
Heiven melihat ke arah danau dan pohon kuno yang ada di tengah-tengah tempat ini setelah mendapat penjelasan singkat dari Lin Yao.
Ia juga akhirnya mengetahui bahwa tempat ini sebenarnya adalah sebuah dunia kecil yang keberadaannya benar-benar terpisah dari Dunia luar. Dan, satu-satunya penghubung antara dunia kecil ini dengan dunia luar adalah lorong dimensi yang dipenuhi dengan energi kekacauan.
Saat melihat danau dan pohon kujoyyang ada di tempat ini, Heiven merasa pernah melihat danau dan pohon yang sama di beberapa kamp prajurit istana.
“Bukankah pohon dan danau ini tidak terlalu istimewa? Sepertinya kedua benda ini juga ada di beberapa kamp prajurit istana. Lalu kenapa kita ber-dua harus menempuh bahaya yang begitu besar sebelumnya jika tidak ada yang istimewa di tempat ini?” ucap Heiven mengeluh karena merasa apa yang ia lakukan sebelumnya hanyalah pekerjaan yang sia-sia.
Lin Yao berjalan maju beberapa langkah dan membelakangi Heiven. “Pohon dan danau yang ada di tempat ini telah ada sejak zaman kuno. Ke-dua benda ini adalah cikal bakal dari semua danau dan pohon kuno yang ada di beberapa kamp militer untuk mengukur kekuatan tempur yang dimiliki oleh setiap prajurit. Jadi, pohon dan danau kuno yang di tempat ini memiliki kemampuan yang lebih akurat jika dibandingkan dengan yang lainnya.”
“Cepat 'lah jangan buang-buang waktu lagi. Jika kau tidak ingin mengetahui sampai sejauh mana kekuatan sihir yang kau miliki, lebih baik kita berdua segera meninggalkan tempat ini. Sebab, sebenarnya aku membawamu ke tempat ini tanpa sepengetahuan ayahku karena saat ini ayahku sedang menjadi latihan tertutup,” seru Lin Yao memberi perintah.
“Baiklah! Wanita memang selalu tidak sabaran.”
Lin Yao sebelumnya juga telah menjelaskan pada Heiven bagaimana cara kerja dari pohon dan danau kuno ini saat mereka berdua berkunjung ke beberapa kamp militer. Jadi, Heiven tak lagi mengajukan banyak pertanyaan setelah mengetahui bahwa pohon dan danau kuno yang ada di tempat ini memiliki jenis yang sama dengan pohon dan danau kuno yang ada di kamp militer.
Heiven segera berjalan ke arah pohon kuno karena ia ingin tahu lebih dulu elemen sihir apa saja yang cocok dengan tubuhnya.
Sesampainya di depan pohon kuno, Heiven bisa melihat dengan jelas bentuk asli dari pohon kuno tersebut dan menemukan ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok dengan pohon kuno yang ada di kamp militer.
Daun pohon kuno yang ada di tempat memiliki warna yang lebih transparan seperti kaca. Jumlah daun dimiliki pohon ini juga lebih banyak hingga tampak sangat rimbun.
__ADS_1
Saat pertama kali tiba di tempat ini, Heiven sempat mengira bahwa semua daun pohon kuno ini berwarna biru langit, tapi ternyata apa yang ia lihat hanyalah warna pantulan langit yang ada di setiap dedaunan.
Heiven lalu menempelkan salah satu telapak tangannya ke permukaan pohon kuno sambil memasukkan Qi yang ada di tubuhnya sebagai perantara antara dirinya dengan pohon kuno tersebut.
Sensasi aneh mulai ia rasakan saat tubuhnya mulai terhubung dengan pohon kuno tersebut.
Ia merasa bahwa jiwa dari pohon kuno itu sedang masuk ke dalam tubuhnya dan memeriksa apapun yang ada di dalam tubuhnya, termasuk keberadaan tentang hukum waktu yang selama ini ia sembunyikan.
Warna dedaunan yang ada di pohon kuno itu mulai berubah seiring dengan apa yang ditemukan oleh jiwa dari pohon kuno itu di dalam tubuh Heiven.
Dalam sekejap, warna merah yang menandakan elemen api telah mendominasi sebagian besar dedaunan yang ada di pohon kuno.
Sesaat kemudian, warna ungu yang menandakan elemen petir mulai muncul di beberapa dedaunan yang ada di sebelah kiri dan terus meluas.
Lin Yao masih terlihat biasa-biasa saja karena ia sebelumnya juga telah melihat Heiven menggunakan kekuatan sihir elemen petir. Jadi, ia sudah lama menebak jika Heiven adalah seorang penyihir dua elemen.
Namun, kejutan lain mulai muncul dan membuat Lin Yao tak bisa mengedipkan matanya.
Dedaunan yang ada di sisi sebelah kanan mulai menghijau sebagai tanda bahwa Heiven juga menguasai elemen kayu sama seperti dengan dirinya.
Lalu warna-warna lain dari berbagai jenis elemen sihir mulai muncul dari berbagai sisi dedaunan pohon kuno.
__ADS_1
Ini adalah pertama kalinya Lin Yao melihat hal seaneh ini!
Kejutan yang ia terima saat ia melihat Heiven menguji kekuatan sihir bahkan melebihi keterkejutannya saat dihadang oleh monster beruang raksasa secara tiba-tiba.
“I—ini tidak mungkin ... Pohon kuno ini pasti mengalami semacam gangguan karena usianya yang sudah terlalu tua.” Lin Yao berusaha menyangkal apa yang ia lihat di depan matanya.
Keberadaan seorang penyihir dua elemen memang sesuatu hal yang biasa. Sebab, walaupun itu merupakan kejadian yang tergolong langka dan hanya bisa dimiliki oleh jenius tertentu dari tiap generasi sama seperti dirinya, hal itu masih sering dijumpai dalam beberapa puluh tahun sekali.
Akan tetapi, apa yang terjadi pada Heiven terlalu tidak masuk akal. Seorang manusia mampu menguasai semua jenis elemen sihir adalah sesuatu yang sangat mustahil dan hanya bisa dicapai oleh makhluk yang setingkat dengan Dewa.
“Mungkinkah dia ada keturunan seorang Dewa tertentu yang diutus oleh langit untuk mengatasi bencana yang terjadi di Kerajaan Merak Hijau ini?” gumam Lin Yao lirih menatap tajam ke arah Heiven yang saat ini masih membelakangi dirinya.
Berbagai macam pertanyaan mulai memenuhi pikiran Lin Yao saat ia mengamati Heiven dengan lebih teliti. Ia berharap dapat menemukan sebuah petunjuk untuk mengetahui asal-usul dari semua kekuatan sihir yang di miliki Heiven agar ia dapat menguak misteri tentang batasan antara seorang penyihir dengan elemen sihir.
“Sekarang coba letakkan tanganmu ke dalam permukaan danau itu. Aku ingin melihat saat ini kau sudah menjadi seorang peryihir kelas yang mana?” seru Lin Yao sambil menunjuk danau kuno yang ada di samping Heiven.
Heiven pun segera melepaskan telapak tangannya dari pohon kuno itu lalu berjalan menuju ke danau kuno. Ia lalu meletakkan tangan kanannya di atas permukaan air danau dan segera memasukkan Qi nya ke air danau itu sama seperti perintah Lin Yao.
Dan, sama sekali tidak terjadi apapun pada danau kuno itu.
“Bukan penyihir? Ini sangat mustahil!” Lin Yao mengerutkan kening karena tak bisa mengerti keanehan yang ditunjukkan danau kuno itu.
__ADS_1