
Bab 12 : Blood Bat Sect
Author : Hin Alfa
Editor : Hin Alfa
Di kedalaman Black Forest, di bawah kegelapan bayangan pohon-pohon, markas Blood Bat Sect dibangun.
Seseorang bertudung hitam dengan lincah menginjak ranting-ranting pohon. Sampai di depan sebuah gua, dia berhenti.
Gua tersebut adalah pintu masuk sekte iblis Blood Bat Sect. Untuk masuk, diperlukan kata sandi yang hanya diketahui oleh anggota sekte.
“Orang hilang membawa selendang biru.”
Setelah dirinya mengatakan kata sandi, pintu batu mulai bergeser. Aura kematian yang pekat segera menyembur keluar dan membuat orang itu merinding.
Setelah bersusah-payah meneguk ludahnya, dia memberanikan diri untuk masuk.
Dia adalah Wu Dai, mata-mata dari Blood Bat Sect. Dia baru saja membawa berita penting yang perlu disampaikan kepada Patriak secara langsung.
Markas Blood Bat Sect lebih mirip seperti kota bawah tanah. Ada banyak bangunan yang terbuat dari lumpur dan batu di sana-sini.
Tapi aura kematian masih melayang-layang di udara. Aura kematian itu mempengaruhi anggota sekte menjadi lebih tidak berperasaan dan memandang rendah nilai kehidupan.
Anggota Blood Bat Sect hampir tidak pernah tersenyum. Mungkin karena mereka terlalu sering bergaul dengan zombie dan vampir yang tanpa emosi.
Wu Dai segera menuju kastil yang terletak di bagian terbawah kota. Kastil tersebutlah markas Blood Bat Sect yang sebenarnya.
Setelah menginjakkan kakinya di pintu masuk kastil, seekor kelelawar terbang melaporkan kedatangannya kepada Wu Ao, Patriak Blood Bat Sect sekarang.
Sebenarnya Wu Ao punya penampilan seperti pria berusia dua puluhan, tapi hampir semua orang dari aliran putih tahu berapa abad dia telah hidup.
“Oh, Wu Dai? Kuharap kau membawa berita baik,” ucap Wu Ao sambil tersenyum manis. Jika tidak dipadukan dengan secangkir darah di tangannya, dia pasti bisa memikat hati para wanita.
Wu Dai yang sedang berlutut diam-diam berkeringat dingin. “Maafkan hamba rendah ini, hamba tidak bisa membawa berita baik yang tuan inginkan.”
“Katakan.” Wu Ao mengerutkan keningnya mendengar bahwa dia tidak mendapatkan kabar yang ia inginkan. Kalau saja ia tidak ingin mendengar kabar yang dibawa bawahannya, dia pasti sudah membunuhnya sekarang.
“Ji Changkong dari Thousand Swords Mountain Sect masih hidup dan sehat. Selain itu, orang-orang yang kita kirim berhasil ditangkap dan sekarang menjadi sandera...”
__ADS_1
Belum selesai Wu Dai berbicara, Wu Ao melemparkan cangkirnya ke dinding sambil berteriak frustasi.
“ARGHH!”
Suaranya bergema di seluruh penjuru kastil. Anggota sekte yang berada di sekitarnya tidak berani mendekat walaupun mereka penasaran dengan apa yang terjadi.
“Tuan...” Wu Dai gemetaran melihat Wu Ao yang mulai menggila.
“Bagaimana bisa?! Bagaimana bisa?! JAWAB!” bentak Wu Ao.
“Tu-tuan, hamba menerima informasi tentang seorang pemuda yang baru-baru ini datang ke Thousand Swords Mountain Sect. Diduga dia terlibat dalam selamatnya Ji Changkong dan gagalnya anggota sekte yang kita kirim,” jawab Wu Dai sambil tergagap-gagap.
“Hehe, seorang pemuda? Menarik, hehe. Hahaha!”
Wu Ao tertawa terbahak-bahak seperti orang yang kehilangan akalnya. Wu Dai yang berada di dekatnya hanya bisa bergidik ketakutan.
“Jangan tunda lagi! Mari kita hancurkan Thousand Swords Mountain Sect dan tangkap pemuda itu.”
✾✾✾
“... Frozen Andes Mountains Range? Kenapa bukan Elder lain saja?”
“Baiklah. Tidak ada hal lain lagi, bukan?” White String menjawab dengan setengah hati.
Wilayah Thousand Swords Mountain Sect ada di bagian utara Benua Daratan Bulan, sehingga memiliki iklim subtropis. Dan bulan ini sudah masuk ke musim dingin.
Banyak Elder yang meminta cuti di musim ini. Sebenarnya White String juga ingin pergi ke sana untuk mengurus sesuatu, tapi Ji Changkong malah menitipkan hal yang sangat merepotkan kepadanya.
Pemandangan bersalju menemani perjalanan White String ke Frozen Andes Mountains Range. Walaupun jaraknya cukup dekat, masih butuh waktu setengah hari terbang dengan kecepatannya saat ini.
Sampai di perbatasan, White String mendarat dan melanjutkan dengan dengan berjalan kaki. Frozen Andes Mountains Range adalah kawasan dilarang terbang.
Jika beruntung, dia akan dihantam badai salju yang selalu bertiup di tempat tersebut. Jika dia sedang sial, akan ada Spirit Beast terbang yang menghalanginya.
Tidak peduli badai salju atau Spirit Beast, White String tidak mampu melawan dengan kekuatannya saat ini. Jadi mengambil jalan aman akan menjadi yang terbaik.
Hampir tidak ada tumbuhan yang hidup di bawah cuaca ekstrim di pegunungan ini. Selain beberapa jenis pohon pinus dan cemara, tempat ini dihuni beberapa hewan seperti kelinci dan ****.
Ketika melewati mata air beku di salah satu gunung, tiba-tiba terdengar seseorang yang meminta pertolongan.
__ADS_1
“Tolong!Hiks, siapapun tolong aku!Hiks!”
Dia bertemu dengan kawanan siluman Snow Wolf yang sedang mengejar seorang gadis. Gadis tersebut memiliki kulit seputih giok, yang kini dipenuhi luka gores dan kotoran. Mungkin gadis tersebut terpisah dari rombongannya dan akhirnya bertemu dengan Snow Wolf.
“Haruskah aku menolongnya?” tanya White String kepada dirinya sendiri. Tapi gadis itu sepertinya butuh bantuan. Barusan tadi dia minta tolong, ‘kan?
Tanpa menggunakan roh beladirinya, White String mengusir kawanan Snow Wolf dengan membuat pilar es runcing yang bisa menembus bulu baja Magical Beast tersebut.
Setelah para serigala pergi, White String memberikan sebuah jubah untuk menutupi tubuh gadis tersebut dan mencegahnya kedinginan.
Setelah menghangatkan diri di sebuah gua di dekat tempat tadi, gadis itu mengenalkan dirinya sebagai Lian, putri ketua Suku Putih.
Suku Putih adalah suku manusia yang tinggal di Frozen Andes Mountains Range. Mereka berburu Magical Beast dan jarang berinteraksi dengan orang-orang luar.
Suku Putih punya kepercayaannya sendiri, karena itu tidak suka turun gunung jika tak ada masalah mendesak. Tapi akhir-akhir ini Suku Snow Wolf memaksa Suku Putih keluar dari daerahnya. Waktu pindah, mereka bertemu dengan sekawanan Snow Wolf, dan Lian terpisah dari anggota sukunya.
Sebenarnya yang Ji Changkong minta bantuannya adalah agar dia bisa melindungi Suku Putih. Tapi bukan itu rencananya.
White String memutuskan untuk mengantar Lian ke anggota sukunya dulu. Kemudian mengurus urusannya sebelum kembali ke Suku Putih.
Tak butuh waktu lama untuk mereka menemukan perkemahan Suku Putih. “Ayah!” Lian sangat senang bisa kembali ke sukunya.
White String menggunakan Qi untuk membaur auranya dengan badai salju yang sedang bertiup. Untuk saat ini, dia akan melupakan urusan Suku Putih terlebih dahulu.
Ada hal lebih penting yang sedang menunggunya di puncak Frozen Andes Mountain Range.
✾✾✾
Aru : Hin, gimana lomba matematikanya?
Hin : Belum, weh. Masih tahap pembelajaran:'D
Aru : Wih, sibuk dong
Hin : Pala bapack kau lah, mau meletup otak aku ni nak hafalkan rumus-rumus yang njelimet tu
Aru : Translatenya, mau meledak otakku ketika menghafalkan rumus-rumus yang memusingkan itu
Hin : Cakep👍🏻
__ADS_1