World Good

World Good
9 . pembelaan yang tak diharapkan


__ADS_3

* kantor


Martin sengaja datang lebih awal, karena ingin secepatnya mendapatkan informasi tersebut, ia meminta dikirim sebelum Silla datang, dan benar saja ternyata aldo datang lebih awal dengan tergesa-gesa karena harus mengejar waktu.


" kau sudah dapatkan apa yang gw inginkan? " ucap Martin


" lu tenang aja, bentar gw duduk dulu cape banget gw, ngos-ngosan! "


" mana buruan! ! gw pengen lihat hasil nya? "


aldo pun menaruhnya di atas meja dan kembali bersandar disofa " lihat lah, itu hasil rekaman yang gw dapatkan semalam, gw harus membayar pekerja CCTV agar mereka memberikan izin pemeriksaan, jangan lupa transferannya ke kartu gw, memangnya tuh cewe siapa sih? terus si calista bagaimana? " celoteh aldo yang kepo dengan kisah cerita percintaan Martin yang sangat rumit tersebut.


" iya nanti gw kirim !! lu gak usah tahu urusan gw, cukup lihat dan perhatikan saja, ngerti lu! ! makasih iya atas informasi nya, udah sana pergi bentar lagi Silla datang? " ucap Martin yang mengusir aldo keluar.


" astaga Marti, gw ini teman lu, gw udah bantuin lu buru-buru terus lu cuman gitu aja, gw pengen lihat wanita mana yang mampu merobohkan hati lu ini! " jawab aldo yang sengaja mengulurkan waktu untuk bisa melihat Silla.


Martin tak menghiraukan ucapan temannya tersebut dan fokus kepada rekaman tersebut, sekarang Martin sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi didalam toilet tersebut.


" mulut lu bisa diem dulu kaga! kaga kedengeran nih suaranya " ucap Martin yang masih fokus pada layar tersebut.


namun, Silla sudah tiba dimeja kerjanya dan merasa heran dengan ucapan Martin, Silla hanya tersenyum saat aldo melihat Silla dengan senyumannya.


" pantas saja lu sekarang kaga pergi ngumpul lagi, ternyata ini alasannya? " ucap aldo dengan nada sedikit keras sampai-sampai Silla pun mendengar ucapannya.


" ngomong apa si lu? "


" sok pura-pura kaga tahu, lu jatuh cinta kan sama cewek yang bernama Silla? " nada tinggi lagi


" gak usah teriak teriak kaya gitu, gw kan kaga budeg! " masih fokus dan belum sadar akan kehadiran Silla.


aldo pun melambaikan tangan memberikan kode untuk menghampirinya kepada Silla, Silla hanya mengikuti perintah aldo dan menghampirinya tanpa bersuara sedikitpun.


" Silla jadi anak yang baik ya, diam dan cukup mendengarkan saja, berdiri di belakangku, cepat! " bisik aldo kepada Silla.

__ADS_1


Silla pun mengangguk dengan sedikit tertawa, dan mengikuti apa yang aldo perintahkan, Silla fokus untuk mendengarkan dan sedikit melihat ke arah Martin yang sibuk melihat layar komputer nya, entah apa yang Martin lihat sampai-sampai tidak menyadari kehadiran dirinya disana.


" apa kau mencintai wanita tersebut? "


" menurutmu! "


" apa dia cantik? "


" cantik sekali, apalagi kalau sedang marah! " jawab Martin sambil tersenyum


" oh iya, siapa tadi nama cewek yang lu suka itu? gw lupa! "


" Silla !! kenapa sih lu dari tadi nanya terus? " ucap Martin dan melihat kearah aldo, Martin tidak bisa berbicara lagi melihat siapa yang ada disamping aldo saat ini? iya benar itu Silla, ia pun mendengar apa yang Martin ucapkan tepat dihadapannya, membuat Silla sedikit malu dan tak bisa berbicara hanya tersenyum dengan wajah yang sudah memerah.


" bagaimana Silla! apa kamu sudah cukup jelas mendengarnya? " ucap aldo yang langsung merangkul pundak Silla, Martin yang melihat tangan aldo berada di pundak Silla membuatnya sedikit marah dan menghempaskan tangan aldo .


" jangan coba-coba lu menyentuhnya sedikitpun! ! Silla kembali bekerja nanti kita bicarakan! dan jangan Berdekatan dengannya, kamu mengerti! "


" baik Mr! pak aldo saya kembali bekerja " ucap Silla dan berjalan kembali kemeja kerjanya, dengan pikiran yang sedikit membingungkan.


" tapi lu jangan sembarangan menyentuhnya begitu aja? "


" gw cuman nyentuh pundaknya doang, itupun gak ada 1 menit, itu pundak apanya yang harus gw nikmati, cemburu lu kaga jelas! " protes aldo


" berisik lu, pokoknya jangan pernah menyentuhnya, pergi sana bikin, jangan sampai kaga gw tranfer nih uang nya? " ancam Martin


" jangan begitu dong, bisnis ya bisnis masa urusan pribadi bisa dijadikan bisnis, ok lah gw pergi, semoga sukses ya! " aldo pun berjalan menuju meja Silla, Martin masih memandangi arah aldo melangkah.


" byebye Silla sampai bertemu lagi! ! oy, Martin! ! jangan lupa nanti malam , ajak Sillsekalian? ok Silla ditunggu! " ucap aldo dan kabur begitu saja karena sudah takut dengan ekspresi Martin saat ini.


Silla pun menatap kearah Martin, dan Martin pun menatap balik kepadanya, dan memberikan kode untuk meneruskan pekerjaannya, Martin tak ingin mencampuri urusan pribadi dibawa kekantor.


Silla memikirkan ucapan aldo dan Martin tadi, entah itu ucapan serius atau hanya candaan mereka berdua saja, namun jika benar apa yang harus Silla katakan! dan jantungnya berdetak lebih cepat, membuatnya merasa tak nyaman saat memikirkan hal tersebut.

__ADS_1


sedangkan Martin hanya bisa diam membisu tanpa kata sedikitpun, iya Marti merasa sangat malu atas tindakan Temannya tersebut yang sudah membuatnya mengatakan hal yang tak harus ia katakan saat itu, Martin hanya menunggu waktu yang tepat untuk menata hatinya kembali, namun setelah mengatakan semuanya tadi Martin tak bisa menolak ucapan tersebut apalagi sudah didengar oleh Silla, memang benar jika hati dan mulut tidak pernah sejalan.


setelah jam kerja berakhir, saatnya Silla kembali kerumah. Silla sangat bosan dengan suasana saat ini, didalam hanya hembusan nafasnya saja yang terdengar oleh telinganya, sedangkan Martin bersikap pura-pura tak melihatnya dan menatap ke komputer.


" saya pamit pulang Mr! sampai jumpa! ! " ucap Silla dan melangkah keluar ruangan.


Martin melihat wajah Silla yang begitu muram terasa sakit dihatinya, harusnya ia memberikan penjelasan kepada Silla, tapi ia malah mendiamkannya begitu saja, dengan cepat Martin melangkah dan menarik tangan Silla untuk menghentikan langkahnya.


" Silla tunggu? " ucap Martin


" ada apa Mr? "


" hmmm, itu. . !! " groginya Martin yang sulit untuk mengatakan isi hatinya.


" hmmm Mr bisa lepaskan dulu tangan saya! "


" sorry! ! itu bukankah tadi aldo mengundang kita untuk bertemu dengannya nanti malam? "


" lalu? " jawab Silla


" kita berangkat sekarang? agar tak kena macet soal nya sedikit jauh dari sini! " jelas Martin


Martin benar-benar sangat sulit berbicara, ia terus saja memutar-mutar kan perkataannya membuat Silla sedikit tak mengerti dan hanya bisa mengikuti apa yang Martin inginkan.


" sudahlah, ayo kita berangkat! ! lihat nih dia sudah mengajariku dari tadi! " ajak Martin dan menarik tangan Silla kembali.


untung saja dikantor hanya ada satpam saja, itupun sudah ganti jaganya, membuat Silla sedikit lega karena tak ada yang melihat Martin menarik tangan Silla seperti itu.


pak satpam yang jaga hanya bisa melihat dan tersenyum kepada Silla sedangkan Silla memberikan kode untuk tutup mulut, agar tak ada yang mengetahuinya.


sedangkan Martin sungguh tak peduli dengan siapa dan dimanapun mereka berada, jika Martin sudah menginginkannya makan ia harus siapa untuk memperlihatkannya di hadapan semua orang sekalipun.


jangan lupa like dan baca novel ku ya guys..

__ADS_1


byebye sampai jumpa lagi.. .


__ADS_2