
Bab 8 : Menghadapi Si Bilah Hitam II
Author : Hin Alfa
Editor : Alufra
“Kau memang punya kemampuan,” puji Feng ShuiYue. Setidaknya sudah setengah jam mereka bertukar gerakan. Arena di sekitar mereka juga sudah tidak terlihat lagi.
White String mengelus pipinya, ada sebuah goresan tipis di sana. Selain goresan itu, dia tidak terluka sama sekali. Bahkan napasnya masih teratur.
Berbanding terbalik dengan Feng ShuiYue yang sudah terengah-engah. Topeng Phoenix-nya telah melayang entah ke mana. Beberapa luka terlihat di beberapa sisi bagian tubuhnya. Jelas, ia sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan.
“Jangan sombong, biar kuperlihatkan kekuatanku yang sebenarnya!” Feng ShuiYue berseru saat maju menyerang White String. Lawannya masih tidak bergerak, atau setidaknya dia tidak bergeser sedikit pun sejak awal.
Mata White String menyipit, dia bisa melihat bahwa aura Feng ShuiYue mulai melonjak. Pedangnya juga diselimuti kabut hitam.
“Ayah, dia berniat membunuh White String. Cepat hentikan dia!” Ji Lingling mengguncang lengan Ji Changkong sambil menunjuk arena dengan panik.
“Ya ampun! Apakah itu Killer Move dari Si Bilah Hitam, Universe-Destroying Black Sword?” komentar salah satu penonton. Jurus Universe-Destroying Black Sword Semesta juga salah satu alasan Feng ShuiYue dipanggil Si Bilah Hitam.
Ji Changkong juga sangat terkejut. Bahkan ketika berduel dengannya, Feng ShuiYue sangat jarang menggunakan gerakan ini. “Seharusnya dia tahu batas,” gumam Ji Changkong.
Jurus, atau Warrior Skill, adalah teknik yang digunakan untuk membela diri, menyerang, atau bertahan. Walaupun bisa digunakan untuk membunuh, cakupannya lebih luas. Sedangkan Killer Move(gerakan pembunuh), adalah jurus atau gabungan jurus yang hanya bertujuan untuk membunuh. Biasanya Killer Move tidak bisa diganggu di tengah jalan atau pengguna akan menderita serangan balik.
White String hanya mengarahkan pedangnya ke arah datangnya Feng ShuiYue. Lalu dia berbisik, “First : Decimating Earth.”
Untuk sekejap, sebuah cahaya menyilaukan menghalangi pandangan mata. Hanya orang-orang dengan Persepsi Spiritual yang bisa melihat jelas keadaan di arena.
Feng ShuiYue dikirim terbang. Sedangkan tanah di depannya hancur. Dengan berpegang pada pedangnya, dia mencoba bangun.
“Bagus sekali. Tapi jurus sehebat tadi harusnya memiliki harga untuk dibayar, ‘kan?” tanya Feng ShuiYue sambil menghapus jejak kemerahan di sudut bibirnya.
“Yah, yang tadi itu merusak salah satu pedang kesayanganku,” lalu White String melanjutkan di dalam hatinya, ‘padahal tadi tidak 1/1000 dari kekuatan aslinya!’
“...aku tidak tahu pedangnya bisa diperbaiki atau tidak.” White String mengelus mata pedang yang kini dihiasi beberapa retakan sehalus rambut.
“Kalau Cuma itu, masih jauh untuk membuatku mengaku kalah!” Feng ShuiYue bersiap untuk menyerang lagi. Kali ini, dia benar-benar tidak ingin membuka celah untuk White String. Lawannya tidak bergeming sedikit pun selain menghela napas.
“Second : Destroying Sky.”
Sebuah cahaya pedang menembak lurus ke arah Feng ShuiYue. Dengan menggunakan seluruh tenaganya, dia baru bisa menangkis cahaya pedang tersebut.
Serangan tiba-tiba tersebut sudah cukup mengejutkan para penonton, tapi yang dilakukan Feng ShuiYue lebih mengejutkan lagi. Dia membalikkan arah serangan kembali ke White String. Beberapa murid Thousand Swords Mountain Sect yang menonton membuka mulutnya lebar-lebar karena terlalu terkejut.
Serangan tidak hanya mengarah kepada White String, tapi tepat ke wajahnya. Dalam pertarungan yang adil memang mustahil untuk mengalahkannya, sayangnya peraturan pertandingan adalah melepas topeng White String. Jadi Feng ShuiYue melakukan segala cara untuk menghancurkan topengnya jika ia tidak bisa melepasnya.
Feng LengYue yang mengikuti Feng ShuiYue mengerutkan keningnya. Sebagai orang yang mengenal baik Si Bilah Hitam, dia merasa ini sudah berlebihan. Bertanding ya sudah, tidak perlu menggunakan gerakan pembunuh. Kenapa dia ingin sekali menang? Itu yang Feng LengYue tidak bisa mengerti.
Akhirnya White String bergerak dari tempatnya. Dia langsung maju ke depan tanpa menghiraukan cahaya pedang yang menyerempet lengan kirinya. Dalam sekejap mata, ia sudah meletakan mata pedangnya di leher Feng ShuiYue.
“Kau menang...”
Itulah kata-kata terakhir Feng ShuiYue sebelum ia jatuh pingsan karena kehabisan tenaga. Terus-menerus menggunakan Qi dalam jumlah besar pada waktu yang singkat cukup membebani tubuhnya. Sebelum ia benar-benar jatuh, Feng LengYue sudah menangkapnya.
“Aku minta maaf mewakilinya. Dan juga kami akan mengganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan kali ini,” kata Feng LengYue sebelum ia pergi membawa Feng ShuiYue.
“Eh? Ini pasti mimpi. Dia benar-benar menang?” celetuk seorang murid. Murid lainnya segera mencubit pipi orang tersebut untuk membantunya memastikan apa ini mimpi atau bukan. “Ah! Sakit!”
“Di luar biasa. Setidaknya dia sekuat Patriak.”
“Kaisar Langit memberkati sekte kita! Dia pasti orang yang ditakdirkan Kaisar Langit.”
“Apa ada yang ingat namanya...”
“...”
Dalam satu hari berita itu menyebar ke seluruh sekte. Bahkan ada menggembar-gemborkannya ke luar daerah.
“Kau sengaja, ‘kan?” White String menatap tajam orang yang ia salahkan sebagai biang keladi kejadian tersebut. Ji Changkong berpura-pura tidak tahu, “Sengaja apa? Aku baru saja menyelesaikan dokumen-dokumen dari murid-murid baru. Apakah ada kejadian yang menarik kemarin?”
__ADS_1
White String menarik napas. Dia menahan dirinya tidak mengirimkan sebuah kepalan tangan untuk membuat Ji Changkong terbang sejauh 1000 kilometer. (Aru:Kupikir dialog ini hanya untuk bercanda. Jangan dianggap serius.)
“Apakah lenganmu baik-baik saja? Aku melihatmu terluka kemarin.” Daripada Ji Changkong, Ji Lingling lebih khawatir dengan keadaan White String.
“Itu hanya luka kecil kok.”
“Aku...”
✾✾✾
“Eh? Dia akan menjadi guru kami?!”
Dua belas orang termasuk Ji Lingling berseru kaget. Mereka menatap bolak-balik antara Ji Changkong dan White String untuk memastikan kalau mereka berbohong.
“Jangan tanya aku. Aku juga baru diberitahu hari ini,” kata White String sambil melipat tangannya. Jika bukan kejadian kemarin, acara perkenalan guru dan murid tidak akan ditunda sampai hari ini.
“Kalau kalian tidak mau, aku bisa memindahkan kalian ke bawah bimbingan Elder yang lain.” Ji Changkong memberikan pilihan kepada mereka.
“Aku sangat setuju!” Ji Lingling yang paling pertama menyatakan persetujuannya. Dia segara memeluk lengan White String dengan bahagia.
Lu Xiaoyi yang melihat sendiri bagaimana kekuatan White String juga mengatakan setuju. Yun Yuanling yang sempat mencari masalah dengannya di rumah lelang diam mematung. Kejadian tiba-tiba ini membuat otaknya bekerja lebih keras daripada biasanya.
Lalu si kembar Xiao XiXuan dan Xiao XiQian juga tidak protes. Walaupun mereka sedikit ragu karena White String tidak terlihat lebih tua daripada mereka. Biasanya, bahkan para Divine Qi Realm yang berusia ribuan tahun akan mempunyai rambut putih dan beberapa kerutan yang tidak bisa disembunyikan.
Tujuh orang lainnya adalah Liu Xinxian dan Liu Gu dari Keluarga Martial Langit, Chu Lian dan Chu Xiyu dari Keluarga Martial Phoenix, serta Tiga Mata Pedang yaitu Feng LiYing, Shen XiaoJie, dan Sheng JiangLao.
“Patriak, aku punya satu permintaan. Biarkan aku memukulmu sekali.”
“Ya-...”
“Aku anggap itu setuju.”
Hari itu juga, orang-orang dapat melihat sebuah garis cahaya melengkung yang terbang keluar dari Thousand Swords Mountain Sect. Yang paling penting, berita itu dibenarkan dengan dalih Ji Changkong memeriksa sesuatu yang sangat rahasia.
Tak lama setelah dia dipukul sejauh 1000 kilometer, Ji Changkong kembali ke Thousand Swords Mountain Sect dengan sebelah pipi yang bengkak. (Aru: Hin benar² menuliskannya!)
Akhirnya, White String bisa melepaskan amarah yang telah ia pendam. Tidak. Mungkin ia memukul terlalu keras tadi.
“Lingling, hubungan mereka sampai sejauh itu?” bisik Xiao XiQian kepada Ji Lingling. Ji Lingling sebenarnya juga bingung bagaimana ayahnya bisa mengenal monster sekelas White String. Jadi dia menjawab dengan asal, “Tidak mungkin. Ayah adalah orang terkuat di sekte. Kemungkinan White String lebih kuat darinya, sehingga ayah tidak berani mengatakan apa-apa.”
“Kalian sedang membicarakan apa?” White String tiba-tiba muncul di belakang mereka. Bukan hanya mereka berdua, bahkan yang lain juga menjerit kaget.
“B-bukan a-pa-apa. Kami hanya berdiskusi tentang jurus pedang yang kau gunakan kemarin.” Ji Lingling buru-buru membuat alasan. ‘Astaga, aku ini ngomong apa, sih?’ seru Ji Lingling dalam hati.
“Oh, maksud kalian Nine Scrolls of Night Sword?”
“Nama yang luar biasa. Tapi aku belum pernah mendengarnya. Jurus sehebat itu harusnya terkenal bukan?” Xiao XiQian merasa bingung.
“Wajar jika kalian asing dengan nama ini. Tapi jika kalian bertanya kepada ayah kalian, mereka pasti akan terkejut setengah mati,” jelas Ji Changkong.
“Apakah sehebat itu?” Akhirnya mereka melupakan seorang Patriak dari sebuah sekte yang baru saja dipukul oleh seorang junior karena terlalu asyik berdiskusi.
Plok!
White String menepuk tangannya untuk mengumpulkan perhatian mereka berdua belas. “Kalian mungkin setuju untuk menjadi muridku, tapi aku belum setuju untuk menjadi guru kalian. Jadi siapa pun yang benar-benar ingin menjadi muridku, silakan datang ke pinggir danau besok. Ji Lingling, Xiao XiQian, Xiao XiXuan, kalian tidak keberatan menjadi petunjuk jalan, ‘kan?”
Merasa menjadi pusat perhatian, Xiao XiXuan memberikan penjelasan, “Kami bertiga pernah datang ke tempatnya. Agar tidak tersesat saat ke sana lebih baik kita ikuti saja rencananya.”
“Baiklah, kalian bisa segera bersiap-siap. Sampai jumpa besok.”
Setelah menghilang dari penglihatan mereka, White String melepas topengnya dan tersenyum misterius ke arah Thousand Swords Mountain Sect.
“Mungkin, segalanya akan menjadi semakin menarik.”
✾✾✾
“Huuh!”
Setelah sampai di rumahnya, hal pertama yang dia lakukan adalah berbaring di tempat tidur. Beberapa kejadian dalam beberapa waktu terakhir cukup membuatnya lelah.
__ADS_1
“Miao, miao!”
Tiba-tiba sebuah bola putih berbulu melompat ke perutnya. Sebenarnya bukan bola berbulu, tapi seekor anak kucing yang menggulung tubuhnya. Kucing putih tersebut adalah bayi Frost Tiger yang didapatkan White String entah bagaimana caranya.
“Xiao Zhan, kenapa kau terlihat gelisah?” White String menyadari perilaku tidak biasa dari peliharaannya itu. Biasanya, kucing bernama Xiao Zhan itu akan melompat ke pundaknya setelah ia melihat White String dan bukan menggulung tubuhnya seperti sedang ketakutan.
“Miao miao miao!” Xiao Zhan mengayunkan cakarnya seolah-olah sedang berbicara layaknya seorang manusia. Untungnya, White String mengerti apa yang ingin dikatakan.
Sambil mengelus bulu salju Xiao Zhan untuk menenangkannya, White String berbisik, “Tenang saja, tidak ada yang bisa membuat masalah selama aku di sini.”
Sementara itu, di sisi lain hutan.
Di bawah cahaya rembulan yang lembut, hujan deras mengguyur bumi. Rintikannya membasahi dedaunan rimbun di seluruh penjuru hutan. Tapi dedaunan di sini bukan hanya dibasahi air hujan, tapi juga darah.
Seorang anak kecil terlihat sedang berusaha melarikan diri dari beberapa orang dewasa di belakangnya. Bajunya compang-camping dan sekujur tubuhnya dipenuhi luka entah besar ataupun kecil.
Karena langkah kakinya yang pendek ditambah tanah yang becek karena hujan, dia dengan cepat tersusul.
“Wuu, kenapa kalian mengejarku? Wuu, ibu dimana?” Karena tidak tahu apa-apa, dia hanya bisa menangis. Sementara di belakangnya, ada beberapa pria dewasa dengan ekspresi jahat.
“Anak baik, ayo ikut bersama kami. Kau akan segera menemui ibumu,” kata ketua mereka sambil tertawa terbahak-bahak. Anggota yang lain juga ikut tertawa menirukan sang ketua.
Gadis kecil itu tersandung dan jatuh. Sepertinya kakinya terkilir, jadi ia tidak bisa berdiri. “Wuu, ibu... Ada orang-orang jahat di sini. Ibu, wuu...”
Saat ketua mengulurkan tangannya, dia hanya mengeraskan tangisnya sambil memejamkan mata. Dia berharap ada seseorang yang akan membantunya. Walaupun itu seperti harapan kosong.
Di tengah hutan seperti ini, selain magical beast yang berkeliaran hampir tidak ada manusia. Apalagi ini adalah malam hari. Hampir sebagian besar orang akan menghabiskan waktunya di balik selimut mereka yang hangat.
Itulah pikiran gadis kecil tersebut. Tapi sebelum ia menyadarinya, uluran tangan orang jahat yang akan segera menyentuhnya tak kunjung datang. Sebaliknya, ia merasakan tepukan lembut di kepalanya.
Ia mendongak, dan seketika tangisnya berhenti. “Kakak siapa?” tanyanya.
Di hadapannya, ada seseorang berjubah putih yang memakai payung merah bermotif matahari. Karena payung itu, dia tidak bisa melihat jelas wajahnya. Tapi ada seekor anak kucing di bahunya.
Kucing itu melompat ke arahnya. Dengan cakarnya, kucing itu membuat gerakan mengelus sama persis dengan yang baru saja dilakukan orang tadi. “Miao!”
“Dia bilang, jangan menangis. Sekarang sudah tidak apa-apa,” jelasnya. Gadis itu melirik sekeliling, seolah mencari sesuatu. Memang, orang-orang tadi yang mengejarnya sudah tidak terlihat.
“N-namaku Hua Mei. Apa kau melihat ibuku? Dia bilang akan segera menolongku setelah orang-orang jahat itu pergi.” Hua Mei menjelaskan dengan tergagap-gagap.
“Ibumu di sekitar sini. Dia akan datang sebentar lagi.”
Walaupun terhalang payung, Hua Mei bisa merasakan dia tersenyum lembut ke arahnya. Senyum yang bisa menghilangkan semua kekhawatirannya.
“Mei’er! Kau dimana?! Ini ibu!”
Tak lama kemudian, seorang wanita setengah baya datang. Setelah melihat Hua Mei, dia segera memeluknya sambil menangis meminta maaf.
✾✾✾
Lokasi Hua Mei dan ibunya ada di sisi lain Hutan Hijau. Sehingga cukup jauh dari Thousand Swords Mountain Sect.
Hua Mei dan ibunya berasal dari Golden Pottery Valley, yang merupakan salah satu sekte terdekat dengan Thousand Swords Mountain Sect.
Saat ini, White String dan anak kucingnya sedang melayang di atas puing-puing yang tersisa dari Golden Pottery Valley. Ketika White String sampai, sudah tidak ada orang bernyawa yang tersisa.
Yang dapat menghancurkan sebuah sekte menengah tanpa meninggalkan kesempatan untuk meminta bantuan kepada sekte lain, kekuatan seperti itu pastilah kekuatan yang besar dan misterius. Setelah kehancuran Golden Pottery Valley , aliansi aliran putih dan netral pasti gempar.
“Sesuai dugaanku, segalanya... telah menjadi semakin menarik.”
〜〜〜
Bab minggu ini selese dengan jumlah kata 2000+
Banyak? Ya karena upnya seminggu sekali
Jangan lupa berikan dukunganmu jika suka novel ini dengan cara like, vote, dan bagikan ke teman-temanmu!
Author dan Editor, Bakul Ganyong Penghuni Bumi
__ADS_1