
Di suatu pagi hari yang cerah, dimana awal hari esok telah di mulai. Kota S adalah tempat dimana keluarga Agni tinggal, kota kecil yang memiliki kehidupan yang normal. Kota yang termasuk indah dengan tatanan yang tepat.
▪Tempat tinggal Agni▪
Suara langkah kaki menaiki tangga kayu menuju ke suatu kamar ( bayangin sendiri yak :V ). Seorang wanita paruh baya dengan gelungan rambut dengan raut muka sedikit kesal menuju pintu kamar.
°°°°°°°°
dokdokdok ... suara pintu yang diketuk dengan begitu keras.
" Agni..Agni.. apa kau tidak dengar!!."
" Cepat bangun, atau ibu akan hancurkan pintu ini dan menyeretmu keluar." teriak ibu Agni
●●●●●
( Agni yang ngomong nih )
Ya, sobat. Dialog di atas itu adalah bagian ibuku. Aku belum mengenalkan ibuku pada kalian, baiklah!.
Dia adalah ibuku, aku biasa memanggilnya mami, namanya Maya ( 43 ) ibu rumah tangga yang mutli tallent. Dia adalah boss, boss rumah dan tokonya. Kami memiliki toko kecil di rumah bagian bawah sebelah kanan ( silahkan memikirkan sendiri sobat ). Semua bisa di kerjakan oleh ibuku. Ibuku paling suka dengan diskon, meski barang yang di diskon itu kadang tidak berguna tapi ibuku membelinya karena diskon. Dia bisa memanjat pohon mangga di depan rumah ( hahaha momen keren yang aku paling ingat ). Ibuku adalah super hero di mataku :)
●●●●●
Agni terbangun karena suara bising dari ibunya. Matanya terbuka sedikit dan memandang jendela kamarnya melihat cahaya yang masuk di balik gorden.
" Iya mi, Agni dah bangun ni."
" Cepet buka pintunya." saut Maya
Agni beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu dengan muka bantalnya.
" ni lo mi udah bangun akunya." saut Agni ( sambil membuka sedikit pintu dan menjulurkan kepalanya keluar .)
" Cepet mandi trus turun sarapan. inget ya CEPET." ucap Maya .
" Iya iya mamiku sayang." saut Agni dengan senyuman.
°°°°°°°
setelah Agni selesai mandi dan bersiap - siap. Ia bergegas turun dengan tas ransel berwarna denim. melangkah turun, menuruni tangga kayu menuju ruang makan keluarganya.
Dari bawah terlihat Maya ibunya Agni menyiapkan sarapan dan menengok keatas, pandangannya menuju Agni yang menuruni tangga.
" Apa kamu tidak capek, setiap pagi harus mami yang mbangunin." seru Maya
" Suatu saat aku akan bangun tanpa alarm mamiku sayang." saut Agni
" Mi, kok sepi kek kuburan. Mana nih yang laen?." tanya Agni sambil melihat sekeliling dimana hanya ibunya Agni yang ada di meja makan.
" Ayah sama adik mu udah berangkat duluan. Soalnya ayah ada urusan penting." jawab Maya.
" hmmmm..." Agni memasang wajah kecewa karena tertinggal oleh ayah dan adiknya.
Agni berjalan menuju meja makan dan duduk untuk sarapan bersama ibunya .
__ADS_1
Sambil memegang roti di tangan kirinya dan mengoleskan selai kacang kesukaannya di atas roti .
" Mi kenapa sih ayah tega banget ninggalin Agni, adek juga. huh sebel deh." celoteh Agni
" Ayahmu sedang ada urusan penting, makanya dia berangkat ke kantor lebih pagi." Maya menjawabnya sambil membereskan piring bekas Ayah dan adik Agni .
" Kamu sih, tidur seperti ****. makanya kalo bangun tu lebih pagi biar ga ketinggalan." celoteh mami Agni.
" Huh mami ini selalu memarahiku." jawab Agni dengan nada kesal .
°°°°°°
Agni menghabiskan rotinya dan meminum segelas susu di dekat piringnya.
Selesai sarapan Agni beranjak dari meja makan dan menghampiri ibunya untuk berpamitan dan minta uang saku dong.
" Mi Agni berangkat dulu. " Agni menjulurkan tangannya dan berkata.
" Ongkos ojek dong mi, ama uang jajannya yang pasti." sambil melempar senyum palsu ke maminya.
"Bungkus senyum palsumu itu, nih. Kalo duit aja cepet, omongannya manis." saut Maya dengan wajah mengejek sambil membuka dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan mengulurkannya ke Agni.
" Terimakasih mamiku tercinta." Agni sambil memeluk dan mencium maminya lalu berlari pergi menuju pintu dan berangkat untuk kuliah.
°°°°°°°
▪Di pinggir jalan depan gerbang rumah▪
" Dih.. ni kang ojol kok lama amat yak." guman Agni dengan kesal.
°°°°°
" Mbak Agni yak?." kata kang ojol sambil pegang HP trus sama nunjuk Agni
" Iyelah bang. Abang tu lama banged tauk, bisa bikin telat kalo gini." saut Agni.
Bang ojol pun ngasih helm ijo ke Agni, terus Agni pakek tu helm and naik motor langsung cuss menuju kampusnya yang gak jauh - jauh amat deh pokoknya dari rumah Agni, cukup naik ojol aja dah nyampe.
°°°°°
▪sesampainya di depan kampus▪
" Dah sampai nih mbak." ojolnya yang bilang
Agni pun turun dari motor kang ojol dan melepas helm ijo khas kang ojol.
" Nih bang ongkosnya." saut Agni sambil memberikan beberapa lembar uang kepada kang ojol.
" Jangan lupa bintang limanya ya mbak."kata lang ojol.
" Iyelah bang." jawab Agni
°°°°°°
▪Di dalam halaman kampus▪
__ADS_1
Dari belakang yang berjarak cukup jauh dari Agni, 2 orang berjalan sejajar.
" Eh Ta, yang di depan tu kayak Agni deh." ujar Kartika sambil memegang bahu Tirta dan menunjuk Agni dari belakang.
" Coba lu panggil gih Tik." saut Tirta.
•••••
" Ni..Agni." teriak Kartika memanggil Agni. Seketika Agni berhenti lalu menoleh ke belakang dan melihat mereka berdua dan menjawabnya dengan senyuman. Ketika Tirta dan Kartika tau itu memang Agni, mereka bedua pun berjalan dan menyusul Agni. Mereka bertiga berjalan bersama memasuki kampus.
●●●●●
Hay sobat. Aku akan memeperkenalkan teman dekatku di kampus, mereka adalah Kartika dan Tirta. Ya, kami selalu bersama karna kami satu jurusan dan kami sudah berteman sejak SMA . Kami kuliah S1 Desain Interior. Kartika itu si penggila diskon, dia sangat suka berbelanja, sedangkan Tirta, dia anak yang cool di mata orang lain, tapi di depan kita berdua dialah yang paling jail dia ini si pecinta pedas. Tirta satu club denganku, kami masuk club karate di kampus.
Memiliki teman seperti mereka adalah yang terbaik dan hal yang aku syukuri.
●●●●●
Di dalam kelas.
Jam mata kuliah pun berakhir, saat dosen keluar para siswa yang ada di kelas pun satu persatu keluar.
Agni merapikan buku - buku nya dan memasukan nya ke dalam tas.
Kartika yang duduk tepat di belakang Agni memanggil Agni dan Agni pun menoleh ke belakang.
" Kita ke kedai kopi depan kampus yuk?." tanya Kartika dengan tersenyum.
" Ok.. deh. Si Tirta nggak diajak tuh.?"
" Nanti gue ajakin dia. Sapa suruh nyari tempat duduk kok di pojok belakang." saut Kartika.
" Tapi gue mau ke perpus dulu, mau minjem buku. nanti gw nyusul deh." kata Agni sambil berdiri dan berjalan keluar kelas.
°°°°°°
Di perjalanan setelah dari perpustakaan. Agni ingin menghubungi Kartika. Saat Agni ingin membuka tas, ia sadar bahwa gantungan berbentuk pisang di tas Agni hilang. Agni memutar balik menyusuri jalan yang ia lewati tadi dan di perjalanan agni melihat ada kucing hitam yang kelihatannya menggigit gantungan milik Agni ( karna kucing ganteng bisa nggenggam ).
Agni menghampiri kucing hitam itu, namun kucing itu malah lari menjauh. Agni pun mengejar kucing itu sampai ia tidak sadar kalau ia berlari sampai di pinggiran danau di belakang salah satu gedung fakultas.
Agni berhenti berlari dengan nafas yabg terengah engah.
" Lah kucing tadi larinya kemana yak." Agni sambil melihat sekeliling mencari keberadaan kucing hitam tadi.
Terlihat ekor kucing hitam itu di balik pohon yang ada di tepi danau. Agni berjalan pelan menuju pohon agar kucing hitam tidak mengetahuinya. Agni mengendap edap melangkah ke balik pohon. Dan setelah Agni melihat ke balik pohon, ternyata tidak ada apapun.
" Lah tadi kayaknya aku liat kucingnya ada di sini. kok ga ada ya."
Tapi Agni menemukan gantungan kuncinya di bawah pohon dan di samping gantungan itu ada kalung dimana liontinnya berbentuk burung yang memiliki mata berwarna merah.
¤¤¤¤¤¤
Tungguin cerita lanjutannya ya sobat.
Semoga kalian senang membacanya :)
__ADS_1