
setelah pesanannya telah sampai, kini mereka berdua makan bersama . awalnya silla makan dimeja ia bekerja namun, karena martin meminta silla untuk makan di mejanya dengan tak ingin mood makannya hilang, silla hanya mengikutinya tanpa berkomentar. martin pun hanya tersenyum melihatnya sedikit cemberut saat duduk dihadapannya.
entah, kenapa dengan kehadiran silla disampingnya martin merasa apa yang telah terjadi kepada dirinya tidak terlalu begitu sulit saat melihat sosok silla, apalagi melihatnya kesal dan cemberut seperti itu membuat martin gemas dibuatnya.
" apa kau makan selahap itu silla? " tanya martin yang kaget melihat mulut silla penuh dengan beberapa makanan seperti bapao.
silla pun tak ingin menjawabnya ia terus menikmati suapan demi suapan dari tangannya sendiri, dan cepat pergi dari hadapan bosnya.
sedangkan martin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan konyolnya. " ada-ada saja kamu silla!! "
akhirnya makanan silla pun sudah habis, ia merapikan sisa-sisa makanan yang berjatuhan dimeja dan membuangnya ketempat sampah.
" kau mau kemana? " tanya martin
" mau buang sampah saja sampai ditanya segala ! " jawabnya males
" itu artinya kau akan keluar ruangan kan, jadi bisa tolong buatkan saya minuman dingin yang segar di cuaca seperti ini, tolong iya silla! " pintanya
" oh, mau yang seger-seger, boleh!! pokoknya yang seger terus dingin kan, tunggu ok! " jawabnya dengan pikiran yang jahil.
silla pun membuang sampah dan pergi ke pentri untuk membuatkan minuman yang menyegarkan hati bosnya. silla mencari buah yang sangat segar jika ditelan dan akhirnya ia pun menemukan sebuah lemon yang sangat segar bisa dilihat dari warnanya yang menyala bagaikan sinar matahari saat ini.
" hahahahaaa, bos ku yang rese! anda akan sangat suka dengan minum yang menyegarkan yang telah saya buatkan untuk anda, dengan ramuan yang sangat spesial dari lubuk hati ini hahahahaaa " sambil meremas remas buah lemon ditangannya.
telah siap lah bluelime ice agar tak terlihat jika itu ternyata lemon silla menambahkan sedikit minuman bersoda didalamnya, sambil membawa minuman tersebut silla terus saja tertawa didalam hatinya, ia benar-benar puas dengan apa yang ia lakukan saat ini kepada bosnya.
" ini Mr minumannya, silahkan dinikmati! saya kembali bekerja Mr! " ucap silla dan berlalu meninggalkan minuman meja martin.
karena cuaca yang begitu terik, martin merasa tubuhnya terasa panas padahal AC diruangan cukup dingin, mungkin pantulan dari beberapa kaca diruangan tersebut sehingga menyorot kedalam. martin pun meminum, dan silla langsung menontonnya agar bisa melihat reaksi martin seperti apa nantinya?.
ZONK!!
martin meminumnya sampai habis, dan silla hanya melotot dengan bingung bahkan silla bisa merasakan keasaman dari minuman tersebut saat didalam mulut.
" demi apa? habis " ucap silla
" kenapa silla? ada yang aneh kah? " tanya martin yang bingung mendengar ucapan silla
__ADS_1
" tidak, apa minumannya enak Mr? "
" menurut mu? kau tidak lihat jika gelasnya kosong! "
" tapi... apa tidak asam Mr! " sedikit takut
" karena kau yang buat jadi harus diminum sampai habis, apa ada pertanyaan lainnya? "
" ah tidak, Mr! " ucap silla dan melakukan pekerjaannya kembali
martin yang menahan rasa asam di mulutnya benar-benar membuatnya sulit berekspresi ia pun sedikit menunduk dan membuang ekspresi nya asamnya tersebut.
" semoga kaga sakit perut aja dah " gumam silla yang merasa telah gagal lagi.
hari pun sudah mulai gelap, waktunya silla untuk pulang namun, saat sedang membereskan mejanya martin tiba-tiba sudah muncul dihadapannya lagi, entah kapan ia sudah berdiri disana.
" ayo!! " ajak martin
" ayo apa? "
" hah, Mr sudah tidak tidur disini lagi? "
" bukankah kemarin ada yang memarahiku saat pulang! "
" bagus deh!! tapi apa Mr punya tempat tinggal? "
" kau menghinaku silla! "
" hahah, tidak saya pikir Mr tidak memiliki tempat tinggal karena dari awal kerja Mr selalu tidur dikantor! " jelas silla
" sudahlah ayo pulang!! menjawab pertanyaan mu bisa selesai besok pagi "
" tunggu dong Mr! " mengejar martin yang sudah berjalan dahulu.
mereka pun pulang bersamaan, para staff lain hanya melihat mereka seperti rekan bisnis biasa namun, ada juga yang tak suka dengan kedekatan mereka. walaupun silla selalu mendengar beberapa gosip yang beredar tentang dirinya dikantor namun, silla tak pernah membahasnya ataupun membicarakannya dengan para staff yang lainnya, ia lebih memilih untuk diam dan menjalankan pekerjaannya dengan konsisten.
" apa Mr yakin ingin mengantar saya pulang? "
__ADS_1
" tunjukkan saja jalannya tak usah banyak bertanya saya sudah pusing mendengarnya? "
" baiklah! dari sini Mr belok kesana nanti belok sana dan lurus terus sampai "
" mmmm" martin hanya berdeham karena sekarang ia yang enggan untuk meladeni tingkah silla, tenaganya serasa sudah terkuras habis oleh pekerjaan .
" disini! " ucap martin
" iya disini! makasih iya Mr martin sudah mengantarkan saya pulang dengan selamat sampai jumpa besok dikantor " ucap silla dan pergi berjalan memasuki gang sempit yang hanya bisa dilalui oleh motor saja.
martin pun pergi kembali pulang ke apartemen miliknya, untuk menenangkan tubuhnya yang sudah sangat lemas, apalagi menahan rasa sakit didalam perutnya.
selama martin di apartemen, ia hanya bolak-balik kekamar mandi karena perutnya tidak bisa diajak istirahat, ia pun memanggi layanan service untuk memberinya beberapa obat sakit perut. setelah meminum beberapa obat barulah martin bisa beristirahat dengan cukup tenang.
* hujan di pagi hari
" hujan! " bangun silla yang cukup terkejut mendengar gemericik air hujan, ia teringat dengan jemuran yang ia jemur namun, ternyata ia sudah membereskannya waktu pulang kerja semalam.
" aduh, masih jam 7 pagi, tumben pagi-pagi sudah hujan bikin mager aja deh, aah masih ngantuk tapi laper, bikin yang berkuah sepertinya enak nih! cus kita masak " ucapnya
silla mengeluarkan beberapa jenis mie yang ia miliki diberangkasnya. saat masak ia teringat oleh ucapan bosnya jika untuk membuatkan ia sarapan setiap hari jika tidak ia akan disuruh memasangkan dasi atau bisa hal gila lainnya.
silla pun membuat sarapan untuknya terlebih dahulu, setelah sarapan baru ia membuatkan makanan untuk bosnya dengan menu yang sama yaitu mie juga haaha namanya juga anak kos.
sambil menonton karton silla sangat menikmati mienya yang begitu enak dan benar-benar membuat tubuhnya kembali hangat.
" menu mie kuah memang cocok disaat hujan seperti ini, aduh kenyang makin mager aja nih, gw bikinin sarapan buat si bos dulu lah terus cus deh otw kantor " ucap silla yang bahagia karena perut sudah kenyang.
" bikin mie goreng spesial aja kali iya, tambah telor ceplok deh atasnya, lebih simple dan praktis " ucap silla dan mulai kegiatan didapur.
setelah selesai dengan semuanya sekarang silla harus menyelesaikan pekerjaannya dikantor seperti biasanya, rutinitas yang cukup melelahkan, tapi silla tidak boleh putus asa demi kehidupan yang lebih baik lagi harus tetap semangat walaupun masih gerimis hehehe
silla berjalan menyusuri setiap langkahnya dibawah tetesan air hujan, saat hujan tercium aroma yang khas entah aroma darimana tapi silla selalu suka dengan hembusan angin saat hujan, rasanya sangat segar seperti terlahir kembali. dengan senyum hangat
dan semangat yang penuh ia akhirnya sampai dikantor tanpa basah sedikitpun.
jangan lupa untuk dukungannya iya... ditunggu kehadirannya....
__ADS_1