White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 14


__ADS_3

Bab 14 : Wood Spirit II


Author : Hin Alfa


Editor : Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi


Ah Mei dan Ah Yun, dua bocah yang ketakutan karena White String, sedang meringkuk di belakang seorang laki-laki paruh baya sambil sesekali melirik White String.


“Hei, apa aku sangat menakutkan? Aku hanya muncul tiba-tiba dan kalian langsung lari,” gumam White String kepada dirinya sendiri.


Ah Yun yang kebetulan mendengarnya berpikir, “Bukankah wajar jika kami ketakutan ketika kau muncul tiba-tiba? Kau seperti hantu!”


Tanpa memperhatikan Ah Yun dan Ah Mei, Old Kong tersenyum ramah kepada White String dan DiaoFei. Walaupun masih menjadi pertanyaan bagaimana dia melihat DiaoFei.


“Perkenalkan, aku Old Kong. Bisa dikatakan, aku adalah Great Elder* di suku Wood Spirit di sini.”


(*Tetua Agung)


Wajah Old Kong dipenuhi rambut yang telah memutih. Bahkan kelopak matanya tidak lagi terlihat.


“Salam, Old Kong. Namaku DiaoFei. Boleh kutahu, kenapa Wood Spirit dikatakan sudah punah? Bukankah masih ada banyak dari kalian di sini?” tanya DiaoFei to the point.


Old Kong mengelus janggut panjangnya. Helaan nafas panjang terdengar sangat menyakitkan dari orang tua itu.


“Aku tidak ingat banyak. Setahuku, itu lima ribu tahun yang lalu ketika kekaisaran menetapkan larangan untuk berburu Wood Spirit. Kami satu suku menemukan ruang terlipat ini dan mulai tinggal di sini...”


Beliau melirik ke arah Ah Yun dan Ah Mei ketika pandangan nostalgia bersinar melewati matanya. Setelah jeda waktu yang cukup lama, ia melanjutkan.


“Ruang terlipat ini menyediakan kami segala sumber daya agar kami dapat hidup. Lama-kelamaan, kami mulai menutup komunikasi dari dunia luar dan sepenuhnya menutup diri di sini.


Terakhir kali, kami hanya tahu kalau Wood Spirit dinyatakan punah tiga ribu tahun yang lalu.


Banyak hal berubah sejak saat itu. Sumber daya yang ada di sini mulai menipis. Dan beberapa terpaksa berhibernasi untuk menghemat pengeluaran.


Akhirnya hanya tersisa kami bertiga, aku, Mei'er, dan Yun'er yang tetap terjaga sedangkan yang lain sedang tertidur.” Old Kong mengakhiri ceritanya.


Lima ribu tahun yang lalu, itu waktu yang cukup lama. Ditambah mereka menutup diri di sebuah ruang terlipat.


Walaupun Old Kong terlihat tidak berbohong, White String merasa ada yang janggal dengan ceritanya. Dan pertanyaan DiaoFei menjawab keraguannya.


“Itu...agak dramatis. Tapi kenapa kalian mau tinggal di sini dan memutus hubungan dengan dunia luar? Itu tidak seperti kalian melakukannya atas kemauan kalian sendiri.”


Raut terkejut terlihat sekilas di wajah keriput Old Kong, tapi ia dengan cepat menutupinya. Setelah memberi isyarat kepada Ah Mei dan Ah Yun pergi, dia akhirnya bisa tenang.


“Bisakah, anda menceritakannya kepada kami?” Kali ini White String yang berbicara. Dia cukup penasaran.


“Lagi-lagi itu terjadi lima ribu tahun yang lalu, ketika seorang pemuda misterius datang ke suku kami. Dia mengatakan, suku kami tidak akan bertahan lebih lama.


Karena itu dia menyuruh kami pergi ke puncak Snow Ice Mountains Range. Saat itulah kami menemukan tempat ini…”


Belum sempat Old Kong menyelesaikan ceritanya, White String sudah memotongnya, “Maaf jika aku kasar, tapi tempat ini adalah Frozen Andes Mountains Range dan bukan Snow Ice Mountains Range.”


“Aku tahu. Nama tempat ini digantikan oleh nama tempat yang serupa di belahan benua selatan. Aku hanya menduga kalau namanya diubah untuk sebuah kepentingan tertentu.


Nak, ada sekelompok manusia yang tinggal di kaki gunung ini sejak nama itu belum diubah. Menurut tradisi mereka, mereka akan menceritakan legenda gunung berpuncak enam di sekitar tempat tinggal mereka.


Jika kau beruntung, kau bisa mengikuti mereka ketika mereka membawa persembahan kepada leluhur mereka di gunung itu.” Old Kong menjelaskan semuanya dengan sabar.


Setelah mendengarkan Old Kong, White String melirik DiaoFei. Yang dilirik bertanya, “Apa?”

__ADS_1


“Tidak. Maksudku, pemuda misterius lima ribu tahun yang lalu itu bukan dirimu, kan?” White String bertanya dengan curiga.


Identitas dan asal orang aneh ini menjadi tanda tanya besar di kepalanya selama beberapa waktu terakhir.


Alih-alih langsung menjawab, DiaoFei menatap White String seperti melihat orang aneh. “Aku hidup sekitar 4000-3500 tahun yang lalu. Tidak mungkin itu aku. Kecuali aku punya kemampuan untuk pergi ke masa lalu,” jawab DiaoFei.


Ketika menatap langit, dia berbisik, “Itu lebih mungkin kalau kau atau orang yang berhubungan denganmu yang menjadi pemuda misterius itu.”


White String pura-pura tidak mendengarnya.


✾✾✾


“Menurutmu, yang dimaksud dengan sekelompok manusia yang tinggal di kaki gunung ini adalah Suku Putih yang kebetulan harus kau kunjungi?” tanya DiaoFei sambil melayang di belakang White String.


Yang ditanya hanya mengangkat bahunya. “Lebih baik kita bertanya dulu. Tidak baik untuk menduga-duga.”


Mereka berdua menuruni gunung salju dengan cepat. Ada banyak tebing yang licin dan curam di berbagai sisi.


Di salah satu tebing, Long Shan melihat sekelompok orang yang bertarung dengan kawanan Snow Wolf. Mereka terlihat sedang melindungi beberapa orang gadis yang sedang ketakutan di bibir jurang.


“Suku Putih?” alis Long Shan agak tertaut. Dengan ilmu meringankan tubuh, Long Shan dengan cepat tiba di tengah pasukan Suku Putih.


Dirinya mencabut pedang dan menebas beberapa ekor serigala sekaligus. Anggota suku sangat terkejut tapi dengan cepat menyingkirkan rasa terkejut mereka karena masih banyak Snow Wolf yang mengepung mereka.


Beberapa ekor serigala yang melihat rekannya terbunuh begitu mudah segera melarikan diri. Anggota Suku Putih menghela napas lega.


“Tuan Pendekar!” Lian berseru dengan gembira saat mengenali White String.“Ayah,orang inilah yang menolongku saat terpisah dari anggota suku,” kata Lian memperkenalkan White String.


Peng adalah ayah dari Lian, sekaligus Kepala Suku Putih. Ia memiliki sorot mata yang tajam dan tak bersahabat yang diarahkan untuk White String. Postur wajahnya membuat orang mudah terintimidasi.


“Ara~Aku berterimakasih kepada Tuan Pendekar kalau begitu. Boleh aku tahu nama dan asalmu?” Peng berusaha terlihat ramah walaupun tangannya mencengkram erat White String saat berjabat tangan.


“Oh?” Peng sedikit terkejut, “Apa sekte menanggapi permintaan kami?”


“Tentu. Jika kau tidak percaya, aku membawa token Elder di sini.” White String tersenyum tipis melihat ekspresi Peng.


Dapat terlihat bahwa Peng hanya ada di Earthly Qi Realm ranah kedelapan dan hanya selangkah dari Heavenly Qi Realm. Mengetahui lawan bicaranya adalah seorang Elder dari Thousand Swords Mountain Sect, Peng menjadi lebih sopan.


Menjadi rahasia umum kalau hanya seorang ahli Heavenly Qi Realm dan di atasnya yang bisa menjadi seorang Elder. Untuk suku kecil seperti Suku Putih, menghancurkannya hanya semudah membalik telapak tangan. Untungnya, White String di sini untuk urusan lain.


Mereka memasuki sebuah gua. Suku Putih adalah suku nomaden, jadi gua ini jelas baru ditemukan beberapa waktu lalu. Para wanita menyiapkan api unggun untuk memasak sedangkan pria mencari kayu bakar di sekitar gu dan membersihkan hewan buruan. White String hanya menonton dari samping.


Angin dingin tidak pernah berhenti berhembus di puncak gunung bersalju ini. Api unggun terlihat bersinar di bawah kegelapan dinding gua.


Sebenarnya, kehidupan di sini cukup layak. Mereka memiliki pakaian hangat, tempat tidur, dan cukup cadangan makanan.


Anak-anak juga terlihat bermain dengan bahagia. White String tidak tahu apa yang membuat suku kecil ini jauh-jauh membuat permintaan misi me Thousand Swords Mountain Sect. Tapi ia sudah membuat tebakan.


“Ketua, kalau tidak salah bukankah tempat ini dulunya adalah Snow Ice Mountains Range?” tanya White String tiba-tiba. Ketua Suku Peng terdiam cukup lama sebelum akhirnya mau membuka mulut.


Tapi, sebelum mendengar jawaban yang diinginkan salah seorang anggota suku datang sambil berteriak, “Suku Snow Wolf telah datang! Mereka menuntut kepada Kepala Suku!”


Ketua Suku Peng terlonjak dari tempat duduknya. “Berani-beraninya mereka datang ke tempat ini!” dengusnya kesal saat mencabut kapaknya.


Beberapa anggota suku yang lain juga bersiap bertarung. Kali ini muncul beberapa Snow Wolf yang memiliki kekuatan setara Earthly Qi Realm. Walaupun ada beberapa anggota Suku Putih yang juga setingkat Earthly Qi Realm, mereka jelas kalah jumlah.


Dari kerumunan serigala, muncul sosok setengah manusia dengan taring dan telinga serigala. “Ketua Suku Peng, sebagai manusia kau sangat menjijikkan untuk mengingkari janjimu. Serahkan putrimu sekarang dan aku akan melepaskan anggota sukuku!” seru sosok tersebut yang ternyata adalah Du Lang,putra Kepala Suku Snow Wolf.


Meskipun hanya di tingkat Monarch Qi Realm, Peng tahu Du Lang bukanlah seseorang yang dapat diprovokasi. “Hmmp, seandainya kalian tidak membunuh anggota sukuku duluan,aku tidak keberatan menikahkannya denganmu. Lagipula aku tidak akan membiarkan putriku menjadi mainanmu!” cibir Ketua Suku Peng dengan dingin.

__ADS_1


Raut wajah Du Lang berangsur menjadi gelap. “Kau menjijikkan dasar manusia, hari ini aku akan menghancurkan sukumu!” Du Lang mengisyaratkan agar pasukannya mulai maju.


“Hancurkan mereka!”


Dua pasukan anggota suku saling bertemu dan bertarung. Pertumpahan darah antar suku ini benar-benar tidak dimengerti oleh White String. “Nona Lian,apa yang terjadi?” White String bertanya kepada Lian yang gemetar ketakutan.


“Tuan,itu adalah kesalahpahaman. Suku Putih pernah mengalami wabah,jadi Kepala Suku meminta bantuan kepada Suku Snow Wolf. Tapi mereka memintaku untuk menikah dengan Du Lang,” jelas Lian sambil gemetar ketakutan.


“Ayahmu terpaksa setuju,dan sejak saat itu Suku Snow Wolf banyak menindas anggota Suku Putih. Jadi ayahmu menolak pernikahan ini?” White String coba menerka apa yang terjadi.


Lian mengangguk, “Tapi Kepala Suku Snow Wolf bilang kalau aku sudah menikah dan mempelai pria bisa mengalahkan Du Lang, Suku Putih akan bebas dari perjanjian pernikahan.”


Kali ini White String menghela napas, “Jadi ayahmu sudah mencoba segala cara untuk membalas Suku Serigala Salju?”


“Ngomong-ngomong soal wabah, bisa kau ceritakan lebih jauh?”


Lian menggigit bibirnya. Sepertinya White String baru saja mengingatkannya pada sesuatu yang buruk.


“Ibuku terkena wabah itu tahun lalu. Di tubuhnya muncul bintik-bintik kebiruan dan badannya sangat dingin. Ia meninggal tak lama setelah itu.


Tapi korban wabah itu bukan hanya ibuku. Banyak anggota suku yang lain. Dan, dan s-semuanya, tidak ada yang selamat...”


White String terdiam melihat Lian yang terisak-isak. Memang, itu pengalaman yang berat baginya. Menyaksikan orang-orang terdekatmu pergi satu persatu…


Dia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Walaupun tidak bisa menghidupkan anggota Suku Putih, dia masih bisa menyelamatkan yang masih hidup dari Suku Snow Wolf.


“Yang kau ceritakan itu, mengingatkanku pada sebuah wabah serupa yang pernah terjadi di tempatku sebelumnya,” bisik White String.


“Oh, pasti banyak yang meninggal juga, 'kan? Sama seperti di sini,” ujar Lian dengan sedih.


“Tidak. Tidak ada yang mati, semuanya selamat. Mungkin aku tahu kenapa tidak ada yang masih hidup dari pihak kalian.”


Lian tersentak. “B-benarkah itu?”


White String mengangguk pelan menanggapi pertanyaan Lian. “Wabah itu disebut wabah biru. Para tabib di tempatku sebelumnya bekerja keras untuk menemukan obatnya. Kalau tidak salah, apa energi spiritual ibumu mengalami masalah?”


“Itu...ibuku memang tidak bisa menggunakan qi saat sakit. Bahkan energi spiritual di tubuhnya menghilang tanpa jejak,” jelasnya.


“Wabah biru dapat disembuhkan dengan menggunakan rumput kristal giok secara teratur. Itu aneh karena tidak ada satu pun di sekitar ini,” pikir White String.


“Semua herbal termasuk rumput kristal giok dimonopoli oleh Suku Snow Wolf. Awalnya kami tidak terlalu curiga, tapi sepertinya mereka benar-benar menyembunyikan sesuatu.” Seorang laki-laki tua tiba-tiba bergabung dengan obrolan White String dan Lian.


“Kakek Song! Apa itu, benar-benar terjadi?” tanya Lian dengan ragu.


Kakek Song memiliki pipi bulat yang ditutupi oleh janggut dan kumisnya. Badannya gemuk dan cukup pendek.


White String menyatakan pendapatnya, “Rumput kristal giok tidak langka dan cukup umum. Wabah ini mungkin berkaitan dengan mereka secara tidak langsung.”


“Itu mungkin terjadi.”


“Argh!”


Teriakan datang dari arah pertempuran Suku Putih dan Snow Wolf. Sepertinya Suku Putih menerima kerugian dan berada di posisi yang tidak menguntungkan.


“Aku akan membantu mereka,” kata White String sambil membawa pedangnya.


〜〜〜


*Sebenernya marga Suku Putih itu 'Bai', tapi karena author lupa ya...

__ADS_1


__ADS_2