
"Sebernarnya sejak kamu memakai kalung itu, pagar di sekelilingmu dan sesuatu yang menutupi matamu itu kini terbuka, dan juga kemampuan itu kini mungkin meningkat dengan bertambahnya umurmu saat ini. "
" Aku nggak ngerti apa yang kamu omongin."
.
.
●●●●●●●
.
.
" Bener tu kata Agni, coba lo jelasin yang kita bisa paham gitu. "
saut Tirta kebingungan dengan perkataan Tama itu.
" Bakalan panjang kalo di jelasin. "
dengan wajah dingin itu Tama memberi tau mereka.
" Gapapa kita hari ini free kok, jadi mau berapa lama pun kamu jelasin, kita bakalan dengerin ok! "
Tirta mencoba meyakinkan Tama agar mau menjelaskan dengan detail maksut perkataannya tadi kepada Agni. Tama pun tidak bisa mengelak pernyataan Tirta itu.
" Baiklah! tapi kalian harus mendengarkan dengan serius, aku tidak mau mengulang perkataan yang sudah aku ucapkan. " saut Tama dengan nada yang sangat cuek.
" Ok! " mereka menyetujui perkataan Tama. Setelah itu Tama pun mulai menjelaskannya dengan kalimat yang dapat mereka pahami.
" Kemungkinan dulu entah umurmu berapa, mungkin ketika kamu kecil kamu dapat berinteraksi dengan makhluk yang berbeda dunia, singkatnya kamu sebenarnya memiliki kemampuan sepertiku. "
" Itu nggak mungkin! selama ini aku biasa saja dan tidak pernah melihat makhluk seperti yang kamu bicarakan. "
Agni mencoba mengelak pernyataan Tama karena dia tidak percaya, Tama pun hanya bersikan dingin dan tidak sedikitpun tersinggung.
" Itu karena kemampuanmu telah dengan sengaja di tutup, mungkin orang tua mu yang meminta seseorang menutup kemampuanmu itu. "
" Apa bisa kemampuan seperti mu ini di tutup. " Tirta mencoba meminta penjelasan terhadap Tama.
" Tentu saja bisa! jika seseorang yang memiliki kemampuan ini tidak kuat dan tidak mampu menerimanya, ini bisa di tutup namun juga kemungkinan suatu saat dapat terbuka kembali. Karna kemampuan ini adalah pemberian dari pencipta, jika memang sudah takdir, maka itu akan terjadi. " Tama menjelaskannya dengan serius.
" Coba deh Ni kamu inget - inget dulu kamu waktu kecil gitu pernah nggak ngalamin kejadian aneh. " Bisik Kartika pada Agni.
"Aku...!!"
Agni mencoba mengingat kemabali kapan ia pernah mengalami kejadian supranatural itu.
" Itu tidak penting sekarang, masalahnya ada di kalung itu. " Tegas Tama
__ADS_1
" Apa kaitannya semua kejadian ini dengan kalung itu. " tanya Tirta.
" Kalung itu yang membuka kembali kemampuan Agni saat ini. " Tama menegaskan pertanyaan dari Tirta.
" Agni mungkin kamu ingin memberi tahu kami sesuatu yang belum kamu katakan pada kami yang berkaitan dengan kalung itu." Tama memandang serius ke hadapan Agni
" Emmm.. sebenarnya aku minggu lalu ketemu sama pemilik kalung ini di bawah pohon dekat danau. " Agni mengatakan itu dengan menundukkan kepalanya.
" Ni kok lo nggak bilang sih sama kita!! "
Kartika sedikit kesal dengan pernyataan Agni itu, karena selama mereka berteman tidak ada rahasia di antara mereka.
" Terus kenapa lo nggak balikin tu kalung sama dia. " saut Tirta dengan nada tinggi.
" Maaf udah nyembunyiin ini dari kalian, sebenernya aku mau balikin saat itu, tapi kalungnya nggak bisa di lepas. "
Agni memasang wajah bersalahnya karena melihat Tirta dan Kartika kecewa dengan nya.
" Karena sejak kalung itu melingkar di lehermu, kalian sudah terikat dan kamu sudah menyetujui keterikatan itu. " Tegas Tama
" Aku tidak merasa menyetujuinya. " Agni mengelak perkataan Tama
" Coba kamu ingat - ingat perkataan apa yang kamu iya kan dengan dia. " Tama mencoba membuat Agni percaya.
" Dia hanya ingin berteman dan meminta bantuan. "
" Lalu apa jawaban mu saat itu? " tanya Tama
" Itu dia yang membuatmu terikat janji dengan dia dan kamu punya tanggung jawab untuk membantunya." tegas Tama.
" Apa salah jika Edgar meminta bantuan dan ingin berteman. "
Mendengar perkataan Agni, mereka semua terkejut dan tercengang. Ya karena mereka tau Edgar sudah tiada di dunia ini 6 bulan lalu.
" Kau tadi menyebutkan nama Edgar !! " Tirta masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Kamu nggak salah sebut kan Ni, coba kamu kasih tau kita siapa namanya tadi ? " Kartika pun masih tidak percaya dengan Agni
" Namanya Edgar Saputra, udah jelas kan!"
Dengan lantang Agni menyebutkan nama itu. Sontak Tirta dan Kartika semakin terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di bilang Agni.
" Jangan terkejut! Aku percaya dengan apa yang di katakan Agni, hanya saja dia belum menyadari kelebihannya itu. "
Tama tampak biasa saja karena dia tau itu.
" Ni kamu tau nggak sih siapa Edgar Saputra! " Kartika mengatakannya dengan nada yang tinggi.
" Gatau tapi kelihatannya dia salah satu siswa di sini. " dengan santainya Agni menjawab Kartika tanpa mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
" Kamu tau nggak sih kalau Edgar yang kamu omongin itu udah meninggal 6 bulan lalu. "
Kartika memberi tahu Agni yang sebenarnya meski itu akan membuat Agni terkejut saat mendengar itu bahkan mungkin Agni tidak akan percaya.
" Kamu ngaco Kar !! " Agni masih tidak percaya dengan Kartika.
" Kamu pernah aku kasih tau kan Ni, soal ada siswa yang meninggal di danau itu dan sampai sekarang kasus itu belum terungkap!"
sebelum Tirta berhenti berbicara Agni memotong perkataan Tirta.
" Memang apa hubungannya kasus itu dengan Edgar?" Tanya Agni.
" Jadi sebenernya nama korban itu Edgar Saputra yang barusan kamu omongin. "
Tirta menegaskan perkataannya kepada Agni.
" Yang di bilang Tirta itu benar , jadi yang kamu temui di danau itu sebenarnya adalah Arwah dari Edgar dan juga kalung itu mungkin benda yang sangat penting milik Edgar sehingga saat kematian dan jiwanya yang tidak tenang kalung itu terikat oleh Edgar." Tama memperjelas semua.
" Jadi intinya, saat ini Agni dan Edgar terikat karena kalung itu dan juga Agni memiliki tanggung jawab untuk membantu Edgar ."
Tirta mengambil kesimpulan dari apa yang di bicarakan Tama dan Agni.
" Otomatis Agni harus mau membantu Edgar mencari tahu siapa pembunuh Edgar! " saut Kartika.
" Apa yang kalian berdua bicarakan memang benar, jadi di sini semua keputusan ada di tangan mu Agni. Jika kamu tidak sanggup aku punya pembimbing seorang paranormal yang hebat, dia kemungkinan besar dapat memutus keterikatan kalian. " saut Tama.
" Aku masih belum tau. " Agni menjawabnya dengan lirih.
" Apapun keputusannya kita selalu di pihakmu Ni. " saut Tirta
" Jika kamu harus melakukannya kita akan membantumu sebisa kami, apapun masalahnya kita hadapi bersama ok! "
Kartika mencoba menyemangati Agni
" Yaa semua keputusan ada di tangamu saat ini, aku harus pergi dulu. Jika kalian sudah memutuskan kalian bisa memberi tahuku. Aku pergi dulu."
Tama beranjak pergi meninggal mereka bertiga.
.
.
Tama menyerahkan semua di tangan Agni. Saat itu Agni hanya terdiam dan termenung karena masih belum percaya dengan semua kejadian yang ia alami ternyata saling berkaitan. Ia begitu dilema dengan pilihan itu, ketika mengingat lagi dan saat itu juga ada Edgar yang muncul di pikirannya.
.
.
.
__ADS_1
👧 ♡ 👦