White String : The Future And The Past

White String : The Future And The Past
Bab 6 : Amnesia III


__ADS_3

Author : Hin Alfa


Editor : Hin Alfa


Tahun ke 15018 Kalender Bulan.


“Xuan’er, apa ada yang kau pikirkan?” Long XiaoChen tidak bisa tidak khawatir melihat Long XuanShan yang sering melamun.


“Entahlah...”


“Aku hanya merasa, ada sesuatu yang kurang. Seperti ada yang hilang. Kakek, apa itu wajar?” XuanShan menopang dagunya.


“Hahaha, akhirnya kau sadar kalau kau belum menikah,” tawa Long XiaoChen dipenuhi dengan jejak sindiran. Entah kenapa, dia tidak pernah bisa menahan godaan untuk menggoda cucunya dengan topik pernikahan.


“Bukan itu!” Long XuanShan sontak bangkit dari tempat duduknya. Tawa Long XiaoChen semakin menjadi-jadi ketika melihat rona merah samar di ujung telinga XuanShan.


Memang, umurnya sudah cukup untuk mengambil istri. Tapi Long XuanShan juga bingung mengapa dia masih sendirian hingga sekarang. Apa dia kurang tampan? Itu tidak mungkin.


“Baiklah, baiklah. Ingatanmu akan kembali secara bertahap, tidak perlu buru-buru. Ketika saat itu tiba, kau akan mengetahui apa penyebab perasaanmu sekarang,” jelas Long XiaoChen.


“Bukankah itu terlalu lama?” keluh Long XuanShan, “kakek bisa saja menceritakannya kepadaku.”


“Ugh, bukannya kakek tidak mau. Hanya saja kakek tidak tahu harus mulai dari mana. Lagipula, lebih menyenangkan untuk mengetahui semuanya sendiri ketika kau mendapatkan kembali ingatanmu,” Long XiaoChen membuat beberapa alasan untuk menghindari menceritakan masa lalu cucunya.


Long XuanShan tidak mengatakan apa pun. Sebaliknya, dia menatap kakeknya dengan pandangan yang bisa diartikan 'ceritakan entah dari mana saja, jangan berbelit-belit'.


“Haah...” hela napas Long XiaoChen keluar. Dia tahu bahwa cucunya sangat keras kepala dan jika keinginannya tidak terpenuhi, dia akan terus mengingatnya. Tentu saja, karena sifat itu menurun dari Long XiaoChen sendiri.


“Kakek akan mulai dari ketika kau lahir. Waktu itu jiwa leluhur naga yang tersegel di tanah terlarang keluar dan merasuki tubuhmu. Kejadian itu menggemparkan seluruh Klan Sage. Untungnya, itu adalah pertanda baik. Kejadian tersebut disembunyikan agar tidak menimbulkan keributan di dunia luar. Perlahan, tidak ada lagi yang mengingat peristiwa mengguncang langit tersebut.


Sejak kecil, tidak ada yang biasa tentang dirimu. Dari bakat sampai penampilan fisik, kau telah membuat ratusan penyihir bertarung untuk memperebutkanmu. Tiga penyihir akhirnya menjadi penjagamu. Tentu saja, ketiga penyihir itu adalah para penyihir terkuat diantara para penyihir.


Kau juga pernah menjadi pemilik Night God Sword, salah satu Heavenly Divine Weapons. Jika kakek ceritakan satu persatu, tidak akan ada habisnya. Tapi tiga peristiwa ini adalah titik balik dari hidupmu.”


“Aku yakin alasannya bukan cuma itu.” Long XuanShan antara percaya dan tidak percaya kepada kakeknya.

__ADS_1


“Mungkin sulit dipercaya jika terjadi pada orang lain. Lihatlah di pergelangan tangan kirimu, di sana ada terukir sebuah gambar naga. Itu adalah bukti nyata kalau jiwa leluhur naga ada di dalam tubuhmu,” Long XiaoChen mengangkat bahunya seolah-olah mengatakan 'terserah'.


Long XuanShan menyibak lengan bajunya. Dan benar saja, ada gambar naga yang mengitari pergelangan tangannya. Naga itu menutup matanya, seperti sedang tertidur nyenyak. Tapi aura menindas masih bisa dirasakan walaupun samar-samar.


“Lalu bagaimana dengan penyihir yang kakek sebutkan? Dan juga ... Night God Sword? Itu urutan ketiga di antara Seven Heavenly Divine Weapons,” dia masih meragukan kakeknya.


Tiba-tiba kakeknya memecahkan sebuah giok. Giok tersebut adalah giok pasangan yang bilamana salah satu dari giok tersebut dihancurkan, giok yang lain juga akan hancur. Biasanya giok ini digunakan untuk memberi sinyal.


Tak lama kemudian, ada sosok masuk melalui jendela sambil menaiki sebuah sapu. Sosok tersebut memakai jubah biru gelap yang kebesaran dengan sebuah topi kerucut yang merosot hingga menutupi wajahnya.


“Masih berantakan seperti biasanya, Zizz,” sapa Long XiaoChen kepada penyihir yang baru tiba tersebut.


“Chen, aku kau akan mengubahmu menjadi kodok jika tidak bersikap sopan kepadaku,” penyihir yang dipanggil Zizz itu memelototi Long XiaoChen dengan marah.


“Lupakan. Aku memanggilmu karena masalah yang lebih penting. Seharusnya kau tidak melupakan cucuku, Long XuanShan, kan?” Long XiaoChen menepuk pundak Long XuanShan sambil menatap Zizz dengan penuh arti.


Tidak menghiraukan pandangan Long XiaoChen, Zizz segera mencubit pipi Long XuanShan dengan kedua tangannya. “Bagaimana aku bisa lupa? Xuanxuan-ku adalah yang termanis di dunia.”


“Bisa kau lepaskan? Aku bukan anak kecil lagi,” Long XuanShan berusaha menyingkirkan tangan Zizz yang tidak berhenti menarik pipinya. Jujur, dia merasa sangat malu dan jijik.


“Ehem,” Long XiaoChen berdeham untuk memperingatkan Zizz kepada hal yang lebih penting. Zizz yang sejak awal tidak menyukai Long XiaoChen mengerucutkan bibirnya sambil menahan diri untuk tidak mengubahnya menjadi kadal atau kodok dengan mantra transfigurasi.


Zizz tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kayu dan menyerahkannya kepada Long XuanShan. Kotak tersebut tampak biasa, kecuali ada selembar kertas kuning yang menyegel isi kotak.


“Apa ini?” Long XuanShan menerima kotak dengan penuh tanda tanya. Zizz mendengus, “Kalau mau tahu, buka saja.”


Setelah melirik Zizz sebentar, Long XuanShan akhirnya melepas kertas kuning di kotak kayu. Ketika melihat isinya, dia hampir tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


✾✾✾


Tahun ke 14000 Kalender Bulan


“Tanda apa ini?” White String kebingungan ketika menyadari ada tanda melingkar di pergelangan tangan kirinya. Tanda itu seperti sebuah naga, yang memejamkan mata seolah-olah sedang tertidur nyenyak.


Tanda itu baru disadarinya ketika ia ingin membersihkan tangannya yang tidak sengaja tersiram teh. Jika dia tidak ceroboh dalam menuangkan teh, entah kapan White String akan mengetahui ada tanda seperti itu di tubuhnya.

__ADS_1


Tanpa memusingkan dirinya, White String membuka jendela dan membiarkan sinar matahari masuk. Dari jendela, dia bisa melihat beberapa orang datang ke arah rumahnya.


“Sepertinya hari ini aku kedatangan beberapa pengunjung.”


Setelah memakai topeng giok kesayangannya, dia keluar untuk melihat siapa saja yang datang.


✾✾✾


“Selamat pagi, White String,” Ji Lingling memamerkan senyum manisnya kepada White String tepat ketika ia


melihatnya.


“Ini sudah hampir siang,” balas White String datar. Ji Lingling yang sudah kebal terhadap respon White String tidak menghiraukannya lebih lanjut. Sebaliknya, dia mengenalkan seorang wanita paruh baya yang sejak tadi mengikutinya.


“Kenalkan, dia Nenek Bei. Ayah memerintahkannya untuk menjadi kepala pelayanmu. Apa kau tahu, dia orang yang merawatku semenjak ibuku meninggal.”


Bei Feng berusia hampir dua ratus saat ini. Dulu, dia merupakan adik junior dari Ji Changkong, ayah Ji Lingling. Dia seorang ahli Emperor Qi Realm. Artinya, bakat yang dimilikinya termasuk rata-rata.


“Nenek, anggap tempat ini rumahmu sendiri. Aku dan White String akan menemui ayah,” Ji Lingling menarik tangan White String dan segera menuju Thousand Swords Mountain Sect. “Ling’er, hati-hati,” Bei Feng tersenyum lembut kepada gadis yang sudah dianggap cucunya sendiri itu.


Untuk hari ini, White String tidak protes ketika di tarik oleh Ji Lingling. Mungkin, karena pikirannya berada di tempat lain.


✾✾✾


WS : Ada yang nyari Alufra? Tenang, dia ada di...


Di sebuah rumah, di abab 21,


Hin : Yang bersih ngepelnya, setelah itu cuci piring jangan lupa.


Aru : Apa kesalahanku? T-T


Hin : Lu nulis lirik lagu Jepang di novel China, waras gak tuh?


Don’t forget, scene WS nyanyi Lagu Bintang Jatuh di bab sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2