
Reyz menahan sakit di kakinya yang di injak oleh Megan.
Reyz dan Megan keluar dari kantor polisi. Reyz berjalan dengan menahan rasa sakitnya lalu meminta menelpon 911. Megan meminta agar Reyz tetep tenang. Reyz merasa kakinya remuk karena mati rasa. Megan meminta maaf tapi Reyz menegaskan bukan hanya sakit tapi juga sangat malu.
" Haruskah aku membawamu ke rumah sakit?" Kata Megan yang mendekat. Tapi Reyz menjauh karena merasa Megan itu memang sumber bencana.
" Sudahlah kau pergi saja " Teriak Reyz.
" Aku tahu, tapi sudah ku bilang itu bukanlah masalah pribadi." Kata Megan. Reyz melirik sinis. Lalu Meganpun mengajak Reyz pergi ke mobil.
Bisma dan Detektif Al menemui Dokter.
" Dokter pikir tidak sulit untuk mencari tahu jadwalnya karena kalau menelpon kantor, perawat akan memberti tahu apa saja jadwalnya mulai dari konsultasi dan oprasinya ada secara online. Jadi tidak sulit jika tersangka menirunya " Dokter memberi penjelasan kepada Detektif dan Bisma.
Dan detektif bisa mengerti.
" Seperti yang anda minta ini adalah rekaman CCTV dari ruangan oprasi hari itu." Kata Dokter sambil memberikan USB.
"Terimakasih untuk kerjasamanya." Ucap Detektif lalu Bisma mengambil USB nya. Lalu Dokter meninggalkan mereka karena masih ada urusan lainya.
" Detektif aku ingin menemui teman lebih dulu, boleh? Kata Bisma yang meminta izin kepada Detektif. Detektifnya pub mengizinkan.
Reyz dan Megan pergi kerumah sakit untuk memeriksa kaki Reyz.
Di ruangan periksa. Dokter memberitahu keadaan kaki Reyz yang mengalami retakan kecil sambil menunjuk monitor. Reyz berteriak kaget dan melirik sinis kepada Megan. Megan seperti tidak enak hati lalu dia memalingkan wajahnya kearah lain.
Dokter menyuruh Reyz untuk membalut lukanya dengan sesuatu dan menyuruhnya jangan terlalu banyak bergerak dan menyuruhnya untuk beristirahat.
Setelah mendapat pemeriksaan dan obat mereka keluar dari ruang periksa.
Mirza melihat kakaknya baru keluar dari ruangan dokter dan menyapa nya. Megan memberitahu Mirza kalau Reyz yang berjalan didepannya itu adalah Bosnya. Lalu Mirza menyapa Reyz dengan sopan " Hallo Pak, kenalin saya Mirza bagaimana keadaannya?" Ucap Mirza.
" Seperti yang kau lihat apakah aku terlihat baik-baik saja?" Jawab Reyz dengan sinis.
__ADS_1
" Apa kau menginjaknya?" Tanya Mirza kepada Megan sambil berbisik.
" Aku menginjaknya tidak keras ko sungguh.." Jawab Megan melas
" Kenapa juga kau menginjaknya?" Tanya Mirza
" Sudahlah jangan berisik nanti dia dengar" Ucap Megan sambil dengan memberi kode.
" Heii.. aku ingin dirawat di rumah sakit ini." Kata Reyz dengan tiba-tiba.
" Hahhh ? Kenapa juga kau mau di rawat padahal kaki mu hanya retak sedikit." Ucap Megan dengan kaget.
" Ohh, jadi karena ini bukan kakimu, jadi kau tidak peduli. Ini sangat sakit, aku bisa mati. Kau mau aku berjalan pincang begini? Ini akan merusak citraku." Ucap Reyz kesal.
Megan hanya diam kesal.
" Haruskah aku mengantarmu keruang VIP?" Tiba-tiba Mirza menawarkan perawatan.
" Tidak, tempat itu membosankan." Tolak Reyz.
Megan hanya menahan amarahnya tanpa bisa di keluarkan.
Bisma menunggu seseorang di lobby rumah sakit.
Tiba-tiba Hanie datang dan menyapa Bisma.
" Haiii sayang, lama tidak bertemu " ucap Hani
" Maafkan aku, oke? Kata Bisa yang tiba-tiba minta maaf.
Mau periksa yaa lewat sini.
" Kita bisa langsung kencan sebanyak yang kita mau, setelah kasus ini ditutup." Kata Bisma.
__ADS_1
" Baiklah " Ucap Hani dengan senang.
" Temanku jadi Residen di rumah sakit ini. Aku sudah membuat janji untukmu di spesialis ortopedi, jadi ayo kita pergi sekarang." Ucap Bisma dengan senang lalu mengenggam tangan Hani.
***
Megan cemberut
" Kau menggunakan kursi roda hanya karena jari kakimu sedikit terluka." Keluh Megan kesal.
" Jari kaki adalah yang paling penting." Ucap Reyz sambil menikmati es krim nya.
" Maka kau harus sedikit bergerak." Biski Megan..
" Uhh, aku paling benci seseorang dengan gaya berpakaian yang buruk " Cerocos Reyz.
Kamarnya Pak Ardan. Ada disini lalu membelolan kursi roda Reyz.
" Haii Asistenku.. " Sapa Reyz
" Direktur? Apa yang membawamu datang kemari? " Tanya Ardan yang sedikit senang.
" Hah kursi roda?" Ucap Ardan kaget karena melihat Direkturnya duduk di kursi roda.
" Iya kakiku patah, jadi tidak bisa bekerja". Jawab Reyz
" Kebapa bisa seperti itu Pak?" Tanya Ardan yang penasaran
Lalu Reyz pun menceritakannya kalau Megan menginjaknya.
Megan memilih keluar dari ruangan Ardan. Dan memilih diam di ruang tunggu. Saat di luar anak buah Erick melihat Megan dan langsung berlari ketakutan.
,.Erick sedang dilatih untuk bisa makan oleh Kohar. Kohar memberitahu kalau harus makan jika ingin hidup. Tapi sepertinya Erick tidak bisa makan. Saat itu anak buahnya datang memberitahu tentang Megan.
__ADS_1
" Megan ada disini, Bos !" ucap Anak buah nya. Kohar pun menyuruh mereka agar segera memanggil polisi. Sementara Erick yang sebelumnya belajar menelan kembali berbaring lemas mendengar nama Megan.