White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 15


__ADS_3

Bab 15 : Pemuda Misterius Lagi?


Author : Hin Alfa


Editor : Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi


N/T : yang dimiringkan/dikasih tanda (‘) itu pikiran si mc


❀❀❀


“S-semu anya-k, t-tolong aku!” Du Lang hanya bisa menjerit saat lehernya diangkat oleh White String. Tenaga sorang Monarch Qi Realm tidak ada apa-apanya dibandingkan Heavenly Qi Realm.


Suku Snow Wolf yang tersisa gemetar ketakutan. Mereka takut dihukum oleh ketua suku jika Du Lang kenapa-napa. Tapi di sisi lain, mereka takut oleh White String.


“Anak ini akan jadi sandera. Jika kalian ingin dia selamat, suruh ketua sukumu datang sendiri ke sini,” kata White String dingin.


Anggota Suku Snow Wolf segera lari terbirit-birit.


‘Apa aku secara tidak sengaja mengeluarkan aura yang berbahaya?’


Bug!


White String melemparkan Du Lang ke atas salju. Dia mengerang saat terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya.


“Aku akan meninggalkannya untuk kalian urus. Jika Kepala Suku Snow Wolf benar-benar datang, aku akan bertindak.” White String menyimpan pedangnya saat menatap para anggota Suku Putih yang terdiam melihatnya.


Mereka telah melihat Snow Wolf yang merupakan tirani dari daerah tersebut dikalahkan dengan mudah dibawah sebuah pedang.


“T-tuan Pendekar, ini…” Ketua Suku Peng tidak bisa mengatakan apa-apa.


“Jangan dianggap serius. Aku melakukannya karena tugas dari Thousand Swords Mountain Sect dan diriku sendiri,” jelasnya.


“Oh ya, Tuan, bukankah Anda tadi bertanya tentang Snow Ice Mountains Range?” tanya Ketua Suku Peng bertanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


White String mengangguk sebagai jawaban.


Lalu Peng berbisik, “Ini cukup rahasia, jadi... Bisakah kita menangguhkan topik itu dulu? Kita akan membahasnya nanti.”


Lagi-lagi White String mengangguk sebagai jawaban.


‘Ngomong-ngomong, sepertinya aku sudah melupakan tujuan utamaku ke sini...’


❀❀❀

__ADS_1


Brakk!


Ketua Suku Lang memukul sandaran kursinya dengan sangat marah. Dia juga terus memaki-maki anak buahnya.


“Dasar tidak becus! Kalian hanya disuruh untuk mengambil seorang gadis dari suku kecil! Bukan hanya kembali dengan tangan kosong, putraku juga dijadikan sandera!”


Dadanya bergerak naik-turun dan pembuluh darah membengkak di wajahnya. Melihat raut mengerikan atasannya, para anggota Suku Snow Wolf hanya bisa membungkuk sambil menggigil ketakutan.


“Ketua...” Salah satu dari mereka mencoba berbicara.


“Apa!” bentak Ketua Suku Lang yang semakin membuat mereka takut.


“Pemuda itu mengatakan kalau ingin ketua suku muda selamat, Ketua Suku sendiri yang harus datang menghadapinya,” jelasnya sambil terbata-bata.


Setelah Ketua Suku Lang mengatur napasnya dan meredakan amarahnya, dia memanggil para petinggi sukunya untuk rapat.


“Ya ampun, Si Kecil Lang. Masih tidak sabaran seperti biasanya?” kata seseorang yang tiba-tiba muncul.


Matanya yang dibalut alis lancip dan tajam menatap Ketua Suku Lang yang ditatap balik oleh sang ketua. Hubungan mereka terlihat tidak baik.


“Mo Fan, kau juga manusia. Mana peri kemanusiaanmu pada orang-orang itu?” Ketua Suku Lang berusaha menyindir orang yang dipanggil Mo Fan itu.


Mo Fan tertawa. “Jangan munafik. Kau juga menginginkan tubuh istimewa gadis itu, bukan? Kalau tidak salah, namanya Bai Lian?”


Sambil menyeringai, Mo Fan mengambil cincin di salah satu jarinya dan melemparkannya kepada Ketua Suku Lang. “Kalau begitu, selesaikan tugasmu.”


❀❀❀


Di perkemahan Suku Putih.


“...ini diceritakan oleh leluhur kami secara turun temurun. Saat itu, dia meramalkan bahwa ketika Tubuh Yin Angin lahir di antara kami, rahasia Snow Ice Mountains Range akan terkuak.


Kebetulan sekali, Lian yang memiliki tubuh Yin Angin itu. Ini kabar gembira bagi kami sekaligus malapetaka.


Beberapa kali ada yang datang dengan membawa sumber daya untuk melamarnya. Tapi, itu semua kami tolak.


Tubuh Yin Angin memiliki bakat yang cukup tinggi ketika telah dewasa. Namun orang-orang itu, mereka ingin menjadikannya tungku...”


Ketua Suku Peng menggertakkan giginya karena sangat marah. Sebagai ayah yang menyayangi putrinya, dia amat tidak rela jika tubuh putrinya dijadikan alat oleh manusia tidak berperasaan di luar sana.


“Jadi? Apa hubungannya dengan Snow Ice Mountains Range?” White String merasa pembicaraan mereka melenceng dari topik yang seharusnya.


“Ah...Ada daerah tersembunyi yang hanya bisa dibuka dengan darah dari Tubuh Yin Angin. Kata leluhur, pemuda misterius yang muncul dulu ingin orang yang dipilihnya datang ke tempat itu bersama pemilik Tubuh Yin Angin,” jelas Ketua Suku Peng.

__ADS_1


‘Kenapa pemuda misterius ini muncul dimana-mana? Mungkinkah dia terlalu ingin terkenal hingga tidak menyebut namanya atau namanya memang pemuda misterius?’


“Lalu?”


“Tuan Pendekar, selama ini sudah beberapa kali Tubuh Yin Angin muncul di Suku Putih kami. Tapi orang yang yang dipilih belum muncul. Kali ini, kami yakin bahwa Tuan Pendekar adalah orang yang dimaksud itu,” kata Peng dengan mata berbinar.


White String menaikkan alisnya. “Hah? Kenapa aku?”


Tiba-tiba, Peng tertawa terbahak-bahak. “Karena Tuan Pendekar yang pertama kali menyebut Snow Ice Mountains Range. Yang seharusnya hanya diketahui oleh beberapa orang dari suku kami!” ucap Peng di sela-sela tawanya.


“Kupikir ada orang lain yang juga mengetahuinya.” White String akhirnya menyadari.


Perkemahan diliputi oleh suara tawa Ketua Suku Peng. Namun dalam sekejap, Ketua Suku Peng menghentikan tawanya dan memasang wajah serius.


“Tuan Pendekar, daerah tersembunyi itu sekarang diduduki oleh Suku Snow Wolf. Dulunya itu adalah pemukiman kami, tapi Suku Snow Wolf berhasil merebutnya,” ujar Kakek Song tiba-tiba.


“Jadi Tuan Pendekar, bisakah anda menolong kami merebut daerah itu? Tempat itu bukan hanya memiliki nilai historis, tapi juga kebanggaan kami karena kami, Suku Putih, yang diberi tanggungjawab untuk menjaganya.” Ketua Suku Peng menundukkan kepalanya kepada White String.


Bagi seorang pria, menundukkan kepalanya kepada orang lain selain kedua orangtuanya adalah penghinaan. Tapi Ketua Suku Peng mau repot-repot melakukannya.


“Aku bisa melakukannya, tapi... Itu bukan tujuan utamaku ke sini,” kata White String setengah berbisik.


“B-bukan tujuan utama?” Ketua Suku Peng dan yang lainnya merasa mereka telah menjadi gila.


Snow Ice Mountains Range mungkin memuat rahasia terbesar di Benua Daratan Bulan. Jika tersebar, kekuatan tirani dari seluruh benua akan berbondong-bondong mencari tahu kebenarannya.


Tapi, itu bukan tujuan utamanya? Apa yang bisa lebih penting dari Snow Ice Mountains Range?


“Tapi jika merebut daerah itu dapat membantu Suku Putih, maka akan kulakukan,” terang White String.


“Boleh saya tahu, Tuan Pendekar, apa tujuan utama anda ke sini?” tanya Kakek Song.


“Patriak Thousand Swords Mountain Sect memintaku membantu kalian yang sedang dalam masalah. Jika merebut kembali daerah yang diduduki Suku Snow Wolf cukup untuk menyelesaikan masalah kalian, aku akan sangat senang melakukannya. Walaupun aku penasaran dengan Snow Ice Mountains Range, aku tidak sangat ingin tahu atau apa pun itu,” paparnya.


Ketua Suku Peng dan Kakek Song terdiam. “Tuan Pendekar, anda terlalu jujur,” lirih mereka.


White String hanya tersenyum sebagai jawaban.


Tak lama kemudian, sebuah seruan murka terdengar menggelegar, “Siapa yang berani menyandera putraku? Keluar!”


〜〜〜


*Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi

__ADS_1


__ADS_2