Who Changes

Who Changes
Ide Tirta


__ADS_3

2 hari kemudian di belakang kampus tepatnya jam 6 sore, mereka berempat berjalan menuju tempat Edgar menetap saat ini tepatnya di pohon dekat kampus.


" Ni!, kenapa kita ke sini sih " kata Tirta yang berjalan di belakang Kartika


" Apaan sih Tir, Lo tu cowo seharunya di depan sono kayak Tama tu !" ejek Kartika sambil menggoyangkan pundaknya yang di pegang Tirta.


" Ye kan ini tempat kayak serem gitu semenjak denger cerita Agni " saut Tirta, sambil memegang pundak Kartika dari belakang.


" Kita kesini mau nemuin Edgar buat bantuin dia." saut Agni.


Mereka pun sudah tiba tepat di bawah di mana Edgar biasanya muncul.


" Di sini tempat Edgar meninggal." saut Agni


" Edgar!! keluarlah, aku disini " teriak Agni


Angin pun berhembus perlahan seperti melewati mereka berempat.


Dari balik pohon itu seperti ada seseorang yang berdiri, sosok itu muncul perlahan dan dia adalah Edgar dengan wujud yang tidak menyeramkan seperti waktu ia meneror Agni.


" wow emang kayak rumornya ya, si Edgar ganteng abieess." celetuk Kartika dengan suara lirih.


tiba - tiba aura di sekitar mereka berubah menjadi mencekam.


" ih kok jadi tambah serem si suasananya". bisik Tirta kepada Kartika.


" kalian sebaiknya diam sepertinya Edgar sedikit emosi, ini mungkin aura kemarahan Edgar " saut Tama dengan lirih.


" Aksskksks gue merinding banget T_T ". Ucap Tirta dengan tubuh gemetar


" Lo mending diem deh, kalo Lo gitu gue tambah takut ya! " saut Kartika dengan kesal


Saat ini perlahan wujud Edgar berubah sedikit menyeramkan mungkin hampir sama seperti waktu Edgar meneror Agni waktu itu.


Tiba - tiba suasana sedikit mencekam dan di penuhi hawa dingin. dan di saat itu pula Tirta dan Kartika tidak lagi bisa melihat wujud Edgar.


" kenapa! kenapa kamu membawa orang - orang ini kemari ?" ucap Edgar dengan nada marah.


" hei! tenanglah mereka juga akan membantumu" saut Agni.


"Aku memintamu untuk membantuku bukan meminta mereka yang membantuku, apa kamu pikun haaa!"


Agni mulai terpancing emosi mendengar perkataan Edgar. " Memangnya dengan cukup kita berdua bisa menyelesaikan masalah serumit ini? ha? kamu cuma arwah yang ga bisa mati sedangkan aku, aku masih hidup, apa kamu pikir membantumu tidak ada resiko dengan hidup ku?."

__ADS_1


" Sudah cukup! "


" Apa kamu sudah lupa tujuan kita datang kemari Agni?"


Dengan sikap tenang Tama menyela pembicaraan Agni dan Edgar waktu itu.


" Kita kemari untuk membicarakan permasalahan ini agar dapat tau solusi dan cepat terselesaikan " tambah Tama saat itu.


" hah dasar orang sombong " pekik Edgar


Kalimat dari Edgar itu di jawab Tama dengan auranya yang menakutkan. Saat itu hanya Edgar yang mampu merasakannya, aura nya sangat pekat, aura manusia yang berdarah dingin. Edgar pun terdiam seketika.


" Namaku Tama, aku memiliki kelebihan untuk melihat makhluk seperti kalian bahkan bisa juga menjinakkan sebagian jenis makhluk sepertimu." Tama memperkenalkan dirinya dengan sedikit sombong.


" manusia dingin yang sombong " Ucap Edgar dengan lirih sembari membuang muka dari Tama.


" Dan mereka bedua yang di sana ( sambil menunjuk ke arah belakang ) mereka sahabat Agni, namanya Tirta dan Kartika." ucap Tama


" siapa juga yang peduli nama mereka! " saut Edgar.


" Jadi apa lo tahu nggak siapa yang nyulik sama yang ngebuang lo ke sungai?"


"mana gue tahu, kalaupun gue tahu gue ga bakal minta tolong sama Agni. Udah gue hantuin tu penjahat sampe mati."


" sebelum gue jawab mending cara Lo bicara biasa aja gausah pakek kata 'kamu'."


" jujur gue ga pernah punya musuh dan menurut gue , gue nggak pernah sekalipun nyinggung orang. Lo ga pernah denger ya soal gue. gue ga pernah jahat sama orang."


" kalo gini ceritanya kita bakal sulit nemuin pelaku yang ngebunuh Lo, apalagi ini kasus udah lama. bisa jadi pelakunya udah kabur ke luar kota mungkin."


" masuk akal juga " saut Agni


" trus habis ini kita mau cari informasi ke mana coba?" tambahnya.


mendengar perbincangan mereka bertiga dan sedikit juga paham ( ya meski sedikit ), Di benak Tirta terbesit satu ide dan dengan spontan diutarakannya.


" tinggal tanya sama hantu di sekitar sini kan pasti mereka juga tau, pembunuhan nya waktu malem ya kan."


mata Kartika terbelalak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Tirta, spontan tangan Kartika membungkam mulut Tirta, sambil tertawa palsu.


" hahaha, gausah dengerin omongan Tirta, ini anak emang suka ceplas-ceplos mulutnya" ( dengan senyum palsu menutup perkataannya.


sambil melirik dengan tatapan mematikan Kartika berbisik ke telinga Tirta dan dengan nada lirih juga marah ia berkata. " Lo kalo ngomong di pikir ya ember, emang lo mau kita nanti nyari setan yang bentukannya nyeremin haa?"

__ADS_1


Seketika Tirta berpikir jika perkataan Kartika ada benarnya, apa lagi ia takut dengan hal gaib.


" hahaha, iya gausah dengerin omongan gue, gue tadi cuma asal ceplos doang kok. Pasti ada cara lain kok, hahahaha" ( dengan senyum palsu )


" Tapi ide Lo tadi boleh juga, karena ga ada juga saksi lain dalam kasus Edgar. Tapi pasti hantu - hantu di sini tau." saut Tama


" Ide bagus, saksi nyata emang ga ada tapi saksi yang ga nyata pasti ada."


" Yaudah kita cari hantu - hantu di sekitar sini, mau mikir apa lagi coba!" celetuk Edgar


" Yaudah nanti malam kita kumpul di tempat ini lagi baru kita cari." ujar Agni .


" Ini serius mau nyari setan beneran? ini kita nyari setan lo. SETAN bukan MANUSIA!." tegas Tirta dengan raut muka ragu.


sambil mendorong bahu Tirta, " gara - gara Lo sih, pake acara ngasih ide nyari hantu " Kartika memasang muka kesal karena ide Tirta itu.


____________________________


Malam pun tiba, mereka satu persatu berangkat ke tempat janjian yang tadi sore mereka setujui.


Rumah Agni:


dari tangga Agni turun untuk berangkat ke kampus.


" Ma, Pa. Agni mau pergi sama Tirta ke rumah Kartika" pamit Agni.


Agni saat itu tidak ada cara lain selain berbohong, karena jika Agni jujur pasti tidak akan mendapat izin dari Papa dan Mama nya.


" selamat malam Om, Tante " sapa Tirta.


" yaudah Ma,Pa aku berangkat dulu ya!" pamit Agni


" jangan pulang malem - malem ya!" ujar Mama Agni.


Di pinggir jalan depan rumah Kartika:


" aduh mereka kok lama banget sih" gumam Kartika


" aduuuh, kalo kemalaman kan makin serem, mana nanti nyari setan lagi.. iiihhhh ga kebayang banget."


Dari jauh terlihat mobil Tirta datang.


" nah itu mereka dateng."

__ADS_1


Tirta membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan sebagian kepalanya " ayo berangkat "


__ADS_2