World Good

World Good
1 . Awalan


__ADS_3

" sasa laporan apa ini! mengapa semuanya jadi berantakan seperti ini, perbaiki sebelum rapat dimulai " ucap Mr. Martin, ya Martin adalah pemilik perusahaan yang terkenal didunia, dia selalu mengutamakan pekerjaan daripada dirinya sendiri.


sedangkan sasa adalah sekertaris nya yang tengah hamil tua dan dalam waktu dekat ini iya akan berhenti dari pekerjaannya, karena ingin fokus mengurus keluarga, tapi sasa belum menemukan pengganti yang cocok menurutnya.


tak terasa rapat pun sudah selesai, Martin sangat pusing sejak rapat dimulai, ia tak bisa konsentrasi karena membaca sebuah artikel tentang Calista model cantik yang mmenghilang, Calista adalah kekasihnya sejak beberapa tahun lalu, namun entah mengapa ia pergi dari dunia hiburan dan dari negaranya, tak ada yang tau tentang keberadaannya termasuk Martin sendiri.


mungkin Martin mengerti jika Calista sedang tak ingin diganggu oleh siapapun, walaupun kabar berita membuat artikel yang mengatakan hal yang buruk tentang Calista, Martin tetap percaya kepadanya dan tak ingin memutuskan hubungan yang sudah terjalin cukup lama.


banyak wanita yang selalu menggoda dirinya namun Martin selalu menolak dengan alasan telah memiliki kekasih. untuk tak memikirkan berita berita yang beredar diluaran, Martin menyibukkan dirinya dengan bekerja dan bekerja, sampai lupa akan kondisinya yang sangat lelah.


" Mr. Martin apa anda sakit? wajah anda sangat pucat!" tanya sasa yang memapahnya untuk duduk


" tidak, saya hanya kurang tidur saja! karena rapat sudah selesai kamu boleh pulang, tak perlu menjaga saya, saya akan tidur disini malam ini " jawab Martin


" bagaimana jika saya antar Mr. pulang ke apartemen?" tawarnya lagi


" sudah pergilah, saya sangat lelah, pergi!!" tegasnya


tak mau ambil resiko akan keselamatannya, sasa pun pergi meninggalkan bosnya yang sedang sakit, entah penyebabnya apa yang pasti sasa harus pergi dari hadapannya.


baru saja keluar dari gerbang kantor, sasa melihat wanita yang mungkin jauh lebih muda dari umurnya tengah duduk disamping gerbang.


" kenapa ini cewek pakai baju formal, apa dia sedang mencari pekerjaan tapi, inikan sudah sore, tanya akh?" sasa pun duduk di sampingnya sambil menunggu suaminya datang.


" boleh ikut duduk!" tanya sasa


" akh, silahkan mba!" Silla pun bergeser sedikit kesamping agar sasa bisa duduk lebih leluasa.


" kamu sedang mencari pekerjaan iya? "


" iya mba "


" ko, belum pulang jam segini, sebentar lagi langit akan gelap!"


" tadi saya laper, kebetulan didepan kantor ini ada pedagang lewat, jadi saya makan disini deh, nunggu makanannya turun dulu mba, kekenyangan hehehe ". jelas Silla.


" sudah mencari kemana saja tadi? terus sudah dapat pekerjaannya?" tanyanya lagi


" sekitar sini aja mba muter-muter tapi, ya gitu mba, susah belum ada yang nyangkut "


" kamu jangan putus asa harus semangat mungkin belum rezeki kamu "


" iya mba, makasih udh disemangatin, o'a mba namanya siapa dari tadi nanya mulu tapi gak tau namanya?" ucap Silla.


" o'a iya mba lupa habisnya kebawa sama obrolannya jadi gak sempet berkenalan, nama mba sasa! mba kerja di kantor ini! kamu siapa?" jawab sasa


" saya Silla mba, wah enak iya!"


" kamu lulusan apa sill?" interview dadakan sasa

__ADS_1


" saya sebenarnya sedang cuti kuliah mba "


" loh kenapa?"


" saya harus mencari uang tambahan dahulu mba, makannya saya cari pekerjaan, setelah mendapatkan pekerjaan dan memiliki uang banyak, baru saya teruskan kembali kuliah yang tertundanya mba " jelasnya


" memang orang tua kamu kerja apa? maaf iya jika pertanyaan mba kurang mengenakkan!"


" gpp ko mba, kedua orang tua saya telah meninggal mba beberapa bulan lalu, saya anak tunggal, baru pindah kesini mba, makannya saya mencari pekerjaan "


" ya ampun, maaf bgt iya mba gak tau!! kamu pasti sedih iya gara-gara mba tanya soal itu?"


" gpp mba, sekarang saya sudah lebih baik, sudah bisa menerima semuanya "


" o'a ini kartu nama mba nanti hubungi iya!! mba sudah dijemput tuh, jangan lupa?" ucap sasa yang sudah pergi.


Silla tak menyangka akan mendapatkan kartu nama seorang sekertaris, ia pun langsung mengetik no di handphone nya dan memberi pesan kepada sasa, setelah itu Silla pun kembali ke kontrakan kecilnya yang tak jauh dari sana.


* 7 hari berlalu


sudah seminggu Silla dan sasa saling berkomunikasi, sekarang Silla sudah bekerja di sebuah resto yang tak jauh dari kontrakannya, sudah 5 hari Silla bekerja disana, dan Sila bekerja sebagai waiter dengan bayaran yang pas-pasan untuk kebutuhan dirinya selama sebulan.


" huhf bosan dari tadi hanya bebersih terus, apa karena masih pagi iya! " gumamnya yang mengelap beberapa meja.


* dikantor


" sasa apa jadwal hari ini? " tanya Martin


" ok, persiapannya telah kamu siapkan semuanya! jangan sampai ada yang terlewatkan " tegur Martin


" baik Mr, saya akan cek kembali persiapannya " ucap sasa dan mulai membongkar map yang sudah rapi menjadi berserakan kembali diatas meja kerjanya.


* restoran


" tadi sepi, sekarang sudah jam makan siang mulai ramai!! semoga ketemu sama yang tampan tampan hehee biar semangat gitu " ucap Silla yang sedang mengantarkan beberapa pesanan.


Martin dan sasa pun tiba di restoran yang dimana Silla bekerja , karena mereka telah memesan meja jadi mereka tinggal duduk dan menunggu pesanan nya tiba.


" meja atas nama Mr. Martin apa betul disini? ini pesanannya silahkan dan selamat menikmati " ucap Silla yang tak sadar jika ternyata itu meja mba sasa.


sasa hanya tertawa kecil mendengar kata-kata sambutannya dan terus saja memandangi nya, saat Silla menaruh minuman milik sasa, Silla melihat kearahnya untuk mengucapkan kata-kata tadi namun,


" baaaa !! " kejut sasa yang membuat Silla dan Martin kaget.


" astaga, mba!! tak kirain hantu bikin kaget saja, bilang dong kalau ternyata mba makan ke resto ini " keluh Silla


" kamu ini apa-apa an sih sasa!! " tegur Martin


" mba itu suami mba iya, ko serem gitu sih auranya? " bisik Silla

__ADS_1


" kamu ini sembarang kalau bicara, maaf Mr. saya tak sengaja, kenalin ini teman saya namanya Silla, ayo salaman? " sasa yang sedikit memaksa Silla untuk menjulurkan tangan duluan.


" Martin Mahesa Wijaya "


" Silla Laila Wati "


" saya permisi lanjut kerja dulu iya mba, Mr! silahkan dinikmati hidangannya " lanjut Silla dan berlalu bekerja.


tak lama pertemuan rapat pun dimulai dengan sangat tenang dan santai.


" baik Mr. Martin semoga kerjasama kita bisa berjalan dengan sempurna, saya harap tidak akan ada kendala apapun saat prosesnya nanti, kalau begitu saya pamit undur diri, selama sore " ucap klien


" iya terimakasih kembali pak, baiklah sampai jumpa dan hati-hati " jawab Martin


sasa pun merapihkan berkas-berkas dan memasukkannya kembali kedalam map.


" kau dijemput atau mau bareng pulangnya " ucap Martin


" bareng saja lah, suami saya belum pulang lagi lembur katanya! bisakan "


" cepatlah!! "


kini mereka telah berada didalam mobil bersamaan, Martin yang sibuk dengan handphone nya sedangkan sasa memikirkan harus berbicara seperti apa, dan akhirnya sasa pun memutuskan untuk berbicara walau ragu.


" Mr, sebentar lagi kan massa kerja saya berakhir! "


" lalu? "


" lalu, belum ada penggantinya oleh karena itu bagaimana jika Silla yang menggantikan saya bekerja! "


" apa? Silla! kamu gak salah "


" mohon lah Mr, kasih kesempatan dia untuk mencobanya dulu, nanti jika Mr tidak puas dengan hasil kerjanya boleh langsung pecat tanpa syarat apapun, pleas boleh iya Mr? "


" beri saya alasannya terlebih dahulu? " tegasnya


" dia cantik, masih muda, giat bekerja, rajin menabung, dan pandai, tapi dia sudah tak memiliki siapa-siapa sekarang! hidupnya sendirian? karena Mr dan dia sama-sama sendirian lebih baik bersatu, hmm maksudnya bekerja bersama dikantor! "


" memang orang tuanya kemana? "


" meninggal Mr dua-duanya "


" apa meninggal, baiklah saya pikir-pikir dulu, sekarang kamu mendingan turun, sudah sampai pusing kepala saya jika harus mendengar mu bicara " ucap nya


" iya iya... tapi harus diterima tanpa berpikir! titik "


" terserah, suruh dia untuk datang dan jangan lupa untuk membawa CV, itupun jika dia berminat untuk bekerja dikantor "


" baik Mr. Mr memang yang terbaik! " ucap sasa dan masuk kedalam rumahnya dengan senang, tak lupa sasa memberikan kabar baik kepada Silla.

__ADS_1


hay ini novel ku yang ke dua..


semoga kalian suka..


__ADS_2