
Bab 4 : Calon Suami
Author : Hin Alfa, Alufra
Editor : Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi
Dalam Keluarga Martial, akan ada lebih dari satu pewaris yang akan ditunjuk. Sehingga tidak ada masalah yang terlalu besar jika salah satu pewaris mati ketika belum mewarisi posisi Patriak. Hal ini juga mendorong persaingan di antara calon ahli waris dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
Liu Xinxian adalah salah satu Tuan Muda dari Keluarga Martial Langit, Klan Liu. Karena poligami dibolehkan di sini, beberapa Tuan Muda berasal dari anak-anak selir Patriak Klan. Ada juga beberapa kandidat dari fraksi lain di klan.
Dibandingkan dengan Liu Gu yang notabenenya adalah putra dari istri sah Patriak, posisi Liu Xinxian sebenarnya sangat kecil. Bisa dikatakan bahwa ia adalah karakter minor.
Ibunya hanya seorang selir. Bakatnya dalam beladiri juga tidak terlalu baik. Tapi Liu Xinxian adalah seorang pekerja keras yang pantang menyerah. Dia berusaha membuktikan walaupun ia bukan keturunan dari istri sahnya Patriak, ia bisa membuat nama untuk dirinya sendiri.
Ada yang mengatakan bahwa yang bekerja keras akan bisa mengalahkan mereka yang berbakat. Sekarang Liu Xinxian ingin sekali memukuli orang yang mengatakan hal tersebut. Dia selalu melatih dirinya hingga mencapai batas, tapi hasilnya tetap tidak lebih baik dari yang lainnya.
Boneka kayu menjadi pelampiasan kekecewaannya saat ini. “Kau ini pendekar pedang, bukan? Kenapa kau tidak menarik bilahmu?” sebuah wajah tiba-tiba muncul di hadapan Liu Xinxian.
“Ah!” seru Liu Xinxian terkejut. Setelah mengelus dadanya sambil mengatur napas, dia membentak orang itu, “Orang gila, apa urusanmu denganku? Kau membuatku hampir mati karena serangan jantung!”
Wajah orang itu tidak terlihat karena payungnya yang cukup rendah, tapi Liu Xinxian masih bisa melihat kalau dia sedang tersenyum. Ya, Liu Xinxian sedang hujan-hujanan. “Pertama, aku hanya bertanya. Kedua kau belum menjawab pertanyaanku tadi.”
“Mau aku menggunakan pedang atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganmu. Lagipula kau datang di saat-saat seperti ini, ingin ku jadikan samsak, hah?!”
Liu Xinxian dengan mengacungkan tinjunya ke arah orang tersebut dengan marah. Orang itu malah menunjuk dirinya sendiri sambil berkata, “Kalau kau benar-benar ingin, maka cobalah.”
Dirinya merasa terprovokasi dan diremehkan. Dalam sekejap mata, ia telah siap melayangkan sebuah kepalan tangan tepat ke wajah orang yang dimaksud. Dia tersenyum dingin melihat orang tersebut tidak bergerak dari tempatnya.
Tapi sebelum ia menyadari apa pun, Liu Xinxian merasakan angin bertiup di depan dahinya dan ia dikirim terbang mundur menabrak boneka kayu yang lain. Sambil memegangi jidatnya yang sakit, ia mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.
Orang itu masih berdiri di tempat yang sama, tidak bergerak barang seinci. Bedanya, tangan kirinya terulur ke depan dengan jari telunjuk yang membentuk gerakan menusuk. Dengan sekali lihat, Liu Xinxian bisa tahu kalau ia dikirim terbang hanya dengan satu jari. Satu jari!
“Kau terlihat sedikit menarik. Terutama temperamenmu yang tidak mau mengalah dengan sikapmu yang pantang menyerah. Kuberi tahu ya, bagi seorang praktisi pedang, jalan pedang adalah cerminan dari kepribadianmu sendiri. Pikirkan baik-baik bagaimana caramu melihat sebuah pedang,” jelas orang itu.
“Eh? Terima kasih, aku mengerti.” Walaupun Liu Xinxian kurang berbakat, dia tidak bodoh. Kata-kata tersebut mungkin terlihat sederhana, tapi mengandung makna yang besar.
Orang itu tersenyum lagi, “Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya kebetulan lewat. Jika kau bisa menemukan seorang guru, kau akan lebih mengerti kata-kataku tadi.”
__ADS_1
Liu Xinxian kembali merenung. “Oh iya, sebaiknya kau ingat ini, kau dan aku tidak saling mengenal. Sekali lagi, kita tidak pernah bertemu sebelumnya dan kau tidak pernah melihatku, oke?” lalu dia menghilang.
Sebelum ia memikirkan kata-kata terakhirnya, sebuah wajah kembali muncul di hadapannya. “Ah!” Liu Xinxian merasakan de javu.
“Nona Ji, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya kepada gadis yang baru saja mengagetkannya. Gadis itu adalah Ji Lingling, putri bungsu Ji Changkong.
“Tuan Muda Liu, seharusnya aku yang bertanya begitu. Aku sedang mencari seseorang, apa kau melihatnya di sekitar sini?” Ji Lingling balik bertanya.
“A-aku-...” Liu Xinxian tiba-tiba mengingat orang aneh tadi, “maaf, aku tidak melihat siapa pun selain dirimu sejak tadi.”
‘Aku akan membohongi Nona Ji untuk membalas budimu. Kuharap ini impas,' doanya dalam hati. Untungnya Ji Lingling tidak terlalu curiga, jadi ia segera pergi setelah mengucapkan terima kasih.
✾✾✾
Sebuah tempat yang sepi, terpencil, dan jauh dari makhluk-makhluk bernama manusia adalah tempat yang sempurna bagi White String. Dan kebetulan dia menemukan satu, tepatnya di Hutan Hijau.
Thousand Swords Mountain Sect memiliki dua hutan yang terkenal. Yang satu adalah Hutan Lembayung, yang masih merupakan kawasan aman karena jarang bagi Spirit Beast berkeliaran. Dan satunya lagi adalah Hutan Hijau, salah satu hutan paling berbahaya di Kekaisaran Shu.
Sambil memegang token tanah dari Ji Changkong, dia dengan hati-hati memeriksa lokasi tersebut dengan Persepsi Spiritual. White String memutuskan untuk mengambil tempat ini. Dengan lambaian tangannya, token tanah tersebut terbang dan masuk ke tanah.
Di pinggir danau yang indah, kini berdiri sebuah villa milik White String dan murid-muridnya nanti. Karena ia sudah menjadi seorang Elder, lebih baik dia mengambil beberapa murid.
“White String, kamu di sini!”
Terkadang, firasat buruk sering menyebalkan jika menjadi kenyataan. Dan benar saja, Ji Lingling sudah menemukan tempat White String entah bagaimana caranya. Ji Lingling tidak sendiri, melainkan membawa dua orang di belakangnya.
“Ternyata sangat sulit menemukanmu,” ia melirik sebentar ke arah danau, “tapi kalau kau adalah orang yang tidak suka keramaian, tempat ini seharusnya mudah ditebak.”
“Jiejie, siapa dia? Dia terlihat dekat dengan Nona Ji,” bisik Xiao XiXuan kepada kakaknya, Xiao XiQian. “Entahlah. Mungkin dia salah satu kerabatnya,” balas Xiao XiQian dengan berbisik juga.
Tiba-tiba Ji Lingling menarik tangan mereka. “Mereka adalah Bintang Kembar dari Keluarga Martial Naga Surgawi, Xiao XiXuan dan Xiao XiQian. Dan kalian, dia adalah White String,” ia mengenalkan mereka dengan penuh semangat.
“Salam kenal.”
“Salam kenal.”
Ji Lingling tersenyum merasa White String dan kembar Xiao terlihat akrab. “White String, ayah bilang dia punya sesuatu yang ingin dikatakan. Jadi dia meminta agar kamu menemuinya besok,” Ji Lingling mengutarakan tujuannya.
__ADS_1
White String mengerutkan alisnya, “Jika ayahmu ingin membahas perjodohan kita, lebih baik tidak. Lagipula, apa yang kau lakukan di sini?”
“Fu〜Apa kau tidak sabar untuk menikahiku? Tenang, ayah tidak akan membahas itu lagi,” jelas Ji Lingling dengan ekspresi mengejek kepada White String.
“Kau...Belum menjawab pertanyaanku.”
“Aku sedang mencarimu, jelas? Lalu aku bertemu mereka yang sedang berburu. Sekalian saja aku berburu bersama mereka sambil mencarimu. Ya, kan, XiQian?”
Xiao XiQian agak terkejut karena namanya dipanggil. “Eh? Ya, kami tidak sengaja bertemu tadi.”
“Kalian sadar tidak? Kawasan ini sudah bukan wilayah Hutan Lembayung lagi. Jika kalian tidak segera menemukan tempat ini, mungkin kalian sudah berada di perut Spirit Beast,” White String akhirnya mengomeli mereka bertiga.
“Lalu, kenapa kau bisa ada di sini. Kau secara tidak langsung mengatakan bahwa tempat ini berbahaya, kan?” Xiao XiXuan giliran bertanya.
“XiXuan, White String itu berbeda. Karena kita sudah di sini, mengapa kita tidak mengajaknya saja? Kita lebih aman jika bersamanya,” Ji Lingling mengedipkan sebelah matanya kepada White String.
Ctakk!
“Hey, itu sakit!”
Sebuah sentilan mendarat mulus di dahi Ji Lingling. “Bahkan murid-murid senior tidak akan sembarangan masuk ke hutan. Kau pasti sedang berbohong kepadaku,” omel sang pelaku penjitakkan.
“Hehe,” Ji Lingling tertawa tanpa rasa bersalah, “ayah benar, aku tidak bisa menyembunyikan apa pun dari calon suamiku. Aku menggunakan artefak untuk melacak tokenmu. Dan saat aku masuk ke hutan, Xiao XiQian dan Xiao XiXuan melihatku. Lalu mereka berdua mengikutiku.”
Ctakk!
“Hey, yang tadi masih sakit!”
“Calon suami dari mana? Aku menantangmu untuk mengatakannya sekali lagi,” mata White String menyipit saat menatap Ji Lingling yang masih mengelus-elus dahinya yang sekarang berwarna kemerahan.
“...”
“Jiejie, kita menjadi nyamuk.”
“Iya, aku tahu.”
〜〜〜
__ADS_1
*Tim Bakul Ganyong Penghuni Bumi