emalia sambil menjewer telinga Ayah Gunawan lalu di lepaskan lagi.


" Kau yakin akan hentang hal itu?" Tanya Ayah Gunawan penasaran


" Ya, aku yakin". Jawab Megan dengan yakin


Megan merasa Bosnya itu menyukai Bisma.


" Apaaah Bisma?? Tidak mungkin " kata Ibu Emalia dengan kaget.


" Padahal Bosmu itu sangat tampan." Ucap Mirza


" Ya bukan main tampannya. Dari kepala sampai kaki nya dipenuhi dengan kharisma yang sangat menakjubkan !" Ungkap Ibu Emalia yang senang lalu berubah menjadi sedih.


" Baguslah kalau dia Gay. Jika tidak dia mungkin akan dikerumuni oleh wanita-wanita cantik". Ucap Mirza


" Bisma punya jalan yang aneh untuk menghalangimu" Ungkap Ibu Emalia


" Hentikan. Ibu membuat diri Ibu terlihat buruk". Protes Megan.

__ADS_1


" Tapi tetap saja, jangan pernah menyerah. Memangnya kau mau dikalahkan dengan si Bisma itu?" Ungkap Ibu Megan dengan kesal


Dan semua nya langsung diam dan salinh menatap bingung atas ucapan Ibu emalia.


" Meskipun begitu dia sangat aneh. Dia dirawat di rumah sakit sendiri lalu pulang dari rumah sakit sendiri ". Ucap Mirza


" Apa? Maksudmu? Tanya Ibu kaget


" Ini si kakak menginjak kakinya " jawab Mirza polos


" Kenapa kau melalukan itu? Kau akan rugi bahkan jika kau mencuci kakinya, lihatlah dirimu" ucap Ibi dengan sinis


 Tiba-tiba ponsel Mirza berbunyi lalu Mirza mengangkat telponenya.


" Hallo, ini siapa ya " sapa Mirza


" Hai dokter, aku Hani" ucap Hani


" Terima kasih untuk segalanya hari ini di rumah sakit. Aku ingin mentraktir mu makan sesekali. Kapan kau punya waktu?" Tanya Hani


" Ahh, kau tidak perlu melakukan itu." Jawab Mirza sungkan


" Baiklah besok aku bekerja shift malam, jadi makan siang juga tidak apa". Kata Mirza untuk menyetujui traktiran Hani


" Baiklah aku akan menelponmu kalau aku sudah sampai dekat rumah sakit besok ". Jawab Hani dengan senang


" Baiklah " Ucap Mirza


Lalu Hani menutup sambungan telponnya.


" Siapa itu ?" Tanya Ibu Ema


" Oh, pacarnya Bisma". Jawab Mirza


" Untuk apa pacar Bisma menelpobln?" Tanya Ib Ema lagi


" Dia ingin mengajak aku makan siang " jawab Mirza


" Jangan makan siang dengan gadis manapun. Dan kenapa juga dia mengajakmu makan padahal dia sudah punya pacar." Ungkap kesal Ibu Ema


" Dia tidak begitu cantik " ucap Megan

__ADS_1


" Tidak. Dia benar-benar cantik ko " Bela Mirza


" Cantik apanya. Dia hanya tersenyum dengan matanya." Ucap Megan kesal


" Kau juga bisa melakukannya. Apa itu ilegal? Apa ada denda untuk melakukan itu? Buat gerakan seperti itu pada bosmu itu. Bukan malah meginjaknya." Ucap Ibu Ema


" Sudahlah Ibu. Lalu apa kau akan bertemu dengan nya?" Tanya Megan pada Mirza


" Bukankan aneh menolaknya secara terang-terangan mungkin saja dia juga mengajak Bisma "Ucap Mirza


" Tidak. Jangan temui dia " ucap Ibu Ema yang melarang Mirza


" Memangnya kenapa Ibu? Tapi kau malah menyuruhku tidur di tempat Direkturku kemarin-kemarin. Tapi Ibu tidak mengizinkan Mirza makan siang dengan seorang wanita?" Protes Megan pada Ibu nya.


Kamu dan Mirza itu itu sangat berbeda. Yang satu impor yang satu ekspor. Kau harus membayar mahal untuk barang yang di ekspor dan membayar murah barang impor." Ucap Ibu Emalia.


Megan dan Mirza hanya terdiam


" Tunggu, jadi siapa yang impor dan siapa yang ekspor?" Tanya Ayah Gunawan.


" Terserah lah. Minuman kalengnya habis cepat beli lagi ". Perintah Ibu Ema kepada Ayah Gunawan.


" Baiklah. Aku akan pergi membeli nya". Jawab Megan


" Tidak, ayah saja ". Ucap Ayah Gunawan


" Gak usah Ayah diam saja biar aku yang pergi." Larang Megan kepada Ayahnya.


Megan pun pergi keluar.


Sebuah mobil Sedan melaju dengan derasnya air hujan. Si wanita mulai sadar dari mabuknya. Lalu dibuat bingung karena dibawa oleh sopir ke arah yang berbeda. Lalu panik melihat wajah si sopir yang memakai topeng dan berteriak-teriak.


" Tolong. Tolong turunkan aku. Aku mohon... !" Teriak Tika sambil mebuka-buka pintu mobil yang sudah dikunci.


Lalu mobil itu berhenti dan Tika keluar dari mobil itu dan berlari tapi dia terjatuh lalu di susul oleh pria misterius tersebut di saat Tika sudah jatuh dia langsung di pukul oleh pria misterius tersebut dan menjerit kencang.


" Megan berjalan pulang dengan payungnya. Saat itu Megan menjatuhkan payungnya dan belanjaannya seperti mendengar jeritan wanita itu lalu membalikan badannya.


Aku punya perasaan tidak enak, setiap kali akan segera menggunakan kekuatanku". Gumam Megan dalam hati.


terimakasih yang sudah baca bayar author dengan like komen dan vote yaa kaka kaka semua 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2