
Silla yang tengah mengantarkan pesanan untuk pelanggan tak mengetahui jika wanita yang menemaninya dan mengobrol dengan dirinya sudah duduk diantara meja kosong.
karena yang terlihat hanya punggung sepasang kekasih, Silla pun tersenyum untuk menanyakan makanan apa yang mereka pesan.
" permisi bu, pak.. mau pesan apa? "
memberika menu dan siap untuk menulis pesanan, saat ia hendak menulis, tangannya dicekal oleh wanita tersebut.
" iya, kenapa bu? " tanyanya dan melihat kearah wanita di hadapannya dengan saling pandang, dan Silla pun tersontak tak percaya.
" mba!! mba yang waktu itukan! " masih memperhatikan wajahnya agar tak salah ingat.
" iya, ini mba yang waktu itu kasih kamu kartu nama! "
" iya mba saya sudah ingat, o'a mba nama mba siapa? kita kan belum kenalan? " mengulurkan tangan.
" astaga, saya kira kita sudah kenalan, ternyata belum iya, nama mba Sasa, kamu sendiri? " tanyanya balik
" saya Silla mba, o'a mba! mba mau pesan apa? kebetulan saya kerja disini sebagai pelayan mba! ini suami mba, kok kaya beda dengan yang waktu itu " bisiknya pelan ditelinga sasa.
" kamu ini jelas beda lah, dia itu bos nya mba namanya Mr. Martin, kamu kenapa gak menghubungi mba sih, gak taunya kamu kerja di resto ini " jelasnya
melihat sekertaris nya mengobrol dengan seorang pelayan dengan asyiknya, sehingga melupakan pekerjaannya dan niatnya datang ke resto tersebut.
hemm.. hemm..
sasa yang paham pun langsung tersadar dari obrolannya dengan silla.
" maaf Mr. saya khilaf!! Mr. pesan yang mana? "
Silla pun menulis pesanan mereka dan sesekali memandangi Mr. Martin , wanita mana yang tak akan terpesona jika bertemu dengannya, apa lagi bertemu dari dekat dan melihatnya di depan mata, Silla benar-benar tak mau kehilangan kesempatan.
" wah gila sih.. sering-sering dapat pelanggan seperti dia, gak apa-apa biar gaji tak seberapa pun yang penting bisa melihat yang seperti ini terus " batinnya yang sudah menghalu kemana-mana.
sasa dan Mr. Martin memperhatikan Silla yang sedang melamun dengan tersenyum bahagia, sasa pun mencubit tangannya agar Silla cepat tersadar.
__ADS_1
" aaw sakit mba!! maaf maaf.. sudah hanya ini yang dipesan, dimohon tunggu " pergi dengan rasa malu karena Mr. Martin melihat dirinya tengah melamun.
Martin yang melihat Silla tersenyum dengan khayalan
nya mengingatkan dengan semua wanita yang ia temui dijalanan.
" Mr. tersenyum!! astaga ini sebuah anugrah Mr"
" siapa yang tersenyum " jaim
" Silla cantik iya Mr? " tanya sekertaris nya tanpa ragu membuatnya sedikit tersentak dan tak percaya.
" siapa? " ..
" Silla Mr! pelayan wanita yang tadi mengobrol dengan saya, astaga begitu pun langsung tak ingat "
" oh jadi dia namanya Silla, lumayan! " ucapnya dengan santai
" aish, jawaban yang tidak memuaskan!! akh itu klien nya sudah datang mari sambut Mr. " sasa dan bosnya pun berdiri dan menyuruh mereka untuk duduk dan kebetulan hidangannya sudah tiba namun, bukan Silla yang mengantarkannya.
sasa sedikit mencuri pandang untuk menemukan keberadaan Silla, ternyata ia sedang berjaga di mesin kasir, sasa pun melanjutkan pekerjaannya dengan lancar tanpa hambatan.
karena posisi Silla di depan jadi ia bisa melihat wajahnya Mr. Martin secara sempurna, Martin yang sadar jika dirinya sedang diperhatikan, sesekali mata Martin melirik ke sembarang sudut untuk mencairkan pikirannya , namun tak sengaja Martin melihat ke arah Silla yang berjaga di mesin kasir dengan senyuman yang ceria dan hangat menyapa setiap pengunjung yang datang, dan tak lama Silla pun memandangi kearah Marti, Marti langsung fokus kembali kepada pekerjaannya ia merasa dirinya telah terpergoki memandangi Silla.
" sepertinya tadi Mr. Martin melihat kearah ku, tapi ko dia malahan sibuk kerja iya, apa perasaan ku saja ya yang terlalu mengharapkan hehehee " pikir Silla.
sebelum rapat selesai, sasa berpamitan kepada Mr. Martin untuk membayar tagihannya, Martin hanya menganggukkan kepalanya saja dan lanjut mengobrol.
" Silla, ini mba bayar! "
" makasih iya mba, kapan-kapan makan disini lagi! hehehe"
" mana bisa mba makan diresto ini terus, sebentar lagi mba akan melahirkan, dan akan fokus kegiatan mengurus rumah, kamu mau gak gantiin mba kerja di perusahaan yang kemarin kamu duduk " jelasnya
" apaan sih mba! jangan ledekin aku deh gara-gara aku kerja disini? "
__ADS_1
" mba serius Silla, makannya mba kasih kamu kartu nama mba, tapi kamu gak menghubungi sama sekali, tega iya kamu bikin ibu hamil khawatir kaga jelas, kamu mau kan? " pintanya
" ikh mba jangan tanya aku lah, tanya dulu sama bos mba mau engga dia punya pegawai seperti aku, tapi aku gak mau iya kalau harus pakai uang dulu kaya perusahaan lain! gak ada duit aku mba " jelas sasa
" iya, iya.. si bos mau kaga iya!! mba gak bakalan minta uang kamu ko, tapi kalau bisa kerja ajak mba makan-makan iya " ucap sasa
" samanya.. iya.. iya.. ibu hamil yang cantik! " ledek nya
sasa pun pergi dengan tawa kecil diwajahnya, dan selanjutnya ia harus bertanya kepada bosnya untuk meminta Silla sebagai penggantinya nanti.
sasa dan Mr. Martin beserta rekan-rekannya keluar dari resto tersebut.
" baiklah Mr. Martin, saya harap kerja sama kita bisa berjalan dengan baik kedepannya, saya pamit terlebih dahulu" ucap kliennya dan pergi.
kini sasa dan Mr. martin sudah masuk kedalam mobil dan kembali ke perusahaannya melanjutkan aktivitas biasanya.
" Mr. Martin bagaimana jika Silla saja yang menggantikan saya nanti? " pintanya
" apa?? apa kamu sudah berpikir matang-matang dengan ucapan mu? "
" saya serius Mr! sangat serius "
" lalu apa istimewanya dia, sehingga kamu bisa menunjuknya sebagai pengganti kamu disini? "
" dia tidak punya sanak saudara disini Mr. bahkan untuk biaya kuliahnya saja sudah tidak cukup sehingga mengharuskannya untuk bekerja, beberapa waktu lalu saya bertemu dengannya disamping gerbang sedang duduk dengan wajah bingung dan sedih, setelah ia bercerita dia pun menangis kepada saya, saya tak tega Mr. melihatnya seperti itu " sasa pun berakting nangis
" aduh kenapa kamu jadi menangis sih, sudah jangan menangis memangnya sesedih itukah dia sampai kamu pun ikut menangis! sudah nanti suami mu marah jika mengetahui istri nya menangis dikantor " bujuknya
" saya teringat pengalaman saya waktu awal-awal
mencari pekerjaan Mr. boleh kan Mr. Silla jadi pengganti saya, saya mohon Mr. dia baik ko Mr? " pintanya lagi
" kamu ini tau dari mana dia baik, kenal saja baru beberapa waktu? suruh dia buat CV nya dan kirim kesaya secepatnya " ucapnya agar sasa tak sedih lagi.
" gitu dong dari tadi Mr " langsung bahagia dan mengambil selebaran kertas tas menelponnya.
__ADS_1
" cobaan apa lagi ini!! kamu sebenarnya pergi kemana sih? aku merindukan mu sangat merindukanmu, cepatlah kembali agar hidupku tak hampa seperti ini " gumam Martin yang memandangi foto di handphone nya.
sabarlah sebentar ya pemirsa harap ditunggu untuk kelanjutannya.. dilike dulu agar tambah semangat buat ceritanya. .