White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 7 : Melawan Si Bilah Hitam


__ADS_3

Bab 7 : Menghadapi Si Bilah Hitam


Author : Hin Alfa


Editor : Alufra


Lu Xiaoyi bukanlah orang yang populer di antara teman-teman sebayanya. Walaupun bakatnya di dalam bela diri hanya sedikit di atas rata-rata, kemampuannya dalam menciptakan senjata hampir menyamai seorang master tingkat tinggi. Apalagi kemampuannya dalam menulis prasasti dan menguraikan formasi.


Dia adalah putra tunggal dari Lu XuanTong, salah satu Elder di Klan Lu. Klan Lu bukan klan besar, tapi adalah cabang yang diciptakan Klan Sage Zhang untuk memperkerjakan para budak sebagai pandai besi. Lama-kelamaan, Klan Lu berubah menjadi klan independen walaupun masih di bawah yurisdiksi Klan Zhang.


Ia cukup bingung karena Tetua Lang memintanya datang ke halaman latihan dekat pintu barat. Hanya dua alasan mengapa kau dipanggil oleh tetua, menjadi orang yang berbakat atau pembuat onar. Dan Lu Xiaoyi yakin dirinya tidak termasuk dalam dua hal tersebut. Dengan malas ia berjalan menuju tempat yang diperintahkan.


Ketika berjalan, ia bertemu Ji Lingling dan seorang pemuda tidak dikenal. Jadi dia memutuskan untuk menyapanya.


“Selamat pagi, Nona Ji. Ngomong-ngomong hari ini cuacanya cerah, ya?” sapa Lu Xiaoyi dengan ramah.


“Selamat pagi, Tuan Muda Lu. Oh, kenalkan pria di sampingku ini, namanya White String,” balas Ji Lingling sambil mengenalkan White String kepada Lu Xiaoyi.


“Tidak perlu formal, panggil saja Lu Xiaoyi. Dan apa dia...”


“Hehe, dia tunanganku,” kata Ji Lingling tiba-tiba dengan memeluk White String. Yang dipeluk memilih tidak menanggapinya karena pasti tidak akan dihiraukan oleh Ji Lingling.


“ Kau bisa memilih untuk tidak mempercayainya. Dia berbohong soal pertunangan,” bisik White String kepada Lu Xiaoyi sambil menunjuk Ji Lingling.


“Fuu, kamu tega sekali berkata seperti itu. Ayah sendiri yang bilang kalau dia sudah membicarakan perjodohan denganmu,” Ji Lingling menggembungkan pipinya karena kesal.


‘Tapi itu tidak berarti aku setuju!’ White String diam-diam mengumpat di dalam hatinya. Setelah melepaskan pelukan Ji Lingling, dia berbalik untuk pergi.


“Aku sudah mendapatkan firasat buruk sejak kau datang ke tempatku dan aku akan pulang untuk mencegah firasat burukku menjadi kenyataan,” jelasnya.


Lu Xiaoyi sedikit terkejut ketika melihat White String beranjak pergi, tapi ia lebih terkejut lagi karena tiba-tiba ada orang yang menepuk bahu White String. Lu Xiaoyi tidak merasakan aura orang tersebut sampai dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


“Sayang sekali, firasatmu sudah menjadi kenyataan,” ejek Ji Changkong. White String berdecih kesal melihat penampakan makhluk yang paling menyebalkan menurutnya itu.


“Oh, Lu Xiaoyi, ya? Kebetulan sekali, yang lain sudah menunggu. Ayo pergi.”


Akhirnya Ji Changkong membawa mereka bertiga ke tempat yang dijanjikan.


✾✾✾

__ADS_1


“Ji Changkong, keluar kau! Duel kita belum selesai!”


Seorang wanita terlihat melayang di gerbang timur Thousand Swords Mountain Sect. Topeng Phoenix yang dikenakannya tidak menutupi sosoknya yang menggoda dibalik pakaian ketat hitamnya.


Dibelakangnya, ada seorang pria dengan penampilan terhormat yang tengah mengibaskan kipas kertasnya.


Wanita yang membawa pedang itu adalah Feng ShuiYue, dan di belakangnya adalah Feng LengYue.


Alasannya datang ke Thousand Swords Mountain Sect adalah untuk menantang Ji Changkong, yang merupakan lawan abadi baginya.


Dulu sekali, sekitar dua ratus tahun yang lalu, Feng ShuiYue kalah bertanding melawan Ji Changkong dalam duel pedang. Hingga sekarang, dia sering menantang Ji Changkong untuk menebus kekalahannya dulu. Walaupun, dia lebih sering kalah daripada menang.


Ji Changkong tiba tak lama dengan membawa tiga orang di belakangnya. Feng ShuiYue mengenali salah satunya sebagai putri bungsunya, Ji Lingling. Sedangkan dua orang lainnya, dia tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Tapi ada sedikit aura berbahaya yang ia rasakan dari seorang pemuda bertopeng di belakang Ji Changkong.


“Feng ShuiYue, kau belum puas kalah? Aku sengaja membiarkanmu menang terakhir kali untuk menghormatimu,” Ji Changkong langsung menyindir topik paling rawan bagi Feng ShuiYue.


“Ya ampun, Saudara Ji, bukankah tabu untuk membuat marah seorang gadis? Kau bisa menderita hukuman ilahi, lho,” Feng LengYue menggantikan saudarinya membalas Ji Changkong.


Bersamaan dengan itu, Ji Changkong mengirim transmisi suara kepada White String. 'Lukaku belum pulih sepenuhnya, aku tidak bisa melawannya dengan keadaan seperti ini. Bisakah kau menggantikanku, kali ini?’ kira-kira begitulah isi pesannya.


Berita sakitnya Ji Changkong ditutupi dari publik. Walaupun muncul beberapa spekulasi tentang itu, Feng ShuiYue sama sekali tidak mengetahui kalau Ji Changkong pernah hampir mati sebelumnya.


“Dasar sombong. Selalunya pertandingan kita berakhir hanya dengan sedikit margin. Dan kau menyuruhku untuk melawan orang lain? Kau pikir kemampuanmu sehebat itu?” Feng ShuiYue marah karena merasa diremehkan.


“Tidak, kau tidak perlu melawannya dengan sungguh-sungguh. Kalau kau bisa melepas topengnya, itu bisa dianggap sebagai kemenanganmu. Jangan salah, aku juga tidak bisa melakukannya. Jika kau bisa melakukannya, artinya kau lebih hebat dariku,” jelas Ji Changkong.


Ji Changkong merasakan dingin di punggungnya. Ia berbalik dan melihat tatapan dingin dari mata elang White String. Sambil meneguk ludahnya, ia pura-pura tidak tahu.


“White String, kalau kau kalah, kau harus melepas topengmu. Dengan begitu banyak orang di sini, kau tidak akan menolaknya, ‘kan?”


“Benar-benar tidak meninggalkan jalan bagiku untuk kalah, ya? Baiklah, aku akan membalasmu lain waktu. Pada saat itu, aku yakin kau tidak bisa berkata apa-apa,” ancam White String. Bulu kuduk Ji Changkong berdiri ketika menyadari mata White String bersinar dengan cahaya gelap yang menakutkan.


“Apa dia yang akan melawanku? Dia tidak terlihat sehebat yang kau katakan,” Feng ShuiYue menunjuk White String. Sebenarnya, aura berbahaya yang ia rasakan berasal dari White String. Tapi Feng ShuiYue menganggap itu hanya perasaannya saja.


“Ya, itu aku. Apa ada masalah?”


“Tidak. Hanya saja, apa susahnya melepas topengmu? Aku biasa melepas kepala orang selama ini. Hati-hati, jangan sampai pedangku salah sasaran dan mendarat di lehermu,” goda Feng ShuiYue. Sayangnya, godaannya tidak ditanggapi oleh White String.


Di dekat gerbang timur, ada sebuah arena pertarungan. Mereka memutuskan untuk bertanding di sana.

__ADS_1


Feng ShuiYue dijuluki Si Bilah Hitam. Karena ia memakai sebuah pedang berwarna hitam yang bernama Luminous Sword. Dengan pedang ini, ia hanya kalah dari Ji Changkong dan beberapa orang terkuat di Benua Daratan Bulan. Jika diperingkatkan, dia mungkin termasuk dalam 100 orang terkuat.


Dia mengeluarkan Luminous Sword dari awal karena tidak ingin meremehkan lawannya. Sedangkan White String mengeluarkan sebuah pedang berwarna perak dengan lebar dua setengah jari. Pedangnya sangat tipis dan terlihat sangat rapuh dibandingkan dengan Luminous Sword.


“Apa itu senjata terbaikmu?” tanya Feng ShuiYue.


“Sebenarnya, bukan. Tapi harusnya cukup untuk melawanmu,” jawab White String datar.


“Hmph! Bersiaplah!”


Sambil menghunus pedangnya, Feng ShuiYue menjadi kabur sebelum tiba tepat di depan White String. Dia berniat membelah topeng White String dengan sekali tebasan pedang.


White String yang bisa melihat niat Feng ShuiYue tidak berusaha untuk menghindar. Sebaliknya, ia mengangkat pedangnya untuk menyambut serangan lawannya.


Angin kencang yang tercipta karena tubrukan dari dua artefak menghalangi pandangan penonton terhadap situasi di dalam arena.


Di samping Lu Xiaoyi, Ji Lingling meremas tangannya karena terlalu cemas. Dia berharap White String kalah hari ini. Kenapa? Karena dia ingin melihat wajahnya secara langsung. Sebelumnya, Ji Lingling mengetahui rupa White String dari ingatan yang diwariskan oleh Ji Changkong. Dia pernah bertanya kepada Elder Yu, dan yang terakhir bilang kalau wajah White String memang tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun di dunia ini.


“Apa?!”


Jeritan kaget terdengar. Itu suara Feng ShuiYue. Para penonton menyipitkan matanya karena kabut debu menghalangi sedikit penglihatan mereka.


Di arena, Si Bilah Hitam mengambil jarak sepuluh langkah dari pemuda yang menyilangkan pedangnya. Angin masih berhembus kencang, tapi rambut pemuda itu tidak bergoyang sedikit pun. Seolah-olah ia tidak berada di sana, melainkan di dunia lain.


Dalam dao pedang, kultivator mengenal aura pedang, niat pedang, jiwa pedang, dan tubuh pedang. Sebagai seorang pendekar pedang, Feng ShuiYue mengetahui dengan baik bagaimana sulitnya melatih aura pedang sampai tubuh pedang. Bahkan seseorang bisa terjebak di suatu ranah seumur hidupnya tanpa kesempatan untuk menerobos sama sekali.


Di atas tubuh pedang, ada yang disebut domain/dunia pedang yang merupakan ranah legenda. Dalam catatan sejarah, hanya beberapa dewa saja yang mampu mencapainya.


Ketika mencapai dunia pedang, seorang pendekar pedang akan bersatu dengan pedang dan lingkungan sekitarnya. Angin kencang tidak akan mendorongnya, ombak besar tidak bisa menghanyutkannya, bahkan gempa bumi tidak menggesernya, itulah dunia pedang!


(Catatan dari Hin: Sebenarnya pendekar pedang merujuk kepada Swordsman dan Bladesman, padahal Sword Dao dan Saber Dao itu beda😭. Tapi dalam bahasa Indonesia, sword dan saber itu memiliki arti yang hampir sama. Dan akan memakan terlalu banyak kata untuk menjelaskan Dao jadi di-skip saja😭. Maafkan aku😭)


Ji Changkong yang menonton dari jauh juga tidak kalah terkejut. Sebagai orang yang digadang-gadang sebagai ahli pedang paling berbakat di antara generasi seusianya, dia masih membutuhkan puluhan tahun untuk mempelajari niat pedang. Tapi melihat seorang pemuda yang umurnya bahkan tidak setengah miliknya telah mencapai dunia pedang, Ji Changkong merasa waktu yang digunakannya untuk mempelajari Dao Pedang sia-sia.


“Pertandingan ini tidak ditakdirkan untuk berjalan lancar. Aku harus serius melawan bocah ini.” Feng ShuiYue tersenyum kecut.


“Maaf mengganggu, tapi kali ini hampir mencapai 1.500 kata. Bukankah lebih baik kita akhiri dulu sampai sini?” Feng LengYue tiba-tiba memotong bagian paling penting dari bab ini.


Hin yang masih sibuk memandikan Pou hanya melirik sebentar sebelum kembali kepada kesibukannya. “Bab berikutnya akan dirilis minggu depan. Kalau kalian tidak sibuk, silahkan hitung bulu sikat gigi sambil menunggu bab berikutnya terbit.”

__ADS_1


__ADS_2