
* kantor
tumpukan berkas-berkas dokumen yang harus diselesaikan, belum pula rapat Meeting ke 3 tempat dalam satu hari harus diselesaikan hari ini juga.
iya, begitulah nasib seorang pimpinan siapa lagi kalau bukan Mr. Martin Graha. ia menyelesaikan tugas-tugas nya dibantu oleh sekertaris nya yang kebetulan sedang hamil tua, jadi Marti hanya bisa menghela nafas melihat sekertaris nya membantu pekerjaannya.
tidak lama lagi sekertarisnya tersebut akan mengundurkan diri, dikarenakan ingin menjadi ibu rumah tangga yang lebih baik lagi. Mr. Martin berpikir mungkin dia akan cuti ternyata tidak, dan sekarang ia harus mencari seseorang yang sesuai dengan pekerjaan dan bisa mengimbangi dirinya selama bekerja di perusahaan miliknya tersebut.
walaupun sudah mendapatkan beberapa calon pegawai baru, namun Martin harus menunggu sekertaris nya selesai sampai batas yang ditentukan, sedangkan pekerjaan yang ia dapatkan sudah terlalu menumpuk. mungkin ia harus tidur dikantor lagi malam ini, ia tak mungkin menyuruh sekertaris nya lembur bersamanya dalam keadaan perut besar seperti itu.
karena sudah waktunya jam pulang kantor, sekertaris tersebut pun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu seperti biasanya.
" apa Mr. lembur lagi? "
" iya seperti yang kamu lihat " dengan nada kelelahan
" apa perlu saya bantu Mr? "
" akh, tidak perlu! kau pulang saja biar saya yang tangani semuanya, saya tak ingin dimarahi suamimu lagi " sedikit tersenyum
" ok deh kalau begitu saya duluan, semangat iya! " pergi meninggalkan Mr. matin di mejanya.
saat sekertaris itu sedang menunggu suaminya menjemputnya, ia melihat seorang wanita yang 3 tahun lebih muda darinya sedang duduk disamping gerbang kantor kerjanya.
" dari penampilan sepertinya dia sedang mencari pekerjaan, sampai se sore ini dia masih mencari pekerjaan, astaga!! dunia ini sangat kejam, sampai lepek seperti itu, tak tega aku " batinnya
sekertaris pun menghampirinya untuk mengobrol lebih detail lagi sambil menunggu jemputan, ia pun duduk tepat di sampingnya.
" Hai "
"hai"
" habis cari pekerjaan iya? " tanyanya
" iya nih mba " dengan lesu
" lalu sudah dapat pekerjaannya? "
" belum mba, terlalu sulit lah mba nyari pekerjaan, seperti mau masuk sekolah, harus pake uang dulu " keluh nya
" memangnya kamu melamar ke perusahaan mana? lalu kamu kasih uang ke mereka? "
" ada lah mba disekitaran sini juga! ya gak mba, aku punya uang dari mana, kalau pun aku punya uang gak mungkin aku mencari pekerjaan" tak terasa air mata sedikit menetes mengingat perjuangannya mencari satu pekerjaan saja begitu sulit didapatkannya.
" mba juga awal-awal seperti kamu, namun ternyata tidak semua perusahaan seperti itu. o'a nama kamu siapa? " tanyanya
__ADS_1
" nama saya Silla mba? "
" kamu sudah tinggal dimana? sudah makan? "
" saya tinggal di daerah sana mba " menunjukkan arah kanan " sudah mba, tadi ada yang jualan lewat sini "
" oh, kamu baru tinggal di daerah sini? "
" iya mba, saya pindah ke daerah sini, maaf iya mba kalau saya kurang sopan jawabnya soalnya saya gak tau nama daerah disana apa namanya" dengan merasa malu
" akh gak apa-apa, mba ngerti kok!! kamu sekolahnya lulusan apa? "
" saya sedang kuliah, namun karena ada sedikit masalah jadi saya cuti beberapa bulan " sedikit ragu
" kamu tinggal sendiri apa sama orang tua? "
" sendiri mba, orang tua saya sudah meninggal! anaknya cuman saya saja sendiri, makannya mba saya mencari pekerjaan untuk biaya kehidupan saya kedepannya, tapi ternyata sulit sekali iya mba " menangis tanpa malu karena sudah tak bisa menahan beban kehidupannya kedepan.
" looh kok nangis, sudah-sudah jangan terlalu dipikirkan, jika kamu memikirkan terlalu jauh maka semuanya akan terasa sangat sulit, kamu hanya harus menikmati perjalan hidup kamu saja dengan senyuman agar semuanya terasa baik ke kamunya juga " rayunya agar cepat berlalu dalam kesedihan.
bunyi kelakson mobil pun membuat mereka kaget, ternyata suaminya sudah tiba, dan ia memberikan kartu nama kepada Silla untuk menghubunginya, dan pergi begitu saja meninggalkan Silla dengan wajah masih terlihat sedih.
tak mau menunggu lama-lama disana Silla pun pulang untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat agar hari esok bisa jauh lebih baik dari hari ini.
* kantor
" jika memang rezeki anak itu, pasti akan bertemu lagi! "
batinnya.
* Mall
Silla yang sudah mendapatkan pekerjaan sampingan sebagai waiter di salah satu restoran di mall, sangat bahagia walaupun upah yang didapatkan tak seberapa, setidaknya ia mempunyai pemasukan sedikit-sedikit.
" ternyata benar iya, hidup itu harus dibawa bahagia bagaimana pun keadaannya syukuri jangan terlalu dibuat sulit, mungkin memang harus berjalan seperti ini " gumamnya dengan senyum hangat menyambut para pelanggan berdatangan.
* kantor
" jadwal selanjutnya apa? "
" selanjutnya kita harus bertemu klien disalah satu restoran jam makan siang nanti " jelas nya
" ok, karena sekarang jam 11 , sebentar lagi jam makan siang pasti akan macet kembali dan saya tak suka dengan kemacetan, kita pergi sekarang saja bersiaplah jangan lupa siapkan apa yang harus kita bahas nanti disana? saya tak ingin mendengar kelupaan ataupun ketinggalan mengerti kan? "
" mengerti Mr. semuanya sudah saya siapkan di dalam tas ini lengkap tak ada satupun yang tertinggal, mari Mr. "
__ADS_1
seperti biasa bos selalu jalan duluan dan tak jauh darinya ada sekertaris yang membuntuti nya, mobil sudah disiapkan dengan rapih, bersih, dan wangi. karena Mr. Martin tak suka dengan aroma yang membuatnya pusing saat macet nanti.
sekertaris sudah biasa dengan sikap bosnya yang sedikit over jika mengenai kebersihan dan pekerjaan, jadi orang yang harus menggantikan posisinya harus benar-benar sesuai agar tak ada masalah nantinya.
" tolong lewat jalan yang tak terlalu padat, ini sudah masuk jam makan siang soalnya " pintanya ke sangat supir.
Mr. Martin hanya duduk manis memainkan handphone nya, sesekali ia melirik ke layar handphone nya dan memutar-mutar kan nya seperti sedang menunggu kabar dari seseorang.
" apa Mr. menunggu klien kita menghubungi Mr.? " tanya sekertaris
" tidak!! "
" lalu, apa mungkin kekasih Mr yang cantik waktu itu? "
" kamu ini, sudah kamu keluarkan berkasnya biar saya baca terlebih dahulu " elak bos
" selalu saja begitu hmm " menghela napas
tak lama mobil pun terparkir di area mall tersebut, dan mereka berdua turun secara bersamaan dan memasuki mall tersebut.
" apa benar ini tempatnya? "
" iya Mr! "
" lantai berapa? "
" lantai 3 Mr. mari Mr masuk! " masuk kedalam lift karena ia sedang hamil jadi tak mau berjalan terlalu banyak.
ting lift pun berbunyi dan telah sampai dilantai 3
hal yang pertama di perhatikan adalah bos nya yang selalu menjadi perhatian para wanita-wanita yang melihatnya, anugerah bisa bekerja dan mendapatkan bos yang tampan dan baik namun, sedikit menjengkelkan juga.
Mr. Martin hanya berjalan dengan tegap nya menuju resto yang telah ditunjukkan oleh sekertaris nya, sesekali Mr. Martin tebar senyuman kesalah satu wanita yang berlalu lalang di hadapannya, begitulah ia jika sudah muak harus berekspresi seperti apa lagi di hadapan banyak wanita yang menatapnya.
Hai 👋👋👋👋
kembali lagi dengan novel ke dua..
semoga kalian menyukainya iya..
bacalah sebelum berkomentar..
saya harap kalian menikmati novel karya saya..
jangan lupa saling menghargai ..
__ADS_1