World Good

World Good
5. saling mengenal


__ADS_3

" kenapa sih gw punya bos seribet ini hidup nya, udah kaya pengen apa aja ada, bisa langsung dibeli, tapi kenapa harus seribet ini gitu, udah selalu melibatkan gw ujung-ujungnya, lagian emangnya tuh orang kaga punya rumah apa, tidur dikantor terus, mungkin prinsip orang kaya sama orang miskin kaya gw beda kali iya, pikirannya tuh kerja, kerja, kerja, pantes aja cepet kaya, gw pengen kerja enak aja susahnya minta ampun, aduuuh udah deh kaga ngerti lagi gw, nih mandi kayanya lama bener nih, Jangan-jangan mati!! astaga " ucap silla yang berpikir kesana kemari hingga memikirkan hal-hal yang tak terduga, dan masuk lah silla kedalam ruangan istirahat martin tanpa mengetuk dahulu.


dan suara teriakan silla yang cukup kencang membuat martin ikut kaget dibuatnya, Marti yang sedang memakai pakaiannya merasa malu dilihat oleh silla begitu saja, namun martin berusaha untuk tetap cool walaupun wajahnya mungkin sudah memerah, dan silla langsung berbalik dan menutup wajahnya karena melihat apa yang tak seharusnya dilihat, sungguh dosa tak terasa pikirnya.


" silla kau ini!! kenapa kau langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu? apa kau sudah tidak waras!! " tegas martin sambil memakai pakaiannya dengan cepat.


" maaf Mr, saya salah!! saya pikir Mr tenggelam saat mandi! jadi saya panik Mr, maaf? " jawabnya dengan malu


" bagaimana kau bisa berpikir saya tenggelam, jangan terlalu berpikir yang tidak tidak, lebih baik kau kerjakan pekerjaan mu itu, dan jangan lupa siapkan jadwal saya hari ini? " pintanya


" tapi, Mr!! saya.. "


" tak ada tapi tapi ! kerjakan sekarang silla!! "


" baik Mr saya kerjakan " jawab silla dan berjalan keluar dengan cepat tanpa berbalik sedikitpun karena wajahnya sangat merah dan jantungnya serasa copot seketika.


" gadis, macam apa yang tak memiliki rasa takut sedikitpun kepada ku ini, untung saja gw masih sadar dengan keadaan, aduuuh bisa kacau begini terus! " keluh nya didalam ruangan dengan sedikit berdecak kesal dan menahan emosinya.


sedangkan silla sudah menyiapkan keperluan yang Mr martin butuhkan jika ia menanyakannya, dan seperti biasa kopi Istimewa pun sudah dihidangkan di atas meja beserta masakan yang silla bawa tadi untuk Mr. Marti .


" dengan semua ini, semoga hubungan gw sama bos dikantor jadi semakin baik dan tak ada kesalahan lainnya seperti tadi, bodoh! kenapa lu tadi main nyelonong aja silla? malukan lu sekarang!! " keluh nya dalam hati.


tak lama martin pun keluar dari kamar tersebut, namun martin tak memakai dasinya, dan membawa beberapa dasi untuk silla pilihkan yang mana menurutnya cocok untuk warna kemeja nya hari ini.


" Mr, sudah siap semuanya! " senyum silla melupakan rasa malunya tadi.


" bagus, Mmm silla menurut mu dasi yang mana yang paling cocok untuk kemeja saya hari ini, garis-garis, kotak-kotak, atau polos? "


" karena kemeja Mr hari ini garis-garis jadi lebih baik warna polos lebih cocok Mr? "

__ADS_1


" lalu, warna polos yang seperti apa menurut mu, hitam, putih, merah, biru, atau abu-abu ? "


silla benar-benar lelah dengan tingkah laku bosnya, apapun selalu saja dibuat sulit untuknya.


" bagaimana jika warna pink? "


" pink? itu tak termasuk daftar pilihan silla "


" tapi pink pilihan saya, karena Mr, bertanya kepada saya jadi saya jawab warna pink, itu warna paporit saya, ok jadi Mr lebih baik diam dulu saya akan mengambilkan dasi berwarna pink untuk Mr pakai hari ini, dan berikan dasi yang telah Mr keluarkan! " tegas silla yang sudah kesal membuang waktu berharga hanya karena dasi.


martin tak bisa mengelak dengannya, selama silla mencarikan dasi, Martin menikmati sarapannya yang telah tersedia. ada kopi, dan nasi goreng beserta hiasan yang lucu.


"apaan ini, silla membelinya dimana nasi goreng seperti ini! lucu sekali seperti waktu sekolah saja berbentuk seperti ini? " ucapnya dan menghabiskan bekal yang silla bawa untuknya.


" ini Mr, silahkan dipakai dasinya? Mr menghabiskan bekal yang saya buat? apakah enak Mr? " tanya silla dan langsung membereskan kotak makan yang sudah kosong.


" bekal! jadi kamu membuatkan bekal pagi untuk saya? wah wah wah, kamu mau menyogok saya ya rupanya! "


" jika tidak berarti makan buatkan saya setiap hari bagaimana? " pintanya


" jika sempet iya Mr itu pun " jawab silla dengan malas


" jadi kau keberatan!! baiklah, pasangkan dasi untuk ku jika tidak buatkan ku sarapan setiap hari ? "


silla sudah sangat kesal, ia pun berjalan menghampiri bosnya sangat dekat dengan membawa dasi dan memakaikannya namun, saat ia fokus sedang memasangkannya, tiba-tiba silla berhenti di tengah jalan karena ia lupa harus kearah mana lagi memasangkannya.


dengan santai martin menunggu dasinya selesai di lehernya, namun silla terus saja memutar-mutar dasinya berulangkali membuat martin tertawa kecil melihat ekspresi kesal silla dari dekat.


" sudahlah, aku menyerah Mr!! pusing deh harus memakai dasi manual kenapa tidak memakai dasi yang sudah jadi saja agar lebih mudah " berjalan dengan kesal dan duduk kembali dimeja kerjanya.

__ADS_1


" hahahaaa, jadi jangan lupa untuk bekal pagiku silla? " ucap kemenangan martin dari mejanya.


silla hanya memasang wajah kesal karena tak Terima jika dirinya benar-benar tidak bisa memasang dasi. silla pun diam-diam melihat tutorial cara memasang dasi di internet, agar tak kalah oleh bosnya yang memiliki berbagai cara untuk menjatuhkan dirinya begitu saja.


* jam 11 siang


cuaca diluar sangat terik, silla memilih memesan makanan lewat aplikasi, sebelum memesan silla menawarkan kepada bosnya.


" Mr, apa hari ini anda makan diluar? jika tidak saya akan memesan makanan siapantar? "


" kau tidak makan diluar silla? kau sakit atau demam? " tanyanya


" tidak Mr, diluar cuaca sedang panas jadi malas untuk berjalan keluar? "


" hmmm ada-ada saja! saya ikut kamu saja, pesankan yang sama juga makanannya asalkan tidak pedas "


" ok Mr, mana uangnya? " pinta silla


" ini, ambil sendiri saya masih sibuk silla? " memberikan dompetnya kepada silla dan kembali fokus dengan komputer kerjanya.


mata silla pun membelalak melihat isi dompet bosnya yang hanya berisi 100 rb, tanpa berpikir panjang ia pun mengambilnya dan meletakkan dompetnya di atas meja.


" pesan apa ya kira-kira yang enak di cuaca panas begini, serasa pengen pesan semuanya deh, ikh si bos duitnya cuman 100 rb, lebih sepi dari dompet gw isinya, rugi gw begini caranya? " keluh silla yang melihat total pesanan yang harus ia bayar nanti.


sambil menunggu pesanannya tiba, silla melanjutkan pekerjaannya dengan santai karena jika jam-jam istirahat seperti ini tidak terlalu banyak yang menelponnya.


jangan lupa dilike,


dikomen juga iya, berilah masukan yang sangat bermanfaat dan sopan.

__ADS_1


maaf jika ada kesamaan, atau kemiripan novel,


ini kreatifitas saya tanpa membaca novel orang lain.


__ADS_2