
seperti biasa Mr. martin belum sampai disana, dan silla sudah menata dan merapihkan ruangannya dengan sangat bersih dan harum, setelah itu silla mulai mengecek agenda untuk hari ini bertugas, dengan santai ia membolak-balikan buku agendanya.
" hmmm... sepertinya hari ini tidak ada rapat untuk Mr!! dan tidak ada kegiatan selain mengecek dokumen-dokumen yang sudah menumpuk disana, pasti sangat melelahkan! " ucap silla yang melihat meja martin yang penuh dengan tumpukan dokumen di pagi hari dan tersenyum jahat pastinya.
tak lama martin pun datang namun, ia datang tak sendiri, ada seorang pria yang tak kalah jauh tampannya dari martin, entah siapa? silla tak mengerti apa yang mereka bicarakan karena mereka memakai bahasa Korea. silla hanya bisa melihat ekspresi dari wajah keduanya.
" silla , tolong bawa buku agenda dan dokumen warna kuning kemari! " pinta martin.
" baik Mr! " silla pun membawa apa yang martin minta " ini Mr, ada lagi? " lanjutnya.
" tidak, silahkan lanjutkan pekerjaan mu! " ucap martin dengan sedikit senyum manis diwajahnya.
silla pun pergi dan melanjutkan tugasnya, agar bisa cepat selesai sebelum jam istirahat tiba.
berkali-kali silla memperhatikan pria tersebut, namun pria yang berbicara dengan bosnya tak kunjung pergi dari ruangan, entah apa yang mereka bicarakan sampai begitu lama, sedangkan sekarang sidang hampir waktunya istirahat, Hari-hari yang membosankan hanya duduk dimeja kerja tanpa ada yang mengajaknya berbicara selain mendengarkan ucapan yang tak ia mengerti dari sudut sana.
" silla, kemari? " pintanya lagi
" ia Mr, ada yang dibutuhkan? "
" sepertinya kami akan makan disini, tolong pesankan beberapa makanan yang menurut mu enak iya, dan siapkan peralatan makannya dimeja tamu " pinta martin
" baik Mr! laksanakan! "
rasanya martin ingin tertawa saat mendengar ucapan silla yang sudah seperti latihan militer, sesekali Martin melihat kearah silla yang sudah bosan duduk dimeja kerjanya tanpa sedikitpun berkata, bibir silla yang selalu cemberut membuatnya terlihat sangat menggemaskan, Martin pun berpindah tempat duduknya ke meja yang lebih luas agar bisa lebih leluasa menikmati makanannya nanti.
" pesan apa ya kira-kira yang pas, karena mereka berbahasa Korea, bagaimana jika pesan yang berbau masakan Korea, sudah lama juga gw gak makan makanan Korea, pasti enak banget, aduh ngomonginnya aja bikin gw ngiler, ok pix kita order! " ucap silla yang sudah memilih pesanannya tinggal menunggu dibawah, sebelum pergi silla menyiapkan perlengkapan makan dan menatanya dimeja.
" kenapa nih cowok udah pada nangkring dimeja sih, gw kan jadi malu " keluh nya dan berusaha tetap tenang agar tak membuat kesalahan, dengan cantik silla menatanya dengan sangat hati-hati agar tidak jatuh.
sekarang silla sudah bisa bernafas lega karena tugas menatanya sudah selesai, dan sekarang meluncur ke bawah untuk mengambil pesanannya.
" mba Vani! apa pesanan saya sudah tiba? " tanya silla kepada resepsionis dibawah.
" belum ada yang datang mba! mungkin sebentar lagi tunggu aja dulu mba disini duduk samping saya! " jawab Vani yang menawari silla untuk duduk dengannya.
__ADS_1
" kamu ko tumben jaga sendiri, si keke kemana emangnya? "
" dia sakit mba! jadi izin selama 3 hari ke depan, mau gak mau saya jaga sendiri disini! "
" Okh, sakit! gak apa-apa kan masih ada pak satpam yang ganteng itu disana! " goda silla
" yey mba mah, nanti saya dimarahin sama si bos kalau ketahuan bercanda saat kerja! enak juga mba bisa tiap hari liat wajah si bos yang tampan tiada tara, Okh iya tadi ada tamu iya mba, siapa mba namanya? aduh bisa mati operdosis terlalu banyak melihat yang tampan disini mba " celoteh Vani yang membuat silla tertawa.
" hahahaa, kamu mah ada-ada aja Vani, memangnya kamu mau mati sekarang! nanti gak bisa lihat yang tampan lagi loh! "
" jangan dong mba, siapa mba namanya? "
" entah lah! saya gak ngerti mereka ngomong apa? "
" ko bisa sih! " putus Vani karena orderan silla telah datang
" pesanan untuk ibu silla " ucap pengantar
" terimakasih iya Pak! " dan membawa pesanannya pergi " kamu tanya saja sendiri, nanti pasti kamu mengerti maksudku Vani , dah aku makan dulu! " pamitnya
" kau darimana silla? " tanyanya
" saya dari ini? " menunjukkan dua bungkusan besar dibawanya
" sini biar saya yang bawakan ! nanti tangan kamu bisa patah jika membawa ini semua " ucapnya
" memangnya tangan saya sekecil itu " protesnya
Martin tak menghiraukan jawaban silla dan pergi membawa bungkusan tersebut masuk kedalam ruangan, sedangkan silla menata kembali makanan tersebut keatas meja.
" kau mau pergi kemana lagi! tidak makan? "
" ini juga mau makan tapi disana! "
" makan disini saja, bersama-sama! ini perintah dariku jangan dibantah cepat! " ucap Martin
__ADS_1
silla pun mengikuti perintahnya dan duduk di samping Martin, tamu tersebut hanya melirik nya dengan senyum hangat seakan memberikannya untuk ikut makan bersama.
" benar kata Vani, bisa mati operdosis kalau seperti ini, aduh senyumannya seperti sudah kenyang gw dibuatnya " gumam silla dan membalas senyumannya.
Martin yang melihat silla tersenyum menatap temannya, membuatnya sedikit kesal dan Martin pun membisikkan ditelinga silla.
" jangan tersenyum seperti itu, dasar bodoh " bisiknya
" kau " jawabnya secara spontan dan melotot kearah Martin, Martin hanya tersenyum melihatnya sangat kesal.
" sudahlah cepat habiskan makananmu nanti keburu dingin! " ucap Martin
silla benar-benar kesal dibuatnya, bisa-bisa nya Martin mengatasinya bodoh hanya gara-gara ia tersenyum kepada tamu dihadapannya, dengan cepat silla menghabiskan makanannya dan pergi meninggalkan mereka berdua, namun sayangnya tangan silla ditahan oleh Martin untuk tidak pergi meninggalkan meja tersebut.
Martin memberikan kode menggelengkan kepalanya dan matanya menyuruhnya untuk duduk kembali, dengan sabar silla pun mengalah dan mengikuti arahan dari Martin.
namun, Martin tak melepaskan tangan silla. ia terus saja memegangnya walaupun saat makan sampai ia selesai makan pun masih di genggamnya tuh tangan.
" apa gw salah pesan makanan iya, kenapa nih tangan kaga mau dia lepasin, malu gw! diliatin jadinya " gumam silla yang sedikit salting dihadapan tamu.
setelah selesai Martin pun melanjutkan berbicara dengan tamunya tersebut, entah apa yang mereka berdua bicarakan silla benar-benar tidak mengerti sama sekali, silla mencoba untuk melepaskan tangannya namun, semakin ia ingin melepaskan semakin Martin mengeratkan pegangannya.
silla pun pasrah, tak bisa berbuat apa-apa, dari pada silla mendengarkan mereka berbicara, lebih baik ia memainkan handphone nya diatas meja, dan membaca beberapa artikel yang sedang viral.
Martin pun melihat kearah silla yang sibuk membaca handphone nya, namun Martin tak ingin menggodanya lagi dan membiarkan silla untuk menikmati waktunya yang terpenting tangannya tidak lepas dari dirinya.
sekian lamanya silla membaca dan mendengarkan pembicaraan mereka, sudah 2 jam mereka berbicara dan sudah 2 jam pula ini tangan tidak lepas, membaca membuatnya mengantuk karena tidak bisa melakukan aktivasi lainnya, silla pun tertidur pulas diatas meja.
karena, melihat silla tertidur tamu tersebut pun pamit undur diri, sebelum Martin mengantarkan tamunya turun ia, menyelimuti silla dengan jas yang ia kenakan, dan mengelus pucuk kepalanya dengan lembut, meninggalkan silla tertidur disana sendiri.
jangan lupa untuk membaca novel karya ku iya...
ditunggu kehadirannya...
sampai jumpa lagi...
__ADS_1