World Good

World Good
4. penjelasan yang membingungkan


__ADS_3

kini waktu sudah gelap waktunya mereka berdua untuk makan malam, karena Martin membawa Silla ke rumah makan terdekat, Silla memberanikan diri untuk bertanya soal kejadian kemarin soal pertengkarannya dengan model cantik tersebut.


" Mr! ! apa saya boleh bertanya sesuatu? " tanyanya dengan lembut


" katakan! ! "


" itu, soal pertengkaran yang waktu itu? sebenarnya ada masalah apa Mr dengan model cantik tersebut? " harap-harap cemas


" panjang jika harus saya ceritakan !! "


" saya bisa jadi pendengar yang baik ko Mr, ceritalah! ! "


" baiklah, dengarkan dahulu baru bertanya! karena mungkin kamu tidak akan paham dengan ceritanya! ! "


" baik Mr! ! "


" model itu bernama calista, ia kekasih saya yang menghilang beberapa tahun lalu? saya tidak tau penyebab dan masalahnya karena apa sampai-sampai ia memutuskan untuk menghilang begitu saja, dan iya seperti yang kamu lihat sekarang disaat dia kembali dan aku langsung menemuinya ia langsung bertindak seperti itu, mungkin saya tak cukup baik untuknya sehingga dia memilih pergi, padahal saya selalu menunggunya sampai saat ini, sangat sulit hari-hari yang saya lewati, karena tidak ada kepastian tentang hubungan kami, tapi sekarang semuanya sudah berakhir dengan cara seperti ini " jelasnya


" jadi calista itu kekasih anda ? sejak kapan? "


" hari ini sudah bukan lagi ! jadi tidak usah dipertanyakan lagi "


" apa anda baik-baik saja sekarang ? "


" iya, seperti yang kau lihat! "


" sungguh! ! "


" kau ini jadi sekertaris cerewet sekali! sudah cepat habiskan makanmu kita harus kembali bekerja "


" cih, memangnya siapa yang membawaku ke tempat ini! " celoteh nya


" ada yang kamu keluhkan? " tegasnya


" tidak ada Mr" senyumnya


setelah selesai, mereka pun kembali untuk bisa bekerja esok pagi, sepanjang jalan Martin terus saja mengemudikan mobilnya, sedangkan Silla hanya tertidur pulas tanpa memikirkan apapun.


" sungguh gadis bodoh, bagaimana jika dia di bawa kabur dengan laki-laki yang buruk, tidak ada rasa curiga sedikitpun " batin Martin yang sedikit melirik kearah Silla yang tertidur dengan wajah polosnya, seperti biasa Martin menyelimuti nya dengan mantelnya agar tak kedinginan kena angin malam.


* Kantor


" aduh, ternyata sudah pagi! ! ini dimana iya, sepertinya semalam masih dimobil, apa ini dikantor, astaga kenapa gw bisa tertidur dikasur! astagaaaa kasur siapa ini yang gw tidurin, gw harus cepat-cepat merapihkan nya! ! " ucap Silla yang bingung dengan ruangan tersebut namun, beberapa kali ia melihat kearah jendela untuk memastikan jika ia memang di kantor .


setelah selesai merapihkan tempat tidur, tak lama Martin masuk dengan membawakan tas yang berisi sebuah pakaian formal untuk Silla pakai.


" Mr! selamat pagi Mr? apa semalam Mr yang membawa saya kemari? "

__ADS_1


" lalu saya harus membawamu kemana, saya tidak tau alamat tempat tinggal mu? sudah jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh, ini ambilah dan cepat bekerja! " jelasnya dan pergi


Silla pun pergi untuk mengganti pakaiannya dengan yang baru.


" ya ampun, sepertinya sangat mahal? apa aku harus memakainya, sudahlah Silla pakai saja jangan banyak berpikir " ucapnya dalam cermin


sila pun keluar dari dalam kamar dan kembali bekerja seperti biasa, sedangkan Martin tidak ada di ruangan karena telah menghadiri rapat.


" ternyata Mr baik iya walau kadang-kadang nyebelin juga, gw harus kasih apa iya buat ucapan terimakasih ke dia? " pikir Silla dengan duduk menghadap ke jendela.


tak lama Martin pun datang, namun Silla masih hanyut dalam lamunannya.


" Silla, apa saya masih ada meeting lagi hari ini? " tanya Martin namun, Silla masih melamun.


" Silla " masih tak ada jawaban Martin pun berjalan menghampiri Silla dan memutarkan kursinya sehingga mereka berdua saling bertatapan sangat dekat.


" Silla apa kau tidak mendengar panggilan ku barusan? "


Silla masih terkejut dengan apa yang Mr Martin lakukan, jantungnya serasa berdetak sangat kencang dan sangat malu.


" sudah lupakanlah! ! sepertinya hari ini kau sangat lelah, pulanglah biar saya yang mengerjakan semuanya " ucapnya yang bingung harus berbicara seperti apa lagi kepadanya.


" tapi, Mr saya baik-baik saja ko hari ini! maaf tadi saya sedikit melamun? "


" apa ada masalah? "


" benarkah! "


" iya benar! ! "


" ya sudah lanjutkan pekerjaannya! " pinta Martin


mereka berdua kembali melanjutkan pekerjaannya namun, Silla selalu melirik kearah Martin yang fokus bekerja, Silla sudah terbawa perasaan yang entah sulit untuk dijelaskan olehnya sendiri.


selama itu Silla memperhatikan Martin, dan selama itupun Martin merasa terganggu oleh tatapannya.


" apa ada yang ingin kamu katakan Silla? " tanya nya


" astaga, dari tadi dia kan fokus ke komputernya kenapa bisa tau jika gw merhatiin dari tadi? " batin silla


" akh tidak ada ko Mr! "


" lalu, kenapa melihat seperti itu? " tanyanya


" Mr sangat tampan hari ini " ucapnya secara spontan dan langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


" hahahahaa, kau ini Silla ada-ada saja! " melanjutkan kerjaannya.

__ADS_1


" gadis bodoh kenapa sih selalu saja keluar kata-kata yang membuat gw malu dihadapannya, bodoh, bodoh, bodoh" batinnya


karena sudah sore, Silla pun bisa pulang dan tertidur di kasurnya yang sangat ia rindukan.


" Mr, saya pamit pulang! apa Mr tidak pulang lagi malam ini? " tanyanya yang sedikit khawatir


" apa kau mengkhawatirkan ku? " ucapnya


" tidak, saya hanya bertanya saja! mungkin akan lebih baik jika Mr beristirahat di tempat yang nyaman, sudah lah Mr, saya duluan iya! bye " pamitnya


" iya baiklah! " Martin pun menimang nimang ucapan Silla.


untuk apa dirinya masih saja tertidur dikantor, sedangkan hubungan dirinya dan calista sudah berakhir secara tragis, apa lagi yang ia harapkan! lagi pula ia sudah sangat lama meninggalkan apartemen miliknya itu, sebelum kembali ke apartemen Martin menelpon untuk meminta dibersihkan ruangannya mungkin sudah banyak debu yang menempel disana.


menunggu apartemen nya dibersihkan Martin pun mengambil beberapa minuman didalam lemari yang sengaja ia siapkan untuk kondisi seperti ini.


perasaan Martin sangat hancur, entah ia harus bersikap seperti apa lagi? selama ini iya sudah bertahan dengan sesuatu yang tak pernah pasti untuknya, setiap malam ia hanya mengharapkan agar calista bisa kembali seperti pertama kali bertemu dengan dirinya, namun, waktu berjalan terlalu cepat untuk dirinya sehingga Martin menerima keputusan yang sangat pahit untuknya, semua pengorbanan yang ia lakukan hanya dibalas dengan kata-kata yang menghina dirinya, Martin sungguh-sungguh tidak mengerti dengan semuanya yang telah terjadi, sepertinya Tuhan tidak ingin kami bersama kembali.


Martin pun tertidur dengan sendirinya begitu saja, entah itu botol yang sudah berapa kalinya, Martin terlihat masih sangat mengharapkan calista kembali kepada dirinya, tapi sebaliknya calista tak mengharapkan apapun lagi dari dirinya.


* Pagi


Silla yang telah menyiapkan bekal khusus untuk ia berikan kepada bosnya sebagai ucapan terimakasih nya, sudah siapa untuk pergi kekantor, dengan perasaan yang sangat bahagia ia pun menelusuri jalanan kota dengan senyum hangat diwajahnya.


" semoga Mr suka dengan masakan yang sudah gw bawa khusus untuknya? " ucapnya sambil senyum bahagia


sesampainya dikantor, Silla membuka pintu dan mencium aroma yang sangat aneh untuk hidungnya, aroma yang tak pernah ia cium sebelumnya, Silla pun masuk dan langsung menghampiri meja bosnya tersebut dengan rasa panik.


" Mr? Mr? ya Tuhan, apa dia mati? , sepertinya tidak! " ucapnya yang mengecek aliran udara dari hidungnya.


" Mr, bangun! Mr sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Mr bisa tertidur dengan aroma apa ini sebenarnya? Mr! ! " ucapnya dengan cukup kencang membuat Martin membuka matanya.


Martin pun terbangun namun, pandangannya masih pudar tanpa perintah Silla menyentuh wajahnya dan menatap kearahnya, Martin hanya tersenyum kecil.


" Mr, bisa lihat ini angka berapa? coba katakan! " ucap Silla


" memangnya saya ini bodoh?menyingkir dari hadapanku, aduh kepalaku rasanya pusing sekali iya! ini sudah jam berapa? " tanyanya yang berusaha berdiri


" jam 9 pagi Mr! lebih baik Mr beristirahat saja dulu jangan terlalu dipaksakan? "


" saya harus membersihkan tubuh saya dulu, kau bersihkan semua yang ada diatas meja, kerjakan dengan baik! " perintahnya


" astaga baru saja bangun sudah harus melakukan ini dan itu, kan kemarin sudah gw bilang tidurnya dirumah saja jangan dikantor terus, bagaimana jika orang lain yang melihat ini semua, masa bos yang tampan kelakuannya seperti ini, sungguh sulit dipercaya " gerutunya yang tengah membereskan sampah yang berserakan.


Martin tak ingin mendengarkan ocehan Silla yang membuatnya semakin pusing, ia pun pergi mandi dan menjernihkan pikirannya kembali.


jangan lupa di like iya. .

__ADS_1


berilah dukungan agar tetap semangat membuat karya-karya yang lebih baik lagi..


__ADS_2