Who Changes

Who Changes
Berkunjung


__ADS_3

Agni sangat bersyukur memiliki teman dan keluarga yang selalu mendukungnya, Agni begitu sangat tersentuh dengan sikap teman dan keluarganya. Dari masalah ini Agni baru sadar jika orang - orang di sekitarnya sangat peduli dan selalu mendukungnya.


.


.


○○○○○○


.


.


Hari itu terlewati dengan begitu saja tanpa kejadian mistis seperti kemarin yang membuatnya tertekan. Kemarin sudah berlalu dan kini adalah Esok.


Tidak ada suara burung di pagi ini hanya seberkas sinar dari mentari yang menembus kaca namun terhalang oleh gorden gelap di kamar Agni. Agni masih tertidur pulas dengan selimut yang menutupi tubuhnya itu, namun tak berapa lama ada suara yang menuju kamarnya.


Tok tok tok!!!!


Suara ketukan pintu yang berulang - ulang membuat kesadaran Agni bangkit, matanya perlahan terbuka mengarah ke langit - langit kamar.


" Agni bangun, nanti telat ke kampusnya! "


Perlahan suara itu terdengar semakin keras di telinga Agni, saat itulah kesadarannya penuh.


" Iya Mi! Agni udah bangun ini. "


Agni bangkit dari tidurnya dan terduduk di tepi ranjang miliknya itu ia menjawab Mami nya dengan suara lesuh.


" Buka dulu pintunya, nanti kamu tidur lagi! " gumam Mami Agni


Mendengar itu Agni bangkit dan melangkah menuju pintu kamarnya.


Di putarlah kunci itu dan terbukalah pintu kamar Agni, dengan wajah bantalnya ia menghadap Mami nya.


" Cepet mandi terus turun sarapan. "


" Hari ini Agni nggak ke kampus dulu. "


" Lah emang kenapa, kamu sakit ?. "


" Hari ini jadwal Agni kosong, nggak ada kelas. "


" Oh gitu, yaudah mandi gih terus sarapan, Mami turun duluan ya. "


" Iya Mi. "


Saat Mami Agni melangkah pergi membelai kamar Agni, ia menutup pintu itu kembali.


Di tempat lain.


" Kakak masih tidur ya Mi? " tanya Bayu sambil megang roti dan sebilah pisau kecil berlumur selai kacang.


" Katanya hari ini nggak ada kelas. "


" Oh gitu! "


Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang menuju meja makan.


" Pagi semua! " Ucapnya dengan senyuman lebar.


" Idiiih senyumnya itu lo ! " gumam Bayu dengan wajah sedikit jijik melihat kakaknya.


" Apaan sih syirik aja. "


.


.


○○○○○○○


.


.


Beberapa menit kemudian, Bayu dan Papanya sudah selesai sarapan.


" Mi aku berangkat dulu ya, ayo Pi berangkat ! "


ucap Bayu yang berdiri sambil meraih tas yang ada di kursi sebelah nya.


" Iya iya bentar. " Papinya menjawab sambil membenarkan dasi yang ia pakai.


.


.


○○○○○○


.


.


" Mi aku balik ke kamar dulu. "


" Mami nanti mau pergi sebentar ke rumah bu Melik. "


" Mau ngapain Mi. "

__ADS_1


" Ada deh. "


" hmmmm. "


.


.


○○○○○○


.


.


▪Di tempat lain ▪


Di halaman kampus Katika dan Tirta duduk bedua melihat sekitar.


" Kok Agni belom dateng ya Kar? " tanya Tirta sambil celingukan mencari batang hidung Agni.


" Dia hari ini nggak ke kampus! " menjawabnya dengan nada santai


" Lah kok lo nggak ngomong dari tadi sih, tau gini kan gue langsung ke kantin. "


" Lah kan elu nggak tanya. "


" Agni kenapa nggak ke kampus? dia sakit lagi atau gimana Kar? "


" Katanya mau sendiri. "


" Mau sendiri? "


" Ya, dah lah banyak nanya lo "


Kartika beranjak pergi dari tempat itu menuju kelas, Tirta pun juga sama.


Di perjalanan ke kelas Tirta menepuk pundak Kartika.


" Nanti kita ke rumah Agni yuk Kar! udah lama juga ga ke sana. "


" Lah dia katanya mau sendiri, elo malah mau nyamperin, nggak punya otak ya! "


" Gapapa, lagian mana mungkin sih kita nanti di usir. "


Tirta menjawabnya sambil mengangkat dagu dan alisnya juga di sertai senyuman percaya diri.


" Dih PD banget. "


" Gimana mau nggak? pasti mau dong, tukang kepo kayak kamu mana bisa nolak. "


" Yaudah abis pulang dari kampus gue temenin ke rumah Agni. "


.


.


○○○○○○○○


.


.


Mereka berdua tak perlu waktu lama untuk sampai ke rumah Agni karna jarak dari kampus ke rumah Agni memang cukup dekat.


Saat ini Agni di dalam kamar berbaring di atas ranjang dengan mata tertutup mendengarkan alunan musik yang sedang ia putar.


Di bawah terdengar bel rumahnya berbunyi beberapa kali, namun suara bel itu tidak sampai ke telinga Agni karna terhalang oleh musik yang sedang ia putar.


Di luar rumah Agni berdiri Tirta dan Kartika yabg sedang memencet bel secara bergantian.


" Ni rumah nggak ada orangnya apa ya! " gumam Tirta


" Tauk! "


Tak begitu lama Tirta dan Kartika mendengar seseorang yang membuka kunci pintu yang ada di depan mereka.


" Eh eh di bukain tu! " ucap Kartika sambil mencolek bahu Tirta.


Lalu pintu itu terbuka.


" Oh den Tirta sama non Kartika to! mau cari non Agni ya? " dengan nada lembut pengurus rumah itu berbicara.


" Iya bi, Agni nya ada akan bi? " tanya Kartika.


" Non Agni nya ada kok, silahkan masuk. "


Mereka masuk bersama dengan dampingan Bibi berjalan menuju ruang tamu.


Mereka duduk berdampingan di kursi.


" Pada mau minum apa, biar Bibi buatin dulu. "


" Kayak biasanya aja Bi " saut Tirta.


Bibi pun pergi menuju dapur, tak berselah lama datanglah Mami Agni menghampiri Tirta dan Kartika yang sedang duduk.


" Eh Tirta sama Kartika! " Sapa Mami Agni

__ADS_1


" Eh tante Maya! apa kabarnya tan? " Saut Kartika sambil berdiri dan menjabat tangan Mami Agni.


" Baik kok! udah lama nggak main kesini, pasti sibuk sama kuliah nya ya! "


" Iya tan sibuk banget, maaf nih kalo baru bisa mampir hari ini. " saut Tirta.


" Agni nya ada di kamar tu dari pagi, ke atas aja ya kalo mau nyari Agni, tante tinggal dulu. "


Mami Agni beranjak pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tamu itu.


" Yaudah yuk kita langsung ke atas aja nyamperin Agni. " ajak Kartika.


" Lah kan minumnya gimana nih. "


" Udahlah nanti tinggal bilang Bibi suruh anterin ke atas. "


" Emang ya lo tu ga ada akhlak. "


" Susah nyari akhlak Tir! udah ah ayo cepetan. "


" Yaaa. "


.


.


○○○○○○○○○


.


.


Braaak!!!


pintu kamar itu terbuka dengan keras hingga membuat Agni terkejut, di mana ia semula berbaring di ranjang menjadi terduduk mendengar pintu itu terbuka begitu keras.


" Agniiii!! gue kangen banget!" teriak Kartika sambil berlari menuju tempat Agni.


" Untung nggak punya penyakit jantung "


" Lah emang kenapa Ni? " tanya Kartika yang seketika berhenti saat mendengar kalimat dari Agni.


Dari belakang Kartika, Tirta berjalan pelan dan santai.


" Ya karna lo hebohnya kebangetan Kar! " saut Tirta.


" Bener tu kata Tirta! kan bisa di ketuk dulu sebelum masuk, jangan main masuk trus teriak gitu kan ngagetin." Ujar Agni


" Iya deh aku minta maaf "


.


.


○○○○○○○


.


.


Dari pintu kamar itu Bibi berjalan masuk membawa minuman yang di temani oleh camilan.


" Permisi bibi mau nganter minum. "


" Taruh situ aja bi. " saut Agni sambil menunjuk ke meja.


.


○○○○○○○


.


Perbincangan pun di mulai.


" Gimana Ni? " tanya Kartika


" Gimana apaan ?


" Keputusan lo! "


" Gue masih bingung, soalnya gue kan gatau banyak siapa Edgar. "


" Ya kenapa nggak cari informasi di internet aja, kan sekarang gampang banget kalo mau cari tau berita. tinggal klik kasus kematian Edgar pasti keluar tu berita lain tentang Edgar. " jelas Tirta dengan sangat panjang.


" Iya juga ya Tir, kok gue nggak kepikiran ya. " Jawab Agni


" Ya karna cewek tu pakek perasaan nggak pake logika jadi gada otak buat mikir logis." saut Tirta dengan nada santai.


" Pengen ngelempar orang dari jendela gue Ni. " saut Kartika.


" Kayaknya gue setuju sama lo Kar. "


" Isshh! gitu aja baper. Udah cepet buka tu laptop ketik di google klik trus baca. "


.


.

__ADS_1


Mereka duduk berjajar di atas ranjang Agni menghadap laptop yang ada di depan mereka, mencari kisah di balik Edgar yang membuat hidup Agni kini menjadi rumit penuh pertanyaan.


__ADS_2