
" Hei dia hanya bisa menjawab pertanyaanku jika dia sadar ! Jadi jangan memukulnya !" Tegas Reyz.
" Aku tidak memukulnya kok "
Megan menegaskan kalau dia tidak memukulnya.
Tuan Hendi bertanya siapa keduanya dan ingin tahu alasan Megan melakukan ini dan menanyakan punya salah apa dia sama mereka berdua.
Megan mengikat kedua tangan Pak Hendi supaya tidak kabur dan meminta Reyz agar mencari kursi. Tuan Hendi memberi tahu mereka bahwa dia punya kerabat seorang polisi dan akan melaporkan mereka tapi tidak di gubris oleh Megan dan Reyz.
Meganpun meminta agar Tuan Hendi memegang strum listrik dan Megan mengikat bagian kakinya. Tuan Hendi berteriak kesakitan karena Megan menggunakan kekuatannya. Tangan Tuan Hendi mencoba mendorong dan membuat alat setrum itu mengenai pundaknya sendiri. Megan melongo melihat Tuan Hendi pingsan kedua kalinya.
Reyz pun panik dan marah merasa Megan tidak melakukan pekerjaanya dengan benar. Megan pikir itu bagus. Akhirnya Tuan Hendi pun sudah sadar dari pingsannya setelah beberapa saat. Setelah melihat Tuan Hendi sadar Megan pamit untuk pergi dan merasa sudah selesai melakukan tugas nya hari ini.
__ADS_1
" Hei... selesai apanya ! Kemarilah!" Teriak Reyz.
Meganpun kembali dengan cemberut lalu duduk lalu bertanya kepada Tuan Hendi. Siapa yang menyuruhnya melakukan itu kepada Reyz.
Tuan Hendi tak mengerti maksud Megan. Tapi setelah berpikir akhirnya mengerti maksdunya.
" Aku sudah melalorkan kalau sepeda motorku dicuri. Tapi aku masih belum dapat kabar lagi dari polisi. Polisi semua tak ada gunanya". Cerita Tuan Hendi.
" Megan kaget mengetahui ternyata sepeda Motor Tuan Hendi di curi. Tuan Hendi menceritakan sudah bekerja sampai larut malam di restoran selama setengah tahun untuk membeli sepeda motor itu. Meganpun terharu dan kasihan lalu dia meminta maaf dan melepaskan ikatannya.
" Aku tidak menggunakan kekuatan ku untuk hal semacam ini ! Kau bahkan tidak tahu situasi nya. Lihatlah kekacauan yang telah kau buat" kata Megan memarahi Reyz.
Lalu meminta maaf kepada Tuan Hendi. Lalu Reyzpun menyuruh Tuan Hendi pergi dengan memberi sedikit uang atas kesalah pahamannya mereka.
__ADS_1
Akhirnya Tuan Hendi pergi. Megan yang kasihan melihat Tuan Hendi pergi lalu memarahi Bosnya.
" Ini semua salah Bapak. Coba kalo kita cari tahu terlebih dahulu". Ucap Megan yang kesal sama di rekturnya.
Reyz hanya dia sambil memegang kepala dengan kedua tangan nya. Entah apa yang di pikirkannya.
Megan yang masih marah-marah tidak di dengar oleh bosnya.
" Sudahlah jangan berisik lagi toh dia sudah mendapatkan imbalan sebagai ganti nya. Dan dia tidak kenapa-kenapa. Ya ayo sudah kita pergi katanya Mau ke kantor polisi. " Ucap Reyz.
Mereka pun pergi dari atap menuju kantor polisi.
Maaf ya teman-teman baru updet. InshAlloh besok libur kerja mau di kebut kalau gak meriweh sama bocil hehe. Mohon dukungannya ya teman-teman semua tetap ikut ceritaku. Nanti aku juga mampir ke cerita kalian. Aku juga suma baca ko. Kalao uda beres nulis novelku aku lanjut baca novel novel yang mampir meceritaku. Judul-judul yang di request di komentarku. Tulis aja judul cerita kalian di komentar nanti aku pasti mampir di cerita kalian ko.
__ADS_1
Terima kasih semua semangat buat semua nya 🤗