
saat didalam perjalanan Silla memberanikan diri untuk bertanya tentang perihal yang tadi Martin ucapkan.
" Mr, perihal ucapan yang tadi pagi itu sungguhan? "
" apa saat itu saya terlihat sedang bercanda Silla? "
" ntahlah Mr! bisa jadi itu sebuah lelucon yang biasa Mr ucapkan bersama pak aldo saat bertemu! "
" Silla, sungguh kau berpikir seperti itu tentang diriku! saya mengatakannya bersungguh-sungguh! "
" ntahlah! sedikit meragukan " ucap Silla yang tak percaya dengan ucapannya.
" baiklah, nanti saya akan buktikan jika ucapanku benar adanya? " membelai rambut Silla agar kembali tersenyum.
sesampainya di club Martin membawa Silla masuk kedalam ruangan VVIP yang ruangannya sangat luas dan hanya ada teman-teman dan beberapa seorang wanita didalamnya.
Martin mengajak Silla untuk duduk disampingnya dan aldo telah menuangkan minuman untuk Martin sebagai ucapan selamat datang.
" Mr! " ucap Silla yang menghentikan tangan Martin untuk tidak meminumnya.
" kenapa Silla? ini hanya segelas kecil saja tidak masalah? " jawab Martin dan one shout telah ia telan.
" kita pulang saja Mr! jika terlalu lama disini nanti Mr bisa mabuk, lalu bagaimana nenti membawa mobilnya, itu tidak baik! " ucap Silla.
" baiklah aku tidak akan minum lagi, tapi kau tidak boleh pulang dulu ok! " pinta martin dan Silla pun mengangguk.
aldo, vian, dan Joe saling pandang satu sama lain melihat Martin yang sedikit menikmati minumannya tersebut, dan bertanya-tanya siapa wanita tersebut? .
" do, lu kenal sama cewek yang di samping Martin? " ucap vian
" pacar barunya! "
" apaaaa! ! lalu calista, dia sudah move on ternyata! " jawab Joe
" silahkan tanyakan kepada pelakunya langsung? " ucap aldo yang tak ingin membuat Martin kembali marah kepada dirinya.
joe dan vian pun mendekat kearah Martin untuk menanyakan beberapa pertanyaan, dengan membawakan beberapa minuman baru untuknya. Martin benar-benar tak bisa menolaknya.
" widih, baru nih! "
" syukurlah sekarang lu sudah bisa lepas dari si cewek kaga jelas itu! "
" apaan sih kalian! " jawab Martin
" hay siapa namanya? " vian dan Joe mengajak berkenalan kepada Silla.
" Silla pak! "
mendengar ucapan Silla menyebut diri mereka dengan sebutan "pak" langsung tertawa terbahak-bahak, mereka tak menyangka jika Martin membawa wanita yang sangat sopan walaupun sudah dijam pulang kerja.
" jangan panggil kita pak, panggil saja nama ok! saya vian, dan ini Joe? " jelas vian
" hy vian, hy Joe! " ucap Silla
__ADS_1
" apa kau bisa minum Silla? " ajak Joe
" maaf Joe, aku tak bisa minum, apa aku boleh minta putih atau jus saja? " pintanya yang sudah haus
" tunggulah! ! " dan Joe pun mengesankan jus dan beberapa makanan.
Martin masih menikmati suasana dan minumannya tak menghiraukan temannya yang mengajak ngobrol dengan Silla, selama Silla masih duduk di sampingnya.
" hey Martin! ! apa kalian berpacaran sekarang? " tanya vian yang mengejutkan Silla.
Silla langsung menatap wajah Martin dan Martin hanya tersenyum kepada Silla dan langsung menjawabnya pertanyaan vian dengan sangat jelas ditelinga Silla.
" iya kami pacaran saat ini juga " ucap Martin membuat Silla benar-benar malu dan Martin hanya tersenyum kemenangan kepada vian.
" oh oh oh, maksudnya saat ini, sekarang didepan gw begitukah! ! astaga " ucap vian yang bisa merasakan perasaan Silla yang sudah bercampur aduk.
dan Martin pun mengucapkan kembali di samping telinga Silla, tentang isi hatinya.
" Silla! sejak bersama mu aku merasa nyaman, dan aman, kau bisa membuatku bahagia dengan caramu, mungkin ini terlalu cepat untuk mu, namun menemukan seseorang yang bisa membuatku bisa kembali seperti ini sangat sulit untuk ku, Silla apa kah kau bisa menjadi pendamping hidupku bukan sebagai kekasih ku? " ucap Martin
Silla pun langsung menengok saat mendengar kata "pendamping hidup" ia tak mengerti dengan apa yang Martin ucapkan kepadanya.
" maksud Mr? "
kini mereka saling menatap dan Martin melanjutkan ucapannya, yang bisa didengar oleh teman-teman nya termasuk vian yang posisinya sangat dekat dengan mereka.
" Silla, saya tak butuh seorang kekasih, melainkan seorang istri, yang bisa menemani saya seumur hidup bersama-sama, dengan apa yang sudah kau ketahui sebelumnya, saya tak ingin hal-hal itu terulang kembali dalam hidup ku, kau mengerti kan Silla! " jelas Martin
" tapi Mr, menikah terlalu cepat? " jawabnya.
" tidak Mr.. " sambung Martin " baiklah Silla mari kita pergi? " .
" tidak bukan begitu, dengarkan dulu! " pinta Silla yang menahan Martin agar tak bangkit dari duduknya.
" lalu apa? kau tak mencintaiku "
" aku hanya bilang tidak bukan berarti tidak cinta, tapi aku tidak ingin menikah begitu cepat, saya dan Mr kan belum saling mengenal, tunggulah dulu sampai beberapa bulan? " pinta Silla
" itu berarti kau mencintaiku! baik lah saya kasih waktu 2 bulan untuk saling mengenal, tanpa tapi tapian lagi, setelah itu kita menikah " ucap Martin
Martin pun memeluk Silla dihadapkan teman-teman nya, dan mereka berpura-pura tak melihat apapun disana
" iya mengerti Mr? "
Martin yang mendengar Silla masih memanggil dirinya dengan sebutan "Mr" membuatnya merasa tak nyaman
" panggil sayang bukan Mr lagi sekarang! "
" tapi kan! "
" Silla, tidak ada penolakan! "
" iya baiklah "
__ADS_1
Joe pun datang dengan membawakan jus dan beberapa makanan untuknya.
" wah sepertinya gw ketinggalan kabar gembira? silahkan Silla ! ada apa nih vi, pada senyum bahagian kaya gini? " tanya Joe
" nih lu liat videonya dihp gw aja, capek gw ngomongnya ! selamat iya Silla ? "
" iya Terima kasih vian! " jawabnya dan meminum kembali jus nya .
sedangkan aldo begitu menikmati suasana bersama seorang wanita yang sedang bercumbu diujung sofa tanpa memperdulikan mereka, Silla yang melihatnya merasa malu, entah jika dirinya yang melakukan hal tersebut di tempat seperti ini.
" kau tak usah melihat kearah sana! dia memang seperti itu sifatnya, makannya aku melarangmu untuk mendekatinya! atau kau ingin seperti itu sayang?" jelas Martin yang ternyata memperhatikan pandangan Silla kearah mana.
" ish kamu tuh, gak lah yang ada nanti aku malu, awas saja jika kau melakukan hal itu didepan teman teman mu! "
" memangnya kenapa? disini kan hanya ada mereka saja, tempat ini tuh sudah terbiasa digunakan hal seperti itu sayang? " jelasnya
" tetap saja, jika dengan ku, kau tidak boleh seperti itu ! "
" iya. . iya. . jika berdua apakah boleh? "
" tidak juga! " jawaban Silla yang sedikit ragu namun tepat
" baiklah kalau begitu aku akan mempercepat pernikahannya agar bisa bebas melakukan hal ini dan itu, begitu kan menurut mu! "
Silla hanya tersenyum kepada Martin dan tanpa izin darinya Martin langsung mencium bibir Silla dengan lembut, entah mengapa Silla tak bisa menghentikan aksi Martin tersebut, ini ciuman pertama untuknya Silla benar-benar tak membayangkan hal tersebut terjadi saat ini, ia hanya diam menikmati sentuhan bibir Martin yang begitu lembut.
Silla tak ingin hanyut terlalu dalam, ia pun mencubit Martin dan akhirnya terlepas darinya.
" aw, kenapa kau mencubit ku! "
" sudah cukup! ! ayo kita pulang ini sudah larut "
" iya, iya, baiklah! "
" woy, kemana lu masa udah mau cabut aja , baru juga jam berapa? "
" Silla sudah ngantuk, besok harus kerja lagi, gw duluan iya bro, jangan lama-lama dimainin tuh cewek-cewek hahahaa "
" sialan lu !! "
Martin pun mengantarkan Silla pulang, dengan selamat. Silla benar-benar sangat lelah, ingin cepat-cepat tertidur dikasur kesayangannya.
" sayang! apa kau melupakan sesuatu? " ucap Martin menghentikan langkah Silla yang hendak turun.
" sepertinya tidak! kenapa memangnya? "
" kau melupakan ini? " ucap Martin yang meminta kiss di pipinya sebagai ucapan selamat tidur.
karena Silla masih berada didalam mobil, Silla pun mencium pipinya namun Martin langsung memalingkan wajahnya dan hal hasil menjadi berciuman ke 2x nya malam tersebut.
Silla pun langsung menghentikannya dan langsung turun meninggalkan Martin didalam mobilnya.
" lucunya melihat dia malu seperti itu hehehe! " ucap Martin dan pergi kembali ke apartemen nya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen iya.. .
beri masukan apabila ada kesalahan atau kekurangan agar bisa lebih menarik lagi membacanya.. .