
▪Di bawah pohon dekat danau▪
wussshhhh... angin bertiup pelan menggoyangkan daun. rontokannya terbang dan pelahan turun tergeletak di bawah pohon. Pantulan bayangan awan dari danau yang tenang tanpa bising.
Agni terus memandang kalung yang ada di tangannya, dia fokus melihat liontin kalung itu yang memang cukup menarik.
" Ini kalung siapa ya? liontinnya bagus. Aku simpen deh, sapa tau besok ada yang nyari."
Agni memasukkan kalung itu ke dalam tasnya dan beranjak pergi menemui Kartika dan Tirta.
°°°°°°
▪Kedai kopi depan kampus▪
Agni berjalan masuk menuju tempat duduk Tirta dan Kartika. Agni duduk di samping Tirta dan Kartika berhadapan dengan mereka.
Minuman Kartika dan Tirta sudah tinggal separuh.
" gw aus banged nih." Agni menyambar minuman milik Tirta dan meminumnya sampai habis.
" Eh maapin ya lama, tadi ada masalah dikit." ujar Agni
" Lu abis di kejar anjing ya Ni?." tanya Tirta memandang Agni dengan raut muka bingung.
" Tadi tu ada masalah kecil waktu dari perpus. " jawab Agni
" Wah.. coba ceritain dong Ni." saut Kartika
" Iya deh gw ceritain. Tapi gw mau pesen minum ama cemilan nih. Ga enak kan cerita kalo ga ada cemilan." celoteh Agni.
Setelah cemilan dan minuman Agni datang. Agni mengambil gelas dan meminumnya sedikit.
" Jadi ceritanya tu gini." Agni menceritakan kejadian yang ia alami setelah keluar dari perpustakaan. " Nah gitu ceritanya." kalimat yang Agni gunakan menutup ceritanya.
" Kok aneh ya kejadiannya.?" saut Tirta dengan wajah bingung sambil memikirkan kembali cerita Agni .
" Jangan - jangan tadi tu bukan kucing sembarang Ni. Kucing jadi - jadian mungkin. " saut Kartika.
" Eh lu jangan nakut - Nakutin ya Kar." jawab Agni dengan raut sedikit ketakutan.
" Tapi, bisa jadi yang Kartika omongin tu bener. Soal nya aku pernah denger kalo setengah taun yang lalu tu ada kasus pembunuhan di sekitar danau dan sampe sekarang kasusnya tu masih belom jelas." ujar Tirta dengan nada bicara serius.
" Ih apaan sih, dah ah ngomongin yang laen." saut Agni.
°°°°°°°
Agni pulang naik ojol. Sampai di depan rumah Agni.
" Dah nyampe nih mbak." kata kang ojol
Agni turun dari motor kang ojol lalu ia ambilah beberapa lembar uang buat bayar kang ojolnya.
" Nih bang ongkosnya."
" Makasih ya mbak . jangan lupa bintang limanya ya mbak."
°°°°°°°
Agni berjalan masuk dan membuka pintu.
" Mami Agni pulang nih." teriak Agni
" Berisik deh." saut Bayu yang rebahan di kursi sambil main game di handphone nya.
" Dih, serah gw dong mau teriak ato nggak." jawab Agni dengan sinis sambil berjalan melewati Bayu menuju kamar.
●●●●●
( Ini Agni yang ngomong )
__ADS_1
Bayu tu adik Aku. Dia tu masih kelas 2 SMA. Dia adalah cowo populer di sekolahnya karena ketampanannya dan kata nya sih dia cool .banyak siswi yang tergila - gila sama adikku yang satu ini...ngakak banget dengernya. Padahal tu dia suka jail dan si pemalas. Tapi aku sayang dia :)
●●●●●
▪Di dalam kamar Agni▪
Agni membuka pintu kamarnya dan menghirup udara di dalamnya "haaahhhh".
Agni melempar tasnya ke atas ranjang. Agni melemparkan dirinya ke ranjang dan terlentang mengadap langit - langit kamarnya. Lalu ia melihat tas nya yang terbuka, pandangannya tertuju pada kalung di tasnya. Diraihlah kalung itu dan mengangkatnya ke atas sejajar dengan mata. " Kalung yang sangat cantik ".
Angin bertiup masuk melalui jendela membawa aroma alam dari luar masuk kedalam kamar, Agni pun tertidur dan bermimpi.
▪Di dalam mimipi Agni▪
" Ini kan danau belakang kampus." Agni kebingungan karna itu terasa nyata, ia melihat sekeliling lalu pandangannya tertuju pada satu pohon di dekat danau. Pohon dimana ia menemukan kalung bermata merah itu. Namun Agni melihat dengan jelas di bawah pohon itu ada seorang lelaki yang sedang duduk di bawah pohon dengan kucing hitam yang terlihat tidur di samping lelaki itu.
Agni tidak dapat melihat dengan jelas wajah lelaki itu karena jarak pandangnya cukup jauh . Karena Agni begitu penasaran dengan raut wajah lelaki itu, Agni pun memberanikan diri untuk berjalan menuju lelaki itu agar bisa melihat wajahnya.
°°°°°°°
dokdokdok...."Kak di panggil mama tuh." teriak Bayu sambil mengetuk pintu kamar Agni dengan begitu keras.
Seketika Agni terbangun tanpa sempat melihat wajah lelaki yang ada di mimpinya itu, Agni terdiam sekejap karena sara penasaran itu belum terpuaskan. " Kak cepetan deh."
" Iya iya Bay, nanti kakak turun."
Bayu pun pergi.
[ kira - kira siapa ya laki - laki di mimpiku tadi. Aku merasa tidak pernah mengenalnya.] Agni berkata dalam hati.
°°°°°°°°
" Ada apa sih mi ?" tanya Agni
" tolong dong anterin ini ke rumah Bu Melik." saut Maya
" Aku tu mau pergi jalan sama temen - temen aku ." ejek Bayu ke Agni.
" Aku berangkat dulu mi." tambah Bayu
" Idih sok banget lu." jawab Agni dengan sinis.
"Bodo amat dah." ejek Bayu sambil berjalan keluar rumah.
°°°°°°°
Agni berjalan memasuki gang yang menuju rumah Bu Melik. Di jalan itu Agni merasa gelisah dan merasakan seperti ada orang yang sedang mengikutinya, seketika Agni berhenti dan menengok ke belakang. Namun saat Agni menengok kebelakang tidak ada satupun orang yang melintas. Wusssh...angin bertiup lembut di jalan yang sepi.
[Mungkin itu hanya perasaanku saja] ucap Agni dalam hati. Agni mencoba untuk tenang dan segera mungkin untuk mengantar barang.
°°°°°°°°
Senja mulai muncul, perlahan berubah menjadi gelap dan malam pun terjadi.
▪Di rumah Agni▪
Di meja makan mereka berkumpul dan menikmati makan malam.
" Mi, Ayah kok belom pulang sih." tanya Agni
" Katanya ayah lagi lembur tu di kantor." jawab Maya.
" Kakak aneh deh. manggil mami,mami tapi manggil papi malah ayah. gajelas banget." ejek Bayu.
" Serah gw dong." saut Agni
" Udah cepet abisin makanannya." kata Maya.
°°°°°°°°°°
__ADS_1
Selesai makan dan membantu maminya memebereskan meja makan, Agni pergi ke kamarnya. Agni belajar dan mengerjakan tugas - tugasnya, tanpa ia sadari ia tertidur di meja belajarnya. Ia mengalami mimpi yang sama yaitu mimpi tentang laki - laki yang ada di bawah pohon dekat danau. Lalu Agni terbangun dari tidurnya, dan ia sedikit kaget karna kalung itu berada di depan matanya. Agni mencoba untuk tenang dan berfikir positif. Saat Agni terbangun kira - kira sudah jam 1 malam.
Agni bangkit dari posisinya dan keluar kamar menuruni tangga menuju ke dapur dengan keadaan rumah begitu gelap. Di dapur ia mengambil segelas air dan meminumnya, saat itu Agni mendengar suara, sepertinya TV nya menyala. Lalu Agni berjalan ke ruang tengah menuju sumber suara itu. Ternyata benar, TV itu menyala dan dari belakang kursi Agni melihat laki - laki duduk menghap ke televisi, Agni mengira itu adalah Bayu.
" Bay ngapain sih jam segini kok nonton TV." tanya Agni pada laki - laki itu, namun laki - laki itu tidak menjawab maupun menoleh ke Agni.
" Idih di tanyain malah diem aja. yaudah deh terserah elu mau ngapain." Agni berjalan pergi menuju kamarnya.
" hmmm. semoga aja ga mimpi aneh lagi." Agni pun tertidur.
Di tengah Agni tertidur, gorden di jendela kamar Agni bergerak seperti tertiup angin padahal jendela itu tertutup. Terlihat sesosok hitam yang terlihat seperti laki - laki menatap Agni yang sedang tertidur.
°°°°°°
Pagi pun menghampiri dengan sinar mentari yang menembus melalui celah - celah rumah Agni, menerangi ruangan gelap di dalamnya.
Agni terbangun dan menatap langit - langit kamarnya. Ia pun bangkit dari ranjang dan beranjak mandi.
°°°°°°°°°
Setelah semua selesai, Agni turun dari kamarnya. Semua anggota keluarganya sudah duduk rapi di meja makan.
Agni duduk di sebelah kiri Bayu. Agni teringat kejadian kemarin malam.
" Bay, tadi malem ngapain sih nonton Tv jam 1 malem lagi. kurang kerjaan banget."
" Nggak tu, lagian buat apa nonton Tv jam 1 malem." jawab Agni
" Ayah juga nggak?" tanya Agni.
" Nggak tu. ayah pulang langsung tidur." jawab ayah.
" Kakak ngigo kali." saut Bayu
[ terus yang tadi malem itu siapa? kalo aku ngigo.. nggak nggak, tadi malem itu nyata banget. aku yakin banget.] Agni berfikir keras.
°°°°°°°°
Agni, Ayah Agni, dan Bayu berangkat bersama menaiki mobil pribadi milik ayahnya.
Di dalam mobil
Bayu yang duduk di depan melihat Agni yang duduk di belakang melalui vision mirror di dalam mobil. Bayu melihat ada yang lain dari kakaknya.
" Wiiih ada yang kalungnya baru nih. " ledek Bayu. Ayah Agni jadi ikutan liat Agni dari vision mirror.
" Eh iya tu, kapan kamu belinya Ni ?" tanya Ayah Agni.
" Apaan si, emang dari kapan Agni pake perhiasan selain anting." saut Agni karena ia memang tidak pernah memakai perhiasan selain anting.
" Dih pura - pura nggak sadar, lah itu yang ada di leher apa coba namanya." Bayu berbicara dengan jelas.
Agni terlihat bingung karena ia tidak merasa memakai kalung, lalu ia menunduk. Agni sangat terkejut karena kalung yang ia temukan melingkar di lehernya.
" lah kok aku pakek kalung ini."
" Pi kayaknya kakak dah mulai pikun deh." saut Bayu sambil tertawa lirih.
" Diem deh Bay." saut Agni dengan nada tinggi.
•••••••••••
Agni menatap keluar jendela mobil.
[ Kayaknya aku nggak pernah deh makek kalung ini, kenapa tiba - tiba udah ngelingkar di leher ] Agni kebingungan dengan kalung itu. Di sepanjang jalan Agni terdiam memikirkan kalung itu.
¤¤¤¤¤¤¤¤
coba dong di komenin novelku :)
__ADS_1