
Dari jauh terlihat mobil Tirta datang.
" nah itu mereka dateng."
Tirta membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan sebagian kepalanya " ayo berangkat "
____________________________________
Di dalam mobil
" Agni! Lo serius nih soal ini, kita bisa puter balik lagi lo!" celetuk Kartika dari bangku belakang.
" Serius Kar, kalo kamu takut gapapa kok ga ikut "
" enggak lah masa gue ngebiarin temen gue susah sendiri."
Sementara itu Tama dan Edgar sudah menunggu mereka di bawah pohon dekat danau.
" Dasar gatau diri udah lama belom juga dateng" celetuk Edgar dengan muka kesal
" Berisik " guman Tama.
mendengar perkataan Tama Edgar spontan membuang muka.
Tak berselang lama Agni, Tirta, dan Kartika tiba dan menghampiri Edgar dan juga Tama di bawah pohon. Mereka bedua terlihat sedikit kesal.
" eh kok emmmss kalian berdua kayak marah?" ujar Agni.
" hah bedua? orang cuma Tama yang kelihatan." saut Tirta dengan kebingungan dan sedikit merinding.
" kalian marah ya karna kita telat ( sambil melihat jam di tangannya) " ujar Agni.
" huh udah tau, nanya lagi." jawab Edgar dengan ketus.
" iya deh maaf."
" oh iya, ngomong-ngomong emang lo ga bisa apa nunjukin wujud lo ke Tirta sama Kartika?" tanya Agni
" bisa aja, tapi gue males."
" jangan gitu lah kan mereka juga bantuin buat nyelesaiin masalah lo. Lo harusnya hargain sedikit kek mereka."
" iya iya bawel banget."
" dasar cerewet " gumam Edgar dengan lirih.
" kyaaaaaaa "
" huaaaaaaa "
teriak Tirta dan juga Kartika melihat wujud Edgar yang menyeramkan dan muncul tiba - tiba di samping Tama.
" Edgar!" teriak Agni
__ADS_1
" bisa gak sih kalo nunjukin wujud yang jelas gitu gausah nakutin "
" Ok ok , tadi cuma bercanda."
Tiba - tiba Edgar melesat dengan cepat dan tepat di depan Tirta dan Kartika sambil menunjukkan jarinya ke mereka berdua dan berkata " tapi awas aja kalau kalian malah nyusahin, gue bakal menghantui kalian berdua sampe mati" Ancam Edgar dengan wajah nya yang menakutkan.
Tirta dan Kartika spontan menutup mata dan mengangkat tangan mereka dan menunjukkan dua jari dan secara bersamaan mereka menjawab Edgar " iya janji " dengan tubuh gemetar ketakutan.
" Udah - udah jangan main - main lagi. Sekarang waktunya kita cari informasi." sela Agni.
" Sebaiknya kita mulai dari gerbang Kampus, karena di sana rute pertama mereka masuk ke sini kan." ujar Tama
Mereka pun berjalan menuju gerbang kampus, memang cukup jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki karena gerbang berada jauh dari danau .
" lama banget sih kalian." ejek Edgar.
" diem Lo tu hantu mana ngerti rasanya capek."
" kita jalan kaki dan Lo cuma tinggal ngilang trus sampe. ga adil banget hah hah ( sambil terengah - engah."
" yaelah Tir Lo kan ikut club karate masak jalan dari sana ke sini capek, ga logis banget , atau jangan - jangan Lo cuma ngikut - ngikut aja tapi ga latihan. hahahaha." saut Kartika.
" diem Lo."
" hemmm kayaknya di sini ga ada makhluk astral deh, gue ga ngerasain ada hawa mereka di sini ". ujar Tama.
" iya deh kayak nya gue dari tadi di sini gada yang lewat." saut Edgar.
" Mungkin kita coba cari di sudut lain sekitar sini." ajak Agni.
" ya ampun rasanya udah kayak jadi pemburu hantu T_T." gumam Tirta dengan muka yang sedih dan sedikit ketakutan sambil memegang pundak Kartika dengan Suasana yang semakin gelap.
" iiih emang Lo aja yang takut, gue juga takut." saut Kartika dengan menepis tangan Tirta yang ada di pundaknya .
Mereka pun berjalan menuju arah yang di tunjukan Tama. Tama berjejer deng Agni dan juga Edgar yang kakinya tidak menapak di tanah sedangkan di belakang mereka bertiga adalah Tirta dan Kartika yang di mana Kartika selalu menepis tangan Tirta yang selalu memegang pundaknya dari belakang.
" Apaan sih "
Tirta meletakkan tangannya ke pundak Kartika lagi dan lagi.
" Apaan sih, sampe Lo gitu lagi gue kasi Lo ke hantu biar di jadiin makanan " ancam Kartika dengan raut menyeramkan dan matanya yang melotot ke Tirta.
" iya iya, muka Lo tu serem."
" hah apa Lo bilang? "
Agni yang mendengarnya menoleh kebelakang dan berkata " udah - udah jangan berantem terus "
seketika itu mereka diam namun Kartika masih memasang wajah kesal.
" itu di sana " tunjuk Tama ke sebuah kursi di bawah pohon. seketika itu mereka semua langsung mengarahkan mata mereka pada sebuah bangku yang di tunjuk oleh Tama.
" itu di sana ada makhluk astral yang duduk "
__ADS_1
" mana sih ga kelihatan juga." saut Tirta
dengan spontan tangan Kartika mendorong kepala Tirta .
" bego banget! ya mana kelihatan. emang Lo anak indigo Lo kan anak idiot."
" oh iya gue lupa, maaf khilaf hehe."
" tunggu Lo bilang gue idiot? hah?"
" ya emang gitu kan nyatanya "
" awas aja ya! gue ga bakalan nganterin Lo pulang. biar Lo di bawa sama hantu di jalanan sana." ujar Tirta sambil menunjukkan jarinya ke wajah Kartika
Kartika hanya membuang muka dengan kesal.
____________________
" hei kamu yang di sana!" teriak Edgar
seketika itu sesosok itu menghilang lenyap.
" yah kan ilang, Lo sih belum juga nyampe malah di teriakin." Agni menyalahkan Edgar karena makhluk itu menghilang ketika mendengar teriakannya.
" kayak nya hantu itu agak sensitif, bisa jadi dia terganggu dengan suara - suara berisik."
sesampainya di bangku Agni dan Tama duduk di bangku itu. Agni duduk menyandar punggungnya dan menghadapkan kepalanya keatas serta meletakkan kedua tanyanya di kepala.
" haaaahhh harus gimana lagi nih kita?" ujar Agni saat itu.
mereka semua terdiam tak berkata sepatah kata pun.
Edgar melihat sekitar tempat mereka, ia merasakan bahwa sosok itu masih di sekitar sini.
" Heiii siapapun tadi cepat keluarlah, kami hanya ingin bertanya." teriak Edgar saat itu.
Tama dan Agni hanya memandangnya dengan kebingungan.
" kalau kami bisa dapat informasi yang kami inginkan, kami bakalan ngasih yang kamu inginkan." tambahnya .
" Lo udah gila ya, jangan sembarangan ya ngasih janji sama hantu. iya kalo dia hantu baik kalo jahat? gimana kalo dia minta nyawa salah satu dari kita ha? iya Lo udah mati mudah ngomong gitu. kita berempat masih manusia. jangan sembarangan." Tama begitu marah kepada Edgar dengan ucapan nya tadi.
" Lo jangan egois dong Gar, jangan mentingin diri Lo sendiri. nyawa kami bisa jadi taruhan gara - gara omongan Lo." tambah Agni
" mau gimana lagi." dengan entengnya Edgar menjawab perkataan dari Tama dan Agni.
" dasar setan egois." celetuk Agni.
" Ya tuhan semoga nyawa gue selamat." celetuk Tirta dengan wajah ketakutan dan gemetar.
" Agni yok pulang aja, gue takut." Kartika melihat sekeliling sambil ketakutan.
tiba - tiba sosok itu muncul seketika di hadapan mereka.
__ADS_1
" huaaaaaa setannya Dateng." teriak Tirta
Tama dan Agni saat itu hanya terdiam menatap sosok hantu yang ada di depan mereka.