World Good

World Good
2. hari baik


__ADS_3

silla yang sudah dapat informasi dari mba sasa tentang pekerjaannya nanti, kini tengah menyiapkan CV dan pakaian untuk besok, dan menuliskan surat pengunduran dirinya diresto kemarin.


" setelah mendapatkan pekerjaan yang pas-pasan, sekarang secara tiba-tiba mendapatakan rezeki nomplok, dunia tuh memang berputar iya, kadang susah kadang senang, kadang diatas, kadang di bawah, cuman beda cara menyikapinya dan menikmatinya saja, harus tetap bersyukur kepada Tuhan yang masih memberikan rezeki kepadaku, mah, pah, Silla kangen banget sama kalian berdua, Silla takut menjalani ini semua, Silla takut gak kuat mah, pah. kenapa Tuhan ambil kalian berdua secara bersamaan sekarang Silla sendirian, apa kalian bisa melihat Silla disini? tapi Tuhan masih baik kepada Silla mah, pah. Silla bertemu dengan seseorang yang sangat baik kepada Silla, bahkan memberikan pekerjaan yang bagus untuk Silla, do'a kan Silla iya mah, pah, agar Silla bisa menjalani ini semua " dengan terisak Silla hanya bisa menatap langit malam yang sangat indah, dan berharap besok benar-benar pilihan yang terbaik untuknya.


* Clubbing


Martin bersama teman-teman sosialita nya sedang menikmati suasana dengan berbagai jenis minuman, kali ini Martin sudah bisa menikmati udara malam tanpa tumpukan dokumen yang membuatnya sangat sulit untuk bernafas.


para wanita penghibur pun memasuki ruangan VVIP dengan pakaian yang sangat sexy, tentunya para wanita tersebut pesanannya teman-teman Martin yang sudah sangat haus untuk dihibur, namun Martin tak ingin disentuh oleh wanita manapun kecuali kekasihnya yang jauh disana, Martin percaya suatu saat nanti ia akan kembali kepadanya dalam kondisi apapun.


" bro, masa lu masih mikirin tuh cewek, kaya gak ada cewek lain aja, hidup tuh harus dinikmati sebelum kiamat bro! " ucap vian yang sedikit mabuk.


" betul tuh kata si vian!! lagian nih ya, tuh cewek belum tentu mikirin lu Martin , lu kaya udah, wajah ganteng kurang apa lagi sih lu! mau cewek yang bagaimana juga lu bisa dapatkan dengan mudah, jangan lu sia-siakan , mubajir" ucap aldo


" berisik lu, nanti kalau kalian tau rasanya jatuh cinta, gw doa in biar lebih-lebih dari gw gilanya " ucapnya dengan menikmati setiap tegukan nya


" percaya lu sama yang namanya cinta? haah " smirik Joe yang tak habis pikir kepada temannya yang satu tersebut.


" apa istimewanya sih tuh cewek ? siapa sih namanya gw udah lupa soalnya " ucap aldo dengan sedikit berpikir


" Calista!! do " jawab vian


" nah iya, Calista! apa istimewanya gitu, memang sih dia cantik, model pula, tapi kalau harus pergi gak jelas kaya gitu, buat apa lu harapkan lagi? " jelasnya


" ntah lah, sampai sekarang hal itu masih jadi pertanyaan untuk diri gw sendiri, udah lah gak usah bahas Calista terus, lu nikmatin aja cewek-cewek disamping lu, ntar dilalerin tau rasa lu, gw cabut dulu iya, masih banyak tugas di kantor? " pamit Martin


" payah lu Martin "


" anak sekolah aja kalah sama tugas-tugas lu itu hahaha"


Martin tak menghiraukan ejekan teman-teman nya yang sudah mabuk, ia pun kembali ke kantor.


semenjak ditinggal pergi oleh Calista, Martin selalu tidur dikantor bahkan sudah menjadi rumah ke duanya, dan sangat jarang untuk pulang ke apartemen miliknya, sedangkan kedua orang tuanya selalu sibuk dengan bisnisnya diluar negeri meneruskan bisnis kakeknya disana.


Martin ini sudah kaya dari lahir, bahkan bisa kaya 7 generasi mendatang, karena ajaran sang kakek soal bisnis dari kecil, namun sang kakek maupun papahnya tidak selalu memaksakan keinginannya untuk terjun ke dunia bisnis, sedangkan mamahnya ia selalu setia menemani suaminya pergi kemanapun bahkan sudah hampir menginjakkan kaki di seluruh benua, memang dunia bisnis yang sangat luar biasa.


mungkin orangtuanya hanya bisa bertemu dengan Martin 2 tahun sekali itupun jika ada bisnis dinegara tempat Martin tinggal, sedangkan Martin sudah tak mengerti lagu dengan kedua orang tuanya yang selalu berpindah-pindah negara disetiap bulannya, jadi Marti memutuskan untuk berdiam diri dan menunggu mereka yang datang menemuinya. mau bagaimana lagi, orang tua Martin sudah sangat tergila-gila dengan dunia bisnis.


awalnya mungkin Martin lelah, memiliki orang tua namun tak pernah bisa bertemu, semakin dewasa akhirnya Martin pun mulai mengerti dan memahami bahkan sekarang pun Martin menikmati dari dunia bisnis itu sendiri, memiliki saham dimana-mana dengan jumlah yang sangat besar tentunya.


biarpun Martin sudah sangat sukses, kedua orangtuanya selalu memantaunya dari jauh, bahkan sesekali mereka membantu agar Martin bisa mencapai apa yang ia inginkan, itu pun tanpa diketahui oleh Martin.


3 tahun belakangan orang tuanya sempat berkata kepada nya untuk segera mencari pasangan agar tak kesepian dan memiliki banyak anak agar tak seperti dirinya hanya seorang diri, dan kedua orangtuanya pun hanya akan kembali jika Martin sudah benar-benar menemukan pasangannya yang sesuai dengan dirinya.


ucapan tersebut membuatnya merasa sangat terbebani hingga sekarang, namun kekasihnya saja entah ada dimana sekarang. ia tak bisa mencarinya karena kekasihnya tak suka jika ada orang yang mengganggu kesendiriannya.


sungguh kisah yang membingungkan, langkah begini salah, langkah begitu salah, Martin hanya bisa menunggu dan menunggunya kembali.

__ADS_1


* pagi yang cerah


" apa aku sudah cantik dan rapi? " bercermin di kaca perusahaan dan membenarkan sedikit pakaiannya.


" permisi mba, ada yang bisa kami bantu? " ucap resepsionis


" Mmm, saya ingin bertemu dengan ibu sasa " sedikit malu


" apa sudah ada janji sebelumnya mba? "


" sudah mba! "


" baiklah! mari ikuti saya mba? " ajak resepsionis tersebut menelusuri setiap lorong nya, Silla hanya bisa melihat kanan-kiri setiap desain lorong yang begitu menakjubkan seperti bukan sebuah kantor ataupun perusahaan, dan terpampang lah pintu tinggi besar berwarna gold yang sangat indah di ujung lorong tersebut.


resepsionis pun membukakan pintu dan meninggalkannya.


saat masuk orang pertama kali dilihat olehnya adalah Mr. Martin yang sedang fokus kerja lumayan jauh dari pintu tersebut, dan ternyata meja mba sasa ada di pojok kanan pintunya, Silla pun menghampirinya.


" Hai Silla, duduk lah! maaf iya mba gak bisa menemuimu dibawah, kau paham kan perjalanan untuk sampai kemeja kerja mba " jelasnya


" ia mba, saya mengerti! "


" mana CV mu, dan ini kamu tanda tangani kontraknya, baca dulu takutnya kau keberatan"


Silla pun membacanya dengan teliti dan memahami setiap baitnya.


"pertama mba ucapkan selamat, dan ini meja kerja mu, karena sekarang kamu sudah menjadi sekertaris, silahkan lihat jadwal kerja ini baik-baik dan harus diingat"


" baik mba " melihat-lihat agenda tersebut


" o'a kau harus datang lebih awal dari Mr. Martin kecuali dia menghubungimu untuk pergi secara bersamaan" jelasnya lagi


" baik mba, ada lagi? " tanya Silla yang sudah pusing melihat jadwal agenda yang begitu padat.


" dan satu lagi, jika sedang bertemu klien, kamu harus sudah mengetahui siapa yang akan bertemu beserta latar belakangnya, jika Mr Martin sudah tiba di meja tanyakan dia ingin minum atau makan sesuatu dan kamu harus segera membuatnya atau membelinya, sampai disini ada pertanyaan "


" tidak, saya sudah paham dan mengerti " ucap Silla dengan percaya dengan kemampuannya.


" bagus, sekarang ayo, kita menyapa dan berkenalan dengan Mr. Martin, tenang saja dia baik ko" ledek sasa yang melihat wajah Silla sangat tegang.


kini mereka berdua sudah berdiri dihadapan meja Mr. Martin, namun Martin masih belum sadar akan kedatangan Silla dan hanya melihat ke dokumen.


" ada apa sasa? apa ada masalah! " ucap Martin.


" tidak Mr. malahan ada kabar baik? "


" coba katakan dengan cepat, apa kau tak lihat jika saya sedang sibuk untuk menjawab pertanyaan mu? " nada dinginnya kumat

__ADS_1


" Silla, jika ada seseorang yang sedang mengajakmu berbicara sebaiknya kamu menatap kepadanya dengan sopan, bukan kah begitu Mr. Martin! " sindir sasa yang membuat Martin melongo, Silla hanya tersenyum dan tertawa kecil mendengar ucapan sasa.


" kau ini kenapa tidak langsung bicara saja, harus bertele-tele segala, baiklah kau boleh kembali bekerja dan Silla kau duduk lah " ucap Martin


" Hati-hati iya Silla dia suka yang model seperti kamu " ledek sasa dan berjalan pergi


" sasa" kesal Martin dibuatnya


" baiklah Silla, kau sudah mengetahui apa saja yang harus kamu kerjakan bukan "


" sudah Mr. "


" sudah tanda tangan kontrak? " membaca CV Silla dengan teliti


" sudah Mr. "


" apa kau sudah berkeluarga? emm maksudnya menikah? "


" belum Mr. memangnya kenapa iya? "


" karena sewaktu-waktu kamu dan saya harus berada didalam ruangan yang sama di manapun dan kapanpun, karena sasa sudah menikah, saya tak berani ambil resiko, kamu mengertikan maksud saya? " jelas Martin


" berada satu ruangan itu seperti ini, atau seperti....? "


" iya sesuai seperti yang kamu pikirkan! "


" astaga, apa tidurpun termasuk? " panik


" tidak, mungkin hanya ruangannya saja! jika keadaannya hanya ada satu kasur kita harus pikirkan jalan keluarnya bukankah begitu nona Silla " ucap Martin


" iya Mr saya mengerti "


" baiklah kita akhiri wawancaranya, besok kamu boleh bekerja disini, saya ucapkan selamat untuk anda! " dengan senyum yang meragukan diwajah Martin.


" saya permisi pak, dan terimakasih! " membalas senyuman nya dengan ceria


Martin yang melihat senyum Silla yang ceria seperti itu membuatnya teringat akan senyuman seseorang, dengan reflek Martin pun berdiri, dan membuat Silla takut.


" ada apa Mr? " tanya Silla dengan ragu dan menyadarkan lamunannya.


" aakh tidak apa-apa, silahkan pergilah! "


Sebelum pergi, Silla pun berpamitan kepada sasa dan berpelukan sebagai tanda perpisahan mereka berdua, karena besok sasa sudah tidak bekerja dikantor ini lagi.


jangan bosen-bosen iya untuk membaca novel akoh..


bacalah dengan bijak..

__ADS_1


__ADS_2