
Bab 11 : Kesengsaraan
Author : Hin Alfa
Editor : Hin Alfa
Di tanah yang luas tersebut tumpukan mayat dan organ tubuh manusia menjadi gunung, darah mengalir bagaikan sungai, dan bau busuk menusuk hidung.
Di sisi seberang, ada sebuah jurang yang tak terbatas. Jurang yang dalam, gelap, dan menakutkan.
Sedangkan di sisi lain, ada sosok ular berkepala sembilan yang mendominasi. Setiap manusia yang melihatnya akan merasa begitu kecil dan lemah.
Sepotong kecil rasa putus asa muncul di hati White String. Di tempat ini, seperti tidak ada tempat untuk melarikan diri.
Tapi White String dengan cepat menenangkan diri. Baginya, tidak ada keputus-asaan yang mutlak. Karena selalu ada harapan di setiap keadaan.
Mengabaikan tatapan ular berkepala sembilan yang terfokus kepadanya, sebagai satu-satunya makhluk hidup di tempat tersebut, White String berlari ke arah jurang. Dengan tekad yang ia kumpulkan, dia melompat ke jurang.
“Setidaknya jatuh ke jurang masih memiliki harapan untuk selamat, daripada pasti mati jika masuk ke dalam perut ular itu,” pikir White String saat tubuhnya mulai turun ke kedalaman jurang.
Ruang mulai terdistorsi, dan White String mendarat dengan selamat di tempat datar. “Sekarang apa lagi?” White String bertanya-tanya ketika karakter besar mulai muncul di langit.
“Sudah ada ujian keinginan, rasa sakit, penuaan, kebohongan, kegagalan, dan keputusasaan. Seharusnya yang terakhir adalah kematian, 'kan?”
Benar saja, karakter di langit membentuk kata kematian. Ruang di sekitarnya juga mulai berubah.
Aura hitam keluar dari dalam tanah menuju langit merah cerah di atas kepala White String. Jeritan-jeritan dari hantu kelaparan bergema di telinga White String.
Keinginan, rasa sakit, penuaan, kebohongan, kegagalan, keputusasaan, dan kematian melambangkan tujuh kesengsaraan yang dialami manusia saat hidup.
Tujuh kesengsaraan ini juga yang mengikat jiwa manusia. Jika ada yang bisa melepaskan diri dari semua ini, maka orang tersebut bisa naik ke puncak yang lebih tinggi dari Divine Qi Realm. Yang bilamana belum pernah ada yang mencapainya selama ribuan tahun terakhir.
Keinginan. Bila seseorang memiliki kemauan yang lebih besar dari keinginan itu sendiri, dia bisa melepaskan satu kesengsaraan.
Rasa sakit. Ketika terluka, manusia akan merasakan sakit. Tapi batas-batas rasa sakit yang bisa ditanggung oleh setiap manusia berbeda-beda. Manusia bisa lulus dari kesengsaraan rasa sakit jika ia bisa menanggung rasa sakit yang belum pernah dirasakan oleh orang lain. Atau memiliki rasa sakit yang tidak akan pernah dimengerti oleh orang lain.
Penuaan. Kesengsaraan yang terhubung dengan Heavenly Dao. Tidak ada yang bisa melawan penuaan ini. Bahkan jika bisa memulihkan wajah ke usia muda, tubuh mereka tetap akan tua.
White String belum punya kekuatan untuk melawan Heavenly Dao, jadi dia membiarkan kesengsaraan penuaan menimpa dirinya. Untungnya, dia telah melewati kesengsaraan keinginan terlebih dahulu. Jadi ia bisa melewati kesengsaraan ini.
Kebohongan. Tidak ada yang selalu berkata jujur dalam hidupnya. Buddha sekalipun. Tapi, tidak ada yang bisa membohongi diri sendiri. Jika seseorang mau jujur kepada diri sendiri, dia sudah lulus kesengsaraan ini.
Kegagalan. Karena tidak ada yang selalu sempurna, kegagalan pasti akan terjadi. Pepatah mengatakan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jika bisa menjadikan kegagalan itu sebagai tanjakan menuju kesuksesan, kesengsaraan ini juga dilewati.
Keputusasaan. Sebenarnya ini adalah ujian yang paling mudah. Asal bisa menggenggam secercah harapan sampai akhir, kesengsaraan ini akan dilewati.
Kematian. Sesuatu yang akan menimpa seluruh makhluk hidup. Termasuk kesengsaraan yang paling sulit dilewati. Tapi jika seseorang takut mati, kehidupan orang itu tidak berarti.
Sebuah belati melayang di depan White String. Selain itu, tidak ada pilihan lain.
Karena tidak ada bedanya mati suatu hari nanti atau saat ini, White String mengambil sebuah belati itu dan menusuk dirinya sendiri.
Ruang mulai berubah lagi. Suara jeritan hantu itu menghilang. Dan juga lukanya ikut menghilang.
“Itu semua memang ilusi, ilusi yang sangat nyata. Aku ingin tahu siapa yang melakukannya.”
Semua yang ia alami sebelumnya adalah ilusi, tapi juga nyata. Tapi tidak ada yang benar-benar ilusi atau nyata. Jadi tergantung persepsi setiap orang soal itu.
Kini pemandangan yang indah dengan padang rumput dan ladang bunga memenuhi penglihatan White String. Jelas-jelas ia masuk ke gua tadi, bagaimana ada sebuah sabana di sini?
“Mungkinkah ilusinya belum selesai?” pikirnya. Lalu ia memikirkan kemungkinan lain, ruang terlipat!
Ruang terlipat adalah sebuah dunia independen yang memiliki hukum-hukumnya sendiri. Walaupun, masih tidak bisa lepas dari Heavenly Dao.
Bentuk teknologi paling sederhana dari ruang terlipat adalah cincin ruang dan tempat penyimpanan lainnya.
Karena topengnya hancur di salah satu kesengsaraan, White String bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya. “Ruang terlipat ini luar biasa. Seharusnya bisa masuk kelas menengah,” pujinya.
Ruang terlipat memiliki tiga tingkatan, yaitu kelas rendah, kelas menengah, dan kelas lanjutan. Karena ahli formasi dan Master Prasasti grandmaster yang dapat membuat ruang terlipat, setiap kelas sangat langka dan menjadi rebutan sekte-sekte di Benua Daratan Bulan.
“Hanya kelas menengah? Itu sangat menyakiti hatiku.”
White String mencari-cari sumber suara dan menemukan seorang pemuda yang sedang berjongkok sambil memetik bunga. White String agak terkejut karena dirinya tidak mendeteksi orang itu di dekatnya sampai ia bersuara.
__ADS_1
“Hanya? Apa yang membuat ruang ini mendapatkan kualifikasi untuk kelas lanjutan?” tanya White String kepada pemuda itu.
Pemuda itu menoleh ke arah White String. Sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya, ia menatap lurus ke mata White String.
Jika jujur, dia terlihat seperti seorang sarjana terpelajar dengan jubah biru dan kuas yang tergantung di pinggangnya. Tapi matanya kosong, seperti hantu. White String tanpa sadar merinding ketika pemuda itu menatapnya.
“Lihatlah ilusi Tujuh Kesengsaraan tadi, bukankah sangat luar biasa? Itu bukan sesuatu yang terdapat di ruang terlipat kelas menengah.”
Pemuda itu terus mengomel tentang betapa hebatnya ruang yang mereka tempati saat ini. Hingga akhirnya ia bertanya, “Apa kau tahu kenapa walaupun memiliki ilusi Tujuh Kesengsaraan, ruang ini adalah kelas menengah?”
White String cukup terkejut karena tiba-tiba diberi pertanyaan. Dia pikir pemuda itu akan terus berbicara untuk beberapa waktu.
Setelah berpikir sebentar, dia menjawab, “Ada banyak faktor. Tapi yang paling mungkin adalah ruang ini tidak lengkap.”
“Tepat!” seru pemuda tersebut. Kemudian ia bertanya, “Lalu bagaimana melengkapinya?”
“Jika formasinya yang kurang, prasasti baru perlu ditulis di atas formasi untuk melengkapi prasasti yang lama. Jika ruang itu sendiri yang tidak lengkap karena diambil atau pecah, yang perlu dilakukan hanya melengkapi bagian tersebut,” jawab White String hampir tanpa berpikir.
Pemuda itu bertepuk tangan dan berseru kagum mendengar jawabannya. Tapi entah mengapa sorot mata yang kosong itu masih saja menakutkan.
“Benar, dan kau yang dibutuhkan oleh ruang ini!” ucap pemuda itu.
“Eh? Aku?” White String menunjuk dirinya sendiri.
“Tentu saja. Apa kau tidak ingat, tunggu... kau tidak ingat apa-apa?” Pemuda itu terlihat panik ketika tahu White String hilang ingatan.
“Bagaimana kau tahu? Aku bahkan belum mengatakan apa pun tentang hal itu.” White String sedikit terheran-heran dengan sosok di depannya ini.
Walaupun terlihat panik, dia cepat menenangkan diri. Kemudian dia menjawab pertanyaan White String, “Ada terlalu banyak hal yang tidak kau ketahui dan tidak boleh kau ketahui. Lebih baik manfaatkan apa yang kau tahu saat ini daripada melakukan hal yang tidak-tidak.”
“Lalu, kenapa aku yang menjadi pelengkap ruang ini?”
“Oh, iya. Mungkin kita harus mundur ke masa kecilmu untuk mengetahuinya.”
✾✾✾
“...ke depannya, jalanmu akan sangat sulit. Kau mungkin merasa kebahagiaan itu sangat sulit untuk diraih. Tapi jika kau berpikir lagi, kebahagiaanmu bukan karena mengalahkan musuh atau menjadi raja dunia, tapi melihat orang-orang di sekitarmu dapat hidup tanpa rasa khawatir.
...
Pria itu mengelus kepala White String. Dia juga tersenyum dengan maksud yang sulit ditebak. Tapi selain senyum itu, White String tidak bisa mengingat seperti apa wajahnya.
Setelah ingatan itu lenyap, berbagai ingatan lain mengalir ke kepala White String seperti banjir. Ingatan-ingatan seperti wajah anggota keluarganya, kenangan masa kecilnya, dan pengalaman-pengalamannya mulai bermunculan.
Tapi setelah mengingat ulang tahunnya yang keenam belas, dia tidak bisa mengingat lebih jauh lagi. Yang lebih buruk, beberapa ingatannya seperti dihalangi dan ia belum mengingat nama dan klannya.
“Apa kau sudah ingat kenapa kau di sini?”
Wajah pemuda itu lagi. Pemuda yang sama yang ada di Gua Bintang. Kini matanya tidak lagi memiliki sorot mata kosong. Tapi berkilau seperti orang yang telah mengalami hidup yang panjang.
“Kitab Jalan Langit,” jawab White String singkat.
Di antara kedua alisnya, garis merah crimson itu bergetar dan sebuah buku melayang keluar dan mulai menyedot lingkungan sekitarnya seperti sebuah lubang hitam.
Setelah menyerap ruang terlipat, Kitab Jalan Langit menyatu menjadi bola diantara mulut naga yang tercetak di pergelangan tangan kirinya.
Semuanya terjadi begitu cepat. Tanpa ia sadari, White String sudah berdiri tak jauh dari pintu masuk Gua Bintang.
Otaknya mulai menyalakan sinyal bahaya saat ia merasakan hal aneh dengan tubuhnya. Tubuhnya terasa mengecil. Bukan itu saja, kekuatannya juga turun ke Heavenly Qi Realm ranah ke 10.
“Hei jelaskan apa yang terjadi!”
Seorang pemuda muncul dari udara tipis sambil tertawa canggung. “Maaf maaf. Aku tak tahu lompatan waktu memundurkan usia tubuh. Tapi bukankah itu baik? Kau bisa memulai lagi fondasimu?”
“Baik darimananya! Kenapa aku tidak bisa menggunakan teknik tranformasi?” White String marah bercampur terkejut karena tubuhnya sekarang.
“Sepertinya tranformasi tidak bisa digunakan dalam kondisi ini. Ahahaha, kau telah mendapatkan ruang terlipat, bukankah hasilnya sepadan?”
Sepadan ibumu! Mengorbankan kerja keras kultivasi untuk sebuah ruang terlipat yang akan membuatmu diburu seluruh Benua Daratan Bulan? White String berharap ini semua mimpi.
“Jika ini mimpi? Bagaimana dengan ingatan yang kau dapatkan hari ini?”
“Eh?”
__ADS_1
“Kalau kau percaya ini hanya mimpi karena kau masih tidak dapat mengingat namamu, harap sabar, 'ya? Kau pasti akan mengetahui semuanya suatu hari nanti.”
“Mudah sekali mengatakannya. Memangnya kau mengalaminya?” White String mendengus kesal.
“Hahaha, takdir itu suka bercanda. Contohnya aku, DiaoFei, entah bagaimana aku terjebak di tempat ini selama ribuan tahun.”
“Tidak ada yang bertanya padamu! Para pembaca pun tidak!”
Setelah mengusir DiaoFei, pemuda itu, ke ruang terlipat yang sekarang terletak di pergelangan tangannya, White String memijat keningnya.
Akan ada banyak masalah yang menantinya ketika ia melangkah keluar dari tempat ini nanti.
White String hampir tidak tahu apa yang akan ia lalukan. Tapi setelah mengingat-ingat kembali yang telah ia alami selama enam belas tahun hidupnya, setidaknya dia bisa memperkirakan apa yang ia hadapi.
“Huuh... Baiklah, aku siap.”
Setelah menarik napas dalam-dalam, dia akhirnya mendorong pintu batu di hadapannya.
“Eh? Kenapa Patriak ada di sini?”
White String terkejut melihat Ji Changkong sedang duduk di antara Jing Yanjing dan Huo Zong sambil bercakap-cakap.
“Oh, haha... Siapa kau?”
Sebuah perempatan merah muncul di dahi White String. “Jangan bercanda! Kau bertindak seolah-olah tidak pernah melihat wajahku. Walaupun wajahku sedikit berubah, itu tidak seperti mudah sekali dilupakan.”
Ji Changkong tertawa tanpa rasa bersalah. “Baiklah. Lalu jelaskan bagaimana kau berakhir dalam kondisi ini.”
Setelah jeda cukup lama, White String akhirnya bersuara, “Tadi aku membantu seorang penyihir yang membawa apel beracun menyeberangi jembatan bambu. Tapi tiba-tiba saja aku berakhir seperti ini.”
Dia menggunakan alasan yang sama yang sering ia gunakan untuk menghindari beberapa masalah selama enam belas tahun terakhir.
“Alasan yang luar biasa!” Jing Yanjing dan Huo Zong diam-diam memberikan jempol. Ji Changkong juga terlihat mengangguk-angguk memikirkan jawaban White String.
Setelah berbagai adegan membosankan yang terpaksa dipotong oleh penulis untuk menghemat kata, tidak terasa waktu sudah berlalu beberapa minggu.
Walaupun awalnya terasa aneh, akhirnya mereka terbiasa. Lagipula tidak ada yang terlalu berubah.
“Laoshi, apa maksud baris kedua belas ini?”
“Itu berarti...”
“Lalu baris keempat ini?”
“Baris keempat saja kau tidak tahu, pelajari lagi! Lihat teman-temanmu yang sudah sampai baris kesepuluh.”
(*Laoshi : guru/sensei)
White String juga cepat akrab dengan murid-muridnya. Masing-masing adalah jenius dari klan mereka, tidak butuh waktu lama untuk mereka mempelajari semua yang White String ajarkan.
✾✾✾
Dalam beberapa waktu terakhir ini, White String tidak pernah sekalipun memeriksa ruang terlipat yang ia dapat dari Gua Bintang. Walaupun dia bisa memasukinya kapan saja ia mau.
Di malam yang membosankan ini, dia akhirnya memiliki waktu untuk memeriksanya.
Begitu ia masuk, DiaoFei masih di padang rumput, memetik bunga dengan pandangan kosong seperti saat mereka pertama kali bertemu.
Menyadari ada yang datang, DiaoFei mengalihkan pandangannya. Tatapan kosong itu masih membuat White String sedikit merinding.
“Akhirnya kau datang. Untuk apa syal itu? Kau sakit?” ejek DiaoFei.
Sejak keluar dari Gua Bintang, White String lebih memilih untuk memakai syal daripada topeng untuk menutupi wajahnya. Lagipula tanda merah di dahinya sudah hilang, tidak perlu ditutupi lagi.
“Bukan urusanmu.” White String menjawabnya dengan singkat, padat, dan jelas.
“Baiklah, itu memang bukan urusanku. Tapi karena kau adalah pemilik ruang ini, aku boleh mencampuri sedikit urusanmu.”
Kata-kata DiaoFei membuat White String sedikit tidak nyaman. Mencampuri urusan? Apa dia berniat menjadi orang ketiga?
Menyadari apa yang dipikirkan White String, DiaoFei buru-buru menjelaskan, “Jika ada hal yang bersangkutan dengan keamanan umat manusia, aku baru ikut campur. Lagipula aku tidak bisa keluar dari sini tanpa ijinmu, jadi aku hanya bisa mengetahui keadaan dunia luar darimu.”
“Keamanan umat manusia, ya? Aku ingat beberapa waktu yang lalu ada sebuah sekte bernama Blood Bat Sect yang dapat menghancurkan sebuah sekte kelas menengah tanpa jejak dalam satu malam.”
__ADS_1
“Oh? Jelaskan lebih banyak.”