Who Changes

Who Changes
Pertemuan


__ADS_3

Pagi hari, di kediaman Agni.


Mami Agni pulang setelah suaminya meneleponnya dan mengabarkan bahwa di rumah ada masalah dan juga rumah berantakan.


" Mi, kemarin malam ada kejadian janggal!"


" Emang kejadian apaan sih Pi? "


" Kayaknya Agni udah mulai peka lagi sama mereka yang nggak keliatan."


Mami Agni sedikit terkejut mendengar perkataan suaminya itu.


" Papi nih pasti terlalu khawatir."


" Nggak Mi!, jadi tadi malem waktu papi pulang kerja Agni tu ketakutan sampe nangis, katanya ada yang nakutin dia, keadaan rumah juga berantakan. "


" Kok bisa kayak gini sih Pi! kan dulu udah ketutup. "


Malam yang menakutkan itu telah berlalu dan ini sudah pagi, namun Agni tak kunjung bangun.


" Jangan tinggalin Agni, Agni takut!! " Agni merintih ketakutan dalam keadaan tidur.


" Pi itu suara Agni!! kayaknya ketakutan deh. "


" Eh iya tu Mi, ayo kita ke kamar Agni."


Kedua orang tua Agni bergegas naik menuju kamar Agni.


" Agni bangun nak, Mami di sini. "


Mami Agni mencoba membangunkan Agni yang terus merintih. Saat Mami Agni memegang tubuh Agni, tubuhnya sangat panas dan bekeringat.


" Pi cepet panggil dokter, Agni demam tinggi ."


Mendengar perkataan itu Ayah Agni bergegas menelfon dokter untuk datang memeriksa Agni .


.


.


○○○○○○○○○○


.


.


Setelah dokter itu memeriksa Agni, dengan begitu panik Mami Agni bertanya kepada dokter itu


" Gimana dok anak saya?"


" Putri Bapak dan ibu hanya terkena demam psikogenik, itu di sebabkan karena stres dan banyak pikiran. Nanti setelah istirahat cukup dan meminum obat yang saya berikan demamnya akan turun bertahap, jangan biarkan Putri Bapak dan ibu terlalu berfikir keras dan stres."


" iya dok terima kasih banyak. "


setelah itu Agni sangat di jaga dan di perhatikan oleh kedua orang tuanya.


.


.


.


○○○○○○○○


.

__ADS_1


.


.


ke esokan harinya karena Agni merasa tubuhnya sudah terasa sehat ia melakukan aktivitas seperti biasanya.


Di dalam mobil, perjalanan menuju kampus Agni.


" Kamu beneran udah sehat Ni ?"


" Udah kok Yah, Ayah nggak usah khawatir lagi sama Agni."


Di sela - sela perbincangan Agni dengan Ayahnya, Agni melihat dari jauh seorang wanita berbaju putih dengan rambut yang terurai melangkah lurus seperti ingin menyeberang, namun wanita itu tidak sedikitpun menengok ke kanan maupun ke kiri, terus berjalan lurus masuk ke jalanan.


" YAH STOOOOP!!!! "


Seketika Ayah Agni menginjak rem mobil itu secara mendadak setelah kaget mendengar teriakan Agni, mobil itu berhenti dan Agni bergegas membuka pintu mobil untuk keluar melihat perempuan itu. Namun Agni di buat kebingungan karena tidak ada seorangpun di situ.


" Ada apa sih Ni, bikin kaget Ayah aja.Untung nggak kenapa napa! "


tanpa sepatah katapun Agni berjalan masuk ke dalam mobil. Ia terdiam melamunkan kejadian itu, Ayahnya sesekali menengok ke arah Agni meski harus fokus menyetir.


" Ni, kalau nggak enak badan mending Ayah antar pulang aja. "


" nggak kok Yah! Agni gapapa, cuman heran aja. Tadi jelas - jelas Agni liat ada orang nyeberang tapi pas Agni ngecek nggak ada siapa - siapa. "


" Emang nggak ada orang kok tadi, kalaupun ada orang mana mungkin Ayah nggak liat. "


" Tapi Agni yakin kok tadi itu orang. "


" Udah - udah, mungkin karna Agni masih sedikit kurang sehat jadi tadi salah liat. Udah ya jangan di pikirin lagi, kan Agni nggak boleh terlalu mikir keras - keras kan nanti sakit lagi. "


Mendengar perkataan Ayahnya Agni merasa sedikit lega dan ia berfikir mungkin yang di pikirkan Ayahnya itu memang benar.


Perjalanan itupun menjadi normal kembali dan suasananya juga normal, tak memakan waktu lama untuk tiba di Kampus Agni.


" Ingat ya Ni, kalo ada apa - apa langsung kabari Ayah atau Mami ya! "


" Iya Yah, hati - hati di jalan ya. " sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


.


.


.


○○○○○○○○○


.


.


.


" Ni! kok lo kemarin ga masuk sih, untung gue absenin kemarin. " Kartika bertanya dengan wajah kepo nya itu.


" Hadeeh.. kang kepo satu ini emang bener - bener deh! " saut Tirta.


" Diem lo!! lo juga pasti penasaran kan kenapa Agni nggak masuk kemaren? jadi gausah komentar. "


" Udah - udah jangan ribut terus, gue tu kemarin nggak masuk karna demam. "


" Ya ampun Ni! lo kok nggak bilang - bilang sih kalo sakit, kan kita bisa jenguk ke rumah. "


" Cuman sakit demam doang kok! tapi malamnya tu aku ngalamin kejadian yang nyeremin banget. "

__ADS_1


" Oke stop!! nanti pulang kuliah kita denger cerita Agni di kedai kopi depan kampus. "


.


.


○○○○○○○○


.


.


mata kuliah hari ini cukup melelahkan bagi mereka bertiga karna dosen nya cukup nyeremin. suasana kelas sudah seperti kuburan, hening, ingin bernafas pun terasa berat, seperti kelas kosong yang berisi patung - patung yang terdiam tanpa bergerak. Keluar dari kelas itu terasa baru keluar dari kastil hantu yang penunggunya haus akan darah.


" haaah rasanya tu dah kayak keluar dari neraka tau nggak. "


" Ya ampun Kar! kok lo ga bilang sih kalo pernah ke neraka!."


dengan raut muka kagum yang di buat - buat, tirta melontarkan ledekan yang halus itu.


" Gue tampol nih! "


saut Kartika dengan sinis dan mengangkat tangannya. Tirta tertawa dengan kelakuan Kartika yang lebay itu.


" Udah - udah! tiap hari kok berantem mulu, nanti lama - lama cinta lo "


Seketika Kartika dan Tirta diam mendengar perkataan Agni itu.


" Dih Najis " saut Tirta dengan suara lirih.


" Kalian berdua duluan aja ke kedai, gue mau ke perpus dulu. "


" Iya deh! tapi lo ati - ati ya. kalo ada apa - apa hubungin kita. "


Mereka berpisah di persimpangan koridor, Tirta dan Kartika berjalan menuju parkiran kampus untuk pergi ke kedai kopi depan kampus sedangkan Agni berjalan menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku yang belum sempat Agni pinjam kemarin hari.


Seperti terulang kembali saat Agni menemukan kalung itu, namun kali ini sedikit berbeda.


Ketika Agni keluar dari perpus dan berjalan menuju parkiran, ia melihat kucing hitam itu lagi dan gantungan tas miliknya di mulut kucing itu. Kucing itu diam dan menatap Agni seolah memberitaunya bahwa gantungan itu di tangannya


" Loh! kucing yang waktu itu kan dan itu kok gantungan tas gue juga sama dia sih! "


Agni terkejut dan seketika memeriksa tas nya dan benar. Ternyata gantungan tas nya tidak ada.


Kemudian kucing itu berjalan pergi, sontak Agni berjalan mengikutinya. Dan benar saja ! kucing itu berjalan menuju pohon di dekat danau seperti waktu itu.


" Kenapa tu kucing suka banget main kejar - kejaran. "


Sangat sama kejadiannya, kucing itu bersembunyi di balik pohon. Namun ada yang berbeda di sini, Agni melihat juluran tangan dari balik pohon seperti memanggil kucing hitam itu untuk datang.


Siapa? siapa pemilik tangan di balik pohon itu. Agni terkejut serta penasaran, ia semakin ingin mengetahui siapa itu.


Dengan pelan Agni melangkah menuju pohon itu, entah kenapa semakin dekat ia melangkah terasa tidak asing lagi sosok yang ada di bawah pohon itu.


Langkah demi langkah Agni berjalan hingga jaraknya dengan pohon itu cukup dekat, ia tersadar dan terdiam sesaat, sosok yang terduduk di bawah pohon itu sama dengan yang ada di setiap mimpinya.


Agni semakin penasaran dengan raut wajahnya karena di setiap mimpinya belum sampai melihat seperti apa sosok yang selalu ia mimpikan, ia berlari hingga sampai di balik pohon.


Ia seketika tediam mematung, mata mereka saling bertukan pandang. Warna baju itu, rambut itu, mata sayup itu sama seperti sosok yang menyeramkan di mimpinya, namun di depan matanya saat ini bukan sosok yang menyeramkan melainkan sosok yang terasa hangat dengan hanya memandangnya. Wajahnya cukup tampan, hidung mancung, alis tebal, meski wajahnya sedikit pucat tidak akan membuat ketampanan itu hilang.


●●●●●●●●●


hay sobat!! mungkin untuk episode selanjutnya akan sedikit lama karna mau sekalian ngepost beberapa episode


terima kasih sudah mau mampir ke novel ini :)

__ADS_1


tungguin yaaa :) !!!!


●●●●●●●●●


__ADS_2