Xiao Heiven : New Genesis

Xiao Heiven : New Genesis
Ch. 27 — Kutukan.


__ADS_3

Heiven yang sama sekali tak mengetahui alasan kenapa ujung tombak miliknya tiba-tiba bergerak di luar kendali dan terjadi dalam waktu yang sangat cepat, hanya bisa melihat apa yang ada di hadapannya dengan tatapan kosong.


Ia merasa bahwa ada aura kekuatan aneh yang sempat masuk ke dalam ujung tombak pusaka miliknya dan memegang kendali penuh senjata pusaka itu untuk sesaat.


“Tadi kau sempat bertanya apa permintaan terakhirku. Aku tidak hanya membuat sebuah permintaan tapi aku akan membuat sebuah kutukan untukmu! Mulai saat ini, kau dan Kerajaan Merak Hijau akan menjadi musuh abadi. Putriku Lin Yao akan mengejar kemanapun kau melarikan diri dan membunuhmu dengan cara yang tak pernah terbayangkan.”


Xiao Bao mengucapkan sebuah kutukan yang sangat mengerikan pada Heiven lalu menghembuskan nafas terakhir saat itu juga.


Heiven sama sekali tak takut dengan kutukan Xiao Bao. Namun, ia merasa sedikit kecewa bahwa setelah kejadian ini maka hubungannya dengan Lin Yao akan menjadi sangat buruk layaknya seorang musuh.

__ADS_1


Persahabatan antara dirinya dan Lin Yao yang sempat terjalin selama beberapa hari ini akan sirna dan digantikan dengan permusuhan yang tiada akhir.


Dengan tangan sedikit bergetar, Heiven segera menarik kembali ujung tombak pusaka miliknya dari leher Xiao Bao lalu bergerak mundur beberapa langkah ke belakang.


Lin Yao yang melihat mayat ayahnya akan terjatuh ke permukaan tanah, segera berlari dan menangkapnya. Hatinya saat ini dipenuhi dengan kesedihan yang begitu dalam dan ketidakpercayaan. Ia tak pernah menyangka bahwa Heiven yang sudah ia anggap sebagai dermawannya akan tega membunuh Ayahnya tepat di depan matanya.


Padahal Lin Yao sempat memberitahu pada Heiven bahwa Xiao Bao ade ayahnya sesaat sebelum ujung tombak Heiven menembus leher Xiao Bao.


Heiven hanya bisa menatap dengan tatapan bersalah. Sebab, ia sendiri tak tahu harus berkata apa. Ia tak bisa menyalahkan sebuah tombak yang tiba-tiba berada di luar kendalinya karena tombak adalah sebuah benda mati. Jika ia bisa sedikit menahan emosinya dan tidak menggunakan ujung tombaknya untuk mengancam Xiao Bao maka hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


Aura berwarna hitam pekat dan dipenuhi dengan hawa membunuh mulai memancar dari tubuh Lin Yao saat ia meletakkan tubuh Ayahnya di atas permukaan tanah dan menggenggam erat tongkat sihir berwarna emas milik Ayahnya.


Ia lalu berdiri dan menatap Heiven dengan niat membunuh. “Nyawa harus diganti dengan nyawa! Kau harus mati di tempat ini untuk menebus semua dosa yang telah kau lakukan!”


“Tunggu! Aku bisa menjelaskan apa yang telah terjadi sebenarnya. kejadian yang sebenarnya bukan seperti apa yang telah kau lihat.”


Heiven mencoba untuk meredam amarah Lin Yao dan berusaha menjelaskan kejadian aneh yang tiba-tiba terjadi dengan tombak pusaka yang ia miliki.


Akan tetapi, hal itu hanya sia-sia belaka karena Lin Yao tampaknya sama sekali tak memberi Heiven kesempatan untuk berbicara lebih jauh.

__ADS_1


“Apa yang telah aku lihat dengan mata kepalaku sendiri sudah sangat jelas! Kau tidak perlu mengucapkan omong kosong hanya untuk menutupi kesalahan dan dosa yang telah kau lakukan,” balas Lin Yao dingin.


__ADS_2