
Megan masuk kantor heran melihat jadwal Reyz yang banyak sekali. Saat itu Reyz datang melihat kalau tidak ada pesan yang menakutkan yang menunggunya hari ini dengan mengejek kemampuan hacking si pelaku yang menyedihkan sekali. Dan hanya seorang yang amatir karena sudah mengubah kata sandinya. Meganpun mengikuti Reyz masuk.
" Oh ya, katanya ada insiden di lingkungan rumahmu?" Tanya Reyz
" Iya, dan dia di culik saat aku berada di rumah sakit." Kata Megan dengan nada sedih. Reyz kaget lalu menyalakan TV yang ada di ruangannya.
Mila Nur Widia profesi Dosen salah satu Universitas di Jakarta yang menjadi korban pembegalan oleh seorang pria yang berpakaian seperti dokter menculiknya di rumah sakit. Polisi melihat kedalam rekaman dascham dan rekaman CCTV dalam upaya untuk mengetahui plat nomor tersangka dan..."
Tiba-tiba Reyz mematikan TV nya karena menurutnya berita tersebut tidak menarik. Megan merasa bingung karena menurutnya itu Reyz senang melihat ada penculikan.
" Pelaku itu sangat sesuatu sekali soalnya sepperti nya dia ingin di tangkap, tapi merasa polisi akan mampu karena dia merasa lebih pintar dari polisi." Kata Reyz. Dan Megan hanya diam mendengar ucapan Reyz.
" Wah ini sangat gila, kenapa dia membunuh satu orang dan membiarkan yang satu nya lagi hidup?" Kata Reyz seperti yang penasaran.
" Apa menurutmu, pelaku itu orang yang sama dibalik kedua musibah ini?" Kata Megan.
__ADS_1
" Kalau menurutku tentu saja ini pelaku yang sama". Kata Reyz dengan yakin.
" Polisi mengatakan bahwa itu bukan pelaku yang sama". Jawab Megan
"Itu yang mereka pikirkan. Mereka harus berpikir apa yang akan penjahat lakukan. Pasti pelaku nya adalah orang yang sama ". Jelas Reyz dengan yakin.
" Menurut seorang pengamat ( Seorang yang mencatat dan memeriksa karakteristik psikologis dan perilaku seseorang biasanya untuk mengindentifikasi kriminal). Dia mengatakan di TV bahwa tersangka kedua ingin menunjukan, kalau dia sangat lebih bahaya di bandingkan pembunuhan yang sebenarnya. Itulah sebabnya dia merusak TKP yang pertama ". Ucap Megan
" Dia salah.. Polisi membawa bukti sebisa mereka setelah insiden pertama. Lalu apa gunanya menghancurkan TKP setelah itu? Pembunuh sebenarnya tidak akan melakukan itu. Mereka lebih menelusuri siapa yang melakukan kejahatan dengan lebih kejam. Maka pembunuhan akan lebih masuk akal." Jelas Reyz.
" Dia tidak membunuhnya jadi kenapa kami menyimpulkan seperti itu? Apa karena dia tidak pernah bermaksud untuk membunuh siapapun. Jika dia melakukannya dia pastinya akan menikam jantung dan leher wanita itu lebih dulu. Dan tidak berniat melakukan penyerangan secara seksual. Dia mengancam wanita dengan pisau karena melawan. Karena dia tidak ahli memakai pisau, maka dia membunuhnya ". Jelas Reyz sambil mengambil minum.
" Sebenarnya waktu kecil aku bercita cita ingin jadi penjahat ". Ucap Reyz dengan senyum tipisnya.
" Apaaaaaaaa ?? Menjadi penjahat ? Jawab Megan dengan bernada tinggi dan Takut.
__ADS_1
" Hahahahaa " Reyz tertawa dengan lepas
" Kenapa kamu tertawa emang ada yang lucu?" Tanya Megan
" Tidak ada ko " Jawab Reyz yang masih sedikit tertawa kecil.
Megan yang masih heran hanya melihat Reyz yang sedang tertawa. Tapi dia masih penasaran tentang cita" bos nya. Kemudian dia bertanya kembali.
" Yang benar saja masa kamu punya cita-cita ingin jadi penjahat?"
" Hahahaaa, aku hanya becanda, sebenar nya cita-cita ku dari dulu sampai sekarang menjadi seorang pembuat game dan sekarang mimpi itu sudah terwujud " Jelas Reyz kepada Megan.
Megan yang mendengarnya hanya terdiam dan dia merasa kagum sama bosnya itu.
" Apa Ardan masih terbaring di tempat tidur rumah sakit? Ku dengar tulang ekornya patah ". Kata Reyz yang sambil memandang Megan dan berpikir kalau Megan itu sesuatu banget.
__ADS_1
" Lalu, kenapa kau memaksa kita untuk main adu ayam padahal aku sudah menolaknya dan akhirnya membuat dia menderita." Keluh Megan dengan kesal.
Tetap ikutin dan dukung cerita ku ya kakak kakak semua.. karena tanpa kalian ini semua bukanlah apa apa...😍😘😘