White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 10 : Gua Bintang


__ADS_3

Bab 10 : Gua Bintang


Author : Hin Alfa


Editor : Alufra


Fire Lion King dalam wujud manusia adalah seorang pemuda dengan rambut merah dan telinga runcing. Walaupun banyak manusia yang memiliki fisik tidak biasa, Fire Lion King tetap akan menjadi pusat perhatian jika berjalan-jalan di tengah kota.


Sepertinya Fire Lion King dan Golden Ape King sangat akrab. Setidaknya menurut White String yang telah melihat sendiri mereka bermain jambak-jambakan dan jitak-jitakan dalam satu jam terakhir.


White String diam-diam menggambar di tanah menggunakan ranting sambil menunggu Fire Lion King dan Golden Ape King menyelesaikan kegiatan akrab mereka.


Dua jam kemudian, White String baru saja menyelesaikan buku ke-13 yang ia baca.


“Kalian sudah selesai?” Dia menatap kedua makhluk yang duduk berjauhan dengan memalingkan wajah sambil melipat lengan itu.


Menyadari tidak ada yang berniat menjawab pertanyaannya, dia menghela nafas emosi. Kemudian, White String mengeluarkan kuas dan kertas kuning. Bersiap untuk menghabiskan waktu daripada menonton dua Spirit Beast bertengkar.


Tunggu, sepertinya ada yang terlupakan?


Tapi White String tidak peduli lagi dan menulikan telinganya agar tidak mendengar pertengkaran di dekatnya. Tidak butuh waktu lama untuk dia mencurahkan perhatiannya ke jimat yang sedang di buatnya.


‘Ini akan memakan waktu lama,’ pikirnya.


✾✾✾


Sementara itu, dua belas orang remaja sudah menginjakkan kakinya di sebuah danau tanpa nama. Tidak salah lagi, mereka adalah Ji Lingling dan yang lainnya.


“Akhirnya kita sampai!” seru Ji Lingling sambil meregangkan tubuhnya. Berjalan terus menerus selama beberapa jam cukup membuat ototnya pegal.


“Walaupun kita harus menghabiskan banyak waktu untuk berputar-putar, setidaknya kita tidak bertemu Magical Beast satu pun. Kita benar-benar beruntung.” Liu Gu melihat bayangannya di permukaan air danau yang jernih.


Tanpa sadar, Liu Xinxian melirik saudara satu ayah yang hanya lebih tua beberapa minggu darinya itu. “Jika bukan Xiao Zhan, siapa lagi yang akan membantu kita? Dan jangan lupa, dia adalah Magical Beast kelas 8,” koreksinya sambil tersenyum sinis.


Liu Gu tersenyum tipis, lalu melirik Xiao Zhan yang sedang bermain dengan anak-anak perempuan. Kucing imut itu menghancurkan image Magical Beast yang berbahaya.


Daripada menyeramkan, penampilannya membuat siapa pun ingin memeluk dan memanjakannya. Mungkin karena Xiao Zhan masih belum dewasa. Jika dia sudah mencapai kedewasaan, penampilannya akan berubah.


“Airnya sangat menyegarkan!” Yun Yuanling yang sedang merendam kakinya ke dalam air danau perlahan menikmati perasaan nyaman dari sejuknya air bening.


Lu Xiaoyi yang berada di dekatnya mengangguk setuju. Lalu dia berjongkok di samping Yun Yuanling sambil mengaduk-aduk air dengan jarinya.


“Danau ini mengandung energi kuarsa. Karena itu kita bisa memulihkan kelelahan dengan cepat,” kata Lu Xiaoyi.


“Energi kuarsa? Apa itu?” Shen Jie tanpa sadar bertanya. Mendengar ada yang bertanya, Lu Xiaoyi menoleh ke arahnya.


“Aku tak tahu.”


Pletak!


Sebuah bukit kemerahan tumbuh di kepala Lu Xiaoyi yang berasap karena ‘usapan lembut’ dari Yun Yuanling. “Lalu dari mana kau tahu itu energi kuarsa?”


Untung saja Lu Xiaoyi tidak tercebur ke danau. Sambil mengelus-elus bukit di kepalanya, Lu Xiaoyi menjelaskan, “Sampai saat ini, tidak ada yang tahu apa itu energi kuarsa. Energi kuarsa tidak berbentuk, dan melebur dengan energi spiritual di sekitarnya. Kecuali energi kuarsa berkumpul di satu tempat, hampir tidak mungkin mendeteksinya.”


“Jadi danau ini adalah tambang energi kuarsa, ya? Memangnya energi kuarsa itu buat apa?” sambung Feng LiYing.


“Um, aku tak tahu banyak. Tapi energi kuarsa biasanya digunakan untuk meningkatkan keberhasilan membuat jimat atau artefak. Itu pun aku dengar dari ayahku.” Lu Xiaoyi mengangkat bahu.


Tiba-tiba, Xiao Zhan berlari ke pelukan seorang gadis kecil yang baru melangkah keluar dari rumah White String. Sontak dua belas remaja itu menoleh ke arah gadis tersebut.


Tubuhnya bergetar sedikit ketika ditatap sedemikian rupa oleh mereka. Tapi dia segera menenangkan dirinya. “Xiao Zhan, siapa mereka?” bisiknya kepada kucing putih di pelukannya.


“Miao! Miao!”


“Oh, jadi itu teman-teman Kakak White. Kau hebat sekali bisa mengantar mereka ke sini.” (Hin:Please kill me when I’m wrote this sentence)

__ADS_1


Gadis kecil itu adalah Hua Mei. Dia memberanikan diri untuk mendekati dua belas orang yang tengah menatapnya.


“Jiejie, apa dia baru saja berbicara dengan Magical Beast?” bisik Xiao XiXuan kepada kakaknya, Xiao XiQian. “Magical Beast yang telah mengembangkan kecerdasan manusia biasanya bisa mengerti bahasa manusia. Tapi aku tidak pernah melihat ada yang bisa mengerti bahasa binatang seperti itu,” balas Xiao XiQian sambil berbisik juga.


“Halo, namaku Hua Mei.” Hua Mei memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis. Untung saja tidak ada lolicon di sini, atau FBI harus mendobrak pintu isekai untuk menangkap seseorang.


“Halo, anak manis. Aku Yun Yuanling, panggil saja Kakak Yuanling. Nah, kenapa kau ada di sini?” Yun Yuanling yang pertama kali berinisiatif berkenalan dengan Hua Mei.


“Oh, jadi itu Kakak Yuanling. Sebenarnya...”


Hua Mei pun menceritakan bagaimana dia dikejar-kejar oleh sekelompok orang dan diselamatkan oleh White String. Lalu dia juga mengatakan sesuatu tentang sektenya yang hancur dalam semalam.


“Marga Hua? Apa kau dari Golden Pottery Valley?” Sheng JiangLao langsung merasa akrab dengan marga yang disandang Hua Mei.


“Bagaimana Kakak bisa tahu? Apa Kakak hanya menebak?” Hua Mei menatap Sheng JiangLao dengan matanya yang berkilau.


Sebelum Sheng JiangLao menjawab, Feng LiYing sudah menyela, “Ibunya juga bermarga Hua dan berasal dari Golden Pottery Valley. Tadi malam, kami menerima berita kalau Golden Pottery Valley sudah tidak ada lagi. Awalnya kami tidak percaya, tapi keberadaan dan ceritamu membuktikan bahwa itu benar.”


Feng LiYing, Shen XiaoJie, dan Sheng JiangLao adalah teman baik. Keluarga mereka juga menjalin kekerabatan. Sehingga tidak heran kalau mereka saling berbagi informasi satu-sama lain.


Tanpa mereka sadari, matahari sudah berada di ufuk barat. Mereka menikmati pemandangan yang tercermin di atas permukaan danau.


“Eh? Kenapa White String belum datang?” Ji Lingling tiba-tiba menyadari kalau orang yang memanggil mereka tidak ada.


“Oh, itu. Kakak White pergi tadi pagi, tidak tahu kemana.” Hua Mei yang masih memeluk Xiao Zhan menjawab.


Karena hari sudah hampir malam, mereka masuk ke rumah dan tidur di kamar yang sudah disiapkan. (Hin:nyebut paviliun salah, villa salah, rumah lebih salah. Seharusnya yang dipake tidur murid-muridnya WS itu asrama, kan?)


✾✾✾


Sementara itu, di hutan.


Dua orang, atau lebih tepatnya dua makhluk yang menyerupai manusia, sedang duduk di depan pintu sebuah gua yang gelap.


“Yanjing, apa menurutmu anak itu akan berhasil?” tanya Huo Zong, Fire Lion King, kepada Jing Yanjing, Golden Ape King.


Jing Yanjing melirik Huo Zong sebentar, kemudian menghela nafas berat. “Dia bahkan kehilangan seluruh kenangannya. Pasti dia telah melewati musibah yang sangat berat. Karena anak itu masih bisa selamat, bukan mustahil untuk menyelesaikan ujian ini.”


“Tapi kemungkinannya sangat kecil, ‘kan? Kau tahu sendiri seberapa sulitnya ujian itu,” ucap Huo Zong sambil mengangkat bahu.


Dimana White String? Ujian apa?


Mari kita undur waktunya beberapa ratus kata. Karena kalau diundur beberapa jam, ini bukan mesin dengan jarum yang bergerak.


✾✾✾


Huo Zong dan Jing Yanjing mendekati White String yang sedang menulis jimat.


“Kalian tidak mau lanjut?” tanya White String setelah menyimpan alat-alatnya. Mereka berdua tidak menjawab, tapi hanya memalingkan wajah.


“Oh, kalau begitu seharusnya sudah selesai.” White String menyimpulkan.


“Jadi kembali ke masalah utama, bagaimana kau bisa memiliki aura Gua Bintang?” Jing Yanjing kembali bertanya hal sama seperti di bab sebelumnya.


“Tidak tahu,” jawab White String dengan wajah polos. Huo Zong yang melihat kesabaran rekannya mulai menipis dengan cepat segera menyela.


“Tidak masalah jika tidak tahu. Apa kau pernah mengalami kejadian besar atau menolong orang tua paruh baya lalu diberi sesuatu? Pasti tidak tahu, ‘ya? Kalau begitu ceritakan kisah hidupmu kepada kami.” Huo Zong berkata dengan kecepatan 200 km/detik.


Setelah mencerna perkataan Huo Zong, White String mulai memikirkan bagaimana cara menjelaskan kalau ia kehilangan seluruh ingatannya. Bahkan dia sendiri tidak tahu namanya siapa.


“Tidak ada petunjuk lain?” Jing Yanjing bingung karena tidak ada sesuatu yang bisa dikaitkan dengan Gua Bintang.


“Mmm, mungkin ada.”


White String menaikkan lengan bajunya, memperlihatkan tato naga yang tercetak di pergelangan tangan kirinya. “Apa kalian mengenal tanda ini?”

__ADS_1


“Itu seperti naga,” gumam Jing Yanjing. Disampingnya, Huo Zong menghela nafas. “Itu memang naga. Tidak mungkin itu seekor ular.”


“Jadi kalian mengenalinya?” White String menaikkan alis melihat reaksi mereka berdua.


“Tidak,” balas keduanya. Tapi Huo Zong memiliki ekspresi yang rumit. Seperti ada yang dia sembunyikan.


“White String, boleh aku lihat dahimu?” tanya Huo Zong tiba-tiba. White String sedikit terkejut, tapi tidak menolak. Ia melepas topengnya dan menyingkirkan rambut poni yang menutupi dahinya.


Sebenarnya alasan White String memakai poni dan memanjangkan poninya bukan hanya wajahnya, tapi sebuah garis merah crimson yang ada di dahinya.


Garis merah itu seperti tanda dari iblis. Sangat kontras dengan wajah White String. Jika tidak dilihat dengan baik, orang akan mengira dirinya dari aliran hitam.


“Jadi begitu!” Huo Zong mengangguk mengerti. “Apa kau punya sebuah benda, seperti tusuk konde, yang diukir dengan karakter ‘surga’?”


White String punya benda yang dimaksud. Tapi perlu waktu untuk mengaduk-aduk cincin ruangnya untuk menemukan benda tersebut.


Benda itu seperti tusuk konde, persis yang dikatakan Huo Zong. Dihiasi bulu phoenix, sebuah karakter tradisional ‘surga’ terukir di mata konde.


“Huh, ternyata kunci menuju Gua Bintang. Tidak heran auranya menempel kepadamu.” Jing Yanjing mendengus. Tapi diam-diam dia senang tanpa alasan.


White String jatuh ke pemikiran yang dalam. ‘Sepertinya terlalu banyak hal yang terjadi sebelum aku hilang ingatan,’ batinnya.


“Hehe, keberuntunganmu tidak buruk. Baiklah, kuperkenalkan lagi diriku, Fire Lion King, Huo Zong, dan Golden Ape King, Jing Yanjing, adalah penjaga dari Gua Bintang, yang sekarang kunci masuknya sedang kau pegang,” ucap Huo Zong dengan semangat menggebu-gebu.


“Ha?”


“Huo Zong, jelaskan dengan benar! Kau membuatnya bingung!” kata Jing Yanjing sambil menjitak Huo Zong.


“Ah, sakit! Kenapa tidak kau saja yang menjelaskan? Bukankah kau selalu mengatakan bahwa penjelasanku tidak jelas?”


Jing Yanjing menarik nafas, “Begini, dulu ada seorang kultivator yang sangat hebat. Dia menciptakan Gua Bintang yang misterius dan membuat kami menjaganya. Gua Bintang hanya bisa dimasuki oleh orang yang memegang kuncinya, karena itu kami tidak tahu situasi di dalam walaupun sudah di sini selama beberapa puluh ribu tahun. Pemegang kunci Gua Bintang adalah seorang jenius di eranya. Tapi semakin besar potensi pemegang kunci, semakin sulit ujian yang diberikan.”


Sambil mengangguk berpura-pura mengerti, White String kembali melirik tusuk konde di tangannya. “Jadi aku bisa memasuki Gua Bintang dengan kunci ini? Lalu, apa manfaatnya bagiku? Mengembalikan ingatanku adalah prioritas utama, tidak ada waktu untuk hal seperti ini.”


Jing Yanjing dan Huo Zong memasang wajah datar. Yah, mereka tidak tahu bagaimana rasanya tidak mengingat dirinya sendiri, bahkan namanya pun tidak tahu.


Setelah terbatuk sebentar, Huo Zong melanjutkan penjelasan Jing Yanjing, “Gua Bintang terkait dengan tanda di dahimu. Bukan tidak mungkin kau mendapatkan beberapa pecahan ingatan masa lalumu. Lagipula, semua ini adalah takdir.”


“Baiklah. Bagaimana caraku memasuki Gua Bintang?” White String dengan cepat membuat keputusan. Walaupun ia sendiri tidak yakin atas pilihannya.


Jing Yanjing dan Huo Zong saling berpandangan sebentar sebelum memberikan isyarat mengangguk satu sama lain.


〜〜〜


Aru : Hin, kok bahasa di chp ini agak beda sama yang sebelum-sebelumnya?


Hin : ....


Aru : Kak?


Hin : Gimana perasaan lu pas diterima jadi personel D-class di SCP-Foundation?


Aru : Seneng bgt, kak. Serasa lebih dekat ke sisi Tuhan


Hin : _-


:V


Minggu ini bahas arti nama WS aja lah ya?


Ga ada yang penasaran?


Oke, jadi ada sebuah urban legend di negeri sakura dengan judul yang sama, White String.


Coba kalian baca, deh. Hin milih judul novel ini dari urban legend itu.

__ADS_1


__ADS_2