White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 9 : Formasi Ilusi


__ADS_3

Bab 9 : Formasi Ilusi


Author : Hin Alfa


Editor : Alufra


“Ini yang aku temukan di sana,” kata White String sambil meletakan sebuah token giok. Token giok tersebut berlapis emas dengan karakter Golden Pottery Valley yang terukir di atasnya.


Token tersebut adalah milik Patriak Golden Pottery Valley. Karena sudah tidak utuh dan rusak di beberapa bagian, token tersebut kemungkinan jatuh di situasi pertempuran tertentu.


Ji Changkong menghela napas berat. “Apa benar-benar tidak ada yang selamat selain mereka berdua?”


White String menggeleng pelan.


Setelah menenangkan dirinya, Ji Changkong mengambil keputusan. “Dengan barang bukti yang ada dan keterangan mereka berdua, Blood Bat Sect pasti terlibat sesuatu. Aku akan menghubungi Aliansi.”


Hua Mei dan Ye Yu, ibunya, menundukkan kepalanya di belakang White String. Mereka masih tidak percaya sekte dengan populasi puluhan ribu lenyap dalam semalam.


“Oh ya, bagaimana dengan mereka?” tanya Ji Changkong sambil menunjuk Hua Mei dan Ye Yu.


“Sementara tinggal di tempatku. Jadi tidak perlu khawatir dengan keselamatan mereka.” White String menjawab sambil tersenyum.


“Terima kasih sudah membantu, dan maaf sudah merepotkanmu,” kata Ji Changkong dengan tulus. Dia juga menyerahkan token Golden Pottery Valley kepada Ye Yu untuk dijaga.


“Yah, kemarin malam itu kebetulan. Ngomong-ngomong, apa Ji Lingling dan yang lainnya sudah pergi?” White String tiba-tiba teringat kalau ‘calon’ murid-muridnya akan datang hari ini.


Ji Changkong menyernyit heran. “Mereka sudah pergi dari tadi. Kau tidak berpapasan dengan mereka? Apa mereka tersesat?”


White String mengelus dagunya dan berusaha mengingat sesuatu. Setelah dia ingat hal itu, dia malah terlihat menahan tawa. “Mereka baik-baik saja. Hanya saja mungkin mereka baru sampai petang hari nanti,” jelas White String sambil tetap menahan tawanya.


Ji Lingling dan yang lainnya pasti sudah masuk ke formasi ilusi yang dipasang White String. Kecuali White String sendiri yang mematahkan formasi, mereka akan terus berputar-putar di hutan sampai sore hari.


Ji Changkong tidak memperhatikan ekspresi aneh White String. Setelah mengirimnya pergi, dia melanjutkan pekerjaannya untuk membuat laporan kegiatan Blood Bat Sect dalam beberapa waktu terakhir.


Sementara itu, di Hutan Hijau.


“Aneh. Aku ingat kalau kita telah melewati persimpangan ini tadi. Apa kita belok ke arah yang salah, Lingling?” Xiao XiQian sekilas melihat tempat tersebut sebelum bertanya kepada Ji Lingling.


Ji Lingling yang ditanyai sedang memperhatikan jalan yang mereka lalui. Terlihat tidak ada masalah, tapi entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa ada yang tidak beres. “Qianqian, kita tidak salah jalan. Tapi memang jalannya yang bermasalah, sepertinya.”


“Hei, ada kucing manis di sini.” Chu Lian berseru sambil mengangkat benda putih dari semak-semak. Kucing putih tersebut mengeong dengan keras sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan tangan Chu Lian.


Setelah lepas dari Chu Lian, kucing itu berlari ke arah Xiao XiQian. Xiao XiQian dengan hati-hati menggendong makhluk menggemaskan tersebut.


“Kenapa dia berlari ke arahmu? Jelas-jelas aku yang menemukannya lebih dulu.” Chu Lian mendengus kesal.


“Kalau tidak salah, Nona Xiao adalah Beast Tamer bukan? Kudengar para Beast Tamer memiliki aura yang dapat menarik Magical Beast,” kata Feng LiYing tiba-tiba.


“Hari ini, kita akan menjadi teman. Jadi tidak perlu sopan saat memanggilku. Panggil saja Qianqian seperti yang Lingling lakukan.” Xiao XiQian terlihat tidak senang saat Feng LiYing memanggilnya Nona Xiao.


“Erk... Qianqian, apa berarti kucing menggemaskan ini adalah Magical Beast? Kucing ini tidak terlihat berbahaya sama sekali.” Liu Xinxian mengelus bulu kucing putih tersebut dengan lembut.


“Seharusnya dia(kucing) adalah bayi Frost Tiger, Magical Beast kelas 8,” sahut Liu Gu. Sisanya menjadi merinding begitu mendengar kata-kata Magical Beast kelas 8.


“Tenanglah semuanya. Jika dia(kucing) adalah bayi Frost Tiger, induknya pasti tidak jauh dari sini bukan?” Sheng JiangLao malah menambah panik mereka bukannya menenangkan.


Pletak!


Sebuah tangan mendarat mulus di kepala Sheng JiangLao yang kini dihiasi sebuah bukit merah yang berasap.


“Kalau bicara itu jangan yang buruk-buruk, bodoh! Kau tidak takut kalau ucapan dari mulut sialmu itu menjadi kenyataan?” Yun Yuanling membombardir Sheng JiangLao dengan omelan.


“Sepertinya kita tidak perlu khawatir. Lihat baik-baik kaki depannya, ada sebuah gelang binatang buas. Seseorang pasti memeliharanya.” Chu Xiyu menunjuk kaki depan kanan kucing itu. Memang jika dilihat lebih baik, ada sebuah gelang yang nyaris tidak terlihat.


“Xiyu, apa kau mempelajari keterampilan Beast Tamer juga?” tanya Chu Lian. Chu Xiyu menggaruk pipinya, tidak tahu mau menjawab apa. “Bisa dikatakan begitu. Aku hanya iseng membaca buku pengetahuan Beast Tamer baru-baru ini.”


“Namanya Xiao Zhan. Kupikir itu nama yang bagus!” seru Lu Xiaoyi setelah membaca karakter di gelang kucing putih tersebut.


“Kalau begitu, siapa kira-kira yang memelihara kucing ini? Lingling, apa White String punya peliharaan?” tanya Shen XiaoJie.


Ji Lingling terlihat berpikir sebentar. Tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya. “Kemungkinannya 50:50. Lagipula, aku tidak sering mengunjunginya. Jadi aku kurang tahu jika dia memelihara kucing atau tidak.”


“Kenapa kalian terus mengatakan kalau itu kucing? Jelas-jelas itu adalah anak Magical Beast kelas 8, Frost Tiger,” kata Xiao XiXuan dengan tetesan air besar di sisi kepalanya.


Tiba-tiba Xiao Zhan melompat dari pelukan Xiao XiQian. Sambil mengayunkan cakarnya, dia memberi isyarat agar mereka mengikutinya.


Chu Xiyu yang pertama kali berlari menyusul Xiao Zhan, lalu diikuti yang lainnya. Walaupun tidak tahu mengapa mereka malah mengikuti seekor kucing yang berasal entah dari mana, rasa ingin tahu menutupi rasa takut mereka.


“Xiyu, awas! Di depan ada jurang!” Liu Xinxian berteriak untuk memperingatkan Chu Xiyu. Yang namanya dipanggil terlambat bereaksi, dia sudah melangkah ke jurang.

__ADS_1


Tapi anehnya, bayangan ‘jurang’ hanya bergetar sedikit sebelum kembali seperti semula. Mereka menghentikan langkah mereka dengan hati-hati sambil meningkatkan kewaspadaan.


Saat ini, perasaan Ji Lingling menjadi semakin tidak enak.


“Aduh, kakiku terpeleset.”


Suara Chu Xiyu terdengar dari arah depan. Bahkan jika benar-benar ada jurang, suaranya seharusnya menimbulkan gaung, bukan?


Feng LiYing meneguk ludahnya dengan susah payah. “Siapa yang akan membantu memeriksanya?” Dia melirik kepada kelompok di belakangnya. Tapi tidak ada yang menatapnya kembali, semuanya memalingkan wajah untuk melihat ke arah lain. Hatinya tiba-tiba terasa sakit.


“Ini pasti ulahnya!” seru Ji Lingling tiba-tiba. Tanpa memedulikan tatapan heran teman-temannya, dia menerobos maju ke bayangan ‘jurang’.


“Sepertinya kita juga harus maju juga,” kata Xiao XiXuan tanpa berpikir. Setelah itu yang lain juga mengikuti.


Saat mereka melangkah ke ‘jurang’, yang ada mereka malah menginjak tanah datar. Bahkan tidak ada tanda-tanda lubang di jalan yang mereka lewati.


“Formasi ilusi!” seru mereka serempak. Di belakang mereka ada hutan yang mereka lalui sebelumnya. Sama sekali tidak ada yang namanya ‘jurang’.


“Apa yang kau maksud dengan ulahnya, Lingling? Kau tahu sesuatu?” Yun Yuanling menatap Ji Lingling dengan penuh rasa ingin tahu.


Nyatanya, Ji Lingling tidak memedulikannya. Tapi dia sibuk dengan rumput yang tumbuh di samping jalan setapak. Setelah mencabut segenggam, dia kembali ke barisan teman-temannya.


“Kalian, lihat ini.” Ji Lingling menunjuk ke rumput di genggamannya. “Itu hanya rumput biasa. Kurasa?” Shen XiaoJie cukup ragu.


Chu Lian yang pertama kali menyadari sesuatu menarik sebuah batang rumput dan menghancurkannya dengan seutas Qi. “Benar-benar rumput biasa. Tidak ada yang aneh.”


Lu Xiaoyi tiba-tiba mengangguk mengerti. “Kita sebenarnya hanya berputar-putar di sekitar sini. Alasan mengapa kita tidak bisa keluar dari tempat ini adalah formasi ilusi yang dipasang sangat cerdik. Formasi tidak melibatkan alam sekitar, melainkan hanya dipasang di jalan setapak. Karena itulah, rumput di pinggir jalan sama sekali tidak tersentuh.”


Walaupun cukup panjang, setidaknya penjelasan Lu Xiaoyi dapat dipahami. Jika bukan karena mengikuti Xiao Zhan, mereka akan terus berjalan-jalan seperti orang bodoh entah sampai kapan.


“Miao!” Xiao Zhan mengangkat cakarnya untuk menarik perhatian mereka. Dia sudah membantu mereka keluar dari formasi tapi akhirnya diabaikan dengan kejam.


“Xiao Zhan! Kau kucing penyelamat kami! Apa kau mau ikan kering sebagai hadiah?” Liu Gu mengangkat Xiao Zhan cukup tinggi di atas kepalanya. Mungkin dia sudah lupa bahwa kucing yang sedang bermain bersamanya adalah Magical Beast kelas 8.


“Miao miao!” Xiao Zhan sepertinya meminta untuk diturunkan. Kemudian, dia berlari ke suatu arah. Seperti sebelumnya, dua belas anak remaja mengikuti di belakangnya.


✾✾✾


Sementara itu, White String membaca buku dengan nyaman di kamarnya. Buku yang ia baca adalah pengetahuan tentang misi-misi sekte.


Kecuali telah mencapai tahap Monarch Qi Realm, seorang murid sekte hanya bisa menerima tugas dari Elder yang bertanggung jawab.


Misi rank D biasanya diberikan kepada murid luar ataupun murid baru yang kultivasinya masih di tingkat Platinum Qi Realm. Misinya bisa berupa mengambil tanaman langka atau mengawal barang dagangan.


Setelah mencapai tingkat Monarch Qi Realm, murid sekte bisa menjalani misi rank C . Misinya berupa memburu siluman lemah atau mengawal bangsawan terkenal. Misi ini dijalani oleh para murid luar yang dipimpin oleh murid dalam.


Misi rank B dan A hanya bisa diambil oleh murid dalam dan murid inti yang telah mencapai Emperor Qi Realm. Mereka akan menjelajahi domain kuno atau memburu Magical Beast yang meresahkan masyarakat. Terkadang seorang Elder akan ikut memimpin misi rank A.


Misi rank S dan rank X biasanya adalah misi khusus. Jadi sangat jarang akan ada misi dengan rank tersebut dalam waktu yang singkat. Misi rank S dan X biasanya meliputi invasi Magical Beast atau Demonic Beast yang keluar dari celah ruang.


Karena Heavenly Qi Realm sudah dapat menjadi Elder di sekte menengah seperti Thousand Swords Mountain, murid-murid dengan kultivasi Earthly Qi Realm akan mendapat perlakuan khusus.


Untuk pembayaran misi, ada yang dibayar dengan koin emas, spirit stone, pil, artefak, atau herbal berharga yang merupakan sumber daya kultivasi. Jumlah bauran yang didapat juga bergantung performa dalam menjalankan misi.


Selain mendapatkan bayaran, murid-murid sekte juga akan mendapatkan poin kontribusi. Poin kontribusi apabila sudah cukup, bisa digunakan untuk ditukar dengan sumber daya langka atau mengajukan misi.


Saat menemukan peta harta kuno atau ingin menjelajahi domain kuno tanpa memberitahu sekte, menawarkan misi kepada murid lainnya agar mereka ikut dapat dilakukan dengan membayar poin kontribusi. Nanti hasil dari penjelajahan tersebut dibagikan kepada penerima misi.


Tapi ada batas untuk menawarkan misi. Rank misi yang diberikan tidak boleh melebihi rank misi yang pernah diselesaikan. Misalnya seorang murid dalam yang pernah menyelesaikan misi rank C tidak boleh menawarkan misi rank B ke atas dan seterusnya.


Saat-saat damai White String terganggu oleh ketukan di pintu.


“Masuk,” jawabnya dengan malas.


Ternyata yang mengetuk adalah Ye Yu. Dia dengan hati-hati menggeser pintu kayu dan menutupnya sebelum melangkah masuk.


Di rumahnya, White String tidak memiliki alasan untuk terus memakai topeng. Tapi Ye Yu sama sekali tidak melihat wajahnya karena ia sendiri terus menerus menunduk.


“Ada apa?” tanya White String sambil menutup bukunya. Dapat dilihatnya kalau Ye Yu meremas tangannya, sepertinya ia sedang mengalami konflik batin.


White String berjalan mendekati Ye Yu yang masih tertunduk. Sebelum ia berhasil mengatakan apa-apa, White String menepuk bahunya.


“Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakanlah. Tapi jika kau tidak ingin, aku tidak keberatan menunggumu siap mengatakannya.”


Di sudut matanya, Ye Yu melihat sebuah senyuman. Seperti senyuman seorang malaikat. Menenangkan keseluruhan rasa cemas di hatinya.


Tanpa sadar, Ye Yu menatap punggung White String. Setelah menarik napas, dia memutuskan untuk tidak jadi mengatakan hal yang ingin dia katakan.


✾✾✾

__ADS_1


Hutan Hijau adalah salah satu kawasan paling berbahaya di Kekaisaran Shu. Bukan tanpa alasan, tapi memang banyak Spirit Beast yang berkembang biak di sini. Walaupun mereka tidak selalu memiliki niat jahat, ada saja manusia tidak tahu diri yang masuk ke wilayah mereka.


Tidak tahu mengapa, White String merasa memiliki ikatan yang kuat dengan tempat menyeramkan ini. Seolah-olah ada sesuatu yang seharusnya miliknya ada di tempat ini.


Menuruti firasatnya, White String terbang ke langit. Dia berhenti di sebuah sisi jurang dan mendarat. Jurang itu cukup dalam, tapi tidak sempit. Setidaknya ada puluhan ribu kilometer antar sisinya.


Di tengah jurang dua Spirit Beast sedang bertanding. Satunya adalah Golden Ape King, dan satu lagi Fire Lion King. Mereka masing-masing sangat kuat, sampai gelombang kejut yang mereka hasilkan dapat dengan mudah merobohkan pohon-pohon besar di sekitarnya.


White String menonton mereka sambil duduk di salah satu ranting pohon besar di tempat tersebut. Dia sedang memperhatikan beberapa orang yang bersembunyi dibalik pohon besar lainnya. Kemungkinan besar mereka adalah Beast Tamer yang berperan sebagai nelayan yang siap menuai ikan.


“Sekelompok orang bodoh.” White String berkomentar. Salah seorang dari mereka mengeluarkan anak panah yang telah diolesi dengan obat bius dan berusaha membidik salah satu dari siluman yang sedang bertarung.


Shua!Shua!


Anak panah melesat seperti bayangan dan mengenai Fire Lion King. Fire Lion King meraung marah. Puluhan bola api disemburkan ke arah anak panah berasal.


Kelompok Beast Tamer panik dan segera lari tunggang langgang. Tapi Fire Lion King segera menyusul mereka, meninggalkan Golden Ape King.


Tubuh raksasa Golden Ape King jatuh ke tanah. Bulu-bulu kemerahannya meniup debu di sekitar tempat ia jatuh. Sepertinya dia menggerutu karena Fire Lion King meninggalkannya.


Alasan kenapa dia dipanggil Golden Ape King adalah iris matanya yang berwarna emas. Dan saat ini iris emas itu tengah menatap tempat White String berada.


“Keluarlah, kau yang ada di sana!” serunya.


White String memiringkan kepalanya. “Kera ini butuh pelajaran bahasa, ucapannya sangat buruk.”


Setelah mengatakan hal yang dipastikan tidak didengar Golden Ape King, White String melompat turun. Dia mendarat di samping tubuh kera raksasa yang tengah berbaring.


“Sejak kapan kau mengetahui aku ada di sana?” tanya White String. Sebenarnya, dia sama sekali tidak menutup auranya. Tapi seharusnya dia tidak ditemukan secepat itu.


“Baru saja. Nah, kenapa kau di sini? Kau sedang tidak mengantar nyawa seperti orang-orang tadi, ‘kan?” Golden Ape King merujuk kepada para Beast Tamer.


White String tersenyum, kemudian mengangkat bahu. “Jika aku mengatakan bahwa aku datang ke sini karena firasat, apa kau percaya?”


Tiba-tiba, mata Golden Ape King membesar. Setelah ia bangun, dia memegang kedua pundak kecil White String. “BAGAIMANA ADA AURA GUA BINTANG DI TUBUHMU?!”


Untung saja White String melindungi dirinya dengan Qi. Jika tidak, dia pasti basah kuyup oleh air liur.


Tunggu, sepertinya kera besar itu mengatakan sesuatu tentang aura?


“Bisa lepaskan aku dulu?” Karena tidak tahu harus bereaksi bagaimana, White String hanya menanggapi dengan tersenyum.


Setelah melepaskannya, Golden Ape King duduk bersila di depan White String. Agak aneh memang, melihat seekor kera bersikap seperti manusia. Tapi Golden Ape King tidak membiarkan keanehan itu terlalu lama. Seekor kera raksasa perlahan menyusut menjadi seorang pemuda kekar dan berotot.


Karena Ancient Magical Beast sudah mengembangkan kecerdasan manusia sampai batas tertentu, tidak terlalu berlebihan kalau Spirit Beast King dapat berubah menjadi manusia.


“Apakah ada pertanyaan?” tanya Golden Ape King versi manusia dengan ramah.


“Kau tadi mengatakan sesuatu tentang aura Gua Bintang, boleh kutahu apa itu?” Tanpa sadar minat ingin tahu White String tergelitik dengan Gua Bintang. Lagipula, bagaimana sebuah aura bisa menempel di tubuhnya tanpa ia sadari.


“Itu sederhana, tapi sulit dijelaskan. Lebih baik kita menunggu Fire Lion King dulu.” Golden Ape King menghela nafas.


“Memangnya kapan dia kembali?”


“Di bab selanjutnya.”


White String, “...”


〜〜〜


Hai, balik lagi sama Author dan Editor Bakul Ganyong Penghuni Bumi di sini.


Ada yang penasaran sama arti Bakul Ganyong Penghuni Bumi? Kasih tau aja lah.


Bakul dalam bahasa Jawa berarti penjual, sedangkan ganyong adalah salah satu varietas umbi-umbian. Atau rimpang-rimpangan? Dah lah.


Secara harfiah, Bakul Ganyong Penghuni Bumi berarti penjual umbi yang tinggal di bumi.


Tapi arti sebenarnya lebih, lho.


Karena ada dua orang, nama Bakul Ganyong Penghuni Bumi juga dibagi dua, Bakul Ganyong dan Penghuni Bumi.


Bakul Ganyong yang pasti adalah Hin. Dia yang paling suka aneh-aneh dan maunya beda dari yang lain. Sifat bawaan dari lahir, kot.


Sedangkan Penghuni Bumi itu buat Alufra, atau Aru. Karena Aru orang normal mungkin?


Tapi nama itu ga penting. Karena kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ga nyambung deng:v


Sampai jumpa minggu depan,

__ADS_1


Author dan Editor, Bakul Ganyong Penghuni Bumi.


__ADS_2