Wanita Super Kuat (Revisi Ke Novel 1 Nya Lagi)

Wanita Super Kuat (Revisi Ke Novel 1 Nya Lagi)
That's Impossible !


__ADS_3

Setelah selesai makan keduanya langsung pulang.


Di tengah perjalanan tiba-tiba Megan mulai pembicaraan.


" Tidak peduli sudah berapa kali aku memikirkannya. Kurasa tersangkanya adalah ayahmu ". Ucap Megan


Reyz kaget mendengar perkataan Megan.


" Kenapa juga ayahku melakukan itu padaku? Dan mengapa dia. Aku tidak tahu lagi bagaimana caramu bisa membantuku". Jawab Reyz kesal.


" Dia terlihat seperti tipikal penjahat diantara orang lain disana." Ucap Megan


" Diam dan kita pergi ke daerah rumahmu " Kata Reyz yang buat Megan langsung berhenti berbicara.


" Apa ? Bagaimana denganmu?" Tanya Megan.


" Aku bisa menyetir sendiri kerumahku. Toh hanya karena jari kakiku sakit. Aku masih bisa tetap menyetir ". Kata Reyz Polos.


" Wow, padahal tadi kamu ribut-ribut tentang itu ! " Kata Megan yang kesal


" Aku bisa mendengarmu lohh ". Ucap Reyz


" Tentu " Ucap Megan.


Reyz sedang asyik main game di tablet nya.


Tiba-tiba Megan meminta izin haruskan dia menyalakan musik. Tapi Reyz tidak mengizinkannya.


Megan komat-kamit sendiri entah apa yang sedang di ucapkannya. Entah rasa kesal atau entah apa.

__ADS_1


" Tunggu, apa yang kau katakan?" Tanya Reyz.


" Apa? Aku tidak mengatakan apa-apa ko" ucap Megan yang tegang karena takut ketahuan kalau dia berbohong dan salah tingkah.


" Kedengarannya kau seperti sedang mengunpat kepadaku ". Tanya Reyz Bingung


" Oh, tidak, tidakk koo. Kalau Begitu aku akan menuju ke daerah rumah ku yaa, Pak !" Ucap Megan.


***


Seorang pria yang sejak tadi memperhatikan wanita yang berbaju merah sedang asyik minum-minum dengan teman-teman wanita lainnya di bar. Setelah itu keluar dari bar sepertinya pria tersebut sudah menyadap ponsel milil wanita itu. Karena pria itu bisa tau kalau wanita itu sedang menunggu taksi online. Tiba-tiba pria itu keluar dan menghampiri wanita itu.


" Permisi, dengan Mbak Tika? Saya dari jasa angkutan online "Go C*r". Ucap Pria misterius tersebut


" Ah, iya Mas ". Ucap Mbak Tika lalu berjalan menuju mobil tersebut lalu naik.


***


Megan menuruti semua perintah Reyz dan Reyz menjalankan mobil nya kembali.


" Turunkan aku disini saja ". Ucap Megan


" Tapikan ini bukan rumahmu. Dan masih agak jauh rumahmu?" Ucap Reyz


" Aku sangat stress". Ungkap Megan


 Dan semua ini berkat kau br*ngs*k ( ucapan umpatan Megan dalam hati)


" Aku perlu beberapa obat untuk penghilang rasa sakit jadi aku mampir dulu ke Apotek " Jelas Megan lagi

__ADS_1


" Oh begitu yaa silahkan " ucap Reyz.


Megan turun dari dalam mobil.


" Terimakasih Pak, hati-hati dijalan " Ucap Megan berbasa-basi.


" Ibu sekertaris besok datang kerumahku dan datang lebih awal oke? Ucap Reyz


" Kau tidak kembali kerumah sakit " Tanya Megan


" Kenapa juga aku harus kerumah sakit, padahal yang patah hanya tulang saja?" Ucap Reyz santai


Megan hanya senyum dan mengumpat dalam hati kesal lalu menyuruh Reyz pergi.


Reyzpun pamit pulang.


Ibunya Megan yang sedari tadi melihat langsung menghampiri Megan dengan mata berbinar karena Reyz yang mengantarkan anak gadis pulang.


" Ah Ibu mengagetkan saja. Apa Ibu sedang berpatroli lingkungan atau sedang apa? Soalnya Ibu suka muncul tiba-tiba " Tanya Megan kaget.


" Sepertinya Direkturmu punya banyak waktu ya karena dia bisa mengantar mu pulang setiap malam?" Tanya Ibu Emalia


" Ya, dia adalah orang yang paling menganggur  yang pernah aku temui " Ucap Megan yang tak peduli dengan Reyz


" Kau anakku, tapi kau punya kekurangan dalam berbagai bidang. Makanya kau harus berusaha lebih keras lagi." Ucap Ibu Emalia dan Megan tak mengerti maksud ucapan Ibu nya.


" Maksud Ibu apa aku tidak mengerti. " Tanya Megan kesal


" Makanya pakai baju itu yang seksi biar menarik. Coba, kau lihat Ibu mu ini. Perempuan tidak boleh menghilangkan naluri seksinya meskipun sudah tua. Meskipun begitu akan sulit untukmu  mendapatkan jodoh jika kau terus seperti ini. Apa kau mengerti?" Jelas Ibu Emalia.

__ADS_1


" Sudahlah Ibu pulang saja". Ucap Megan kesal san pergi meninggalkan Ibunya.


__ADS_2