Xiao Heiven : New Genesis

Xiao Heiven : New Genesis
Ch. 25 — Serangan Waktu.


__ADS_3

Puluhan pedang pasir yang melayang di udara, langsung melesat ke arah Heiven begitu Xiao Bao menggerakkantongkat sihirnya ke langit.


Tekanan Mana yang begitu kuat memancar dari setiap pedang pasir dan membuat langit mulai bergemuruh.


Heiven yang berada di dalam perlindungan pusaran angin tornado dapat merasakan bahaya yang begitu besar sedang mendekat ke arahnya hingga ia harus mendorong semua Qi yang ada di tubuhnya hingga ke batas kemampuan tubuhnya.


Boom ...


Suara ledakan kembali bersenandung di udara saat puluhan pedang pasir menghantam pusaran angin tornado dengan kuat.


Tekanan energi dari gabungan puluhan pedang pasir itu mampu menembus pertahanan pusaran angin tornado milik Heiven dan meninggalkan beberapa luka di tubuhnya. Ia tentu saja tak mampu menahan serangan puluhan pedang pasir raksasa itu jika menyerang secara bersamaan.


Darah mulai menetes dari kedua lengan Heiven karena sayatan dari beberapa pedang pasir yang sempat lolos dari pandangannya.


Pusaran angin tornado buatan Heiven pun akhirnya menghilang dan hanya menyisakan sepuluh pedang pasir yang berasal dari teknik sihir Xiao Bao.


Heiven menggenggam tombak pusakanya dengan erat dan mengunci pandangannya ke sepuluh pedang pasir yang tersisa.


“Menyerah 'lah anak muda! Dengan tekad dan kekuatanmu itu mungkin aku bisa mempertimbangkanmu menjadi pengawal pribadiku. Tapi, sebelum itu, kau harus bersumpah setia kepadaku.” Xiao Bao berseru keras dengan nada sedikit mengejek.


“Aku belum kalah! Dan, jika ada yang harus menyerah maka itu adalah kau!” balas Heiven dengan niat membunuh yang terlihat di matanya.


Tatapan Heiven saat ini bagaikan seekor binatang buas yang sedang terpojok dan siap membunuh siapapun yang berani mendekatinya.


“Dasar keras kepala! Akan aku penuhi keinginanmu.”


Xiao Bao mengerakkan tongkat sihirnya dalam irama tertentu dan langsung direspon oleh kesepuluh pedang pasir yang tersisa.


Kesepuluh pedang pasir itu mulai berputar di udara dan menyerap energi alam yang ada disekitarnya.

__ADS_1


Langit menjadi semakin bergemuruh dan petir-petir surgawi mulai menghujani kesepuluh pedang pasir itu lalu menempanya menjadi sebuah pedang baru yang semakin kuat dan tajam layaknya sebuah baja berusia ribuan tahun.


Elemen tanah memang bisa berubah menjadi elemen logam jika digabungkan dengan kekuatan elemen api atau elemen petir. Sebab, logam sebenarnya bersumber dari dalam tanah.


Heiven mengerutkan kening saat melihat kesepuluh pedang pasir yang saat ini telah berubah menjadi sepuluh pedang baja yang dikelilingi oleh kekuatan petir. Ia merasa sudah saatnya ia menggunakannya kartu as miliknya jika ingin mempertahankan hidupnya.


“Matilah kau! Formasi Sihir — Pedang Petir Menebus Langit.”


Xiao Bao menggunakan semua Mana yang ada di tubuhnya untuk membuat serangan terakhir ini. Sebab, serangan ini bukan hanya sebuah sihir terlarang melainkan sebuah formasi sihir tingkat tertinggi yang memiliki kekuatan menentang langit.


Swost ...


Kesepuluh pedang itu langsung melesat dengan sangat cepat setelah mendengar perintah Xiao Bao.


Masing-masing pedang memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan sebuah bongkahan batu berukuran raksasa hanya dalam sekali serang.


Alunan mantera sihir dengan bahasa yang sangat kuno mulai bersenandung dari mulut Heiven.


Huruf-huruf kuno berwarna emas yang memancar kekuatan hukum waktu yang cukup kuat, satu per satu keluar dari mulut Heiven dan menyatu ke dalam tombak pusaka yang ada di dalam genggamannya.


Ini adalah pertama kalinya Heiven menggunakan jurus ini setelah mendapatnya secara tak sengaja saat bermeditasi mendalami tentang hukum waktu.


Saat itu, Heiven juga mengetahui bahwa mantera sihir waktu yang diwariskan oleh Sang Dewa Waktu sebenarnya tidak menggunakan Mana sedikitpun dalam penggunaannya, melainkan menggunakan Qi.


Mungkin karena alasan itu 'lah maka di zaman ini tidak ada satupun orang yang berhasil mendapatkan warisan Sang Dewa Waktu. Sebab, Qi adalah sesuatu yang belum dipahami oleh penduduk di zaman ini terutama para penyihir yang selalu mengagung-agungkan Mana sebagai sember kekuatannya.


Tombak pusaka yang ada di genggaman tangan Heiven mulai bergerak dalam ritme tertentu dan memancarkan tekanan Qi yang semakin kuat dalam setiap gerakannya.


“Aku akan meruntuhkan kesombonganmu itu!” seru Heiven dengan tatapan setajam pedang.

__ADS_1


Swost ...


Heiven mengayunkan tombaknya dengan gerakan horizontal dan langsung menghentikan aliran waktu yang ada di tempat ini.


Kesepuluh pedang sihir buatan Xiao Bao yang sudah berjarak sekitar satu meter dari tempat Heiven, seketika langsung terhenti di udara saat terkena hembusan angin yang muncul dari ayunan serangan tombak milik Heiven.


Aliran waktu yang ada di sekitar tempat Heiven benar-benar terhenti, bahkan burung-burung yang terbang di atas tempat pertarungan ini juga mematung di langit.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Xiao Bao menatap dengan penuh kebingungan.


Jarak Xiao Bao dan Heiven memang cukup jauh. Karena itu, serangan jurus waktu yang digunakan Heiven tidak dapat mempengaruhi Xiao Bao.


“Si-sihir terlarang apa yang kau gunakan?” lanjut Xiao Bao dengan suara ketakutan seolah-olah melihat seorang Dewa Kematian.


Jika seseorang memiliki kendali atas waktu, maka orang itu dapat membunuh siapapun di dunia ini tanpa adanya perlawanan. Dan, Xiao Bao dapat merasakan jejak hukum waktu yang cukup kuat dari serangan tombak yang baru saja digunakan Heiven.


“Kau tidak perlu tahu. Lebih baik kau berdoa saja agar surga menerima jiwamu.”


Heiven masih ingat dengan jelas tentang peringatan Yu Hao. Ia harus menyembunyikan kekuatan waktu yang ia miliki dari siapapun sebelum ia memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan siapapun yang mencoba merebut tombak pusaka miliknya.


Dan, karena Xiao Bao telah memaksa dirinya untuk menggunakan kekuatan waktu yang selama ini telah ia sembunyikan, maka Heiven telah bertekad untuk tidak membiarkan Xiao Bao hidup atau nyawanya sendiri akan terancam selama tinggal di dunia ini.


Heiven langsung berlari ke arah Xiao Bao dengan mengarahkan ujung tombak yang ada di tangannya ke depan dan siap menembus tubuh musuhnya.


Sementara itu, Xiao Bao sama sekali tidak dapat bergerak dari tempatnya padahal ia sama sekali tidak terpengaruh oleh kekuatan hukum waktu yang digunakan Heiven. Mungkinkah dia sedang ketakutan?


Tanpa ada halangan apapun, Heiven akhirnya berdiri tepat di hadapan Xiao Bao. Semua pedang pasir yang seharusnya dapat membunuh Heiven dalam sekali serang karena telah diperkuat hingga berkali-kali lipat, saat ini hanya melayang-layang di udara seperti sebuah hiasan.


“Apakah kau memiliki pesan terakhir?” tanya Heiven sambil menempelkan ujung tombaknya di leher Xiao Bao.

__ADS_1


__ADS_2