
*kantor
" aduh gw jadi gugup gini sih iya, jangan takut Silla lu pasti bisa bertahan bekerja di sini, mari semangat dan buktikan " penuh semangat di meja kerjanya.
dan tak lama Mr. Martin pun tiba, Silla langsung berdiri dan memberikan salam pagi kepadanya dengan senyum manis diwajahnya.
" jadwal saya hari ini apa? " tanyanya
dengan cepat Silla membacakan jadwalnya dengan sangat rinci agar tak salah membacanya.
blaa, blaa, blaa.. .
" ok, karena jadwal hari ini tak terlalu banyak, dan ini masih pagi untuk menghadiri rapat, jadi bawakan saya dokumen yang harus saya tangani hari ini, cepat! " tegasnya
" baik Mr! " dengan cepat Silla menaruh kembali agendana dan mengambil beberapa dokumen yang sudah terkumpul di mejanya untuk diserahkan kepada bosnya tersebut.
" ini Mr, apa ada lagi yang Mr butuhkan? " tanyanya berinisiatif agar tak harus menunggu perintah darinya.
" tidak, silahkan kembali bekerja, terimakasih iya " ucapnya
Silla hanya tersenyum, dan pergi kembali menyelesaikan tugasnya yang masih ia harus pelajari lebih dalam lagi.
saat sibuk bekerja, tiba-tiba handphone Mr. Martin berbunyi, anehnya Mr. sangat terkejut mendapatkan panggilan tersebut, Silla tak bisa mendengar jelas, ia hanya bisa melihat ekspresi bosnya tersebut.
tak lama berbicara, Mr. Martin membereskan meja kerjanya, dan meminta kepada Silla untuk mengosongkan semua jadwalnya hari itu juga, belum sempat Silla menjawab permintaan bosnya tersebut, ia sudah berlalu pergi dari ruangannya.
" ikh kenapa sih tuh Mr? baru datang sudah nanyain jadwal, sekarang suruh kosongin jadwal, ampun deh! apa semua bos seperti itu iya sifatnya? " gerutunya di depan komputer kerjanya.
Silla yang masih sibuk memutar-mutar otaknya saat bekerja, kini ia bisa bernafas lega, karena waktu kerja telah usai, dengan santai ia membereskan mejanya dan pergi dengan cepat.
kepala Silla sedikit pusing karena banyak yang ia tak mengerti tentang kanto, kebetulan Silla berjalan melewati beberapa resti cepat saji, ia pun memutuskan untuk mengisi perutnya disana.
" rame bgt, apa karena jam pulang kerja kali iya makannya rame gini , duduk di sini aja deh, selamat makan " ucap Silla yang sudah tak sabar menelan semua pesanan yang ia bawa
dengan sangat menikmati makanannya, suap demi suap, tak lupa dengan minumannya yang sangat menyegarkan mengalir ditenggorokan nya, sungguh terbayar rasa lelah dan penatnya.
terjadi pertengkaran diresto tersebut, membuat semua orang saling menatap satu sama lain seperti memberikan kode "kenapa sih? ada apa? " namun tak ada yang berani ikut campur dalam pertengkaran pasangan tersebut.
tak lama pihak resto pun turun kelapangan untuk melerai percekcokan pasangan tersebut, pelanggan satu persatu mulai mendekat agar bisa mendengar apa yang sebenarnya terjadi disana, karena hampir semua melihat, Silla pun ikut-ikutan karena penasaran siapa sih yang bertengkar diresto dengan suara sangat lantang, mengganggu kenikmatannya dalam sekejap.
karena tubuh Silla kecil, ia tak bisa melihatnya dengan jelas, ia pun berjalan menerobos barisan didepannya, setelah ia berhasil lolos Silla pun terkejut sangat luar biasa.
__ADS_1
" haaaah, Mr. Martin astaga " ucapnya dengan tutup mulut, Silla benar-benar bingung harus melakukan apa, apa harus menolong? apa harus melihatnya? tetapi Mr. Martin bertengkar dengan seorang wanita dan Silla pun kembali terkejut saat melihat wanita tersebut.
" haah ya ampun dia kan, dia kan, model yang sering muncul di TV, omg, tenang Silla tidak perlu panik, lihat dulu siapa yang kalah baru menolong, tapi, jika Mr. Martin berani sama wanita sungguh sangat disayangkan! " ucapnya dalam hati dan menonton sedikit mengumpat agar tak terlihat.
" dengarkan aku baik-baik untuk yang terakhir kalinya, hubungan kita sudah berakhir dulu ataupun sekarang, dan jangan coba-coba untuk menghubungiku ataupun menemuiku lagi paham ! gak guna,buang-buang waktuku saja" ucap calista dan pergi dari kerumunan di iringi sorakan untuknya karena tingkahnya yang sok.
saat model cantik itu pergi, kerumunan mulai bubar dan Silla pun hendak berbalik untuk melanjutkan makanannya namun, Silla mendengar namanya terpanggil oleh Mr.
" Silla! ! " tegasnya
" astaga, mati gw, kenapa dia bisa tau jika ada gw disini padahal gw udah ngumpet, aduh gimana ini, nengok jangan iya? " ragu untuk menghadapi
" Silla! ! kau ingin dipecat iya" tegasnya lagi
" hehehe ternyata Mr. Martin kirain siapa tadi? " ngelesnya.
" ikuti saya sekarang! cepat! ! ! " pintanya
" baik Mr "
Silla mengikuti Mr. Martin berjalan keluar resto, di iringi tatapan aneh kepada mereka berdua, walaupun Silla berjalan dibelakang Mr. Martin.
" anu Mr, kita mau pergi kemana iya Mr? " tanyanya yang terus mengikutinya dari belakang.
" baik Mr " dengan nada terpaksa
" kesan pertama gw masuk kerja begini amat sih woy! udah ditinggalin, sekarang dipaksain, maunya apa sih ini bos, udah gak ngerti lagi deh sama jalan pikirannya " gumamnya.
sepanjang jalan Silla maupun Martin hanya terdiam tak berbicara sedikit pun, entah Martin akan membawa Silla kemana, karena ia sendiri pun tak bisa mengendalikan emosinya saat ini.
Silla mengambil headsetnya didalam tas dan memasangnya ditelinga agar ia tak bosan dengan suasana saat ini, baru mendengarkan beberapa lagu, akhirnya Silla pun terpejam begitu saja.
sedangkan Martin, terus saja mengendarai mobilnya entah akan sampai mana ia membawa Silla pergi.
* Pantai 🌊☀
telinga Silla seperti mendengar deburan ombak, dan beberapa kicau burung, " mungkin hanya mimpi " namun, suaranya semakin jelas dengan spontan membelalakan matanya dan iya benar saja sekarang ia sedang di pantai.
Silla melihat kearah martin dan ternyata Martin tidur di sampingnya, dan jas yang ia kenakan ada di tubuh Silla untuk menyelimuti nya.
" Mr! ! ! " ucapnya pelan karena takut untuk membangunkannya.
__ADS_1
namun, Martin tak mau bangun juga, ia pun mencobanya lagi dan lagi, tapi tak membuahkan hasil, dengan rasa kesal yang sudah tertahan dari semalam akhirnya Silla pun berteriak.
" M A R T IN " teriaknya di samping kuping bosnya.
Martin hanya tersenyum dan tertawa kecil oleh teriakannya ternyata Martin sengaja melakukan hal tersebut agar Silla merasa kesal.
" kau sengaja iya membuat aku kesal dipagi hari " ucap Silla yang memukuli pundak Martin namun, Martin terus saja tertawa dibuatnya.
karena Martin sudah lelah tertawa, ia menahan tangan Silla yang memukulinya, membuat Silla menatap Martin dan menarik tangannya begitu saja, sekarang Silla merasa malu akan tindakan dan ucapannya barusan.
" ya ampun, apa yang lakuin tadi, dasar bodoh! ! " gumamnya
Martin pun menatap Silla yang merasa malu, mungkin karena tindakannya ataupun ucapannya yang pasti Martin paham betul dengan ekspresi yang ia tunjukan kepadanya
"heeeeemmm! ! apa kau lapar Silla? "
hanya mengangguk
" mmmm, sebagai ucapan maaf telah membawamu kesini, kau ingin makan apa? " tanyanya
" entah lah! "
" jawaban macam apa itu? yasudah jika kau tak ingin makan saya tunggu kamu untuk berpikir ingin makan apa? "
" jangan gitu dong Mr, saya kan semalam dipaksa Mr untuk ikut, sekarang saya kelaparan, saya juga gak tau disini ada makanan apa? tapi saya bisa makan apa saja yang penting enak Mr, ayolah Mr? " bujuk Silla dengan wajah memelas agar Martin tak marah kepadanya.
" karena sekarang kita di pantai, bagaimana jika kita makan seafood, apa kau punya alergi terhadap makanan laut? "
" tidak! " tegasnya
" baiklah kita mencari resto seafood didekat sini! "
Martin dan Silla pun telah menemukan resto yang cukup bagus dan tak jauh dari tempat mereka tadi, kini mereka berdua menikmati santapan nya dengan sangat romantis seperti sebuah pasangan.
namun, Silla tak ada pikiran jika mereka seperti kekasih yang sedang liburan kesuatu tempat hanya berdua, karena Silla hanya memikirkan pekerjaan dan hidupnya tak pernah berpikir untuk menjalin cinta sebelum kondisi keuangannya membaik.
setelah selesai Martin mencari sebuah penginapan yang memiliki 2 kamar, dan Martin pun menemukan tempatnya, segera lah mereka menuju tempat tersebut untuk melanjutkan istirahat nya yang tentunya tak nyaman jika harus tidur didalam mobil lagi, dan lagi.
Silla pun ingin menyegarkan tubuhnya yang sudah sangat lengket karena keringat yang mengalir didalam pakaiannya dari kemarin.
mereka berdua pun beristirahat dalam kamar yang berbeda, sungguh peristiwa yang cukup aneh dan melelahkan untuknya, baru pertama kalinya ia mendapatkan hal serumit ini, apalagi terseret oleh bosnya yang tak bisa ia mengerti sama sekali.
__ADS_1
jangan lupa likenya iya agar bisa semangat membuat episode novel selanjutnya..