
Seseorang sedang di introgasi, menanyakan hubungan dengan wanita itu (Mila). Si pria mengaku kalau wanita yang diculik itu adalah tunangannya. Ketua Polisi yakin bukan pria itu pelakunya. Detektif lain memberitahu sudah mencari tahu, dan pria memang memiliki motif karena mereka berdua bertengkar hebat sehari sebelum kejadian dan korban mengatakan bahwa akan membatalkan pernikahannya.
" Kau merekam suaranya, kan?" Ucap Bisma. Seniornya mengangguk. Pak Ketua yakin bukan pria itu pelakunya. Detektif lain melihat petunjuk dari TKP.
" Hei bocah. Jangan memperhatikan hal lain. Coba kau lihat saja matanya. Dia jelas mengkhawatirkan tunangannya." Ucap Ketua.
" Jadi itulah sebabnya mereka mengatakan bahwa orang yang membunuh nona "J" dan penculil nona Mila adalah orang yang berbeda." Kata Detektif lainnya.
" Aku yakin di balik kedua insiden ini dilakukan oleh pelaku yang sama." Tegas Bisma.
Pak Kepala pikir TKP mungkin sama. Tapi jejak kaki kedua tersangka sama sekali berbeda. Bisma merasa si pelaku itu main-main dengan polisi bahkan menyamar untuk menculik korban dari kamar rumah sakitnya, menurut si pelaku mampu melakukan apa saja.
Kepala Yudi tetap yakin untuk saat ini akab mengatakan bahwa pria itu bukan orang yang mereka inginkan. Hanya kesamaan yang mereka punya untuk saat ini adalah TKP. Bisma pun memberitahu nona Mila masih hidup.
__ADS_1
Reyz dan Megan sudah di kantor polisi.
Reyz sudah duduk didepan Bisma. Megan mencari kesempatan untuk mencari kesempatan untuk menatap pujaan hatinya lebih dekat dengan wajah tersenyum. Bismapun mulai membahas insiden penculikan baru-baru ini didaerah Kampung Betawi dan serangan terhadap Petugas yang mengawal Megan sama sekali tidak ada hubungannya. Reyz membenarkannya.
" Lalu kenapa Petugas yang bertugas untuk melindungi Megan diserang? Persoalan ini harus diselidiki, tidak peduli apapun itu" tegas Bisma.
"Polisi memiliki hak untuk melindungi warga Negara nya, kan? Tapi warga negara memiliki hak untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Aku akan mengurus masalahku sendiri, jadi urus saja urusanmu sendiri." Kata Reyz yang tak ingin ada ikut campur sendiri.
" Mulai sekarang, aku akan bertanggung jawab atas perlindungan pribadi Nona Megan." Kata Bisma. Reyzpun tidak peduli.
" Apa kau mencoba untuk melakukan pembunuhan karakter di sini?" Kata Reyz marah
" Apa maksudmu, 'pembunuhan karakter?' Meskipun begitu, musuh-musuhnya mengira Petugas polisi yang mengawal Megan adalah pengawalnya. Dan itulah sebabnya dia diserang secara mendadak." Jelas Megan.
__ADS_1
" Kau bilang serangan mendadak ! Kau seharusnya memperkerjakan pengawal yang benar !" Komentar Bisma.
Reyz pikir sudah melakukannya dan ingin memberitahu kekuatan Megan, tapi Megan langsung menginjak kaki Reyz. Reyz langsung kesakitan tanpa bisa mengeluarkan suara.
Megan meyakinkan Bisma kalau sungguh baik-baik saja jadi jangan terlalu mengkhwatirkannya. Bisma menegaskan bukan mengkhawatirkan Megan tapi khawatir tentang saksi insiden penculikan nona Mila oleh dokter gadungan.
" Meskipun begitu, aku akan menjadi petugas yang akan bertanggung jawab untuk melindungi Nona Megan. Jika dia harus terlibat ke dalam situasi yang berbahaya karena pekerjaan, maka kau harus mempekerjakan pengawal dan menyuruh seseorang untuk mengawalnya selagi dia keluar dan perusahaanmu untuk memastikan bahwa dirinya tidak akan tersakiti, bahkan satu helai rambutpun." Tegas Bisma
" Apa kau ingin aku.. untuk melindunginya ? Padahal aku yang..." ucap Reyz yang langsung di potong oleh Megan
" Bisma, apa kau tidak bisa menemukan tersangka yang terakhir itu?" Tanya Megan
" Belum " jawab Bisma singkat.
__ADS_1
Seorang detektif memanggil Bisma memberitahu Dokter itu sedang libur hari ini jadi langsung kerumah sakit. Bisma langsung mengerti.