
Bisma membawa Megan sedikit menjauh biar tidak mengganggu pasien lainnya. Lalu melepaskan tangan Megan
" Kau harus menetapkan batas-batas dengan pasti untuk tugas-tugas pekerjaanmu itu. Kenapa kau tidal bilang 'Ya atau Tidak' dengan benar? Kenapa juga sekertaris harus bersamanya setiap waktu dan menerima perintah sepanjang hari? Apa kau perawatnya?" Ucap Bisma dengan kesal.
" Hmmmp, se se sekarang dia tidak mempunyai sekertaris, jadi... " jelas Megan yang tiba-tiba dipotong oleh Bisma.
" Dan kenapa begitu?" Ucap Bisma kesal dan ingin tahu alasannya.
" Sudah ku bilang, waktu itu tulang ekor asistennya patah karena adu ayam. " jawab Megan yang gugup
" Apa yang salah dengan semua karyawan perusahaan itu? Kau terlalu mudah percaya pada pria, Megan. Kalau pria bersikap baik, maka dia seorang playboy. Dan jika dia tidak bersikap baik, maka dia penipu. Begitulah pria itu. Meskipun begitu, Direktur perusahaanmu terlihat seperti orang aneh." Kata Bisma kesal sambil teriak-teriak gak jelas dan dengan percaya diri.
" Mengapa kamu memperlakukan ku seperti ini? Tanya Megan
" Apa maksudmu? Jawab Bisma
"Kamu sudah punya pacar, lalu kenapa kau bersikap baik kepadaku?" Ucap Megan dengan mata berkaca-kaca.
Saat itu Reyz tidak sengaja mendengar pembicaraan Megan dan Bisma.
" Apa... yang kau bicarakan? Tanya Bisma yangg bingung dengan maksud ucapan Megan.
Hani keluar dari ruangan praktek Mirza lalu di ikuti oleh Mirza. Tiba-tiba Hani melihat Bisma dan Megan. Tapi Hani mengikuti Mirza ke ruangan Scan untuk melihat hasil Scan tangannya.
" Heii.." tiba-tiba Reyz memanggil Megan
" Apa yang kau lakukan disana? Aku sudah mencarimu kemana-mana. Apa aku harus benar-benar melakukan itu?" Omel Reyz kepada Megan.
__ADS_1
Saat Megan melihat bosnya dan sudah mengomel dia langsung pergi meninggalkan Bisma lalu menarik kursi roda Reyz dan menuju ruangan Ardan.
" Andi disini Direktur?" Tanya Ardan tapi tidak digubris oleh bosnya.
" Kenapa cemberut? Kamu seperti ini pasti karena melihat pacar dari orang yang kau sukai kan? Kamu itu mudah dibaca.
" Erick dan semua teman-temannya ingin melihat Megan dari depan ruangan. Megan keluar ruangan, dan semuanya langsung bergegas sembunyi kohar menarik Erick. Hampir saja mereka ketahuan.
Erick menunjuk-nunjuk Megan.
" Itu gadis itu.. Gadis itu ada disini " Ucap Erick
" Jangan berisik " ucap kohar yang lalu menutup mulut bosnya.
Reyz terus berbicara dan menanyakan apakah ucapannya salah. Sepertinya Reyz tidak sadar kalao Megan sudah pergi.
Ardan yang ada di ruangan mencoba menjelaskan kalau bukan seperti itu. Lalu akhirnya Reyz membalikan kursi rodanya dan tidak melihat Megan ada dibelakangnya.
" Ya Direktur " ucap Ardan
Tapi tidak digubris sama sekali oleh Reyz.
" Dia pergi kemana " Reyz keheranan.
****
Dokter bagian scan menaruh tangan Hani agar bisa mengambil gambar. Mirza diluar ruangan berbicara dengan dokter seprofesinya, memberitahu bahwa Hani adalah pemain biola dan jari-jarinya terluka. Dan meminta dokter itu untuk menjaganya. Hani menatap Mirza di ruangan scan seperti merasakan jatuh cinta pada adiknya Mega.
__ADS_1
***
Megan pulang kerumah nya dan sesampainya dihalaman rumah Megan melihat kucing kesayangannya kelaparan. Ibu Emalia tiba-tiba membuka pintu rumah dan kaget melihat Megan ada diluar rumah sedang memberi makan kucing.
" Ibu mau kemana? Dan darimana saja ? Tanya Megan
" Apa kauu.... tidur dengan dia?? Kau tidur dengan nya? Benar? " Tanya Ibu Ema antusias
Megan hanya menganggukan kepalanya
" Benar kah?? Kau tidur dengannya? Tanya Ibu Ema lagi
" Ya aku tidur dengan nyenyak sekali " Jawab Megan
" Jadi maksud mu, yang kamu lakukan adalah tidur di samping nya?" Tanya Ibu Ema kesal
" Ibu, sudah aku bilang orang itu tidak tertarik pada wanita. Berapa kali aku harus bilang." Ucap Megan
" Dulu aku tidak suka kucing sebelum kita memelihara si Kitty. Tapi sekarang aku menyukai kucing. Orang bisa berubah, oke ?" Kata Ibu Emalia
" Orang dan hewan bukanlah hal yang sama. Ucapan ibu tidak masuk akal." Kata Megan dengan kesal.
" Ahhh dasar gadis bodoh " Keluh Ibu Ema
" Ibu, kita memang miskin, tetapi setidaknyaa kita harus mempertahankan harga diri kita." Ucap Megan
" Kamu pikir kamu bisa mempertahankan harga dirimu padahal kamu miskin? Aku menyimpan banyak daging di kulkas, masak itu buat Mirza dan masak sayur sop juga dengan pakai bawang goreng." Perintah Ibu Ema sebelum Megan masuk rumah
__ADS_1
" Aku juga harus mandi dan akan pergi lagi " Jawab Megan ngambek.