
Bab 1 : Amnesia
Author : Alufra,Hin Alfa
Editor : Hin Alfa
“Uhh...”
Dia meringis kesakitan karena kepalanya berdenyut keras. Ketika ia ingin memijat kepalanya,seluruh tubuhnya menjerit dan memaksanya untuk berbaring sementara waktu.
Luka-lukanya yang terbuka terasa perih ketika melakukan kontak dengan udara. Ia dengan cepat mengalirkan Qi untuk menyembuhkannya.
Bagi orang lain, lukanya terlihat sangat parah dan hampir mematikan. Tapi dia cukup ahli dalam bidang pengobatan, sehingga ia masih bisa menghela nafas lega ketika memeriksa tubuhnya. Walaupun pada akhirnya dia tetap menghabiskan waktu cukup lama agar bisa bergerak bebas lagi.
Setelah empat jam, luka-lukanya telah membaik dan hampir sembuh total. Setelah memastikan dia berada di tengah hutan,dia segera meninggalkan tempat itu dan membereskan bercak darah yang tersisa. Akan merepotkan jika ada hewan biasa yang datang.
“Tempat ini, Hutan Lembayung,kan? Bagaimana aku bisa ada di wilayah Thousand Swords Mountain Sect ini?”
Di otaknya, pikirannya terus berjalan sambil membuat beberapa kemungkinan. Jika dia diserang oleh binatang buas,pasti ada jejak pertarungan. Lagipula kultivasinya ada di Divine Qi Realm ranah kesepuluh,hanya Spirit Beast King yang dapat melukainya.
Bisa jadi juga karena pembunuh bayaran. Mereka hanya menyerang saat memiliki keyakinan penuh untuk membunuh lawan. Jika lawan terlalu kuat,mereka akan mundur. Tapi dia masih hidup sampai sekarang,jadi kemungkinannya kecil dia diburu oleh pembunuh bayaran.
Tanpa sengaja, dia melirik cincin perak di jari manisnya. Cincin ruang berukir bunga kamboja dan bintang itu sangat menarik perhatian. Cincin ruang berbeda dengan cincin penyimpanan. Selain fakta bahwa cincin ruang lebih luas,cincin ruang juga dapat menyimpan makhluk hidup.
Pikirannya menyapu seratus ribu kilometer persegi ruang di dalam cincin. Ada banyak batu roh, artefak, koin emas,dan beberapa materi penempaan yang membentuk gunung-gunung di setengah ruang cincin ruang. Setengah ruang lagi diisi banyak barang. Diantaranya ada banyak sekali buku. Jika tidak ada ratusan ribu,mungkin masih masuk hitungan puluhan ribu.
Pemuda tersebut secara asal mengambil salah satu buku dan membuka salah satu halaman dengan asal. Sebuah poster tiba-tiba terjatuh dari halaman buku tersebut. Di membukanya dan membaca, “Aku White String. Apapun yang terjadi,aku akan terus hidup.”
Tulisan tersebut berjejeran dengan sebuah lukisan seorang pemuda yang sangat tampan. Tidak ada yang akan percaya ada seseorang yang memiliki ketampanan seperti itu jika tidak melihatnya sendiri,bahkan di dalam lukisan.
Setelah terpesona selama beberapa saat,sang pemuda menyadari kalau sosok di dalam lukisan cukup akrab. Ia pun mengambil sebuah cermin tembaga dan melihat pantulannya. Ia terkejut menyadari bahwa ia adalah sosok di dalam lukisan. Ia mengutuk bodoh dirinya karena tidak mengenali wajahnya sendiri.
“Jadi namaku White String,ya? Nama yang tidak umum. Mungkin tidak diberikan oleh orang tuaku.”
Setelah puas mengagumi wajahnya di dalam cermin dan lukisan,ia kembali menelusuri barang-barang yang mungkin bisa membantunya mengingat kembali siapa dirinya.
“Haah... Bagaimana tidak ada catatan yang lain selain poster itu. Bagaimana aku menemukan keluargaku? Aku bahkan tidak ingat kalau aku punya keluarga,” gerutunya setelah mengacak-acak susunan barang di dalam cincin ruang.
Setelah berpikir sebentar,dia mengganti pakaiannya dan memakai topeng sebelum meninggalkan tempat tersebut.
✾✾✾
Seorang pemuda tampan,mengenakan pakaian putih dan bertopeng giok berbaur di antara kerumunan orang-orang yang keluar masuk dari sebuah restoran. Dia adalah White String,yang beberapa saat yang lalu masih ada di Hutan Lembayung.
Kini dia di Kota Yun,salah satu kota kecil yang dibawah yuridiksi Thousand Swords Mountain Sect. Setiap kota dinamai berdasarkan marga bangsawan yang menjadi pemimpin kota tersebut. Di bumi,mungkin kedudukan Klan Yun akan setara dengan Baron.
Setelah memesan beberapa menu,dia menajamkan telinganya untuk mendengar percakapan para pelanggan.
“Beberapa anggota dari Keluarga Martial Ilahi sudah mendaftar di ujian masuk Thousand Swords Mountain Sect,sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” seorang pria di salah satu meja membuka pembicaraan sambil menenggak anggurnya.
“Seluruh kultivator yang telah mencapai Platinum Qi Realm sebelum dua puluh diijinkan mengikuti ujian untuk menjadi murid luar.Orang biasa seperti kita mana bisa melakukannya,” balas pemuda di seberang meja.
“Persyaratan menjadi murid luar saja sudah sesulit itu,apalagi menjadi murid dalam dan murid inti?” pria sebelumnya mendesah pelan.
“Anggota dari Keluarga Martial memiliki banyak sumber daya berharga untuk mereka,bukan tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan slot murid inti dan murid dalam,” perempuan yang menemani pemuda di seberang meja berkomentar.
Perhatiannya teralihkan karena pelayan tengah membawakan pesanan. Sambil menyantap hidangan,dia kembali menguping pembicaraan mereka.
“Keluarga Martial Phoenix telah mengirimkan Nona Muda Chu Lian,sayang jika kita melewatkan putaran pertandingan menjadi murid dalam,” pria yang sekarang setengah mabuk itu tertawa.
“Tapi pertandingan Tuan Muda Liu Gu dari Keluarga Martial Langit juga pantas dinantikan. Ada desas-desus yang mengatakan bahwa dia memiliki hubungan khusus dengan Nona Chu Lian,” perempuan teman sang pemuda juga ikut bersuara. Dia dipenuhi kekaguman ketika membawa nama Liu Gu.
__ADS_1
“Kalau begitu Bintang Kembar Xiao Qian dan Xiao Xuan dari Keluarga Martial Naga Surgawi akan mendapat saingan berat,” lelaki setengah baya yang menemani pria setengah mabuk berkomentar.
“Nak,dari usiamu,kau pasti juga ingin masuk menakdi murid Thousand Swords Mountain Sect. Tapi kalau kau mau saran,kekuatan itu bukan segalanya. Bakat lebih sering menjadi penentu daripada kekuatan,” tiba-tiba ada seorang lelaki yang menepuk punggungnya. Dia tidak terkejut,karena daritadi ia tidak pernah menurunkan kewaspadaannya. Kebiasaan dari dulu mungkin.
“Mn,terimakasih atas saranmu,” White String membalas sambil tersenyum. Laki-laki itu lalu pergi meninggalkannya yang masih termenung.
✾✾✾
Setelah membayar makanannya, White String memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Kota Yun. Dengan skala kota kecil, Kota Yun termasuk dalam kota yang cukup ramai.
Apalagi karena termasuk pemukiman terdekat dengan Thousand Swords Mountain Sect. Dengan dibukanya pendaftaran murid baru, pendapatan para pembisnis meningkat dua kali lipat hari-hari biasa. Karena pendaftaran dibuka dua tahun sekali, pemandangan di sini cukup langka.
Ada banyak pedagang yang membuka kios di pinggir jalan. Kebanyakan bukan dari daerah setempat. White String sempat mencoba beberapa jajanan pinggir jalan yang menurutnya enak.(Hin:jajan ga bagi-bagi)
Tidak sengaja sudut matanya menangkap sepasang sosok yang baru saja keluar dari tempat salah satu tabib terkenal di kota tersebut. “Kenapa aku bisa mengingat kalau Patriak Ji Changkong sedang sakit? Mungkinkah aku mengenalnya?” White String tersenyum aneh melihat jubah yang digunakan kedua sosok tersebut.
Karena mereka tidak menyamar, jubah putih yang bersulam sepasang pedang dengan siluet sederhana sebuah gunung di punggung mereka tidak menutupi identitas mereka. Ditambah tiga garis emas di kerah mereka yang menunjukkan posisi mereka sebagai Elder di Thousand Swords Mountain Sect.
Sebuah ide terlintas di kepalanya saat memegang batu pengubah suara. Sambil menjaga jarak agar tidak ketahuan, White String mengikuti dua orang Elder Thousand Swords Mountain Sect.
Raut wajah putus asa tercetak jelas di wajah Elder Bai dan Elder Lang. Bagaimana tidak? Mereka telah mengundang dan bahkan mengunjungi secara pribadi tabib-tabib yang terkenal untuk mencari penawar Racun Iblis Darah yang membuat Ji Changkong,Patriak Thousand Swords Mountain Sect,sekarat hingga saat ini.
“Elder Lang,apa ini sudah berakhir?” Elder Bai bertanya dengan nada suram. Mendengar pertanyaan rekannya,yang disapa Elder Lang itu mau tak mau menghela napas dengan berat. “Berita tentang kita yang kesana-kesini mencari tabib pasti akan diketahui. Lalu fakta kalau Patriak terkena racun juga akan tersebar. Selesai sudah.”
Tanpa mereka sadari,sepasang mata memperhatikan mereka di luar jarak persepsi mereka. Selain pemilik sepasang mata,tidak ada yang mengetahui dimana ia berada.
“Kalau langit menghendaki,tidak ada yang tidak mungkin,” suara pria tua sakit-sakitan bergema di kepala Elder Lang dan Elder Bai dan mengejutkan mereka berdua.
Elder Lang mencoba mencari pemilik suara dengan memperluas persepsinya, tapi hasilnya nihil. Suara itu terdengar lagi, “Hahaha, terlalu cepat seratus tahun untuk menemukanku. Tenang saja, aku bukan musuh.”
“Kalau boleh tahu, apa yang diinginkan senior dengan menghubungi kami?” Elder Bai membalas pemilik suara dengan transmisi suara. “Di timur Kota Yun, ada seorang pemuda berjubah putih yang menggunakan topeng giok. Percaya atau tidak, dia bisa menyelesaikan masalah kalian.”
Setelah mengatakan hal tersebut, suara itu menghilang. Jika kedua Elder tidak mendengarnya bersamaan, mereka mungkin berpikir kalau mereka sedang berhalusinasi.
Setelah keduanya sepakat, mereka menuju ke arah timur Kota Yun. Di sana,mereka bertanya kepada salah satu pemilik kedai.
“Permisi,apa kau pernah melihat seorang pemuda berjubah putih yang memakai topeng giok?”
“Oh,dia dibelakangmu.”
Elder Lang dan Elder Bai kompak menoleh ke belakang. Di sana memang ada pemuda dengan ciri-ciri yang dimaksud.
“Elder Lang,apa kau yakin dia orangnya?” Elder Bai bertanya dengan ragu. “Seharusnya,iya. Aku sudah memeriksa tempat ini dengan persepsiku dan tidak ada orang lain yang mirip dengannya,” Elder Lang penuh keyakinan.(Hin:kenapa gak daritadi pake persepsinya?!Hah?!Nunggu diomelin?!)
Saat mereka menoleh lagi,pemuda itu sudah hilang dari tempatnya. Mereka berdua kelabakan mencari di sekitar mereka.(Hin:persepsi buat apa?)
“Uhum,apa kalian mencariku?”
Tiba-tiba pemuda yang dicari-cari muncul di belakang mereka. Untung mereka bukan orang tua biasa. Jika tidak,mungkin mereka sudah pergi ke alam baka karena serangan jantung.
✾✾✾
“Elder Yao, bagaimana keadaan Patriak?” tanya salah seorang wanita kepada tetua yang berpakaian seperti tabib. ”Elder Yu, kau tahu seberapa parah luka yang dialami oleh Patriak. Bisa tetap bernafas sampai sekarang pun sudah bisa disebut sebagai keajaiban besar,” yang dipanggil Elder Yao itu menjawab dengan cemberut.
Swoosh! Swoosh!
Tiga orang sosok mendarat di halaman.Satunya adalah wanita yang terlihat berusia 40-an tahun berdiri dengan bertopang pada sebuah tongkat kayu, Elder Bai, dan seorang pria yang terlihat berumur beberapa dekade lebih tua dari Elder Bai, Elder Lang. Di belakang mereka ada seorang pemuda yang kelihatannya belum berusia lebih dari dari dua puluh tahun.
“Elder Yu, apa Patriak baik-baik saja?” tanya Elder Bai ketika Elder Yu keluar untuk menyambutnya. Elder Yu tahu ia tidak bisa menyembunyikan emosinya, jadi dia menjawab jujur, ”Elder Bai, Elder Lang, luka yang dialami Patriak terlalu parah. Elder Yao mengatakan hampir mustahil untuk menyelamatkannya.”
“Tapi Patriak belum menunjuk penerusnya. Kematiannya hanya akan menyebabkan gejolak besar di Gunung Seribu Pedang,” Tetua Lang angkat bicara.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong, siapa dia?” Elder Yu menunjuk ke arah pemuda di belakang Elder Bai. Belum Elder Bai dan Elder Lang menjawab, Elder Yu menyambung kata-katanya, “Oh, dia pasti murid yang kalian angkat. Kupikir bakat ya tidak terlalu buruk. Kalian memang punya mata yang bagus.” (Hin:WS terkacangi)
Mendengar penuturan Elder Yu, Elder Bai buru-buru menjelaskan White String dengan transmisi suara. Dia juga menceritakan suara misterius yang membuat mereka mencari White String di timur Kota Yun.
“Apa kau benar-benar dapat menolong Patriak?” tanya Elder Yu dengan wajah penuh harap kepada White String. “Aku tidak tahu, tapi akan kucoba,” jawabnya seraya mengalihkan pandangannya dari mata Elder Yu.
“Kita tidak punya banyak waktu, Patriak bisa pergi ke alam baja kapan saja jika tidak segera ditolong,” kata Elder Bai sambil menyeret White String masuk.
“Baiklah, tapi bagaimana dengan dua orang yang bersembunyi?”
Pertanyaan White String membuat semua orang diam. “Elder Zhao, Elder Du, tidak perlu bersembunyi lagi. Anak ini sudah tahu,” ujar Elder Yu sambil mengikuti Elder Bai menyeret White String. (Hin:asik seret-seretan)
Dua orang pria paruh baya muncul dari ketiadaan sambil menggerutu. “Bahkan seorang junior bisa menemukanku dengan mudah, aku benar-benar sudah tua,” kata salah satu dari mereka.
“Yang pasti anak itu tidak biasa. Aku sama sekali tidak bisa membaca tingkat kultivasinya, seolah-olah kemampuannya berada di atasku,” kata salah seorang lagi. “Mana mungkin kemampuannya di atas pria berusia dua abad seperti kita? Jangan bercanda.”
Kedua orang tua itu berada di Heavenly Qi Realm tanah kesembilan dan kesepuluh. Mereka tidak tahu kalau White String berada di Divine Qi Realm tanah kesepuluh, jauh di atas mereka.
✾✾✾
Elder Yao memperhatikan dengan sungguh-sungguh gerakan White String dalam menggerakkan jarum perak di atas tubuh Ji Changkong. Bahkan baginya yang merupakan seorang tabib, gerakan tangan White String lebih seperti menari. Dari hanya melihat, dia bisa belajar lebih banyak tentang pengobatan.
Setelah beberapa waktu, Patriak Ji akhirnya sadar bahkan sembuh total. Elder Yao yang masih tenggelam dalam pikirannya juga terbangun.
“Anak muda, teknik jarum apa itu? Sesungguhnya ada teknik jarum yang begitu indah,” Elder Yao buru-buru bertanya sebelum orang lain dapat bereaksi. “Itu hanya gerakan jarum biasa, tidak ada yang istimewa,” jawab White String dengan santai.
“Mustahil! Aku telah menjadi tabib selama satu milenium, dan teknik ini adalah yang baru pertama kali aku lihat,” Elder Yao tetap percaya kalau gerakan tangan White String adalah teknik tingkat tinggi. Setelah memikirkan kata yang tepat, White String menjelaskan, “Aku tidak menggunakan teknik istimewa yang kau maksud, tapi aku menggunakan formasi delapan trigram sebagai dasar untuk menentukan di titik mana jarum perak mendarat. Selain mengurangi kesalahan, formasi delapan trigram juga meningkatkan efek dari jarum untuk akupunktur.”
Selain Elder Yao yang mengetahui ilmu pengobatan, semua orang yang ada di sana berpura-pura mengerti. Inilah pertama kalinya mereka mendengar ilmu medis akupunktur bisa dilakukan dengan ilmu formasi juga.
“Benar-benar luar biasa! Dengan ini, ilmu medis akan mengalami kemajuan sekali lagi. Aku akan menghubungi teman-temanku nanti. Katakan, darimana kau mempelajari ini?”
Menghadapi Elder Yao yang sangat bersemangat, White String bingung harus bagaimana menghadapinya.
“A-ku, juga tidak tahu.”
“Apa?!”
“Aku kehilangan seluruh ingatanku. Jadi aku tidak tahu darimana aku mempelajari ini.”
Singkat, tapi menjelaskan semuanya. White String menceritakan bagaimana ia terbangun di Hutan Lembayung dan sebuah poster yang membuatnya mengetahui siapa namanya. Ia menunjukan poster tersebut di depan semua orang sebelum menyimpannya kembali. Walaupun hanya sekejap, bagi para Elder yang mempunyai memori fotografi, itu sudah cukup untuk mengingat wajah White String yang sulit dijelaskan.
“Bagaimana jika kau tinggal di sini sampai ingatanku kembali? Aku akan menghubungi beberapa penyedia informasi kalau-kalau ada yang mencatat identitasmu,” Ji Changkong tiba-tiba angkat suara dan mengejutkan semua orang.
“Patriak, kapan anda sadar?”
“Sejak tadi. Kalian terlalu sibuk sehingga tidak menyadari ya,” Ji Changkong menjawab dengan datar.
‘Tidak tahu apa Ji Changkong punya maksud lain, lebih baik kuterima tawarannya,’ White String membatin. “Itu bukan ide yang buruk. Aku berterimakasih pada Patriak untuk itu. Tapi aku tidak bisa menjadi murid di sini.”
“Mengapa?” Ji Changkong yang sudah sangat senang ketika White String akan menerima bantuannya merasa penasaran dengan alasan mengapa White String tidak bisa menjadi murid Thousand Swords Mountain Sect. Menurutnya, walaupun sekte ini termasuk sekte menengah, pengaruh dan kekuatannya hampir setara dengan sekte besar.
“Bukan apa-apa, tapi aku sudah ada di Divine Qi Realm.”
Ruangan menjadi sunyi ketika semua orang terdiam. “Kau bisa menjadi guru di sini. Elder Yu akan mengurusnya,” keheningan akhirnya dipecahkan oleh suara Ji Changkong. Mendengar namanya dipanggil, Elder Yu pamit untuk mengurus hal-hal yang diperlukan untuk White String menjadi guru di Thousand Swords Mountain Sect.
Setelah Elder Lang mengantar keluar White String, Ji Changkong memanggil Elder Bai. “Elder Bai, kurasa aku sudah menemukan calon yang tepat untuk Lingling,” ujar Ji Changkong. Lingling adalah putri bungsunya, sekaligus satu-satunya.
“Jangan bilang kalau Patriak ingin menjodohkan mereka? Wajahnya tidak terlalu buruk, sih,” komentar Elder Bai. “Oh ya, jangan lupa untuk mencari tahu umurnya.”
✾✾✾
__ADS_1
*Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi